University of Bangka Belitung Repository
Not a member yet
8735 research outputs found
Sort by
Studi Ekologi Kerang Bulu (Anadara antiquata) di Perairan Pulau Panjang Kabupaten Bangka Tengah
Kelas bivalvia merupakan kelas terbesar kedua setelah Gastropoda dalam Filum Molusca. Kerang Bulu (Anadara antiquata) merupakan salah satu sumberdaya hayati laut yang termasuk dalam Kelas Bivalvia dan hidup pada dasar perairan. Kerang Bulu merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang telah dieksploitasi sejak beberapa tahun terakhir untuk dikonsumsi dan dijual. Kerang Bulu merupakan salah satu sumberdaya perairan yang bernilai ekonomis penting dan merupakan salah satu hasil tangkapan nelayan di Pulau Panjang. Diduga Tingginya eksploitasi Kerang Bulu serta meningkatnya aktivitas lingkungan yang disebabkan lalu lintas kapal akan berdampak pada keseimbangan dan kelestarian ekosistem dan mempengaruhi keberadaan Kerang Bulu. Penelitian dilakukan pada bulan November Tahun 2022 yang bertujuan mengetahui kepadatan Kerang Bulu (Anadara antiquata) serta Mengetahui faktor-faktor ekologi yang mempengaruhi kepadatan Kerang Bulu (Anadara antiquata) di perairan Pulau Panjang. Pengambilan sempel kerang menggunakan metode acak sistematik yang dilakukan di 3 stasiun, dimana masing-masing stasiun memiliki 3 substasiun. Hasil penelitian diperoleh kepadatan Kerang Bulu ditemukan di Perairan Pulau Panjang berkisar antara 0,4 ind/m2 - 3,1 ind/m2. Kepadatan terendah terdapat pada stasiun 3 dengan 0,4 ind/m2 dan tertinggi terdapat pada stasiun 2 dengan kepadatan 3,1 ind/m2. Kondisi lingkungan perairan Pulau Panjang diduga baik untuk menunjang kehidupan Kerang Bulu. Hubungan kepadatan Kerang Bulu dengan kualitas perairan di Pulau Panjang dari hasil perhitungan PCA menunjukan bahwa kepadatan Kerang Bulu berkorelasi positif dengan substrat liat dan bahan organik karena nilai yang dihasilkan mendekati satu dengan substrat liat r = 0,98 dan bahan organik total r = 0,99
Karakteristik briket yang terbuat dari fine carbon cangkang kelapa sawit dengan memvariasikan ukuran partikel
Briket adalah salah satu jenis biomassa yang sering dimanfaatkan dan mudah dipergunakan. Kualitas briket yang baik di pengaruhi oleh bahan dan ukuran partikel serta proses pembuatan briket itu sendiri, sehingga dilakukan penelitian “karakteristik briket yang terbuat dari fine carbon cangkang kelapa sawit dengan memvariasikan ukuran partikel” Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental dengan memvariasikan 3 ukuran partikel yaitu, 200 mesh, 230 mesh, dan 270 mesh. Pengujian briket menggunakan pengujian proximate untuk mengukur kadar air, abu, zat menguap, karbon, dan kalor pada briket. Dari hasil pengujian briket dapat diperoleh bahwa briket yang
memiliki kualitas terbaik adalah menggunakan variasi ukuran partikel 270 mesh dengan nilai kadar air 5,25 %, kadar abu7,09 %, kadar zat menguap 19,68 %, kadar karbon 67,96 %, dan nilai kalor 7344 kal/g. Dari hasil analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini dapat diuraikan bahwa ukuran partikel dalam pembuatan briket akan mempengaruhi kualitas briket
Optimalisasi pengolahan timah primer oxide clay dan sisa hasil pengolahan menggunakan ball mill di TB. Batu Besi PT Timah Tbk Kabupaten Belitung Timur
Tambang Besar Batu Besi PT Timah Tbk melakukan penambangan dan pengolahan timah primer berjenis oxide clay dan Sisa Hasil Pengolahan (SHP) di Kabupaten Belitung Timur. Proses pengolahan bijih timah meliputi comminution, sizing, dan konsentrasi. Penggerusan menggunakan Ball Mill merupakan proses lanjutan yang bertujuan untuk mengecilkan ukuran butir agar didapatkan ukuran butiran yang lebih halus (fine material) dan mempersiapkan ukuran butiran yang tepat untuk proses konsentrasi yaitu berukuran 140 sampai -230 mesh. Penelitian ini dilatarbelelakangi penggerusan yang belum memiliki hasil optimal. Feed yang digunakan dalam penelitian ini yaitu oxide clay dan sisa hasil pengolahan. Sampel yang digunakan berjumlah 15 sampel yang terdiri dari sampel stockpile-3, sampel stockpile-5 dan SHP. Material feed yang ada dilokasi penelitian memiliki kandungan unsur