University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Implementasi peraturan daerah kota pangkalpinang nomor 7 tahun 2015 tentang penanganan gelandangan, pengemis, dan anak jalanan meninjau pada upaya penganggulangan anak jalanan di kota Pangkalpinang
Anak jalanan merupakan salah satu permasalahan sosial di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Kota Pangkalpinang. Pemerintah daerah Kota Pangkalpinang melalui Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2015 tentang Penanganan Gelandangan, Pengemis, dan Anak Jalanan telah memberikan panduan penanganan terhadap anak jalanan tersebut. Permasalahannya adalah: Bagaimana Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2015 tentang Penanganan Gelandangan, Pengemis, dan Anak Jalanan dalam penanganan anak jalanan melalui upaya penanggulangan di Kota Pangkalpinang? Apakah faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2015 tentang Penanganan Gelandangan, Pengemis, dan Anak Jalanan dalam melaksanakan penanganan melalui upaya penanggulangan terhadap anak jalanan di Kota Pangkalpinang? Metode penelitian yang digunakan adalah: melalui penelitian secara kualitatif secara yuridis empiris. Hasil penelitian kemudian akhirnya menemukan dan menyimpulkan bahwa: Pertama, Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2015 tentang Penanganan Gelandangan, Pengemis, dan Anak Jalanan dalam penanganan anak jalanan melalui upaya penanggulangan di Kota Pangkalpinang harus melibatkan unsur-unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah, Lembaga Kesejahteraan Sosial dan Rumah Perlindungan Sosial dengan Satpol PP sebagai pelaksana; Kedua, Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2015 tentang Penanganan Gelandangan, Pengemis, dan Anak Jalanan dalam melaksanakan penanganan anak jalanan melalui upaya penanggulangan di Kota Pangkalpinang adalah latar belakang anak jalanan yang bersangkutan serta terbatasnya kewenangan petugas Satuan Polisi Pamong Praja
Pengaruh Endorsement, Diskon Harga, dan Viral Marketing terhadap Brand Image dan Keputusan Pembelian Produk Scarlett di Shopee
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Endorsment, Diskon Harga dan Viral Marketing Terhadap Brand Image dan Keputusan Pembelian Produk Scarlett di Shopee. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan populasi pengguna produk Scarlett di Shopee di Kabupaten Bangka dan sampel sebanyak 150 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Endorsement negatif dan tidak signifikan terhadap brand image produk Scarlett di Shopee. Endorsmeent berpengaruh positif dan tetapi tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Diskon Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand image. Diskon Harga berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Viral Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand image. Viral Marketing berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap keputusan pembelian produk Scarlett di Shopee
Voluntarisme sebagai gerakan sosial peduli pendidikan (studi pada komunitas help our pupil’s ducation Bangka Belitung)
Kekerasan disekolah merupakan bagian dari permasalahan pendidikan yang tidak dapat dibiarkan, dan masih sering terjadi disekolah-sekolah. Kondisi ini tidak dapat dibiarkan karena jika dibiarkan aksi kekerasan akan berlanjut dimasa yang akan datang. Hal ini lah yang kemudian menginisiasi dibentuknya gerakan sosial peduli pendidikan oleh komunitas Help Our Pupil’s Education Bangka Belitung. Penelitian ini bertujuan menggambarkan gerakan Komunitas dalam memobilisasi sumberdaya untuk menjaga voluntarisme anggotanya, serta menganalisis dampak sosial dari kegiatan komunitas ini bagi mitra kerja dan volunteer yang tergabung dalam komunitas. Teori mobilisasi sumberdaya oleh Anthony Oberschall digunakan untuk menganalisis persoalan ini. Metode penelitian yang digunakan ialah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunitas ini pertama bergerak untuk menjaga voluntarisme anggotanya melalui organisasi gerakan sosialnya, yang mengedepankan nilai kekeluargaan dan kesukarelaan, dan dalam pergerakannya dikendalikan oleh pemimpin dengan model kepemimpinan situasional. Kemudian komunitas juga memanfaatkan sumberdaya internal dan eksternal yang ada disekelilingnya untuk dimobilisasi guna mendukung proses pengembangan gerakan sosial. Sumberdaya