University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
    8735 research outputs found

    Urgensi dan Implikasi Kewenangan Pemerintah Daerah Sebagai Pemohon Indikasi Geografis dalam Mewujudkan Perlindungan Hak Komunal

    Get PDF
    Indonesia memiliki keberagaman hayati, salah satunya dipengaruhi oleh faktor geografis yang berbeda, dan ini mengindikasikan banyak komoditas atau produk potensi indikasi geografis yang berpotensi untuk dilindungi. Dengan potensi yang dimiliki, sudah seharusnya Indonesia memiliki sistem perlindungan indikasi geografis yang memadai. Pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, pemohon indikasi geografis diperluas meliputi di antaranya adalah pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/ kota, sebaliknya menghapus kelompok konsumen sebagai pemohon. Dijadikannya pemerintah daerah sebagai salah satu pihak yang dapat berperan sebagai pemohon dalam proses pendaftaran indikasi geografis, tentu didasari dengan dasar dan pertimbangan. Di lain sisi, diberikannya kewenangan kepada pemerintah daerah sebagai pemohon, ternyata tidak berbanding lurus dengan jumlah indikasi terdaftar di Indonesia. Dengan kata lain, tidak ada peningkatan yang terlalu signifikan dari sebelum diberikannya kewenangan kepada pemerintah daerah, sampai diberikannya kewenangan itu kepada pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis urgensi dan implikasi diberikannya kewenangan kepada pemerintah daerah sebagai pemohon dalam proses pendaftaran indikasi geografis. Penelitian dilakukan dengan metode yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang, sumber data berupa undang-undang sebagai bahan hukum primer, serta bahan hukum sekunder yang terdiri berupa undang-undang, serta didukung oleh bahan hukum sekunder berupa naskah akademik, risalah rapat, buku-buku hukum, jurnal-jurnal, dan data indikasi geografis yang terdaftar di DJKI, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasilnya, diberikannya kewenangan ini urgensinya adalah masyarakat lokal perlu difasilitasi oleh pemerintah daerah agar lebih mudah mendaftarkan indikasi geografis sehingga jumlah indikasi geografis yang terdaftar meningkat pula. Akan tetapi, berdasarkan data yang ada, tujuan pemberian kewenangan ini belum tercapai, meskipun hal ini menunjukkan bahwa kesadaran kolektif hukum masyarakat mulai terbangun ditandai dengan banyaknya indikasi geografis yang diajukan oleh masyarakat secara kolektif melalui MPIG

    Pengaruh Penambahan Pupuk Kotoran Sapi dengan Dosis Berbeda pada Pemeliharaan Cacing Sutra (Tubifex Sp.) Menggunakan Sistem Resirkulasi

    No full text
    Pakan alami adalah kebutuhan penting dalam budidaya perikanan, terutama untuk fase pembenihan ikan. Kualitas benih ikan tergantung pada manajemen pakan yang baik. Cacing Sutra (Tubifex sp.) adalah salah satu pakan alami yang sangat baik untuk larva ikan, baik yang dikonsumsi maupun ikan hias. Cacing Sutra disukai karena mempercepat pertumbuhan ikan dibandingkan dengan pakan alami lain, seperti kutu air. Nutrisi Cacing Sutra cukup tinggi, dengan kandungan protein 57%, lemak 13,3%, dan air 87,7%. Ukurannya cocok untuk mulut larva ikan, dan mudah dicerna. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor dengan 4 taraf perlakuan. Untuk memperkecil kekeliruan, setiap perlakuan menggunakan 2 kali ulangan sehingga diperoleh 8unit percobaan, yaitu P0 (Tanpa menggunakan pemberian pupuk kotoran ternak sapi (kontrol) yaitu lumpur sungai 1,25 kg + dedak 0,25 kg + ampas tahu 0,25 kg), P1 (400 g pupuk kotoran ternak sapi + lumpur sungai 1,25 kg + dedak 0,25 kg + ampas tahu 0,25 kg), P2 (600 g pupuk kotoran ternak sapi + lumpur sungai 1,25 kg + dedak 0,25 kg + ampas tahu 0,25 kg), P3 (800 g pupuk kotoran ternak sapi + lumpur sungai 1,25 kg + dedak 0,25 kg + ampas tahu 0,25 kg). Hasil Penelitian menujukkan bahwa penambahan pupuk kotoran sapi dengan dosis yang berbeda kepada Cacing Sutra memberikan hasil terbaik pada perlakuan P3. Hasil nilai perlakuan P3 adalah pertumbuhan biomassa mutlak (PBM) sebesar 37,64 g dan jumlah populasi sebanyak 17.615 individu. Hasil dari pertumbuhan panjang sebesar 2.03 mm dan laju pertumbuhan harian (LPH) sebesar 3,00±0,46%. Kualitas air selama pemeliharaan adalah pH 6,48-7,48, suhu 27,10-29.47 ⁰C dan Oksigen Terlarut (DO) 4,03-6.27 mg/L

