Majapahit Islamic University Institutional Repository
Not a member yet
2454 research outputs found
Sort by
ANALISIS LAJU PRODUKTIVITAS MESIN JAHIT TYPICAL PADA PROSES PRODUKSIUPPER SEPATU MAYORET
Revolusi dibidang industri telah berkembang pesat untuk memenuhi segala kebutuhan produk konsumen. Salah satu pendukungnya melibatkan mesin-mesin canggih seperti, cutting, skiving, stitching, emboss logo. Pada proses produksi di home industri terdapat berbagai jenis aktifitas, terutama proses produksi upper sepatu mayoret. UD. WARDANA adalah salah satu perusahaan home industri di bidang persepatuan, khususnya sepatu mayoret.Perusahaan ini baru saja memperbarui teknologinya, terutama dalam memperbarui mesin jahitnya, yang sebelumnya menggunakan mesin jahit klasik/ trdisional ke mesin jahit high speed. jika sebelumnya menggunakan mesin jahit klasik/ tradisional dan hasil produksi sepatunya tidak terlau banyak, namun setelah menggunakan mesin jahit high speed sejak awal tahun 2016, jumlah produksi sepatu mayoret semakin meningkat, dan permintaan dari konsumen semakin bertambah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan untuk memproduksi upper sepatu mayoret. Dan hasil dari penelitian adalah untuk mengetahui laju mesin jahit high speed
gaya komunikasi multi karakter dalam akun YouTube Arif "Mak Beti" Muhammad
Setiap individu memiliki keunikan tersendiri dan gaya komunikasi yang berbeda, karakter merupakan sifat dasar yang ada pada diri masing-masing individu. Youtube merupakan salah satu media sosial yang menjadi sumber informasi bagi para penonton. Kemunculan konten kreator yang semakin banyak, merupakan dampak dari perkembangan media sosial. Hal ini para konten kreator menciptakan konten yang berkualitas agar mendapatkan pengakuan dari penonton. Penelitian ini mengungkap gaya komunikasi multi karakter seorang konten kreator yaitu Arif Muhammad, yang menjadi tranding di youtube karena video komedi yang bisa memerankan banyak karakter. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa banyak karakter yang dibuat oleh Arif Muhammad dengan menggunakan gaya komunikasi yang berbeda-beda. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang berupa reduksi data, penyajian data dan peyimpulan. Hasil penelitian ini diketahui bahwa gaya komunikasi multi karakter dalam akun youtube Arif “Mak Beti” Muhammad ada empat gaya komunikasi yaitu gaya pengendali dalam karakter Mak Beti, Wak Keling dan Acek Aseng, gaya kolaborator dalam karakter Beti, Martha, Joshua dan Endang, gaya Analisis dalam karakter Pak Sutris dan Sri, gaya sosial dalam karakter Marlin. Dalam akun youtube Arif Muhammad berhasil memerankan berbagai macam karakter di setiap videonya, dengan menggunakan gaya komunikasi yang berbeda-beda sesuai dengan karakter yang diperankan, dan juga disertai logat binjainya yang khas, sehingga akhirnya menjadi tranding di youtube indonesia
Analisis Penalaran Analogi Siswa Kelas X Dalam Menyelesaikan Masalah Trigonometri Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran analogi siswa kelas X
dalam menyelesaikan masalah trigonometri ditinjau dari gaya belajar siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang
dilaksanakan di kelas X IPA MA. Raden Paku Wringinanom. Subjek penelitian
terdiri dari satu siswa yang memiliki gaya belajar visual, satu siswa yang memiliki
gaya belajar auditorial dan satu siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik.
