University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Social Interaction on Children's Marriages in Rajek Dusun, Berang Village, Simpang Teritip District, West Bangka District
This descriptive qualitative research explores the social interactions and underlying factors
contributing to child marriage in Rajek Dusun, Berang Village, Simpang Teritip District. Child
marriage, defined as marriage involving individuals under 16 for women and 19 for men, remains
prevalent despite legal prohibitions. The study employs interviews and observations to gather
data from individuals, objects, and entities that provide relevant information. Findings indicate
that child marriage is driven by socio-economic pressures, cultural customs, and lack of
awareness about legal and health implications. The research highlights the adverse outcomes of
early marriage, particularly for young women who face increased risks to their reproductive and
mental health. Community perspectives reveal that traditional norms often override legal
measures, perpetuating the practice. The study underscores the need for comprehensive
community education programs focusing on the legal, health, and social implications of early
marriage. Collaborative efforts between local government and community leaders are essential
to raise awareness and support young individuals in their transition to adulthood. By prioritizing
education, health services, and vocational training, the community can work towards reducing
the incidence of child marriage and promoting healthier, more prosperous futures for its
member
Analisis penggunaan rele differensial sebagai proteksi pada transformator 150 KV di GI Air Anyir
Transformator merupakan komponen penting dalam sistem tenaga listrik, khususnya dalam mendistribusikan energi dari tegangan tinggi ke tegangan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas rele differensial dalam mendeteksi dan merespons gangguan pada transformator 150 kV di Gardu Induk Air Anyir. Evaluasi dilakukan melalui perhitungan arus sekunder, arus restrain, arus diferensial, slope, dan nilai setting rele differensial pada tiga kondisi operasi: normal, tapping dinaikkan 10%, dan tapping diturunkan 10%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kondisi normal, arus diferensial tercatat sebesar 0,734 A dengan arus restrain 1,13 A. Slope 1 dan slope 2 masing-masing bernilai 64,95% dan 129%. Ketika tapping dinaikkan 10%, arus diferensial meningkat menjadi 0,894 A, dengan slope 1 mencapai 73,88% dan slope 2 sebesar 147,76%. Penurunan tapping 10% menghasilkan nilai arus diferensial yang serupa, yaitu 0,894 A, dengan hasil slope yang konsisten. Temuan ini mengindikasikan bahwa rele differensial memiliki sensitivitas tinggi terhadap gangguan internal pada berbagai kondisi operasi, sekaligus menjaga keandalan sistem proteksi transformator
Rancang bangun mesin screw extruder pencetak briket
Mesin pencetak briket adalah alat yang dirancang untuk mempermudah proses pencetakan briket. Proses pencetakan briket dapat dilakukan dengan berbagai sistem, seperti manual, hidrolik, dan molding. Namun, sebagian besar sistem tersebut masih memiliki kekurangan dalam hal produktivitas, tenaga kerja yang dibutuhkan, serta waktu yang relatif lama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji mesin pencetak briket berbasis screw extruder guna mengatasi masalah pada sistem pencetakan sebelumnya, sehingga diperoleh mesin yang lebih efisien. Mesin ini memiliki dimensi panjang 100 cm, lebar 46 cm, dan tinggi 43 cm, dengan kepala cetak berbentuk persegi panjang berukuran 3 cm × 3 cm dan panjang 10 cm. Prinsip kerjanya adalah adonan dimasukkan ke dalam hopper, kemudian dipadatkan oleh ulir yang mendorongnya ke dalam cetakan. Mesin diuji melalui tiga kali pengujian dengan massa adonan berbeda (500 gram, 1000 gram, dan 1500 gram). Pemilihan tiga kali pengujian dengan masa yang berbeda ini dilakukan untuk memastikan keandalan data, memvalidasi hasil, dan menganalisis tren performa mesin dalam berbagai kondisi operasional. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin berhasil mencetak 12 batang briket dengan ukuran sempurna (3 cm × 3 cm × 10 cm) dalam setiap pengujian. Adonan yang tersisa dan tidak sesuai ukuran cetakan tercatat rata - rata sebanyak 346,6 gram dengan rata-rata waktu pencetakan 3,34 detik per batang. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa mesin pencetak briket berbasis screw extruder berfungsi dengan baik dan memenuhi tujuan efisiens
