Repository IAIN Palopo
Not a member yet
9951 research outputs found
Sort by
PERBEDAAN CYBERSEX PADA REMAJA DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN DAN JENIS KELAMIN DI KOTA PALOPO
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan perilaku cybersex pada remaja di Kota Palopo, dengan menyoroti latar belakang pendidikan dan jenis kelamin
mereka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan
metode wawancara mendalam yang dilakukan terhadap para remaja sebagai
informan utama. Data yang diperoleh dari wawancara dianalisis secara kualitatif
untuk memahami dinamika dan variasi perilaku cybersex di kalangan remaja,
berdasarkan latar belakang pendidikan dan jenis kelamin mereka. Temuan
menunjukkan adanya perbedaan yang mencolok dalam keterlibatan cybersex,
dengan kecenderungan yang lebih tinggi pada remaja laki-laki serta mereka yang
memiliki latar belakang pendidikan yang lebih rendah. Hasil penelitian ini
menekankan pentingnya program pendidikan dan intervensi yang lebih terarah
untuk mengatasi risiko terkait perilaku cybersex di kalangan remaja.
Keywords: Cybersex, Tingkat Pendidikan, Perbedaan Jenis Kelamin, Remaja,
dan Kota Palop
Tesis ini membahas tentang manajemen ekstrakurikuler dalam meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik SMAN 3 Luwu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) manajemen ekstrakurikuler di SMAN 3 Luwu, (2) motivasi prestasi peserta didik SMAN 3 Luwu, (3) faktor pendukung dan faktor penghambat manajemen ekstrakurikuler dalam meningkatkan motivasi prestasi Peserta didik SMAN 3 Luwu. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, pembina, guru, pegawai, peserta didik, dan pelatih. Penelitian ini dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) manajemen ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Luwu terlaksana dengan adanya (a) perencanaan yang berjalan dengan baik, melaksanakan rapat dalam melakukan perencanaan yang melibatkan seluruh unsur – unsur kegiatan ekstrakurikuler mulai dari kepala sekolah, wakasek, dewan guru, pembina dan peserta didik. Pembuatan program kerja berdasarkan analisis kebutuhan pada setiap unit pelaksana ekstrakurikuler, pemilihan pembina,(b) pengorganisasian memudahkan dalam menentukan tugas kepala sekolah, pembina, wakil kepala sekolah, dan pelatih, pembagian tugas ini berdasarkan keahlian masing masing – masing, (c) pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 3 Luwu berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya, terlihat dengan tingkat partisipasi peserta didik, (d) pengawasan melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dewan guru dan pelatih pada setiap organisasi. Melalui pengawasan ini selanjutnya dilakukan perbaikan pada pelaksanaan kegiataan ekstrakurikuler, (2) motivasi peserta didik sudah semakin membaik, sekolah membangun lingkungan yang mendukung, mengapresiasi keberhasilan, dan mendorong pengembangan minat dan bakat peserta didik sehingga tingkat partisipasi peserta didik sangat baik dilihat dari prestasi yang ditorehkan oleh peserta didik yang sukses meraih berbagai ajang prestasi baik pada tingkat kabupaten, provinsi bahkan sampai pada tingkat nasionall. (3) manajemen kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik di SMA Negeri 3 Luwu memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan motivasi prestasi siswa. Dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung dan memotivasi peserta didik. (4) adapun factor pendukung dan factor penghambat kegiatan ekstrakurikuler antara lain : (a) Faktor pendukung pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yaitu penyediaan anggaran, sarana dan prasarana yang memadai, dukungan orang tua dan sumber daya lain turut memberikan kontribusi dalam mendukung terlaksananya kegiatan ekstrakurikuler sehingga berjalan dengan baik,(b) adapun faktor penghambat kegiatan ekstrakurikuler yaitu kegiatan full day school yang diterapkan oleh sekolah selain itu beban akademik peserta didik juga menjadi factor penghambat