Instrumen penelitian terdiri dari Tes Penalaran Analogi (TPA) dan pedoman
wawancara. Subjek visual, Auditorial, dan kinestetik memiliki penalaran analogi
sangat baik karena dapat melalui setiap tahapan penalaran analogi. Dalam tahap
encoding (pengkodean) Subjek SV mengidentifikasi informasi dengan
mengandaikan apa saja yang diketahui dan ditanyakan dalam soal dalam sebuah
segitiga dan yang dicari dilambangkan dengan x. Subjek SA mengidentifikasi
informasi dengan mengandaikan apa saja yang diketahui dan ditanyakan dalam
soal dalam sebuah segitiga dan yang dicari dilambangkan dengan x. Dan Subjek
SK mengidentifikasi informasi dengan mengandaikan apa saja yang diketahui dan
ditanyakan dalam soal dalam sebuah segitiga dan yang dicari dilambangkan
dengan t. Dalam tahap infering (penyimpulan) subjek SV subjek menentukan pola
penyelesaian pada masalah sumber dengan menggunakan rumus perbandingan
trigonometri karena subjek merasa bahwa materinya trigonometri, dan yang
menggunakan gambar segitiga pada materi tersebut biasanya perbandingan
trigonometri. Subjek SA menentukan pola penyelesaian pada masalah sumber
dengan menggunakan rumus perbandingan trigonometri karena ada gambar
segitiga dalam soal meski kadang terlihat raguragu. Dan subjek SK subjek
menentukan pola penyelesaian pada masalah sumber dengan menggunakan
rumus perbandingan trigonometri karena biasanya kalau bisa dibentuk segitiga dan
salah satu sisinya masih dicari bisa pakai rumus itu. Dalam tahap mapping
(pemetaan) subjek SV menggunakan pola penyelesaian masalah sumber untuk
menyelesaikan masalah target yakni dengan menggunakan rumus perbandingan
trigonometri. Subjek SA menggunakan pola penyelesaian masalah sumber untuk
menyelesaikan masalah target yakni dengan menggunakan rumus perbandingan
trigonometri. Dan subjek SK mampu menggunakan pola penyelesaian masalah
sumber untuk menyelesaikan masalah target yakni dengan menggunakan rumus
perbandingan trigonometri.Pada tahap applying (penerapan) subjek SV subjek
menentukan jawaban dari masalah target dengan satuan menit. Subjek SA subjek
menentukan jawaban dari masalah target dengan satuan detik. Dan subjek SK
menentukan jawaban dari masalah target dengan satuan menit
A REVIEW OF THE STUDIES OF USING SCHOOLOGY AS MEDIA IN TEACHING AND LEARNING ENGLISH: POTENTIALS AND CHALLENGES
The aims of this research are: (1) To find out the potentials of the use of Schoology as media in teaching and learning English from several documents and (2) To find out the challenges of the use of Schoology as media in teaching and learning English.
To achieve the objectives of the research, the researcher conducted a Library Research. The data used as the basis of this research is Qualitative Data. The data source of the study is from eight international journals and two undergraduate thesis. The technique used by the researcher in collecting data is the study of documentation. For data validation, this research used an External Audit. External Audit conducted to avoid the bias of findings. In addition, the data analysis technique used in this research was content analysis.
The finding of this researcher is divided into two major (1) the potentials of using Schoology as media in teaching and learning English, which consist of (a) Schoology is very easy to use, (b) Schoology can save students’ time, (c) Schoology can develop students’ attitude, (d) Schoology can improve student’s skill and (d) Schology can decrease workload. (2) The challenges of using Schoology as media in teaching and learning English, which consist of (a) internet connection, (b) application problem, (c) low computer knowledge and (d) skill and personal issue. This research is expected to contribute in educational field especially in English Education
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI PENERIMA BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (STUDI KASUS : KANTOR DESA KEDUNGUNENG)