Fostering spiritual intelligence in the young generation through the PKN Course
Fostering Spiritual Intelligence in the Young Generation through Civics Courses The future of a nation today is in the hands of the younger generation, where the successors of the nation who are intelligent and have good morals and personality, can be realized through civic education. Considering that youth are agents of change who are always favored because they have high enthusiasm, creativity, competitiveness, and idealism. The younger generation must focus on aspects of instilling attitudes and personalities, in order to become good citizens, in addition to having intellectual intelligence, the younger generation must also have spiritual intelligence, because spiritual intelligence is an important thing for students. With spiritual intelligence will create a young generation who are moral and can change the world for the better. The population of this study is the entire young generation who are students from several universities and the younger generation who have worked and are domiciled in the Pangkalpinang City area with Purposive sampling involving 118 respondents who have characteristics aged 18-35 years who are domiciled in Pangkalpinang. The analysis method to be used to analyze the data is SPSS 26.0
Pemodelan 2D Genangan Banjir Kota Pangkalpinang Menggunakan HEC-GeoRAS (Studi Kasus: Sungai Rangkui)
Bencana banjir masih sering terjadi setiap tahun di sekitar Sungai Rangkui, Kota Pangkalpinang terutama saat musim hujan. Penanganan banjir di daerah tersebut belum maksimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemodelan genangan banjir menggunakan HEC-GeoRAS di Sungai Rangkui, Kota Pangkalpinang. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi daerah yang berpotensi tergenang banjir, menghitung tinggi banjir, dan menghitung durasi banjir. Kala ulang yang digunakan yaitu 5, 10, 25, dan 50 tahun. Data primer yang dibutuhkan berupa data dimensi dan bentuk sungai. Selanjutnya, data sekunder yang diperlukan dari Kota Pangkalpinang yaitu: data hujan dari tahun 2002-2021, batas administrasi, tata guna lahan, jenis tanah, dan kelas lereng. Data sekunder lainnya yaitu: pasang surut pada hilir Sungai Rangkui dan DEM (Digital Elevation Model) yang diperoleh dari BIG (Badan Informasi Geospasial). Ada dua analisis yang dilakukan yaitu analisis hidrologi dan analisis hidraulika. Analisis hidrologi dibagi dalam lima tahapan, yaitu: analisis distribusi frekuensi, analisis hyetograph hujan per jam, analisis curah hujan efektif, analisis penelusuran aliran, dan analisis hidrograf banjir. Output dari analisis hidrologi berupa debit banjir rancangan pada Sub DAS Rangkui. Analisis hidraulika dikelompokkan dalam empat tahapan, yaitu: mengolah data DEM (Digital Elevation Model), memodifikasi cross section sungai pada HEC-RAS, melakukan simulasi unsteady flow pada HEC-RAS, dan melakukan pemodelan banjir dengan HEC-GeoRAS. Analisis hidraulika menghasilkan luaran berupa peta genangan banjir di Sub DAS Rangkui. Hasil pemodelan genangan banjir menunjukkan bahwa durasi, luas genangan, dan tinggi luapan banjir yang berbeda-beda pada tiap kala ulang (5, 10, 25, dan 50 tahun). Dari pemodelan banjir, menghasilkan tinggi luapan banjir yang berbeda-beda pada setiap kala ulang (5, 10, 25, dan 50 tahun). Tinggi luapan banjir tersebut pada setiap kala ulang jika diurutkan, adalah: 1,56 m; 1,56 m; 1,57 m; dan 1,68 m. Pada setiap kala ulang, durasi banjir maksimum yaitu 24 jam. Berdasarkan hasil pemetaan genangan banjir di setiap kala ulang, diperoleh enam lokasi kelurahan yang berpotensi tergenang banjir. Kelurahan tersebut yaitu: Kelurahan Masjid Jamik, Kejaksaan, Rawa Bangun, Pasar Padi, Gedung Nasional, dan Pintu Air
Kajian efektivitas kitosan cangkang kepiting sebagai adsorben dalam pengolahan limbah cair industri kelapa sawit dengan metode adsorbsi-elektrokoagulasi
