Majapahit Islamic University Institutional Repository
Not a member yet
2454 research outputs found
Sort by
THE EFFECTIVENESS OF CARTOON MOVIE AS MEDIA TO TEACH WRITING NARRATIVE TEXT (An Experimental Study in the Second Grade Students of SMPN 2 Gedeg)
ABSTRACT
Audi Praswara, Fibi. 2018. “THE EFFECTIVENESS OF CARTOON MOVIE AS MEDIA TO TEACH WRITING NARRATIVE TEXT. An Experimental Study in Second Grade Students of SMPN 2 Gedeg in Academic Year 2018/2019”. Thesis, English Language Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education. Universitas Islam Majapahit.
Key words: Cartoon Movie, Media for teaching, writing, narrative text.
The objectives of this research were to find out whether using cartoon movie as media in writing narrative text is effective or not and to know how far is the effectiveness of using cartoon movie as media in writing narrative text. Related to the object of the research, the writer used experimental method. The research was conducted at SMPN 2 Gedeg in the academic year 2018/2019. The population in this research is the second grade students of SMPN 2 Gedeg. The total numbers of population are 256 students. The samples were VIII-F class as the experiment group which consist of 32 students, and VIII-H class as the control group which consist of 31 students. The writer used t-test in order to check whether the use of cartoon movie in writing narrative text is effective. The result of the research showed that using cartoon movie as media is not effective to improve students’ writing skill. It can be proved by the pre test to post test mean of the students‟ writing skill of the class which are not taught with cartoon movie (41, 94 to 62, 09). The students’ writing skill of the class which are taught with cartoon movie by shows significant improvement (42, 19. 45 to 77, 19). From the t-test result, it can be seen that the class which is taught by cartoon movie as media get lower score (1, 0003) than the class which is not taught by cartoon movie as media (1, 0005). It showed us that by using cartoon movie as media to teach writing narrative text is not effective
THE EFFECTIVENESS OF STORYTELLING ON STUDENTS’ SPEAKINGSKILL AT TENTH GRADE STUDENT OF MA BIDAYATUL HIDAYAH
Abstract
The aims of the of this study is to find empirical evidence that storytelling
technique can enhance students’ speaking ability at tenth grade of MA Bidayatul
Hidayah. The total sample was 40 students. The method used of the research was
quasi-experimental. The researcher chose the method because she wanted to
know the effectiveness of storytelling technique in enhancing student’s speaking
skill. The method used was quantitative. It means the method and instrument
involved numerical measurement and then statistical quantification. the students’
speaking skill in experimental class that were given by the treatment through
storytelling were improved more effectively than the control group. The
conclusion storytelling is effective to be applied in teaching speaking skill. It can
develop confidence, vocabulary, grammar, and comprehension.
Key Words: Speaking, Storytelling, Quasi – Experimenta
MAKNA DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TRADISI SUROAN DI DESA JAMBUWER KABUPATEN MALANG
ABSTRAK
Eko, Purwonomo. 2018. Makna dan Nilai Pendidikan Karakter Dalam Tradisi Suroan di Desa Jambuwer Kabupaten. Skripsi, program studi pendidikan bahasa dan sastra indonesia, Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, universitas islam Majapahit Mojokerto. Pembimbing: Taswirul Afkar, S.S., M.Pd. dan Doni Uji Windiatmoko, M. Pd
Kata Kunci: Tradisi Suroan, Makna Leksikal, Makna Kultural, Nilai Pendidikan Karakter.