Sn yang berbeda-beda dan kadar Sn tertinggi terdapat pada sampel feed SHP. Kekerasan batu feed berpengaruh terhadap hasil penggerusan, batu feed memiliki nilai kekerasan 0,5 – 4 kilonewton. Pengaturan debit aliran air saat proses penggerusan sangat penting sehingga output hasil gerusan optimal. Variabel Persen Solid juga mempengaruhi hasil penggerusan semakin tinggi nilai Persen Solid maka ukuran butir yang dihasilkan akan semakin halus sehingga derajat liberasi makin tinggi. Nilai Persen Solid yang sesuai dengan standar operasional perusahaan yaitu 12%-18%. Hasil sampel yang diperoleh sesuai SOP berada pada sampel stockpile-3 sebesar 15%-17% sampel stockpile-5 sebesar 16%-17% dan sempel SHP sebesar 14%-18%
Kewenangan pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap pengelolaan wilayah pesisir pasca terbitnya Perda RZWP-3-K dalam perspektif desentralisasi dan otonomi daerah
Pengelolaan wilayah pesisir menjadi kewenangan Pemerintah Daerah terutama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai salah satu provinsi berciri kepulauan. Kewenangan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengelola wilayah pesisir yaitu bidang perikanan dan pariwisata yang diatur dalam Reraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K) Tahun 2020-2040 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Maka rumusan masalah dalam penelitian ini yang pertama, bagaimana kewenangan pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap pengelolaan wilayah pesisir pasca terbitnya perda RZWP-3-K ?. Kedua, apakah kewenangan pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap pengelolaan wilayah pesisir sudah relevan dengan perspektif desentralisasi dan otonomi daerah ?. Kemudian hasil dari penelitian ini pertama, kewenangan Pemerintah Daerah dibidang perikanan dan pariwisata yaitu pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk memberikan dan mencabut perizinan pengelolaan wilayah pesisir. Kedua, bahwa kewenangan Pemerintah Daerah sudah relevan dengan desentralisasi dan otonomi daerah berdasarkan UUD 1945 Pasal 18 Ayat (2) dan Pasal 18 Ayat (5)
Pengaruh kompetensi SDM, sistem pengendalian internal, komitmen organisasi,dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan (studi kasus pada badan pengelolaan keuangan dan aset daerah Kabupaten Belitung)
Laporan Keuangan merupakan komponen penting untuk menciptakan akuntabilitas sektor publik dan menjadi salah satu faktor untuk mengukur kinerja keuangan pemerintah daerah. Bagi pihak eksternal, laporan keuangan pemerintah daerah berisi informasi keuangan daerah sebagai dasar pertimbangan untuk pengawasan, pengambilan keputusan ekonomi, sosial dan politik. Sedangkan bagi pihak internal pemerintah daerah, laporan keuangan dapat digunakan sebagai tolak ukur kinerja. Dalam menciptakan laporan keuangan diperlukan sumber daya manusia, pengendalian dan instrumen yang memadai. Dengan adanya sumber daya manusia, pengendalian maka diharapkan dapat membuat laporan keuangan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi SDM, sistem pengendalian internal, komitmen organisasi dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Belitung. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 33 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan teknik non probability sampling dengan metode sampling total. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kompetensi SDM, sistem pengendalian internal, komitmen organisasi dan pemanfaatan teknologi informasi, sedangkan variabel terikatnya adalah kualitas laporan keuangan. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan SmartPLS 3. Hasil penelitian menujukkan kompetensi SDM berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, sistem pengendalian internal berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, komitmen organisasi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap kualitas laporan keuangan dan pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif tidak signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Belitung
Analisis Fitoplankton sebagai Bioindikator Kelayakan Kolong di Desa Kayu Arang untuk Kegiatan Akuakultur