Peningkatan industri kelapa sawit juga diikuti peningkatan total limbah cair yang akan mengganggu keseimbangan lingkungan sehingga berpotensi merusak mikroorganisme dan makhluk sekitarnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengolahan terhadap limbah cair kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan menentukan efektivitas pengolahan limbah cair kelapa sawit dengan kombinasi metode adsorbsi-elektrokoagulasi. Metode yang berpotensi untuk dikembangkan adalah adsorbsi-elektrokoagulasi. Metode adsorbsi-elektrokoagulasi merupakan penyerap senyawa atau unsur dipermukaan oleh adsorben dengan menggunakan listrik untuk mengumpulkan polutan organik dan anorganik. Pada penelitian ini, adsorben yang digunakan adalah kitosan yang berasal dari limbah cangkang kepiting sawah dengan variasi kitosan yaitu, 0,3 gr; 0,4 gr; 0,5 gr; dan 0,6 gr. Adapun untuk plat yang digunakan pada teknologi elektrokoagulasi adalah plat aluminium yang berjarak 3 cm dan diberikan tegangan sebesar 20 V. Parameter pengujian penelitian ini meliputi pH, TDS, kekeruhan dan ion logam berat Mn. Kitosan berhasil diekstraksi dengan nilai DD 93,76%. Tingkat efisiensi yang dihasilkan metode adsorbsi-elektrokoagulasi parameter pH, TDS, kekeruhan dan ion logam berat Mn secara berturut-turut menghasilkan perubahan sebesar40,45%, 50,86%, 55,09% dan 64,94% yang terjadi pada variasi massa 0,6 gr. Semakin banyak massa kitosan yang digunakan pada proses adsorbsi limbah cair kelapa sawit, maka semakin meningkat pula pH limbah dan semakin menurunnya nilai TDS, kekeruhan dan kandungan logam Mn pada limbah cair kelapa sawit. Hasil Pengolahan limbah cair kelapa sawit menggunakan kombinasi adsorbsi-elektrokoagulasi mampu memperbaiki kualitas limbah cair kelapa sawit sesuai baku mutu yang ditetapkan
Karakteristik enterpreneurship pelaku UMKM di Kecamatan Manggar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran UMKM di Kecamatan Manggar dan menganalisis karakteristik enterpreneurship pelaku UMKM di Kecamatan Manggar.Metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan penelitian ini kualitatif deskriptif. Peneliti menetapkan 30 narasumber sebagai sampel dengan kriteria usaha yang sudah didirikan lebih dari 5 tahun. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pengumpulan Data, Reduksi Data, Display Data, dan Verifikasi dan Penegasan Kesimpulan. Para pelaku UMKM memiliki visi untuk pertumbuhan bisnis , termasuk pengembangan produk baru serta memperluas pasar. juga menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam produk dan promosi, serta komitmen terhadap tanggung jawab dan kemandirian dalam menghadapi tantangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mencari peluang usaha adalah fokus penting, dan terus mengembangkan kemampuan personal melalui pelatihan dan program pemerintah. Karakteristik kewirausahaan ini menjadi pondasi kuat dalam kesuksesan dan pertumbuhan bisnis UMKM di Kecamatan Manggar. Para pelaku UMKM ini menggabungkan berani mengambil risiko dengan kepemimpinan yang peduli, orientasi ke masa depan yang kuat, kreativitas, tanggung jawab, dan kemampuan personal yang berkembang untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian yaitu UMKM di Kecamatan Manggar menghadapi tantangan pendapatan yang tidak stabil karena tergantung pada sektor nelayan dan penambang timah. Pelaku UMKM berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan pribadi melalui pelatihan, menunjukkan kesediaan untuk belajar dan berkembang dalam lingkungan bisnis yang kompetitif
Kebijakan perizinan reklame (studi pada peraturan daerah Kota Pangkalpinang nomor 16 tahun 2012 tentang penyelenggaraan reklame di Kota Pangkalpinang)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Penyelengaraan Reklame di Kota Pangkalpinang, menganalisis faktor pendukung dan penghambat pada pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Reklame di Kota Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian berasal dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara kepada pihak BAKUDA, DPMPTSM, Satpol-PP, KNPI dan
beberapa aktor politik. Data sekunder diperoleh melalui dokumentasi dan berbagai dokumen pendukung. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teori yang digunakan untuk menganalisis masalah dalam penelitian ini adalah teori evaluasi kebijakan pubik oleh William Dunn.
Hasil kajian terdiri dari: Pertama, Penerapan Kebijakan Reklame Berdasarkan Perda Kota Pangkalpinang No 16 Tahun 2012 dilihat berdasarkan poin seperti Reklame sebagai Intrumen Penyerapan PAD pada Sektor Investasi, Kebijakan Reklame Mengakselerasi Lobi Politik dan Reklame Sebagai Media Penyebaran Wacana. Kedua, Faktor Pendukung dan Penghambat Pada Implementasi Kebijakan Reklame diantaranya seperti faktor pendukung yakni Pendapatan Daerah melalui Reklame cenderung lebih sistematis dan Meminimalisir Reklame Konvensional yang memperburuk Estetika Kota. Kemudian Faktor penghambat seperti Ketimpangan biaya reklame terhadap
kelompok yang memiliki kemudahan akses politik, Tidak tersedianya Perda terbaru sebagai turunan dari Undang-Undang Ciptaker dan Masih banyak oknum yang tidak mengurus perizinan