University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Analisis pemenuhan hak pelayanan sosial penyandang disabilitas rungu wicara (studi pada SLB YPAC Kota Pangkalpinang)
Penelitian ini menganalisis terkait pemenuhan hak pelayanan sosial penyandang disabilitas rungu wicara di SLB YPAC Kota Pangkalpinang. SLB YPAC ini memberikan sarana pendidikan bagi anak penyandang disabilitas terkhusus disabilitas rungu wicara. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1). Menganalisis pemenuhan hak pelayanan sosial penyandang disabilitas rungu wicara, dan 2). Mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat pemenuhan hak pelayanan sosial penyandang disabilitas rungu wicara di SLB YPAC Kota Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional yang dikemukakan oleh Emile Durkheim sebagai pisau analisis penelitian. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan yakni sumber data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling yang sesuai dengan kriteria tertentu yaitu : 1). Kepala Sekolah SLB YPAC Kota Pangkalpinang, 2). Guru, 3). Orang Tua Anak Penyandang Disabilitas Rungu Wicara, 4). Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan 5). Terapis Wicara. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : 1). Terdapat 4 pemenuhan hak pelayanan sosial penyandang disabilitas rungu wicara yaitu hak pendidikan, kesehatan, pendataan dan aksesibilitas, hak tersebut dijalankan oleh 3 struktur yaitu keluarga, sekolah, dan pemerintah yang menjalankan peranannya masing-masing. 2). Faktor pendorong pemenuhan hak ialah adanya regulasi UU No. 8 Tahun 2016 dan tersedianya pelatihan keterampilan, sedangkan faktor penghambat yaitu minimnya pemahaman bahasa isyarat SIBI dan harga terapi bicara dan alat bantu dengar mahal
Faktor-faktor Pendorong Generasi Z dalam Mengonsumsi Madu di FPPK Universitas Bangka Belitung
Madu merupakan salah satu bahan alami yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh sehingga sering dijadikan sebagai suplemen kesehatan. Generasi Z termasuk kedalam generasi yang memerlukan tambahan suplemen untuk membantu dalam kegiatan akademik dan non-akademik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi karakteristik generasi Z sebagai konsumen madu di FPPK Universitas Bangka Belitung, (2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong generasi Z dalam mengonsumsi madu di FPPK Universitas Bangka Belitung. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan pendekatan purposive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 100 mahasiswa dengan kriteria pernah mengonsumsi madu. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan semi terstruktur serta kuesioner terbuka kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik konsumen madu sebagian besar berusia 21-22 tahun, jenis kelamin perempuan, memiliki uang saku Rp500.000-Rp1.000.000, mengonsumsi madu pada waktu tidak menentu, frekuensi konsumsi 1-2 kali per bulan, pada takaran 2 sendok makan per konsumsi. Dalam hal harga, mahasiswa cenderung memilih madu dengan rentang harga >Rp50.000-Rp100.000 yang didapat dari orang tua/keluarga atau membeli di pasar swalayan. (2) Faktor-faktor dominan yang mendorong generasi Z dalam konsumsi madu di FPPK Universitas Bangka Belitung yaitu kelas sosial, kebiasaan, pengetahuan kesehatan, dan atribut produk. Sedangkan faktor-faktor yang tidak dominan yaitu uang saku dan lokasi
Pengendalian dan pemantauan suhu oven pengering kemplang berbasis arduino dan internet of things di Pabrik Kemplang Duo Ayu Sehati Air Mawar Pangkalpinang
Kemplang merupakan jajanan penting di Bangka Belitung, yang diproduksi dengan pengeringan konvensional yang memiliki masalah. Pabrik Duo Ayu Sehati telah mengembangkan oven pengering dengan kontrol suhu manual, tetapi alat ini memiliki kekurangan. Solusinya adalah dengan menggunakan alat kontrol suhu berbasis Arduino dan Internet of Things (IoT), yang memungkinkan pemantauan suhu jarak jauh dan perekaman data suhu pada kartu SD. Alat ini menggunakan enam sensor termokopel dan mentransmisikan data suhu melalui ruang obrolan Telegram. Selama pengukuran data suhu 5 jam, suhu tertinggi tercatat pada 57°C dan suhu terendah adalah 47°C, dengan suhu dominan adalah 56°C. Alat ini menampilkan suhu rata-rata, nilai setiap sensor, dan perubahan suhu setiap menit, dan mengirimkan data suhu melalui ruang obrolan Telegram atas permintaan pengguna