sehingga membuat peserta didik menghabiskan waktu yang banyak disekolah dan beban tugas peserta didik yang mengakibatkan Peserta didik harus membagi focus dan waktu secara proporsional antara kegiatan akademik dan kegiatan ekstrakurikuler. Kata Kunci : Manajemen Ekstrakurikuler, Motivasi Berprestasi. Tesis ini membahas tentang manajemen ekstrakurikuler dalam meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik SMAN 3 Luwu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) manajemen ekstrakurikuler di SMAN 3 Luwu, (2) motivasi prestasi peserta didik SMAN 3 Luwu, (3) faktor pendukung dan faktor penghambat manajemen ekstrakurikuler dalam meningkatkan motivasi prestasi Peserta didik SMAN 3 Luwu. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, pembina, guru, pegawai, peserta didik, dan pelatih. Penelitian ini dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) manajemen ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Luwu terlaksana dengan adanya (a) perencanaan yang berjalan dengan baik, melaksanakan rapat dalam melakukan perencanaan yang melibatkan seluruh unsur – unsur kegiatan ekstrakurikuler mulai dari kepala sekolah, wakasek, dewan guru, pembina dan peserta didik. Pembuatan program kerja berdasarkan analisis kebutuhan pada setiap unit pelaksana ekstrakurikuler, pemilihan pembina,(b) pengorganisasian memudahkan dalam menentukan tugas kepala sekolah, pembina, wakil kepala sekolah, dan pelatih, pembagian tugas ini berdasarkan keahlian masing masing – masing, (c) pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 3 Luwu berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya, terlihat dengan tingkat partisipasi peserta didik, (d) pengawasan melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dewan guru dan pelatih pada setiap organisasi. Melalui pengawasan ini selanjutnya dilakukan perbaikan pada pelaksanaan kegiataan ekstrakurikuler, (2) motivasi peserta didik sudah semakin membaik, sekolah membangun lingkungan yang mendukung, mengapresiasi keberhasilan, dan mendorong pengembangan minat dan bakat peserta didik sehingga tingkat partisipasi peserta didik sangat baik dilihat dari prestasi yang ditorehkan oleh peserta didik yang sukses meraih berbagai ajang prestasi baik pada tingkat kabupaten, provinsi bahkan sampai pada tingkat nasionall. (3) manajemen kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik di SMA Negeri 3 Luwu memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan motivasi prestasi siswa. Dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung dan memotivasi peserta didik. (4) adapun factor pendukung dan factor penghambat kegiatan ekstrakurikuler antara lain : (a) Faktor pendukung pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yaitu penyediaan anggaran, sarana dan prasarana yang memadai, dukungan orang tua dan sumber daya lain turut memberikan kontribusi dalam mendukung terlaksananya kegiatan ekstrakurikuler sehingga berjalan dengan baik,(b) adapun faktor penghambat kegiatan ekstrakurikuler yaitu kegiatan full day school yang diterapkan oleh sekolah selain itu beban akademik peserta didik juga menjadi factor penghambat sehingga membuat peserta didik menghabiskan waktu yang banyak disekolah dan beban tugas peserta didik yang mengakibatkan Peserta didik harus membagi focus dan waktu secara proporsional antara kegiatan akademik dan kegiatan ekstrakurikuler. Kata Kunci : Manajemen Ekstrakurikuler, Motivasi Berprestasi. MANAJEMEN EKSTRAKURIKULER DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BERPRESTASI PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 3 LUWU
Tesis ini membahas tentang manajemen ekstrakurikuler dalam meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik SMAN 3 Luwu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) manajemen ekstrakurikuler di SMAN 3 Luwu, (2) motivasi prestasi peserta didik SMAN 3 Luwu, (3) faktor pendukung dan faktor penghambat manajemen ekstrakurikuler dalam meningkatkan motivasi prestasi Peserta didik SMAN 3 Luwu.
Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, pembina, guru, pegawai, peserta didik, dan pelatih. Penelitian ini dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) manajemen ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Luwu terlaksana dengan adanya (a) perencanaan yang berjalan dengan baik, melaksanakan rapat dalam melakukan perencanaan yang melibatkan seluruh unsur – unsur kegiatan ekstrakurikuler mulai dari kepala sekolah, wakasek, dewan guru, pembina dan peserta didik. Pembuatan program kerja berdasarkan analisis kebutuhan pada setiap unit pelaksana ekstrakurikuler, pemilihan pembina,(b) pengorganisasian memudahkan dalam menentukan tugas kepala sekolah, pembina, wakil kepala sekolah, dan pelatih, pembagian tugas ini berdasarkan keahlian masing masing – masing, (c) pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 3 Luwu berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya, terlihat dengan tingkat partisipasi peserta didik, (d) pengawasan melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dewan guru dan pelatih pada setiap organisasi. Melalui pengawasan ini selanjutnya dilakukan perbaikan pada pelaksanaan kegiataan ekstrakurikuler, (2) motivasi peserta didik sudah semakin membaik, sekolah membangun lingkungan yang mendukung, mengapresiasi keberhasilan, dan mendorong pengembangan minat dan bakat peserta didik sehingga tingkat partisipasi peserta didik sangat baik dilihat dari prestasi yang ditorehkan oleh peserta didik yang sukses meraih berbagai ajang prestasi baik pada tingkat kabupaten, provinsi bahkan sampai pada tingkat nasionall. (3) manajemen kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik di SMA Negeri 3 Luwu memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan motivasi prestasi siswa. Dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung dan memotivasi peserta didik. (4) adapun factor pendukung dan factor penghambat kegiatan ekstrakurikuler antara lain : (a) Faktor pendukung pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yaitu penyediaan anggaran, sarana dan prasarana yang memadai, dukungan orang tua dan sumber daya lain turut memberikan kontribusi dalam mendukung terlaksananya kegiatan ekstrakurikuler sehingga berjalan dengan baik,(b) adapun faktor penghambat kegiatan ekstrakurikuler yaitu kegiatan full day school yang diterapkan oleh sekolah selain itu beban akademik peserta didik juga menjadi factor penghambat sehingga membuat peserta didik menghabiskan waktu yang banyak disekolah dan beban tugas peserta didik yang mengakibatkan Peserta didik harus membagi focus dan waktu secara proporsional antara kegiatan akademik dan kegiatan ekstrakurikuler.
Kata Kunci : Manajemen Ekstrakurikuler, Motivasi Berprestasi.
Tesis ini membahas tentang manajemen ekstrakurikuler dalam meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik SMAN 3 Luwu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) manajemen ekstrakurikuler di SMAN 3 Luwu, (2) motivasi prestasi peserta didik SMAN 3 Luwu, (3) faktor pendukung dan faktor penghambat manajemen ekstrakurikuler dalam meningkatkan motivasi prestasi Peserta didik SMAN 3 Luwu.
Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, pembina, guru, pegawai, peserta didik, dan pelatih. Penelitian ini dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) manajemen ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Luwu terlaksana dengan adanya (a) perencanaan yang berjalan dengan baik, melaksanakan rapat dalam melakukan perencanaan yang melibatkan seluruh unsur – unsur kegiatan ekstrakurikuler mulai dari kepala sekolah, wakasek, dewan guru, pembina dan peserta didik. Pembuatan program kerja berdasarkan analisis kebutuhan pada setiap unit pelaksana ekstrakurikuler, pemilihan pembina,(b) pengorganisasian memudahkan dalam menentukan tugas kepala sekolah, pembina, wakil kepala sekolah, dan pelatih, pembagian tugas ini berdasarkan keahlian masing masing – masing, (c) pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 3 Luwu berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya, terlihat dengan tingkat partisipasi peserta didik, (d) pengawasan melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dewan guru dan pelatih pada setiap organisasi. Melalui pengawasan ini selanjutnya dilakukan perbaikan pada pelaksanaan kegiataan ekstrakurikuler, (2) motivasi peserta didik sudah semakin membaik, sekolah membangun lingkungan yang mendukung, mengapresiasi keberhasilan, dan mendorong pengembangan minat dan bakat peserta didik sehingga tingkat partisipasi peserta didik sangat baik dilihat dari prestasi yang ditorehkan oleh peserta didik yang sukses meraih berbagai ajang prestasi baik pada tingkat kabupaten, provinsi bahkan sampai pada tingkat nasionall. (3) manajemen kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik di SMA Negeri 3 Luwu memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan motivasi prestasi siswa. Dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung dan memotivasi peserta didik. (4) adapun factor pendukung dan factor penghambat kegiatan ekstrakurikuler antara lain : (a) Faktor pendukung pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yaitu penyediaan anggaran, sarana dan prasarana yang memadai, dukungan orang tua dan sumber daya lain turut memberikan kontribusi dalam mendukung terlaksananya kegiatan ekstrakurikuler sehingga berjalan dengan baik,(b) adapun faktor penghambat kegiatan ekstrakurikuler yaitu kegiatan full day school yang diterapkan oleh sekolah selain itu beban akademik peserta didik juga menjadi factor penghambat sehingga membuat peserta didik menghabiskan waktu yang banyak disekolah dan beban tugas peserta didik yang mengakibatkan Peserta didik harus membagi focus dan waktu secara proporsional antara kegiatan akademik dan kegiatan ekstrakurikuler.