Kelayakan perairan kolong dapat dinilai dari produktivitas perairan tersebut dengan indikator keberadaan fitoplankton sebagai produsen primernya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air kolong, mengidentifikasi jenis dan kelimpahan fitoplankton, dan tingkat kelayakan kolong Desa Kayu Arang untuk kegiatan Akuakultur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret dan April 2023. Identifikasi dan pengamatan sampel dilakukan di Laboratorium Biologi, SMA Negeri 1 Kelapa, Kabupaten Bangka Barat. Metode yang digunakan adalah metode survey, yaitu dengan cara pengambilan sampel di lapangan. Metode pengambilan sampel dilakukan pada tiga titik di perairan kolong Desa Kayu Arang. Sampel diambil menggunakan ember lalu dipindahkan ke botol sampel untuk analisis dengan cara disaring menggunakan plankton net. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bulan Maret dan April teridentifikasi 4 kelas fitoplankton yaitu: Chlorophyta (Green algae) teridentifikasi 2 genus yaitu, Chlorella dan Gloeocystis. Charophyta (Green algae) teridentifikasi 1 genus yaitu Cosmarium. Cyanophyta (Blue green algae) teridentifikasi 2 genus yaitu, Oscillatoria dan Microcystis. Bacillariophyta (Diatom) teridentifikasi 2 genus yaitu, Synedra dan Tabularia. Jumlah kelimpahan keseluruhan jenis tertinggi pada bulan Maret 1.123 ind/L, sedangkan pada bulan April sebesar 969,51 ind/L
Kajian teknis pengolahan SHP menggunakan Rod Mill sekunder di PT Babel Utama Korpora Site Pemali Kabupaten Bangka
Penelitian ini mengenai kajian teknis pengolahan SHP menggunakan Rod Mill Sekunder yang berada di PT Babel Utama Korpora. Adapun perrmasalahan dari penelitian ini adalah belum diperoleh pengaturan Rod Mill yang optimal, dibuktikan masih tingginya kadar Sn pada tailing. Metode penelitian ini, diawali dengan pengambilan sebanyak 9 sampel dimana masing-masing sampel seberat 100 gram, selanjutnya sampel tersebut dilakukan analisis ukuran butir dengan menggunakan sieve shaker dengan Mesh 50, 100, 200 dan -200. Hasil ayakan tersebut dilakukan pengujian mikroskop Grain Counting Analisys (GCA) dan X-ray Flourescence (XRF) untuk mengetahui kadar Sn. Dari hasil analisa kadar dari sampel SHP dengan menggunakan metode GCA diperoleh kadar Sn tertinggi 3,06% dan terendah 2,75%, metode XRF diperoleh kadar Sn tertinggi 0,14% dan terendah 0,039% dan diketahui juga kadar Sn feed awal metode GCA sebesar 2,69% dan metode XRF pada mesh 50 sebesar 0,24005, pada mesh 100 sebesar 0,0596%, pada mesh 200 sebesar 0,1214% dan pada mesh -200 sebesar 0,054%. Selain terdapatnya mineral kasiterit didapatkan juga beberapa mineral lain yaitu ilmenit dengan rat-rata 12,69%, kuarsa dengan rata-rata 33,22%, pirit dengan rata-rata 1,09%, hematit dengan rata-rata 7,35%, dan zirkon dengan rata-rata 42,10% dengan metode GCA sedangkan pada metode XRF didapatkan mineral lain yaitu almunium 2%, silika 5% dan besi 10%. Hasil pengolahan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa diperoleh hasil maksimal pada penggerusan Mesh berupa pasir halus-sedang dengan ukuran 0,14-0,3 mm dan keterdapatan mineral kasiterit juga terdapat pada Mesh 100, serta rpm rod mill sekunder yang optimal pada rpm 40. Variabel laju air ternyata tidak mempengaruhi perubahan yang signifikan terhadap peningkatan kadar Sn
Hedging in the new york times news on israeli and Palestinian war in Gaza
Mass media disseminate large volumes of information across various platforms, including radio, movies, television, and news. News encompassesdifferent types of information, one of which is hard news requires immediate reporting due to its quickly diminishing relevance. Journalists must choose their
words carefully to ensure clear and accurate information.Hedging allows journalists to add caution and nuance, preventing definitive claims that could escalate conflicts or mislead readers. Hence, this study aims to discover the classification and function of hedging in hard news of The New York Times, focusing on the Israeli-Palestinian War in October 2023. Using the classifications