Suku Jawa yang memiliki kebudayaan khas, terutama dalam bidang religi dengan tradisi upacaranya yang merupakan bagian dari kehidupan sebagai pengungkapan rasa budayanya. Upacara adat tradisional mempunyai arti bagi warga masyarakat yang bersangkutan, selain bermakna sebagai penghormatan dan rasa syukur terhadap Tuhan juga sebagai sarana sosialisasi dan pengokohan nilai-nilai budaya yang sudah ada dan berlaku dalam kehidupan masyarakat sehari-hari Salah satu daerah yang mempunyai kebudayaan serta masih mempertahankan kebudayaan tersebut adalah Desa Jambuwer Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Makna Leksikal, Makna Kultural, dan Nilai Pendidikan Karakter yang terkandung dalam Tradisi Suroan yang terdapat di Desa Jambuwer Kabupaten Malang
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Tradisi Suroan di Desa Jambuwer. Data dalam penelitian ini berupa hasil wawancara dengan informan, observasi dan dokumentasi serta nilai pendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dan observasi serta turut serta dalam pelaksanaan tardisi suroan tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tradisi Suroan di Desa Jambuwer Kabupaten Malang merupakan salah satu warisan kebudayaan yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat. Hasil penelitian makna yang terdapat pada Tradisi Suroan di Desa Jambuwer terbagi menjadi dua yakni makna leksikal dan makna kultural diantaranya adalah Ater-ater, bubur abang, bubur putih, slametan, tumpeng, urap-urap, tahu tempe, godong gedang, ancak pring, wejangan, pusaka, penget, banyu seger waras, wayang kulit. Hasil penelitian dari nilai pendidikan karakter terdapat delapan nilai, yakni: nilai religius, nilai disiplin, nilai kerja keras, nilai mandiri, nilai rasa ingin tahu, nilai menghargai prestasi, nilai peduli lingkungan dan sosial, serta nilai tanggung jawab
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 BALONGBENDO PADA MATERI VOLUME KUBUS DAN BALOK
Abstrak
Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan pembelajaran, mengetahui aktivitas siswa, dan mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa secara tertulis pada siswa kelas VIII-A SMPN 2 Balongbendo pada materi volume kubus dan balok. Model Pembelajaran diartikan sebagai kerangka konseptual yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) mempunyai tujuan pembelajaran, (2) dapat dijadikan pedoman dalam pembelajaran di kelas, (3) memiliki urutan langkah-langkah pembelajaran (sintaks). Model Pembelajaran Quantum Learning adalah model pembelajaran dengan menumbuhkan semangat dan menyenangkan sehingga memberikan sikap positif terhadap pembelajaran, pemberian nama yakni memaknai suatu konsep matematika, mendemonstrasikan hasil penemuan konsep, mengulangi materi yang telah dipelajari sehingga adanya keyakinan pada siswa bahwa “Aku tahu bahwa aku memang tahu” selanjutnya merayakan suatu keberhasilan dalam belajar melalui reward. Kemampuan Komunikasi matematis siswa adalah kecakapan siswa untuk menyampaikan ide-ide matematis baik secara lisan maupun tulisan. Kemampuan komunikasi yang akan diteliti adalah komunikasi matematis secara tulisan. Pada penelitian ini menggunakan rancangan One Shot Case Study yang berarti penelitian yang dilakukan dengan menggunakan satu kali pengumpulan data dan satu saat, yaitu dengan perlakuan tertentu yang peneliti lakukan. Penerapan Model Pembelajaran Quantum Learning dapat disimpulkan bahwa pengelolaan pembelajaran yang dilakukan terhadap kemampuan guru mengelola pembelajaran mendapatkan hasil dalam kategori sangat baik sehingga kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dikatakan efektif, dengan nilai 3,82. Sedangkan dari aktivitas siswa mendapatkan hasil dalam kategori aktif dengan nilai 82,5%. Pada kemampuan komunikasi siswa VIII-A SMP Negeri 2 Balongbendo secara tertulis dapat dikatakan baik karena dari 36 orang siswa terdapat hasil persentase 58,3% dalam kategori sangat tinggi dan 33,3% dalam kategori tinggi.
Kata Kunci: Quantum Learning, Komunikasi Matematis , Kubus dan Balok
PEMBUATAN BIODIESEL MINYAK BEKAS PENGGORENGAN IKAN SARDIN KRISPI (Sardinella lemuru) MELALUI METODE TRANSESTERIFIKASI
PEMBUATAN BIODIESEL MINYAK BEKAS PENGGORENGAN IKAN SARDIN KRISPI (Sardinella lemuru) MELALUI METODE TRANSESTERIFIKASI
M. KHOIRON
5.14.01.01.0.005
ABSTRAK
Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang terbuat dari sumber daya alam yang dapat diperbarui dan dapat dimanfaatkan sebagai pengganti solar/diesel. Minyak goreng bekas berpotensi sebagai bahan baku pembuatan biodiesel karena ketersediaannya yang kontinyu dibandingkan dengan bahan lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi NaOH, suhu, dan lama pemanasan pada proses transesterifikasi minyak bekas penggorengan ikan sardin krispi menjadi biodiesel yang sesuai untuk menghasilkan biodiesel dengan angka asam dan massa jenis yang memenuhi SNI 04-7182-2015. Penelitian ini menggunakan 3 variabel perlakuan yaitu reaksi katalis NaOH terdiri dari 4 level yaitu 0,5%, 1,0%, 1,5%, 2%, suhu reaksi terdiri dari 2 level yaitu 50°C dan 65°C, dan waktu reaksi 30, 60, dan 90 menit. Data yang dihasilkan dianalisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NaOH 1,5%, suhu 50°C, waktu 60 menit menghasilkan angka asam sebesar 0,3193 mg-KOH/gr dan massa jenis 0,890 gr/cm3 yang sudah sesuai dengan SNI 04-7182-2015 Penelitian ini menunjukkan bahwa minyak bekas penggorengan ikan sardin krispi dapat dijadikan alternatif menjadi biodiesel dilihat dari angka asam dan massa jenis.