    Pentingnya literasi numerasi setiap langkah aktivitas

    No full text

    Implementasi kebijakan pengelolaan sampah dalam mengantisipasi urban life crisis: studi kasus pada Pemerintah Kota Pangkalpinang 2018-2023

    No full text
    Studi dalam penelitian ini membahas mengenai bagaimana implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Pangkalpinang sebagai antisipasi urban life crisis dalam kurun waktu 2018-2023. Kota Pangkalpinang merupakan Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dimana sebagai ibu kota provinsi berarti menjadi wajah utama dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Permasalahan sampah mulai muncul ketika volume sampah harian di Kota Pangkalpinang mencapai angka 150 ton per hari sementara kondisi TPA, teknologi pengolahan sampah, kebijakan mengenai sampah, dan sumberdaya yang ada masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kebijakan dan program apa saja yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang berkenaan dengan sampah, bagaimana implementasi kebijakannya, dan faktor penghambat apa saja yang ditemui dalam implementasi kebijakan tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Implementasi Kebijakan Publik oleh George Charles Edward III. Adapun metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu dapat ditemukannya empat unsur implementasi kebijakan publik oleh George Charles Edward III yakni, komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi dalam implementasi kebijakan pengelolaan sampah yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang. Dalam kurun waktu 2018-2023 setidaknya ada enam program kebijakan berkenaan dengan sampah yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang yaitu pengadaan mobil pink dan pembentukan SATGAS SMILE, sosialisasi persampahan, bank sampah Papin, pembinaan budidaya maggot, pengomposan sampah, serta pengolahan sampah menjadi BBJP. Kemudian terdapat empat faktor yang menghambat kebijakan pengelolaan sampah di Pangkalpinang yaitu minimnya political will kepala daerah, Pangkalpinang mulai tidak layak sebagai ibu kota, serba keterbatasan dalam banyak hal, dan rendahnya kesadaran masyarakat

    Prediksi ketersediaan air kulong PL di kecamatan Pangkalan Baru menggunakan jaringan syaraf tiruan

    No full text
    Aktivitas penambangan timah di Kepulauan Bangka Belitung masih terus dilakukan dan meninggalkan lubang besar di bekas area penambangan yang dikenal sebagai kulong. Sebagian kulong tersebut digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air baku, salah satunya Kulong PL yang terletak di Kecamatan Pangkalan Baru. Namun, peningkatan jumlah penduduk di Kecamatan Pangkalan Baru meningkatkan permintaan air bersih. Oleh karena itu, perlu mengetahui ketersediaan air Kulong PL di periode kedepan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tingkat error dan prediksi ketersediaan Air Kulong PL di kecamatan pangkalan baru pada periode Januari 2024 – Desember 2026 menggunakan model Jaringan Syaraf Tiruan dengan metode Backpropagation. Data yang digunakan yaitu data debit air Kulong PL pada periode Januari 2007 – Desember 2023. Pada penelitian ini, diperoleh model arsitektur terbaik yaitu 12-58-1 dengan nilai MSE latih sebesar 0,0015744 serta MSE uji sebesar 0,048475. Berdasarkan hasil pengukuran error diatas, menujukkan bahwa model JST dikatakan baik. Sehingga, dilakukan prediksi ketersediaan air Kulong PL untuk tiga tahun kedepan