Pengaruh Fasilitas dan Sumber Daya Manusia Terhadap Efektivitas dan Efisiensi Pada Pelayanan Terminal Toboali
Fasilitas dan sumber daya manusia yang ada di terminal menjadi faktor utama dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pada pelayanan terminal Toboali. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karateristik pengguna terminal, karakteristik fasilitas dan sumber daya manusia serta pengaruh fasilitas dan sumber daya manusia terhadap efektivitas dan efisiensi pada pelayanan terminal Toboali. Jumlah responden penelitian sebanyak 400 orang. Acuan yang digunakan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 24 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan. Jumlah variabel yang digunakan sebanyak 28 variabel, yang terdiri dari 20 variabel untuk fasilitas, dan 8 variabel untuk sumber daya manusia. Metode analisis data menggunakan metode analisis regresi linier berganda serta uji statistik yang terdiri dari uji koefisien determinasi, uji T dan uji F yang dilakukan dengan bantuan software SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik pengguna terminal tertinggi dengan usia 17-25 tahun sebesar 51%, pendidikan terakhir sma/smk sebesar 57%, pekerjaan buruh harian sebesar 27%, pendapatan perbulan dibawah 1 juta sebesar 36%, tujuan menggunakan terminal untuk mengunjungi keluarga/teman sebesar 46% dan sering menggunakan terminal sebanyak 1-2 kali dalam 1 bulan sebesar 37%. Hasil karakteristik fasilitas dan sumber daya manusia terminal dari 20 indikator fasilitas menunjukkan 13 fasilitas tidak memadai, dan 7 fasilitas cukup memadai. Dari 8 indikator sumber daya manusia menunjukkan 8 indikator sumber daya manusia tidak baik. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh persamaan model didapatkan yaitu: Y1 (Fasilitas terminal) = -0,264 + 0,192X2 + 0,110X6 + 0,133X7 + 0,074X12 + 0,252X20. Y2 (Sumber daya manusia) = -0,111 + 0,086X21 + 0,075X22 + 0,165X23 + 0,123X24 + 0,089X25 + 0,103X26 + 0,140X27 + 0,236X28. Hal ini menunjukkan bahwa dari variabel fasilitas yang memiliki pengaruh paling tinggi adalah variabel X20 yaitu variabel fasilitas ruang pengaduan layanan dan dari variabel sumber daya manusia yang memiliki pengaruh paling tinggi adalah variabel X28. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai Adjusted R2 sebesar 0,840. Hasil uji T diperoleh 5 variabel fasilitas dan 8 variabel sumber daya manusia menunjukkan bepengaruh signifikan terhadap variabel terikat dengan nilai signifikansinya 1,966. Hasil uji F menunjukkan nilai signifikansinya 0,000 1,46, yang berarti variabel bebas secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikat
Analisis Daya Dukung Tanah Dasar pada Kerusakan Perkerasan Jalan (Studi Kasus: Ruas Jalan Desa Payak Kecamatan Kelapa)
Tanah mempunyai peranan yang sangat penting dalam bidang konstruksi. Daya dukung pada tanah yang kurang baik dapat menyebabkan beberapa kerusakan fisik yaitu terjadinya penurunan yang akan menyebabkan badan jalan menjadi retak, berlubang, dan jalan menjadi bergelombang. Ruas Jalan Desa Payak Kecamatan Kelapa merupakan salah satu ruas jalan yang sering mengalami kerusakan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis daya dukung tanah dasar berdasarkan nilai CBR dan menganalisis pengaruh daya dukung tanah dasar terhadap kerusakan perkerasan pada ruas Jalan Desa Payak Kecamatan Kelapa. Metode pengujian yang dilakukan yaitu pengujian sifat fisik dan sifat mekanik tanah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tanah dasar memiliki nilai CBR yang rendah, sehingga nilai daya dukung tanahnya juga tergolong rendah. Hal ini ditunjukkan dari nilai CBR rata-rata pada STA 9 + 350 dan STA 9 + 650 yang berkisar antara 5,735 % sampai dengan 6,958 % sehingga tanah dasar hanya cocok digunakan sebagai subgrade. Hanya pada STA 9 + 950 saja yang kualitasnya sedang, yaitu nilai CBR rata-rata 8,644 % dan 8,897 %. Berdasarkan hasil penelitian yang didasarkan pada karakteristik tanah dasar sebagai fondasi kerusakan jalan, kerusakan jalan yang terjadi di lapangan tidak hanya disebabkan oleh daya dukung tanahnya saja. Akan tetapi juga disebabkan oleh faktor lainnya seperti beban lalu lintas, kondisi drainase, dan struktur perkerasan jalan yang tidak memadai karena berdasarkan nilai CBR tanah dasar tersebut masih bisa digunakan sebagai subgrade
Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Air Bersih di UPT-PAM Kabupaten Bangka Selatan (Studi Kasus Kawasan PAM Parit 9 Kecamatan Toboali)
Air bersih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Seiring pertambahan penduduk maka kebutuhan air akan semakin meningkat. Dalam menyikapi hal tersebut, pemerintah Bangka Selatan mengelola sebuah perusahaan milik daerah yaitu Unit Pelaksana Teknis Pengelola Air Minum (UPT-PAM) Bangka Selatan. UPT-PAM Kabupaten Bangka Selatan telah berupaya memberikan pelayanan air bersih, namun seiring berjalannya waktu sering mendapatkan informasi tentang keluhan dari masyarakat pengguna air bersih PAM tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan dan kepentingan pengguna air bersih di UPT-PAM Kabupaten Bangka Selatan. Jumlah responden sebanyak 186 responden yang berasal dari Desa Gadung dan Kelurahan Toboali. Acuan yang digunakan dalam tingkat kepuasan dan kepentingan terdiri dari 5, yaitu kualitas air bersih, kontinuitas air bersih, kuantitas air bersih, tekanan air bersih, dan tarif harga serta pelayanan air bersih yang diambil menurut PP No. 122 Tahun 2015 Pasal 53. Metode analisis yang digunakan yaitu metode Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian ini yaitu nilai tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan diperoleh 3,35 dan 3,86. Hasil analisis menunjukkan tingkat kepuasan dan kepentingan yang terbagi dalam 4 kuadran, yaitu pada kuadran I merupakan kebersihan air dan warna air dinilai penting tetapi kepuasan kurang memuaskan, pada kuadran II merupakan rasa air dan bau air dinilai penting dan sudah memuaskan, pada kuadran III merupakan keberlangsungan air bersih mengalir 24 jam dan kestabilan kecepatan aliran air bersih serta tanggapan penyedia air bersih terhadap pengaduan atau keluhan oleh pengguna air bersih dinilai kurang penting dan kurang memuaskan, dan pada kuadran IV merupakan kebocoran pipa distribusi dan keterjangkauan harga untuk pengguna air bersih dinilai kurang penting tapi sangat memuaskan
Sintesis dan Karakterisasi Natrium Zirkonium Siliko Fosfat (NASICON) dengan Variasi Komposisi Menggunakan Metode Sol Gel Berbasis Pasir Zirkon Bangka
Saat ini pemanfaatan baterai ion litium diberbagai bidang terus meningkat yang berdampak pada peningkatan produksi, sehingga kelimpahan litium di alam akan semakin menurun. Oleh karena itu, pengembangan material berperforma sejenis dalam penyimpanan energi seperti berbasis natrium menjadi salah satu fokus penelitian saat ini. Salah satu komponen krusial dalam baterai adalah elektrolit padat. Pada penelitian ini, dilakukan sintesis elektrolit padat NASICON menggunakan metode sol-gel dari bahan berupa Na2SiO3, ZrOCl2.8H2O, dan H3PO4 dengan variasi fraksi mol (x = 0,0; 0,2; 0,4; dan 0,6) pada tipe Na3Zr2-xSi2PO12-2x. Prekursor ZrOCl2.8H2O disintesis dari pasir tailing timah Bangka dengan metode fusi kaustik. Serbuk ZrOCl2.8H2O berwarna kuning yang dihasilkan dari pasir zirkon Bangka (79,12%) ini memiliki pola difraksi yang mengindikasikan struktur tetragonal, serta hasil analisis FTIR mengonfirmasi keberadaan gugus fungsi H–O–H dan Zr–O–Zr. Padatan NASICON berhasil disintesis dengan struktur rhombohedral, serta spektrum FTIR menunjukkan keberadaan gugus fungsi O–Si–O; Si–O–Si; O–P–O; dan Zr–O. Mikrograf SEM memperlihatkan morfologi sampel padat dengan bentuk rhombohedral dan heksahedron kubik. Pengukuran konduktivitas ionik menunjukkan bahwa sampel dengan fraksi mol (x) = 0,0 memiliki nilai konduktivitas tertinggi, yaitu sebesar 1,326×10-4 S/cm. Nilai ini belum mencapai standar konduktivitas elektrolit padat NASICON, namun memiliki performa yang mirip dengan β-alumina. Sehingga berpotensi untuk dijadikan salah satu komponen baterai tapi tidak pada suhu ruang, melainkan pada suhu 300○C
Analisis pemasangan directional overcurrent relay pada saluran paralel Gardu Induk Sungailiat