Kata Kunci : Biodiesel, minyak goreng bekas, transesterifikasi, angka asam, dan massa jeni
HALAMAN SAMPUL ANALISA KINERJA WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN PASAR KEDUNGMALING KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN MENGGUNAKAN METODE CRITICAL PATH METHOD (CPM) DAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM)
HALAMAN ABSTRAK
ABSTRAK
Aprilyanti, Rian, 2018. ANALISA KINERJA WAKTU PADA PROYEK
PEMBANGUNAN PASAR KEDUNGMALING KABUPATEN MOJOKERTO
DENGAN MENGGUNAKAN METODE CRITICAL PATH METHOD (CPM)
DAN PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM). Tugas akhir, Program
Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit (UNIM).
Pembimbing I: M. Adik Rudiyanto, S.T, M.T
Pembimbing II: Wuwuh Asriningpuri, S.T, M.T
Proyek Pembangunan yang sesuai spesifikasi ditentukan oleh perencanaan waktu
dan biaya yang tepat, karena jika waktu pelaksanaan proyek melewati batas akhir
waktu akan menimbulkan kerugian waktu dan biaya, waktu bertambah maka biaya
bertambah. Penelitian ini membahas tentang waktu atau durasi penyelesaian proyek
pembangunan Pasar Kedungmaling Mojokerto yang mengalami keterlambatan.
Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan durasi proyek yang lebih pendek
sehingga dibandingan dua metode penjadwalan proyek.
Metode yang digunakan atau dibandingkan adalah Critical Path Method (CPM) yang
merupakan metode AOA dan Precedence Diagram Method (PDM) yang merupakan
metode AON. Kedua metode memiliki langkah penyelesaian yang sama dalam
analisis data hanya saja konstrain yang dipakai berbeda. Critical Path Method (CPM)
lebih mudah dikerjakan dan terlihat lebih sederhana namun tidak begitu jelas urutan
waktu kegiatan yang terjadi. Precedence Diagram Method (PDM) lebih rumit namun
waktu runtutan kegiatan terlihata jelas dan detail.
Hasil analisa menunjukkan Critical Path Method (CPM) memiliki durasi yang lebih
pendek dari Precedence Diagram Method (PDM) dan durasi rencana, yaitu 98 hari
(18,6% = 22 hari) lebih cepat dari rencana awal, sedangkan Precedence Diagram
Method (PDM) memili durasi 106 hari (11,7% = 14 hari) lebih cepat dari durasi
rencana proyek (120 hari).
Kata Kunci: Critical Path Method, Precedence Diagram Method, Manajemen
Wakt
STRATEGI PENGENDALIAN REVERSE LOGISTICS MELALUI RETURN OBAT DENGAN METODE FISHBONE
ABSTRAK
Najib, Firmansyah Ainun. 2018. Strategi Pengendalian Reverse Logistics Melalui Return Obat Dengan Metode Fishbone. Skripsi/tugas akhir, Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit.
Pembimbing I: Pipit Sari Puspitorini, ST., MT.
Pembimbing II: M. Muslimin, ST., MT.
Reverse logistic merupakan bagian dari logistik yang mempunyai peran sebagai proses perencanaan, implementasi dan pengendalian, aliran barang yang efektif, dan informasi yang terkait dari titik konsumsi kembali ke titik asal. Hal ini menjadi suatu landasan untuk mengelola usaha dan proses retail dengan baik. Peneliti melakukan identifikasi faktor yang memengaruhi strategi reverse logistics Apotek Jagung Suprapto dalam pelaksanaan yang dilakukan melalui kegiatan return obat dan juga mencari supplier obat-obatan dengan harga yang lebih murah.
Peneliti menggunakan diagram Fishbone Ishikawa sebagai metode penyelesaian masalah alur reverse logistics di Apotek Jagung Suprapto. Diagram Fishbone membantu untuk menemukan sumber permasalahan yang terjadi dalam reverse logistics. Sebelum dilakukan identifikasi terhadap reverse logistics, Apotek Jagung Suprapto hanya menyadari satu permasalahan yaitu tingkat retur obat yang tinggi. Dengan mengidentifikasi kriteria tersebut, peneliti melihat permasalahan yang terjadi dalam product return completeness, product return intelligence, network optimization, dan management accounting. Hal tersebut menunjukkan keadaan alur revese logistics di Apotek yang belum berjalan dengan baik.
Dari hasil penelitian ini disimpulkan lima permasalahan yang terjadi dalam alur reverse logistics yaitu product return completeness, product return intelligence, network optimization, management accounting, dan tingkat retur obat yang tinggi. Melalui analisis diagram Fishbone, peneliti menemukan strategi dari lima permasalahan yang muncul dengan kriteria diagram Fishbone yaitu product, process, price dan people.