    Pengaruh Kompetensi Guru, Motivasi Belajar, Disiplin Belajar, dan Fasilitas Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas 9 SMP Negeri 4 Pangkalpinang

    No full text
    Pendidikan merupakan ujung tombak pembangunan nasional, karena didalamnya ada proses pembinaan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan berkualitas. Penelitian ini mengarah pada faktor-faktor yang memengaruhi prestasi belajar siswa yaitu kompetensi guru, motivasi belajar, disiplin belajar, dan fasilitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi guru, motivasi belajar, disiplin belajar, dan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas 9 SMP Negeri 4 Pangkalpinang. Pendekatan penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif kuantitatif dengan sampel siswa kelas 9 yang sudah melakukan ujian sekolah tahun ajaran 2023/2024, yaitu sebanyak 155 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan metode proportionate random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kompetensi guru, motivasi belajar, disiplin belajar, dan fasilitas belajar, sedangkan variabel terikat yaitu prestasi belajar. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian kompetensi guru, motivasi belajar, disiplin belajar, dan fasilitas belajar secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 9 SMP Negeri 4 Pangkalpinang. Hasil uji secara simultan kompetensi guru, motivasi belajar, disiplin belajar, dan fasilitas belajar secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa kelas 9 SMP Negeri 4 Pangkalpinang

    Analisis Load Factor Kapal Angkutan Penumpang di Pelabuhan Pangkal Balam

    No full text
    Pelabuhan Pangkal Balam merupakan salah satu pelabuhan yang melayani tujuh kapal angkutan penumpang. Jumlah penumpang kapal pada hari libur tiap tahunnya mengalami peningkatan yang siginifikan, makanya perlu dilakukan analisis load factor kapal angkutan penumpang d Pelabuhan Pangkal Balam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas tahun 2020-2023 dan load factor pada kondisi tahun 2024 serta memprediksi load factor sampai tahun 2038 pada kapal angkutan penumpang di Pelabuhan Pangkal Balam. Standar load factor yang digunakan pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2010 pada Pasal 67 Tentang Angkutan di Perairan. Data sekunder yang digunakan yaitu data jumlah trip dan jumlah penumpang dari tahun 2020-2023, serta data kapasitas angkut penumpang didapatkan dari PT. Pelindo II cabang Pelabuhan Pangkal Balam. Data primer yang digunakan yaitu data jumlah penumpang dan jumlah trip pada tahun 2024 yang didapatkan dengan cara melakukan penelitian secara langsung. Hasil analisis kapasitas kapal angkutan penumpang didapatkan jumlah penumpang tiap tahunnya mengalami peningkatan, load factor pada kondisi tahun 2024 untuk keberangkatan dan kedatangan penumpang sebesar 36% dan 41%. Dari nilai load factor menunjukkan bahwa kapal angkutan penumpang masih mampu mengangkut jumlah penumpang lebih banyak dan nilai load factor kapal angkutan penumpang sampai tahun 2038 setiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan, load factor tahun 2038 sebesar 160% dimana nilai itu memenuhi nilai standar load factor yang telah ditetapkan yaitu 65%

    Keragaan beberapa varietas sorgum (Sorghum bicolor (L) Moench) dengan pemberian dosis pupuk N, P dan K tunggal di tanah ultisol