Kata Kunci : Manajemen Ekstrakurikuler, Motivasi Berprestasi
PUTUSAN PERCERAIAN KAWIN PAKSA DI PENGADILAN AGAMA KOTA PALOPO NOMOR 79/PDT.G/2024/PA.PLP
Skripsi Ini Membahasan Tentang Putusan Perceraian Kawin Paksa Di Pengadilan Agama Kota Palopo Nomor 79/Pdt.G/2024/PA.Plp. Penelitihan ini bertujuan mengetahui, putusan hakim terkait perceraian kawin paksa di pengadilan agama kota palopo no 79/Pdt.G/2024/PA/Plp, mengetahui pandagan hukum islam terhadap perceraian kawin paksa. Jenis penelitihan ini adalah penelitihan kualitatif dengan menggunakan pendekatan teologis normatif dan empiris. Adapun sumber data yang digunakan pengumpulan data dalam penelitihan ini adalah data primer dan
data sekunder, selanjutnya teknik dokumentasi, teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitihan ini menunjukan bahwa putusan perceraian kawin paksa merupakan pernikahan yang tidak sah karna suatu tidak pidana yang memaksa seorang anak untuk berumah tangga tidak pidana ini diatur Pasal 10 No. 12 Tahun 2022 TPKS pemaksaan perkawinan termaksud sebagai kekerasaan
seksual.
Kata kunci: Kawin Paksa, Perceraian, Hukum Isla
AKOMODASI HUKUM ISLAM DALAM INTERAKSI SOSIAL PADA TRADISI TEMU MANTEN DI KECAMATAN SUKAMAJU KABUPATEN LUWU UTARA
Tradisi temu manten telah dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat Jawa maupun masyarakat Jawa yang tinggal di Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Tradisi ini ialah puncak dari serangkaian acara pernikahan adat Jawa, sebagai lambang penyatuan dua keluarga. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui prosesi pelaksanaan tradisi temu manten di Kecamataan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara dari segi interaksi sosial dan hukum Islam diakomodasi dalam tradisi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologis empiris menggunakan observasi partisipatif untuk mempelajari pelaksanaan tradisi temu manten. Hasil penelitian memperlihatkan tradisi temu manten di Kecamatan Sukamaju masih dilaksanakan dengan beberapa penyesuaian, dan hukum Islam dapat mengakomodasi tradisi ini melalui interpretasi yang lebih luas serta penerapan fleksibel. Tradisi temu manten juga merupakan media interaksi sosial yang kuat terhadap masyarakat. Telah terjadi akulturasi dan pergeseran nilai tradisi temu manten di Kecamatan Sukamaju dengan tradisi temu manten di daerah Jawa. Untuk menjaga kelestarian tradisi temu manten yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam dan sejalan dengan konsep ‘urf, perlu dilakukan edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat.