by Fraser (2010) and the functions by Hyland (1996), this sutdy employed a qualitative-descriptive method. The findings reveal that introductory phrases, modal adjectives, and modal verbs are predominantly used by writers and serve a content-motivated function in delivering sensitive news reports concerning international conflicts. These hedging techniques assist writers in mitigating uncertainty, avoiding bias, and shielding against potential criticism by rendering statements less assertive
Analisis pelaksanaan event pariwisata terhadap pendapatan daerah Kabupaten Bangka
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan pendapatan daerah Kabupaten Bangka yang mengalami fluktuasi, dengan dipengaruhi oleh kurangnya kegiatan kepariwisataan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, sehingga menyebabkan jumlah kunjungan wisatawan dan penerimaan daerah mengalami penurunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari event bangka expo dan event sport tourism terhadap pendapatan daerah yang dilihat dari pendapatan asli daerah sektor pariwisata yakni pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan di Kabupaten Bangka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa perkembangan jumlah kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bangka baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan event menunjukkan peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Kegiatan event bangka expo di bulan Juli Tahun 2022 memiliki pengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bangka dengan kontribusi sektor pariwisata sebesar 0,26 persen. Sedangkan, pada bulan Agustus Tahun 2023 kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah dari kegiatan bangka expo 2023 yakni sebesar 0,34 persen. Dari event sport tourism, pelaksanaan event Duathlon di bulan November Tahun 2022 memberikan pengaruh bagi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bangka yakni sebesar 0,37 persen. Sedangkan event Triathlon yang dilaksanakan di bulan Mei Tahun 2023, sektor pariwisata berhasil menyumbangkan kontribusi dari pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan terhadap Pendapatan Asli Daerah yakni sebesar 0,35 persen
Kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara dalam menangani sengketa kepegawaian berdasarkan pasal 75-78 undang-undang nomor 30 tahun 2014 tentang administrasi pemerintahan
Kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara dalam menangani sengketa kepegawaian terlebih dahulu harus di selesaikan melalui upaya administratif. Upaya Administratif yang tersedia pada Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan sejalan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2021. Penelitian ini bertujuan melihat sejauh mana implikasi terhadap penyelesaian sengketa kepegawaian baik pada Pasal 75-76 tentang keberatan maupun pada Pasal 77-78 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan ini akan menelaah semua Peraturan Perundang-Undangan yang bersangkut paut tentang sengketa kepegawaian. Kebaharuan lahirnya Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan yaitu masyarakat telah menggunakan hak upaya administratifnya terhadap suatu keputusan pejabat pemerintahan sebelum mengajukan gugatan ke Peradilan Tata Usaha Negara. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya tahapan penyelesaian sengketa kepegawaian yang harus ditempuh terlebih dahulu yang terbagi menjadi pelaksanaan Upaya Administratif berupa Keberatan baik keberatan atas keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian maupun keberatan atas keputusan Pejabat dan Banding Administratif. Jika Pegawai ASN tersebut tidak puas dari Keberatan tersebut. Maka akan di selesaikan di Pengadilan Tata Usaha Negara sebagai Pengadilan tingkat pertama Sedangkan ketika Pegawai ASN khususnya yang menghadapi sengketa kepegawaian tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat maka diberikan kesempatan untuk menempuh Upaya Administratif berupa Banding Administratif yang telah di sediakan BPASN. Ketika Pegawai ASN tidak puas atas keputusan Banding Administratif maka dapat melakukan Pengajuan Gugatan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha sebagai Pengadilan tingkat pertama