    No full text
    Tanaman sorgum dapat beradaptasi hampir di setiap jenis tanah. Salah satu lahan suboptimal di Bangka Belitung yang dapat digunakan untuk tanaman sorgum adalah dengan memanfaatkan lahan ultisol. Penggunaan varietas tanaman sorgum yang tepat harus diperhatikan untuk memperoleh potensi produksi sorgum yang optimal. Selain itu kombinasi pupuk N, P dan K yang tepat merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman sorgum. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dosis pupuk N, P, dan K tunggal yang tepat untuk tanaman sorgum pada tanah ultisol. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Desember 2023. Penelitian dilaksanakan di Kebun penelitian dan Percobaan (KP2), Universitas Bangka Belitung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama adalah 3 varietas sorgum yang terdiri dari Numbu (V1), Bioguma 1 (V2), dan Super 2 (V3). Faktor kedua adalah dosis pupuk N, P dan K yang terdiri dari N, P, dan K 50% (Urea 150 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 75 kg/ha (P1)) dan N, P, dan K 100% (Urea 300 kg/ha, SP 36 200 kg/ha, KCl 150 kg/ha (P2)). Hasil penelitian menunjukkan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah daun, diameter batang, dan panjang malai, namun berpengaruh nyata terhadap berat berangkasan basah serta berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, panjang daun, panjang akar, dan produksi biji per tanaman. Pupuk N, P dan K berpengaruh sangat nyata terhadap parameter panjang malai dan panjang akar. Berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat berangkasan basah dan produksi biji pertanaman, serta berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun, panjang daun dan diameter batang. Interaksi antara varietas dan pupuk berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berpengaruh tidak nyata terhadap parameter lainnya. Pemberian pupuk N, P, dan K 50% pada varietas Bioguma 1 mampu meningkatkan produksi tanaman sorgum dilahan Ultisol

    Genderlect Styles Analysis of Female and Male Characters in Enola Holmes Movie

    No full text
    The unique communication styles of men and women are evident in their differing speaking styles. This study explored the distinct communication styles of male and female characters in Enola Holmes through an analysis of genderlect styles based on Deborah Tannen's Genderlect Theory. Utilizing a qualitative descriptive method, the research examined both the communication patterns and the factors shaping these styles in the characters. The findings identified 27 instances of genderlect styles, with 14 instances of rapport talk predominantly used by Enola Holmes in private talk, asking questions, listening, telling stories, and conflict. In contrast, 13 instances of report talk were associated with Mycroft and Sherlock Holmes. Mycroft employed report talk in public speaking, asking questions, listening, telling stories, and conflict while Sherlock used report talk primarily in asking questions, listening, and conflict. Enola's dominant use of rapport talk is shaped by her internal socialization with her mother, emphasizing relationships and personal connections. Cultural norms and individual experiences influenced Mycroft and Sherlock's report talk, which focused on information exchanged and status. These findings highlight the influence of gender and social factors on communication in literary works

    Penegakan hukum tindak pidana perdagangan barang yang tidak berlabel bahasa Indonesia (studi kasus perdagangan makanan yang tidak berlabel Bahasa indonesia di Kabupaten Bangka)

    No full text
    Penelitian ini berfokus pada penegakan hukum terhadap tindak pidana perdagangan makanan yang tidak berlabel dalam Bahasa Indonesia, dengan studi kasus di Kabupaten Bangka.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan label berbahasa Indonesia pada produk makanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia, terutama untuk melindungi konsumen dari informasi yang menyesatkan atau sulit dipahami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum di Kabupaten Bangka terhadap perdagangan makanan yang tidak berlabel Bahasa Indonesia, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat dan mendukung penegakan hukum tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis empiris, dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan aparat penegak hukum, serta melalui analisis dokumen hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap tindak pidana ini masih belum optimal, ditandai dengan masih adanya produk makanan yang beredar tanpa label Bahasa Indonesia. Faktor-faktor yang menghambat penegakan hukum meliputi kurangnya sumber daya manusia, rendahnya kesadaran hukum di kalangan Pelaku Usaha, serta keterbatasan dalam pengawasan. Sementara itu, faktor-faktor yang mendukung termasuk adanya kerjasama antar lembaga dan peningkatan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan penegakan hukum, termasuk peningkatan kapasitas aparat penegak hukum dan edukasi bagi Pelaku Usaha mengenai pentingnya kepatuhan terhadap peraturan label makanan

    3,607

    full texts

    8,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    University of Bangka Belitung Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