Kata Kunci: akomodasi hukum Islam; interaksi sosial; temu mante
KONFLIK KEPEMILIKAN TANAH STUDI KASUS DI KANTOR PERTANAHAN KOTA PALOPO (TINJAUAN SOSIOLOGI HUKUM ISLAM)
Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian yang dilakukan secara intensif, terperinci dan mendalam melalalui analisa komprehensif dan menyeluruh melalui tehnik observasi, wawancara maupun dokumentasi dan studi literatur melalui 4 tahapan yaitu reduksi (data disaring/ dipilih), koneksi (data dihubungkan), interpretasi (Data diterjemahkan/ dijelaskan) dan konklusi (data disimpulkam).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Bentuk konflik pertanahan yang terjadi di Kota Palopo beragam yang dikategorikan dalam 4 (empat) kategori, pertama konflik batas tanah, meliputi: ketidaksepakatan tentang batas-batas tanah dan tumpang tindih sertifikat, kedua konflik kepemilikan tanah, meliputi: sertifikat ganda; tanah yang dijual beberapa kali tanpa persetujuan pemilik tanah; dan penyerobotan tanah, ketiga Konflik Warisan, dan keempat konflik antara pemerintah dan masyarakat/ badan hukum. Proses penyelesaian setiap konflik berbeda sesuai dengan jenisnya dan memerlukan penanganan yang komprehensif. 2) Faktor-faktor penyebab terjadinya konflik secara umum, pertama ketidakjelasan batas tanah, kedua dokumen kepemilikan tanah yang tidak lengkap, ketiga pemilik tanah tidak mengelola sendiri tanah yang dimiliki, keempat tanah tidak dikuasai secara fisik, kelima tanah ditelantarkan, keenam tanah warisan yang belum dibagi, ketujuh ketidakjujuran ahli waris, kedelapan klaim sertifikat ganda dan tumpang tindih, dan kesembilan pengembangan infrastuktur, seperti penggusuran maupun pengadaan tanah. sedangkan faktor penyebab berdasarkan tinjauan sosiologi hukum Islam, meliputi: pertama norma sosial dan budaya, kedua ketidaksetaraan ekonomi dan akses, ketiga perubahan sosial dan demografis, keempat praktek korupsi dan ketidakadilan sosial dalam sistem hukum, kelima kurangnya penegakan hukum yang holistik. 3) Adapun upaya yang dilakukan Kantor Pertanahan Kota Palopo dalam meminimalisir terjadinya konflik pertanahan yaitu: sosialisasi dan penyuluhan; mediasi; Pengembangan Sistem Informasi Pertanahan, Penegakan Hukum; Kolaborasi dengan pihak terkait;
Transformasi Digital Dokumen Pertanahan; Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi kegiatan maupun layanan pertanahan, sehingga tanah menjadi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Kata Kunci : Konflik Tanah, Tinjauan Sosiologi Hukum Isla
PENGEMBANGAN E-MODUL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI TERINTEGRASI LAGU NASYID GONTOR DI SMA NEGERI 4 PALOPO
KEPATUHAN DAN KESADARAN HUKUM PERSONIL POLRES KOTA PALOPO
Masalah pokok dalam tesis ini: 1) Bagaimana personil polres menjalankan profesinya sesuai dengan hukum yang berlaku. 2) Bagaimana kepatuhan dan kesadaran hukum personil Polres Palopo. Tesis ini bertujuan untuk mendeskripsikan personil polres dalam menjalankan profesinya sesuai dengan hukum yang berlaku. Untuk mengetahui kepatuhan dan kesadaran hukum personil Polres Palopo.
Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan suatu fenomena-fenomena yang terjadi di dalam suatu populasi tertentu. Metode penelitian deskriptif ini dilakukan dengan pendekatan hukum normatif adalah suatu prosedur penelitian ilmiah untuk menemuakan kebenaran berdasarkan logika keilmuan dari sisi normatifnya.
Hasil penelitian 1) Polisi adalah aparat penegak hukum atau dalam arti kata polisi harus menjadi garda terdepan dan tidak melakukan pelanggaran terhadap kode etik profesi kepolisian. Pelanggaran ataupun perbuatan pidana anggota kepolisian yang tidak sesuai dengan kode etik kepolisian ini tentunya berakibat hukum. Masalah moralitas penegak hukum dari waktu ke waktu masih merupakan persoalan yang relevan untuk dibicarakan, karena apa yang disajikan oleh media massa seringkali bersifat paradoksal. 2) Kepatuhan dan kesadaran hukum pada penelitian ini berfokus pada kepatuhan berlalulintas misalnya penempatan pelat motor dengan benar, dimana beberapa oknum polisi lalulintas melakukan modifikasi. Sedangkan kesadaran hukum fokus kepada kedisiplinan personil dari temuan penulis ada beberapa diantaranya: tidak melaksanakan piket dengan sebaikbaiknya tanpa rasa tanggungjawab, kasus keluarga, kasus media sosial, menjadi penagih utang, dan tidak menafkahi istri dan anak serta tidak ikut apel pagi.