Masyarakat miskin selalu menjadi perhatian pemerintah pusat maupun daerah. Salah satu bantuan yang dikeluarkan pemerintah untuk mengentas angka kemiskinan adalah Bantuan Pangan Non Tunai atau disingkat BPNT. Namun sering terjadi kurang tepat sasaran di dalam proses seleksi calon penerima bantuan tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya sistem pendukung keputusan agar penentuan penerima BPNT bisa objektif karena dilakukan dengan perhitungan yang terkomputerisasi. Akan tetapi sistem ini hanya sebatas menyeleksi kelayakan calon penerima BPNT. Untuk penentuan penerimaan dilakukan oleh Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memudahkan pihak desa dalam mengambil keputusan secara objektif dan tepat sasaran. Perancangan aplikasi sistem pendukung keputusan ini menggunakan diagram konteks, DFDsebagai pemodelan databasenya. Sistem ini juga menggunakan bahasa ASP.NET dan MySQL sebagai implementasinya serta Analytical Hierarchy Process sebagai metode dari sistem pendukung keputusan ini. Tahapan penelitian dilakukan dengan 3 proses yaitu Observasi, Wawancara dan Studi Pustaka. Pada implementasi sistem diharapkan dapat membantu pihak desa dalam proses seleksi calon penerima BPNT
KAJIAN SEMANTIK: TEMBANG MACAPAT KINANTHI SERAT WULANGREH KARYA SUNAN PAKU BUWANA IV SERTA RELEVANSI DALAM PEMEBERLAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kandungan makna (denotatif, konotatif, kontekstual) dalam tembang Kinanthi serat Wulangreh karya Sunan Paku Buwana IV dan mendiskripsikan relevansi pembelajaran di SMP kelas VIII semester genap. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan simak dan catat teks tembang Kinanthi dan wawancara narasumber. Analisis data menggunakan teknIk analisis dokumen. Bersadarkan hasil penelitian data tembang Kinanthi serat Wulangreh karya Sunan Paku Buwana IV beberapa kata di dalamnya mengandung makna denotatif dan makna konotatif. Kandungan makna berisikan nasihat, tuntunan dan anjuran pada anak muda untuk dapat mengendalikan dirinya. Menurut makna kontekstual makna yang ada dalam setiap baris dapat digunakan untuk melambangkan nilai pendidikan karakter sebagai tuntunan dalam menjalani kehidupan. Makna kandungan tembang akan direlevasnikan dengan RPP teks Persuasif yang diajarkan di kelas VIII SMP. Berfokus pada relevansi makna tembang Kinanthi dalam materi pembelajaran teks Persuasif serta nilai pendidikan dalam makna tembang yang dapat diterapkan pada pesertadidik
LIFE CYCLE SUSTAINABILITY MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN PENDEKATANBUSINESS PROCESS REENGINEERING (BPR) DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)
Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang selalu ada didapur. Dalam kebutuhannnya memasak orang selalu menggunakan minyak goreng untuk mengolah masakannya, mulai dari menggoreng ikan, menumis bumbu, dll. Namun dalam penggunaan minyak goreng tidak ada batasan dalam menggunakan minyak goreng tersebut yang membuat minyak goreng yang sudah berwarna kehitam-hitaman (jelantah) tetap digunakan.
Penelitian ini menggunakan metode Business Process Reengineering (BPR) yang diguunakan untuk mencari value dari minyak jelantah yang hanya bernilai Rp.3000/l dengan cara mereengineering limbah minyak jelantah menjadi sebuah produk. Setelah mengetahui produk minyak jelantah maka selanjutnya dikembangkan lagi dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) dimana metode QFD digunakan untuk mengembangkan produk limbah minyak jelantah dengan menggunakan House Of Quality. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa minyak jelantah mampu menghasilkan beberapa produk mulai dari lilin dan sabun
ANALISIS PEMBUATAN BIOGAS DARI LIMBAH KOTORAN SAPI DENGAN METODE ANAEROBIK MENGGUNAKAN ALAT DIGESTER
Pengembangan bio energi sangat penting sebagai sumber penyediaan kebutuhan energi di
masa mendatang. Salah satu bioenergi yang bisa dikembangkan untuk dimanfaatkan dalam
rumah tangga adalah energi biogas. Proses produksi biogas melalui degradasi bahan organik
seperti kotoran ternak secara anaerobik merupakan salah satu solusi teknologi untuk
memproduksi energi alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui produksi
biogas dan memanfaatkan limbah kotoran sapiUntuk mengetahui bagaimana kualitas api yang
di hasilkan oleh biogas dari kotoran sapi dan berapa lama nyala api yang di pakai di kompor.
kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon dioksida. Metode yang digunakan
pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan mengukur tekanan biogas, jumlah
volume gas, produksi biogas, dan uji nyala api. Penelitian ini menggunakan bahan kotoran sapi
dan air dengan perbandingan 1:1 pada kapasitas digester 0,121 m3. Biogas diproduksi
menggunakan alat yang di sebut reaktor biogas (digester) yang dirancang agar kedap udara
(anaerobik). suhu yang baik untuk proses fementasi adalah 30-50 0C. Dengan lama waktu
retensi kotoran sapi selama 14 hari menghasilkan volume gas sebanyak 1,82 m3, dan
kompor bisa menyala kisaran 20 sampai 25 menit, menghasilkan api yang berwarna biru, dan
ada sedikit api yang menimbulkan warna oranye, hal ini menunjukkan pada gas masih terdapat
kandungan air dengan persentase yang kecil
STRATEGI INSPEKTORAT DALAM MENCEGAH TINDAK PIDANA KORUPSI PEMERINTAH DESA (Studi Kritis Pengawasan Irban Wilayah IV Pada Pemerintahan Desa di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto)
Strategi pencegahan korupsi merupakan prosedur yang digunakan untuk memecahkan masalah tindak pidana korupsi yang menjadi stranas pemerintah pusat. Inspektorat sebagai instansi pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan desa memiliki tugas sebagai pengawas internal, consulting, early warning, pembenahan, dan penjaminan mutu laporan keuangan. Rumusan masalah penelitian ini ialah bagaimana strategi Inspektorat bagian Irban Wilayah IVdalam mencegah tindak pidana korupsi pemerintah desa di Kecamatan Pacet. Penelitian ini bertujuan melihat strategi yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Mojokerto dalam mencegah tindak pidana korupsi pada proses administrasi pemerintahan desa di Kecamatan Pacet. Teori yang digunakan yaitu teori system Luhmann dengan menggunakan indikator konsep strategi milik Jack Kooten. Jenis penelitian ini adalah penelitian analisis deskriptif dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif studi kasus. Hasil penelitian sebagai berikut : 1) Strategi organisasi inspektorat yang harus selaras dengan visi misi Bupati Mojokerto; 2) Strategi program meliputi sosialisasi bahaya korupsi, review laporan keuangan pemerintahan desa, tindak lanjut hasil temuan dan koordinasi dengan satlak SABERPUNGLI; 3) Strategi sumber daya meliputi para auditor ikut dalam diklat atau seminar anti korupsi yang diadakan pemerintah dan penambahan sarpras dalam menunjang program pencegahan korupsi di desa; 4) Strategi lembaga meliputi koordinas dan kerjasama dengan stakeholder seperti LSM dan aparat penegak hukum yakni kepolisian dan kejaksaan. Dari sini dapat diketahui setelah dilakukannya analisis menggunakan teori sistem Luhmann dengan indikator konsep strateginya Jack Kooten maka strategi pencegahan yang dilakukan terhadap temuan-temuan dari hasil pemeriksaan bukan pada ranah pencegahan namun bisa dikatakan di ranah pensiasatan
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN AIR MINUM CLEO DI MOJOKERTO
Air merupakan kebutuhan penting bagi manusia untuk kelangsungan hidup. Seiring berkembangnya waktu air tidak lagi bermanfaat sebagai penghilang dahaga saja akan tetapi bermanfaat bagi kesehatan dalam jangka panjang. Di mojokerto terdapat banyak produk air minum dari berbagai merek dan kualitas masing-masing berbeda dari berbagai perusahaan. Dari kondisi tersebut perusahaan harus menghadapi persaingan ketat agar produknya bisa bersaing dengan perusahaan lain. Dalam melakukan keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni produk, harga, promosi, distribusi, budaya, sosial dan faktor pribadi yang menjadi pendorong keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor keputusan pembelian air minum cleo di mojokerto. Penelitian dilakukan dengan penyebaran kuesioner secara (daring) kepada konsumen. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang melakukan pembelian air minum cleo di mojokerto pada bulan mei 2020. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 175 orang yang akan dijadikan sebagai responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Teknik analisis data menggunakan bantuan program SPSS 25.
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan nilai eigen value keenam faktor yang lebih dari 1 dan besarnya persentase komulatif keenam faktor sebesar 65,091 persen dapat disimpulkan bahwa keenam faktor sudah cukup mewakili keragaman variabel asal. besarnya keragaman yang mampu diterangkan oleh faktor 1 sebesar 15,324 persen, keragaman yang mampu dijelaskan oleh faktor 2 sebesar 2,688 persen, keragaman yang mampu dijelaskan oleh faktor 3 sebesar 1,460 persen, keragaman yang mampu dijelaskan oleh faktor 4 sebesar 1,180 persen, keragaman yang mampu dijelaskan faktor 5 sebesar 1,099 persen, keragaman yang mampu dijelaskan oleh faktor 6 sebesar 1,049 persen