Majapahit Islamic University Institutional Repository
Not a member yet
2454 research outputs found
Sort by
PERSEPSI HUBUNGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PRODUK DI PERUSAHAAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi hubungan antara penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap peningkatan kualitas produk di perusahaan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya sistem K3 tidak hanya sebagai upaya perlindungan tenaga kerja, tetapi juga sebagai strategi peningkatan mutu dan efisiensi produksi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi terhadap 46 responden yang merupakan karyawan di bagian produksi dan packing. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, uji regresi linear berganda, serta uji F dan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel keselamatan kerja (X1) dan kesehatan kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kualitas produk (Y), yang dibuktikan dengan nilai signifikansi uji F sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,697. Kesimpulannya, implementasi sistem K3 yang baik mampu meningkatkan kualitas produk secara signifikan. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan komitmen terhadap pelaksanaan K3 secara konsisten untuk mendorong mutu dan daya saing produk
TANTANGAN DAN PELUANG IMPLEMENTASI KONSEP ZERO WASTE DI KECAMATAN MOJOSARI
Persoalan tata kelola sampah akhir-akhir ini bukan hanya
menjadi yang hangat di sosial media, tetapi juga menjadi sebuah isu
yang melekat pada kehidupan sehari-hari. Sampah merupakan sisa
pembuangan yang dihasilkan baik dari individu maupun hasil dari
proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
tantangan dan peluang dalam implementasi konsep zero waste di
Kecamatan Mojosari. Metode yang digunakan adalah pendekatan
kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi
partisipatif, melibatkan masyarakat, aparat pemerintah, dan pelaku
usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi
resistensi masyarakat terhadap perubahan perilaku, kurangnya fasilitas
pendukung, dan rendahnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan
sampah. Namun, terdapat peluang signifikan seperti dukungan regulasi
dari pemerintah daerah dan potensi kolaborasi dengan sektor swasta
PENGARUH MOTIVASI, DISIPLIN KERJA DAN KEMAMPUAN KERJA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN (STUDI PADA BUMDES DESA KEDUNGUDI KECAMATAN TRAWAS KABUPATEN MOJOKERTO - BIDANG BANK SAMPAH)
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Motivasi, Disiplin Kerja, dan Kemampuan Kerja Terhadap Kualitas Pelayanan (Studi Pada BUMDes Desa Kedungudi Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto – Bidang Bank Sampah)”, bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, disiplin kerja, dan kemampuan kerja terhadap kualitas pelayanan. Latar belakang penelitian ini didorong oleh pentingnya peran BUMDes dalam meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat. Meskipun BUMDes memiliki potensi yang besar untuk menggerakkan sektor ekonomi lokal, banyak BUMDes yang masih menghadapi tantangan dalam mengelola pelayanan publik yang berkualitas. Kualitas pelayanan yang rendah dapat menghambat pertumbuhan ekonomi desa dan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BUMDes. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia di BUMDes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis apakah motivasi kerja, disiplin kerja, dan kemampuan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh pegawai di BUMDes Desa Kedungudi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pegawai BUMDes Desa Kedungudi, yang meliputi tiga variabel independen: motivasi kerja, disiplin kerja, dan kemampuan kerja, serta satu variabel dependen, yaitu kualitas pelayanan. Uji t digunakan untuk menguji pengaruh masing-masing variabel secara parsial terhadap kualitas pelayanan, sedangkan uji F digunakan untuk menguji pengaruh secara simultan dari ketiga variabel independen. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa variabel ketiga motivasi kerja, disiplin kerja, dan kemampuan kerja secara signifikan mempengaruhi kualitas pelayanan di BUMDes Desa Kedungudi. Secara parsial, motivasi kerja dan disiplin kerja memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan kemampuan kerja, meskipun ketiga variabel ini berkontribusi bersama-sama dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Penelitian ini juga menemukan bahwa adanya hubungan positif antara motivasi kerja yang tinggi, kedisiplinan yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa untuk meningkatkan kualitas pelayanan di BUMDes Desa Kedungudi, perlu dilakukan peningkatan motivasi kerja melalui penguatan sistem penghargaan dan insentif, penegakan disiplin kerja yang lebih ketat, serta pengembangan kemampuan kerja pegawai melalui pelatihan dan pelatihan berkelanjutan. Dengan perbaikan pada tiga aspek ini, diharapkan BUMDes dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal dan berkelanjutan, serta dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian desa
PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN SOCIAL MEDIA TERHADAP SOCIAL INTELLIGENCE SISWA MA MIFTAHUL ULUM DAWARBLANDONG MOJOKERTO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan social media terhadap social intelligence siswa di MA Miftahul Ulum Dawarblandong Mojokerto. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja, yang diduga berdampak terhadap kemampuan mereka dalam berinteraksi sosial secara langsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket dengan skala Likert, serta pengolahan data dilakukan menggunakan bantuan aplikasi SPSS. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa intensitas penggunaan social media siswa berada pada kategori sedang, begitu juga dengan tingkat social intelligence siswa. Berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, serta t hitung sebesar -5,120 lebih besar dari t tabel sebesar 1,660, yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara intensitas penggunaan social media terhadap social intelligence siswa. Intensitas Penggunaan Social Media Mempengaruhi Social Intelligence siswa sebesar 21,1%, sementara 78,9% dipengaruhi oleh factor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan social media, maka semakin menurun tingkat social intelligence siswa. Penelitian ini menyarankan agar siswa, guru, dan orang tua lebih bijak dalam mengelola penggunaan media sosial agar tidak berdampak negatif terhadap kemampuan sosial siswa
ANALISIS PENERIMAAN DIRI DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM DRAMA KOREA TRUE BEAUTY: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA
Penelitian ini merupakan penelitian yang mengkaji tentang psikologi tokoh dalam sebuah drama. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan beberapa aspek dalam drama Korea True Beauty, yakni (1) bagaimana penerimaan diri dalam drama korea True Beauty, dan (2) bagaimana nilai pendidikan karakter yang ditampilkan dalam drama korea True Beauty seperti kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, peduli sosial, bersahabat atau komunikatif yang disampaikan dalam drama tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori psikologi sastra Abraham Maslow dan nilai pendidikan karakter Arie Ambarwati & Sudirman. Drama Korea True Beauty dipilih sebagai objek penelitian, dan data dikumpulkan menggunakan teknik multimodal seperti menentukan unit analisis, menonton dan mencatat adegan berdasarkan tiga metafungsi, dan mengkategorikan data. Pendekatan triangulasi teori digunakan untuk memastikan kemungkinan data serta penjelasan lainnya didukung oleh data yang ada. Hasil penelitian ini, menunjukkan (1) penerimaan diri dalam drama Korea True Beauty sebanyak 7 temuan yang meliputi, (a) kebutuhan untuk dihargai sebanyak 6 temuan data, (b) kebutuhan aktualisasi diri 1 temuan data. (2) nilai pendidikan karakter sebanyak 18 temuan seperti, (a) kerja keras sebanyak 4 temuan data, (b) mandiri sebanyak 4 temuan data, (c) rasa ingin tahu 1 temuan data, (d) peduli sosial sebanyak 8 temuan data, dan (e) bersahabat atau komunikatif 1 temuan data
STRATEGI BRANDING HUMAS MUSEUM ISLAM INDONESIA K.H. HASYIM ASY’ARI JOMBANG DALAM MENGEMBANGKAN IDENTITAS DAN NARASI ISLAM DI INDONESIA
Museum dalam perspektif masyarakat merupakan tempat yang memiliki nuansa kuno dan menyeramkan, sehingga kurang diminati. Di sinilah pentingnya media edukatif dan representatif yang dapat merubah perspektif tersebut. Salah satu museum yang ingin untuk merubah stigma tersebut sekaligus sebagai media penyampai identitas dan narasi Islam Indonesia adalah Museum Islam Indonesia K. H Hasyim Asy’ari Jombang. Museum sering dianggap sebagai media edukasi, belum banyak yang melihat museum sebagai media penguatan identitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding yang diterapkan oleh Humas Museum Islam Indonesia K. H Hasyim Asy’ari dalam mengembangkan identitas dan narasi keislaman yang di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strategi brand Sicco Van Gelder 2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak kegiatan dan juga aspek lain yang ditujukan sebagai strategi branding, yang dilaksanakan oleh Humas secara konsisten mendukung terbentuknya identitas dan narasi Islam Indonesia. Branding tersebut mencakup teknik arsitektur bangunan, pemanfaatan media sosial, dan 11 kegiatan meliputi, Anjangsana Museum, Bioskop Ramadhan, Bedah Buku, Dialog Kebangsaan, Hari Santri, Bulan Gus Dur, Gebyar Ramadhan, Pelatihan Al Quran Braille, Konferensi Pemikiran Islam, Bedah Film, dan Ngaji Sejarah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi branding Humas MINHA mampu membentuk citra museum yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus memperkuat identitas dan narasi keislaman di Indonesia
PERAN PEMERINTAH DESA PACET DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT MELALUI POTENSI ALAM WISATA CAMPING OUTDOOR DOLANAN TEGAL KLOPO
Pariwisata memegang peran penting dalam pembangunan daerah, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam peningkatan kualitas sosial dan budaya masyarakat. Kabupaten Mojokerto, khususnya Kecamatan Pacet, memiliki potensi wisata alam yang besar, salah satunya adalah Camping Outdoor Dolanan (COD) Tegal Klopo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemerintah Desa dalam pengembangan masyarakat melalui pemanfaatan potensi alam wisata tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala desa, pengurus BUMDes, pengelola lapangan, dan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pemerintah Desa sangat penting dalam merancang strategi, membina kolaborasi dengan BUMDes dan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi desa. Meskipun terdapat berbagai tantangan, pengembangan wisata COD Tegal Klopo mampu memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal, pelestarian budaya, serta keterlibatan masyarakat dalam pembangunan
PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PEMBENTUKAN INDENTITAS DIRI STUDI KASUS KOMUNITAS SKENA DI SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana komunikasi interpersonal berperan dalam proses pembentukan identitas diri di dalam komunitas skena “Jemuah Keos” di Surabaya. Komunitas ini merupakan ruang sosial alternatif yang dihuni oleh individu dari berbagai latar belakang, seperti musisi, builder motor, seniman visual, hingga penikmat budaya subkultur. Dalam komunitas ini, identitas diri tidak hanya dibentuk secara individual, tetapi juga melalui interaksi sosial yang intens, reflektif, dan penuh makna simbolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur terhadap sembilan informan, serta dokumentasi dan analisis artefak visual komunitas. Proses analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka teori utama yang digunakan adalah teori komunikasi interpersonal dari Joseph A. DeVito, yang mencakup empat elemen utama, yakni keterbukaan diri, empati dan dukungan emosional, pertukaran simbolik dan nilai sosial, serta interaksi reflektif dan negosiasi peran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal berfungsi sebagai sarana utama dalam membentuk identitas diri anggota komunitas. Simbol-simbol budaya seperti gaya berpakaian, modifikasi motor, bahasa visual, dan interaksi sehari-hari menjadi medium ekspresi dan negosiasi identitas. Komunitas ini juga memperlihatkan karakter yang inklusif, egaliter, dan resisten terhadap budaya dominan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam kajian komunikasi interpersonal, khususnya dalam konteks budaya alternatif dan komunitas subkultur urban, serta membuka ruang baru untuk memahami dinamika identitas di luar institusi formal
ANALISIS ISI PESAN ALTRUISME PADA AKUN TIKTOK @MR.KINGHTREAD BATIK BENANG RAJA
Perkembangan teknologi digital mengubah pola berinteraksi, termasuk melalui media sosial seperti TikTok yang kini menjadi saran efektif penyebaran nilai sosial. Salah satu fenomena menarik adalah konten altruisme, yaitu pesan yang menunjukkan kepedulian dan bantuan tanpa pamrih, yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha sebagai strategi membangun citra merek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk pesan altruisme pada akun Tiktok @mr.kingthread milik Batik Benang Raja. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis isi berdasarkan teori altruisme dari Eisenberg dan Mussen serta enam tahap analisis isi dari Klaus Krippendorff. Data diambil dari 24 video yang diunggah pada 1–31 Januari 2025 dianalisis melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dikategorikan ke dalam enam indikator altruisme: berbagi, kerja sama, menolong, menyumbang, kejujuran, dan kedermawanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten @mr.kingthread secara konsisten, menampilkan altruisme tindakan lewat tindakan tulus dan emosional. Aspek menyumbang dominan disusul dengan aspek lainnya. Penyampaian natural mempererat hubungan audiens dan menguatkan citra Batik Benang Raja. Kesimpulannya, strategi komunikasi berbasis altruisme ini membuktikan bahwa TikTok efektif untuk menyebarkan nilai kemanusiaan, membentuk citra positif, memperkuat kepercayaan publik dan menumbuhkan semangat berbagi di kalangan audiens.
Kata kunci: Analisis Isi, Altruisme, Media Sosial, Tikto
ANALISIS KONFLIK BATIN DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SELAMAT TINGGAL KARYA TERE LIYE KAJIAN PSIKOLOGI KURT LEWIN
Novel Selamat Tinggal Tere Liye menggambarkan kompleksitas
pengalaman batin dalam menghadapi realitas sosial yang represif. Cerita
cerita dalam antologi ini memuat konflik psikologis mendalam yang
berpotensi menjadi media reflektif sekaligus edukatif bagi pembaca,
khususnya dalam konteks pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan (1)
mendeskripsikan konflik batin yang dialami tokoh utama serta (2)
mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang muncul dalam novel
tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan
pendekatan psikologi sastra dan pendidikan karakter. Data diperoleh dari
kutipan naratif, dialog, dan monolog tokoh dalam novel, kemudian
dianalisis menggunakan teori konflik Kurt Lewin dan teori pendidikan
karakter Thomas Lickona. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tokoh
utama mengalami tiga bentuk konflik batin yaitu Konflik Mendekat
Mendekat, Menjauh-Menjauh dan Mendekat-Menjauh (2) Konflik
tersebut mendorong tokoh untuk mengalami transformasi moral yang
tercermin dalam tiga aspek: Pengetauhan moral, Perasaan moral dan
Perilaku moralDengan demikian, karya Selamat Tinggal tidak hanya
menyajikan narasi estetis, tetapi juga menjadi sarana pembentukan
karakter melalui pengolahan konflik batin yang mendalam