Peneliti juga mencari perbandingan kegiatan reverse logistics yang dilakukan Apotek melalui supplier pabrik dan distributor, hasil dari perbandingan tersebut maka pihak Apotek lebih memilih dengan distributor karena biaya yang lebih murah waktu estimasi lebih cepat.
Kata kunci: Reverse Logistics, Return, Diagram Fishbon
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS TERHADAP PUTUS BENANG RAYON 45’S DI MESIN SIZING ROLUX DENGAN METODE NEW SEVEN TOOLS PADA PT. BEHAESTEX PANDAAN
ABSTRAK
Kholis, Saiful, 2018. Analisis Pengendalian Kualitas Terhadap Putus Benang Rayon 45’S di Mesin Sizing Rolux dengan Metode New Seven Tools Pada PT. Behaestex Pandaan. Skripsi, Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit (UNIM).
Pembimbing I : Erly Ekayanti Rosyida, ST,. MT
Pembimbing II : Hari Purwanto, ST,. M.MT
Kualitas produk yang baik merupakan harapan konsumen yang harus dipenuhi oleh perusahaan, oleh karena itu kualitas produk yang baik merupakan kunci perkembangan produktivitas perusahaan. Penelitian yang dilakukan di PT. Behaestex Pandaan ini ditunjukan untuk mengetahui bagaimana mengendalikan kualitas benang yang dilakukan diperusahaan PT Behaestex Pandaan khusus untuk benang hasil proses sizing (penganjian) . metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode New Seven Tools. Dari hasil penelitian yang dilakukan ditemukan beberapa macam problem sizing (penganjian) yaitu operator, lingkungan, mesin, material, metode. berdasarkan dari hasil penelitian diketahui resiko terjadi problem sizing (penganjian) yaitu pada metode kerja, dan dilakukan usulan yang dapat dilakukan yaitu melakukan perbaikan terkait dengan metode yang digunakan agar sesuai dengan kondisi yang sedang terjadi, oleh sebab itu pihak produksi harus lebih peka terhadap perubahan work instruction yang akan digunakan, sehingga tidak terjadi ketidak sesuaian antara work instruction dengan kondisi real yang dihadapi.
Kata Kunci : Draft, Kekuatan Tarik Benang, Pengendalian kualitas, New Seven Tools
ANALISA PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI KERTAS PADA PERCETAKAN DENGAN MENGGUNAKAN MESIN POTONG SEMI OTOMATIS (Studi Kasus di CV Mutiara Kertas Mojokerto)
ABSTRAK
HABIBI KHARISMA ELFAN. Analisa Peningkatan Kapasitas Produksi Kertas Pada Percetakan Dengan Menggunakan Mesin Potong Otomatis.
Skripsi/Tugas Akhir, Program Studi Teknik Mesin, Fakultas
Pembimbing I : Luthfi Hakim, S.pd. ,M.T
Pembimbing II : Suharto Eko K, S.T., M.T
Dalam melakukan kegiatan produksi, khususnya di perusahaan rumahan terkadang mengalami keterlambatan dalam memenuhi pesanan dari customer. Hal ini dapat disebabkan karena beberapa hal, antara lain ke tidak tersediaan bahan baku yang diperlukan, performance mesin yang kurag baik (adanya mesin breakdown, ketidaksesuaian antara spesifikasi mesin dengan kenyataannya), penjadwalan produksi yang kurang tepat, atau memang karena kurangnya kapasitas mesin.Pada umumnya setiap perusahaan berkeinginan untuk mengembangkan hasil usahanya lagi. Hal ini disebabkan oleh pesatnya perkembangan dunia usaha yang bergerak seiring kemajuan zaman. Dengan tujuan serta misi yang dimiliki setiap perusahaan dijadikan landasan dalam operasi perusahaan. Kemajuan teknologi dibidang percetakan menyebabkan konsumen dihadapkan oleh beberapa pilihan terhadap berbagai macam produk percetakan. Dimana konsumen mulai selektif dalam menentukan produk yang sesuai dengan keinginannya dan tentu saja yang mempunyai kualitas terbaik, murah, dan sesuai dengan selera.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemotongan kertas dengan menggunakan mesin potong semi otomatis. Untuk mengetahui kapasitas hasil produksi tumpukan kertas dengan ketebalan 5 cm, 9 cm dan 12 cm menggunakan mesin potong semi otomatis pemotong, dengan hasil variasi ketebalan tumpukan tersebut maka dapat di simpulkan terjadi perbedaan yang kurang signifikan antara tumpukan 5 cm,9 cm dan 12 cm, dengan hasil tersebut di sarankan untuk menggunakan tumpukan 5 cm dan 9 cm karena mendukung faktor–faktor lain seperti ketajaman pisau, kecepatan pemotongan dan mempermudah membentuk bahan yang akan di potong.
Kata Kunci : Kapasitas, Produksi, Mesin Semi Otomatis