Gardu Induk (GI) Sungailiat mendapatkan suplai tegangan 20 kV dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Merawang melalui saluran paralel, yaitu SL 2 Lubuk Kelik dan SL 3 A. Yani. Saat ini, Saluran paralel tersebut diproteksi menggunakan Overcurrent Relay (OCR), yang menyebabkan seluruh circuit breaker (CB) bekerja ketika gangguan terjadi pada salah satu saluran paralel. Akibatnya, saluran yang tidak terganggu ikut terisolasi. Hal ini disebabkan oleh tiga sumber arus gangguan, yaitu arus gangguan dari GI Sungailiat, arus gangguan dari PLTD Merawang dan arus gangguan dari saluran yang tidak terganggu. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan Directional Overcurrent Relay (DOCR) agar hanya saluran terganggu yang terisolasi, sementara saluran tidak terganggu tetap beroperasi. Analisis meliputi analisis arus gangguan maksimum dan minimum, perhitungan setelan relay DOCR sebagai proteksi utama dan setelan relay OCR sebagai back-up proteksi, pengujian koordinasi relay, perbandingan selektivitas dan pemeriksaan waktu koordinasi. Berdasarkan hasil penelitian, relay DOCR dapat meningkatkan selektivitas pada saluran paralel yang apabila terjadi gangguan pada salah satu saluran paralel hanya saluran yang mengalami gangguan saja yang terisolasi sementara saluran yang tidak terganggu tetap beroperasi normal. waktu koordinasi antara relay DOCR sebagai relay utama yang memproteksi saluran paralel dengan relay OCR sebagai backup proteksi masih berada dalam rentang 0,2-0,5 detik
Rancang bangun mesin pengaduk bahan baku pembuat sabun detergen cair
Pertumbuhan industri sabun cair di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong kebutuhan akan alat bantu produksi yang efisien dan ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun mesin pengaduk bahan baku sabun detergen cair guna meningkatkan efisiensi, konsistensi, serta kualitas produk akhir. Mesin dirancang menggunakan dinamo listrik berdaya 0,20 HP dengan sistem transmisi pulley dan V-belt, serta dilengkapi tiga bilah pengaduk model agitator sentrifugal. Proses perancangan dilakukan menggunakan metode French yang melibatkan analisis masalah, konseptual desain, hingga perwujudan skema dan perincian komponen. Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi kinerja mesin berdasarkan parameter karakteristik sabun cair meliputi viskositas, pH, dan tinggi busa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin mampu menghasilkan sabun dengan viskositas rata-rata 2792 cPs, pH rata-rata 6 yang aman untuk kulit, dan tinggi busa rata-rata 94 mm sesuai SNI 4075-1:2017. Mesin ini terbukti meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi beban kerja manual, serta memberikan hasil pengadukan yang lebih homogen dan konsisten. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi praktis dan aplikatif bagi pelaku UMKM dalam memproduksi sabun detergen cair secara lebih efektif
Perencanaan Ruang Parkir Kendaraan di Bandar Udara H.AS. Hanandjoeddin Tanjungpandan
Bandar Udara H.AS. Hanandjoeddin Tanjungpandan adalah merupakan satu-satunya bandar udara yang menjadi penghubung Pulau Belitung dengan berbagai pulau besar lainnya. Menjadi satu-satunya transportasi udara mengakibatkan peningkatan jumlah penumpang setiap tahunnya, terutama pada hari besar keagamaan, hari libur sekolah dan hari libur nasional. Meningkatnya jumlah penumpang tentunya akan mempengaruhi daya tampung ruang parkir kendaraan yang tersedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian terhadap kondisi eksisting dan merencanakan ruang parkir kendaraan agar memenuhi kebutuhan untuk waktu rencana 5 tahun ke depan hingga tahun 2030. Data primer meliputi data observasi lapangan dan jumlah kendaraan masuk dan keluar. Data sekunder meliputi data jumlah penumpang, gambar layout parkir, dan data luas ruang parkir eksisting. Peramalan jumlah penumpang didapatkan dengan metode Winter’s Exponential Smoothing. Metode tersebut dipilih berdasarkan data jumlah penumpang tiga tahun sebelumnya yang cenderung fluktuatif. Hasil perhitungan peramalan jumlah penumpang di tahun 2030 sebanyak 459.634 penumpang. Perhitungan kebutuhan parkir kendaraan mengacu pada ketentuan SKEP.347/XII/1999 tentang Standar Rancang Bangun dan/ atau Rekayasa Fasilitas dan Peralatan Bandar Udara BAB II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas ruang parkir pada parkir kendaraan roda empat tidak dapat menampung kendaraan, pada parkir kendaraan roda dua masih bisa menampung kendaraan. Pada parkir kendaraan roda empat jumlah petak parkir yang semula berjumlah 140 petak parkir ditambahkan menjadi 165 petak parkir. Pada kendaraan roda dua jumlah petak parkir yang semula 32 petak parkir menjadi 48 petak parkir. Pola parkir menggunakan pola parkir tegak lurus (sudut 900)