yang dimobilisasi ada lima, yaitu sumberdaya moral, sumberdaya kultural, sumberdaya organisasi sosial, sumberdaya manusia dan sumberdaya material. Dalam suatu pergerakan pastinya terdapat perubahan yang menjadi dampak dari kegiatannya. Yang pertama, masih berlangsungnya aktifitas kegiatan yang diusung komunitas pada mitra kerjanya. Kedua, terkait dengan partisipasi pemuda Bangka untuk terlibat sebagai relawan dalam komunitas, lalu menciptakan simpul jaringan baru melalui terbentuknya gerakan sosial berbasis kesukarelaan yang diinisiasi oleh relawan dari komunitas Help Our Pupil’s Education Bangka Belitung, seperti Becak Babel dan komunitas Generasi Bangka Mengabdi. Hal ini juga memberikan peluang dimasyarakat terutama bagi pemuda Bangka untuk ikut serta dalam aktivitas komunitas-komunitas kesukarelaan
Pengaruh modal, jam kerja, dan lokasi usaha terhadap pendapatan mitra UMKM alfamart dan indomaret di kota Pangkalpinang
UMKM yang ada di Indonesia merupakan usaha rumah tangga yang mampu menyerap banyak tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Saat ini di Kota Pangkalpinang telah berkembang ritel modern berjenis alfamart sebanyak 31 unit dan indomaret sebanyak 35 unit yang memberikan izin berdagang untuk para UMKM pada lokasi parkir toko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh modal, jam kerja dan lokasi usaha terhadap pendapatan mitra UMKM alfamart dan indomaret di Kota Pangkalpinang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan jumlah respoden pemilik UMKM mitra alfamart dan indomaret sebanyak 32 responden. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan mitra UMKM alfamart dan indomaret di Kota Pangkalpinang, sedangkan pada variabel jam kerja dan lokasi usaha tidak berpengaruh terhadap pendapatan mitra UMKM alfamart dan indomaret di Kota Pangkalpinang
Pengaruh pendidikan, jam kerja dan pengalaman kerja terhadap upah tenaga kerja kafe di Kota Pangkalpinang
Budaya bersantai dan minum kopi saat ini menjadi trend dan marak dimana-mana khususnya di Kota pangkalpinang dilihat dari meningkatnya kafe setiap tahunnya. Kafe yang ada menjadi potensi usaha yang dimiliki oleh masyarakat di Kota Pangkalpinang. Selain membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat juga memberi dampak terhadap upah tenaga kerja di Kota Pangkalpinang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan, jam kerja dan pengalaman kerja terhadap pendapatan tenaga kerja di Kota Pangkalpinang. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan data primer yang menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian secara parsial menunjukan bahwa pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap upah tenaga kerja kafe di Kota Pangkalpinang dimana tenaga kerja yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi akan ditempatkan pada tempat tertentu sesuai dengan keahliannya, jam kerja tidak memiliki pengaruh terhadap upah tenaga kerja kafe di Kota Pangkalpinang akan tetapi apabila terjadinya penambahan jam di luar jam kerja atau lembur maka tenaga kerja akan mendapatkan imbalan berbentuk upah diluar upah bulanan yang mereka dapatkan, pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap upah tenaga kerja kafe di Kota Pangkalpinang dimana tenaga kerja kafe yang memiliki keahlian khusus akan mendapatkan upah yang lebih tinggi dibandingkan dengan tenaga kerja yang tidak memiliki keahlian. Secara simultan pendidikan, jam kerja dan pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap upah tenaga kerja di Kota Pangkalpinang. Tidak hanya itu jenis pekerjaan juga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi upah tenaga kerja kafe di Kota Pangkalpinang
Strategi Pemasaran Produk Sabun Cuci Piring Serai Wangi PT. Aroma Wangi Indonesia Kota Pangkalpinang
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan alternatif strategi dan menentukan strategi prioritas dalam pemasaran produk sabun cuci piring serai wangi PT. Aroma Wangi Indonesia di Kota Pangkalpinang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juli 2024 di PT. Aroma Wangi Indonesia. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode studi kasus. Metode pengambilan
sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel berjumlah 5 responden. Metode analisis menggunakan deskriptif kualitatif dan analisis Strengths, Weakness, Opportunities, and Threats (SWOT) dan Quantitative
Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IFE sebesar 3,06 dan nilai EFE sebesar 3,33. Alternatif strategi yang dapat diterapkan
dalam pemasaran produk sabun cuci piring serai wangi PT. Aroma Wangi Indonesia di Kota Pangkalpinang adalah meningkatkan citra merek dan kualitas
produk, namun tetap mempertahankan harga, mengembangkan dan diversifikasi produk berbahan dasar serai wangi, menjalin kerjasama dengan pasar modern, hotel, dan sektor jasa boga dan mengikuti program pelatihan dari instansi
pemerintahan, menggencarkan pemasaran yang kurang optimal melalui pemasaran digital dan mengikuti event UMKM secara berkala, membuat konsep tata letak dan
penjelasan produk yang menarik, meningkatkan kesesuaian produk yang ditampilkan di sosial media dengan produk yang dipasarkan seperti pemberian testimoni pelanggan hasil penjualan, melengkapkan perizinan dan logo ramah
lingkungan pada kemasan produk untuk membangun kepercayaan konsumen, dan memaksimalkan manajemen operasional untuk meningkatkan keuntungan penjualan. Berdasarkan matriks QSPM, strategi yang menjadi prioritas utama untuk diterapkan adalah menjalin kerjasama dengan pasar modern, hotel, dan sektor jasa boga dan mengikuti program pelatihan dari instansi pemerintahan dengan nilai ∑TAS sebesar 6,90
Hubungan Kelimpahan Fitoplankton dan Konsentrasi Klorofil-a di Perairan Teluk Kelabat Dalam Pulau Bangka
Teluk Kelabat Dalam merupakan bagian dari Teluk Kelabat yang terletak di bagian utara Pulau Bangka dan menghadap langsung ke Laut Natuna. Sejumlah aktivitas masyarakat di perairan Teluk Kelabat Dalam dapat memberikan dampak negatif bagi keberadaan fitoplankton dan akumulasi klorofil-a perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis fitoplankton dan menganalisis nilai ekologi kelimpahan fitoplankton dan nilai konsentrasi klorofil-a serta hubungan kelimpahan fitoplankton dengan konsentrasi klorofil-a di Teluk Kelabat Dalam. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di area tegak lurus menghadap laut (horizontal) dengan menentukan yaitu tiga titik pengambilan sampel (ulangan) berdasarkan jarak masing-masing titik yaitu 0; 1,5; dan 3 km. Berdasarkan hasil penelitian, fitoplankton kelas Bacilariophycea merupakan yang paling banyak ditemukan pada kelima stasiun yaitu 10 jenis dengan jumlah total 157 individu. Kelas Dinophyceae terdapat 3 jenis sebanyak 31 individu dan Chlorophyceae ditemukan 1 jenis sebanyak 6 individu. Secara keseluruhan terdapat 194 individu fitoplankton yang ditemukan di perairan Teluk Kelabat Dalam. Kelimpahan fitoplankton di Teluk Kelabat Dalam berada pada kategori sedang (3.086-5.833 ind/L) dengan konsentrasi klorofil berkisar antara 0,190 µg/L - 0,285 µg/L. Indeks keanekaragaman jenis berada pada kategori sedang (1,656-2,168), indeks kemerataan rendah (0,719-0,941), dan indeks dominansi tinggi (0,117-0,156). Hubungan kelimpahan fitoplankton dan konsentrasi klorofil-a dengan parameter lingkungan dengan nilai keanekaragaman pada variabel sumbu X sebesar 64,42% dan sumbu Y sebesar 23,09%. Parameter lingkungan yang berpengaruh positif terhadap kelimpahan fitoplankton adalah pH, arus, suhu, salinitas, kecerahan dan DO. Parameter yang berpengaruh positif terhadap konsentrasi klorofil-a adalah DO, arus, pH, salinitas dan kecerahan
Alih fungsi lahan pasca tambang menjadi destinasi wisata Danau Pading di Desa Perlang Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah
Alih fungsi lahan pasca tambang menjadi destinasi wisata ini memanfaatkan sumberdaya alam yang ada untuk dikembangkan lebih lanjut demi kemajuan desa wisata. Alih fungsi lahan dalam penelitian ini ialah lahan pasca tambang timah yang berada di Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis proses peralihan fungsi lahan menjadi destinasi wisata yang dilakukan oleh beberapa dan struktur yang terlibat di dalamnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strukturasi dari tokoh Anthony Giddens. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualtitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yakni wawancara, observasi serta dokumentasi. Sumber data yang digunakan berasal dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alih fungsi lahan pasca tambang menjadi destinasi wisata Danau Pading ini melibatkan peran agen beserta struktur yang bekerja sama. Agen yang teirlibat yaitu Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), Pemerintah Desa Perlang dan Pemerintah Daerah Kabupatein Bangka Tengah. Adapun struktur yang terbentuk ialah struktur signifikasi serta dominasi yaitu Pokdarwis dan struktur legitimasi yaitu Pemerintah Desa Perlang memberi kepercayaan kepada pemuda Desa Perlang dengan membentuk organisasi Pokdarwis. Dalam tahap dinamika alih fungsi lahan pasca tambang menjadi destinasi wisata Danau Pading, terdapat tantangan yang menjadi penghambat yaitu masyarakat penambang serta masyarakat pelaku usaha, kemudian juga terdapat faktor yang menjadi pendukung yaitu kerjasama antar agen, kekompakkan Lembaga, sumberdaya manusia yang kompeten dan sumberdaya alam yang memadai
Rancang bangun mesin pembelah buah pinang dengan bilah pengantar berbentuk U menggunakan motor listrik 1 HP
Perkembangan produksi buah pinang di Sungaiselan setiap tahun meningkat pada tahun 2021 produksi pinang mencapai 1,47 ton pertahun 2021, sedangkan untuk proses pengolahan masyarakan masih dengan manual. Mesin pembelah buah pinang ini peneliti merancang dan membuat mesin pembelah buah pinang menggunakan metode perancangan french. Pembuatan mesin bertujuan untuk memudahkan, mempercepat dan mengurangi resiko kecelakaan dalam proses pembelahan buah pinang. Mesin pembelah buah pinang yang rancang dengan dimensi panjang 52 cm, tinggi 57 cm dan lebar 40 cm. Dengan motor penggerak listrik 1 Hp 1400 rpm, diteruskan ke reducer dan ditransmisikan oleh chain dan sprocket. Mesin diuji dengan 3 kali pengujian, setiap pengujian menggunakan 1 kg buah pinang, dengan 2 variasi yaitu diameter pinang ≤ 4 cm dan diameter pinang > 4 cm. Rata-rata kapasitas produksi yang dihasilkan pada diameter pinang ≤ 4 cm yaitu 63,78 kg/jam, dengan pesentase keberhasilan 54%. Rata-rata kapasitas produksi pada diameter pinang > 4 cm yaitu 123,68 kg/jam, dengan persentase keberhasilan 84%. Persentase perbandingan hasil pengujian mesin lebih besar 12,11% pada diameter pinang ≤ 4 cm dan 42,43% pada diameter pinang > 4 cm dibandingkan secara manual
Analisis laju pertumbuhan kepiting bakau (scylla serrata) yang di besarkan pada apartemen hasil tangkap nelayan Sunagai Selindung
Kepiting bakau (Scylla serrata) dan (Scylla tranqueberica) merupakan spesies yang hidup di ekosistem mangrove .Ekosistem mangrove memiliki peranan yang sangat penting bagi kepiting bakau yaitu sebagaihabitat, tempat mencari makan dan tempat memijah. Kepiting bakau dapat bertumbuh kembang di hutan mangrove karena terdapat organisme kecil yang menjadi makanannya. Budidaya kepiting bakau merupakan pembesaran kepiting bakau yang belum siap diproduksideengan menggunakan metode wadah. Metode wadah merupakan pemeliharaan dan pembesaran kepiting bakau dengan menggunakan wadah bertingkat, hal ini salah satunya agar mudah dalam mempermudah pengontrolan pertumbuhan kepiting bakauPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju pertumbuhan kepiting bakau (Scylla serrata) pada apartemen hasil tangkapan nelayan Sungai Selindung selama delapan minggu. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, lebar karapas mutlak, serta kualitas air seperti salinitas, suhu, pH, dan kadar oksigen terlarut. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan berat mutlak kepiting jantan dan betina berbeda signifikan, dengan kepiting jantan memiliki rata-rata lebar karapas 104 mm dan kepiting
betina 54 mm. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh proses moulting, di mana kepiting mengganti karapas lama dengan yang baru yang lebih besar. Penelitian menemukan bahwa
frekuensi pemberian pakan sangat mempengaruhi pertumbuhan bobot dan lebar karapas. Specific Growth Rate (SGR) kepiting jantan tertinggi mencapai 1.14% per hari, sedangkan
betina mencapai 0.75% per hari. Kepiting jantan menunjukkan laju pertumbuhan lebih cepat dibandingkan betina, disebabkan aktivitas metabolisme yang lebih tinggi. Tingkat kelulusan hidup kepiting bakau mencapai 100%, menunjukkan metode apartemen efektif dalam mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Selama penelitian, kualitas air
tetap dalam kondisi optimal dengan salinitas 27-29‰, suhu 30-33℃, pH 6.1-6.8, dan DO 5.5-6.3 mg/L. Kesimpulannya, sistem apartemen untuk budidaya kepiting bakau efektif
dalam meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup kepiting bakau di Sungai Selindun