Implikasi penelitian ini Menunjukkan atensi terhadap persoalan dan terhadap para pihak, memberikan waktu yang seimbang kepada para pihak untuk menyampaikan persoalannya, memahami kasus setiap kasus pihak tanpa terlibat di dalamnya. Polisi dalam berlalulintas adalah cerminan pengamalan dalam berlalulintas terkhusus personil hendaknya melakukan contoh bukan sekedar formalitas, tapi atas kesadaran mentaati tata tertib berlalulintas.
Kata Kunci: Kepatuhan, Kesadaran, Hukum
POLITIK TEBAR PESONA: STUDI KASUS VIDEO PIDATO MEGAWATI DALAM ACARA HUT PDIP KE-50
Skripsi ini membahas gaya komunikasi politik Megawati Soekarnoputri dalam video pada saat pidato dalam acara HUT PDIP ke-50. Bertujuan untuk: pertama, mengetahui gaya komunikasi politik Megawati Soekarnoputri dan kedua, mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa terkait gaya komunikasi politik yang digunakan oleh Megawati Soekarnoputri. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan melibatkan 10 mahasiswa IAIN Palopo dengan rentang usia 21-25 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi politik Megawati Soekarnoputri dapat dikategorikan sebagai the controlling style, yaitu gaya yang mengatur perilaku lawan bicara dengan cenderung mendominasi percakapan, mengambil alih kendali interaksi, serta membatasi dan memaksa. Mencakup intruksi yang tegas dan penggunaan kekuasaan otoritas formal, yang menuntut ketaatan dengan sedikit ruangan untuk memberikan masukan, sehingga dapat menciptakan kesan lingkungan yang kaku dan otoritatif. Berdasarkan teori khalayak kepala batu, gaya komunikasi ini bersifat konfrotatif dan agresif, ditandai dengan penggunaan ungkapan yang tajam dan mampu memicu respon emosional dari audiens.
Kata kunci: politik tebar pesona, pidato politik, gaya komunikasi, komunikasi politi
TINJAUAN HUKUM ISLAM SISTEM GANTI RUGI BARANG HILANG PADA INDOMARET (STUDI KASUS PADA KECAMATAN WARA TIMUR KOTA PALOPO)
Sistem Ganti Rugi Barang Hilang di Indomaret banyak merugikan para karyawan yang bekerja di toko tersebut, sehingga peneliti sangat tertarik untuk meneliti dan mengambil judul penelitian yaitu : “Tinjauan Hukum Islam Sistem Ganti Rugi Barang Hilang di Indomaret ( Studi kasus pada Kecamatan Wara Timur Kota Palopo)”. Jenis penelitian ini termasuk dalam jenis pendekatan
yuridis empiris, dengan data yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara serta dokumentasi untuk mencari data mengenai suatu hal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Sistem Ganti Rugi Barang Hilang serta
Tinjauan Hukum Islam pada sistem ganti rugi barang hilang bagi karyawan Indomaret di Kota Palopo. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Sistem Ganti Rugi Barang Hilang di Indomaret telah sesuai dengan perjanjian kerja antara
karyawan dan perusahaan, adapun Tinjauan Hukum Islam merujuk pada Undang undang Nomor 13 Pasal 93 ayat 1 Tahun 2023, dan Kitab-kitab Hukum Perdata, Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 29 dan Syirkah serta Fatwa MUI No 147/DSN MUI/XII/2021 tentang penyelesaian perselisihan. Sehingga dapat dinyatakan
bahwa sistem ganti rugi pada Tinjauan hukum Islam diperbolehkan.
Kata Kunci: Indomaret, Ganti Rugi, barang hilan