Repository IAIN Palopo
Not a member yet
    9951 research outputs found

    PENGEMBALIAN SUNRANG PRA PERCERAIAN PADA KOMUNITAS MASYARAKAT JENEPONTO DI KOTA PALOPO (Perspektif Hukum Islam)

    Get PDF
    Israk Suaib, 2024. “Pengembalian Sunrang pada Pra Perceraian Studi Kasus Kelurahan Salokoe Keccamatan Wara Timur Kota Palopo (Komunitas Orang Jeneponto)”. Skripsi Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Hj. A. Sukmawati Assad dan Sabaruddin. Penelitian ini membahas tentang Pengembalian Sunrang pada Pra Perceraian Studi Kasus Kelurahan Salokoe Kecamatan Wara Timur Kota Palopo (Komunitas Orang Jeneponto). Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui realitas tentang pengembalian harta setelah cerai di kota Palopo Kelurahan Salokoe (Komunitas orang Jeneponto). 2) Mengetahui pandangan hukum Islam tentang pengemablian Sunrang pra perceraian pada Komunitas Masyarakat Jeneponto di Kota Palopo. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang akan menggambarkan fakta di lapangan. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologis dan pendekatan teologis normatif. Instrumen pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer, sumber data sekunder, dan sumber data tersier. Teknik analisis data yang digunakan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa: 1) Pendapat Masyarakat Jeneponto di Kelurahan Salekoe mengenai permintaan pengembalian Sunrang sebelum bercampur (berhubungan suami isteri) dapat kita simpulkan bahwa dalam hal pengembalian Sunrang, pendapat masyarakat itu berbeda-beda, ada yang mengatakan Sunrang tersebut boleh diambil tetapi hanya separuh. Pendapat masyarakat mengenai permintaan pengembalian sunrang sebelum bercampur (berhubungan suami isteri) dapat kita simpulkan bahwa dalam hal pengembalian sunrang, pendapat masyarakat itu berbeda-beda, ada yang mengatakan sunrang tersebut boleh diambil tetapi hanya separuh. Ada yang mengatakan bahwa seluruh sunrang tersebut boleh diambil semua ketika terjadi perceraian sebelum bercampur. 2) Pengembalian mahar hanya terkait dengan orang yang telah menerima mahar dan hanya bagi orang yang telah memutuskan hubungan perkawinan, sebab tanpa putusnya perkawinan seseorang tidak boleh meminta kembali mahar yang telah diberikannya kecuali si isteri secara sukarela dan ikhlas memberikannya. Tetapi ketika perempuan tidak ingin memberikannya sendiri dengan rasa ikhlas maka lakilaki bisa mengambilnya. Tetapi ketika perempuan tidak ingin memberikannya maka tidak ada hak dari laki-laki untuk memaksa perempuan untuk mengembalikannya. Karena sunrang tersebut sudah diberikan pada saat nikah. beda halnya dengan sudah akad nikah namun belum bercampur (berhubungan badan), tentunya hukum sunrang berbeda dengan kondisi tersebut. Sudah nikah tapi belum bercampur maka perempuan wajib mengembalikan separuh sunrang yang telah diberikan oleh laki-laki tersebut. Kata Kunci: Pengembalian Sunrang, Pra Perceraia

    TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP PENDAYAGUNAAN DANA ZAKAT PRODUKTIF DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI MUSTAHIK DI KECAMATAN WARA PALOPO

    No full text
    Muzdalifah 2024, “Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Pendayagunaan dana Zakat Produktif dalam Pengembangan Ekonomi Mustahik di Kecamatan Wara Kota Palopo” Skripsi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Palopo dibimbing oleh Muhammad Tahmid Nur dan Syamsuddin Penelitian ini membahas tentang Tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap pendayagunaan dana zakat produktif dalam pengembangan ekonomi mustahik di Kecamatan Wara Kota Palopo. Skripsi ini bertujuan 1. Untuk mengetahui bagaimana Pendayagunaan Zakat Produktif bagi Mustahik di Kecamatan Wara Kota Palopo. 2. Untuk mengetahui bagaimana Peningkatan Ekonomi Mustahik Melalui Zakat Produktif di Kecamatan Wara Kota Palopo. 3. Untuk mengetahui bagaimana Kendala Dalam Pendayagunaan Zakat Produktif di Kecamatan Wara Kota Palopo Studi ini menggunakan jenis empiris dengan pendekatan d kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi,wawancara dan dokumentasi dan sumber data yang digunakan penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data skunder. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kecamatan Wara Kota Palopo memiliki potensi besar dalam hal zakat produktif. pengelolaan zakat pada BAZNAS Kota Palopo sepenuhnya telah berjalan sesuai target yang ditetapkan oleh pihak lembaga dalam upaya membantu pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan, dalam pengelolaan yang dilakukan pihak lembaga dalam penyaluran dana zakat ini telah mencapai target dengan menyalurkan dana kepada bidang yang dirasa sangat membutuhkan bantuan produktif berupa modal usaha, baik itu berupa uang, gerobak, mesin jahit atau lainnya. Persentase pengelolaan zakat produktif yang dilakukan BAZNAS Kota Palopo hanya mencapai 30%, sedangkan untuk zakat konsumtifnya mencapai 70%, dikarenakan masyarakat Kota Palopo saat ini lebih mengedepankan kebutuhan dalam jangka pendek, seperti bantuan berupa sembako, beasiswa endidikan, dan bantuan kesehatan. Adapun kendalan dalam pendayagunaan zakat produktif di Kecamatan Wara Kota Palopo yaitu tidak rutin pendampingan usaha kepada mustahik yang mnerima bantuan sehingga kurang maksimal dalam mendayagunakan zakat produktif. Selain itu usaha mustahik yang kurang berkembang dikarenakan kurangnya pengetahuan mustahik dalam mengembangkan usahanya. Kata Kunci : Peningkatan Ekonomi, Pendayuganaan, Zakat Produkti

    TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP DENDA ZINA DALAM TRADISI PAMBISSA KAMPONG DI LATIMOJONG

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui proses pelaksanaan denda zina dalam tradisi Pambissa Kampong di Latimojong dan untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap tradisi Pambissa Kampong di Latimojong. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris, untuk mendukung penelitian hukum empiris ini, digunakan pendekatan normatif, dan pendekatan sosiologis. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, terhadap proses pelaksanaan dan tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan tradisi Pambissa Kampong di latimojong, display data atau penyajian data hasil penelitian, sehingga ditarik kesimpulan yang menjawab permasalahan dari penelitian ini. Hasil penelitian 1) proses pelaksanaan denda zina dalam tradisi Pambissa Kampong di Latimojong dilaksanakan dengan beberapa tahapan yakni; metamba, sicadoran melo, mengkalasa lako tondok, dan dipetedongggi. 2) tinjauan hukum Islam terhadap tradisi Pambissa Kampong di Latimojong yakni, ada dua ketegori Zina Muhsan ialah perbuatan zina yang dilakukan oleh pria/wanita yang wajib menjaga kehormatan-nya. Artinya, orang yang sudah berkeluarga atau menikah. didenda dengan cara dirajam yakni dikubur sampai batas pundak dan dilempari dengan batu sampai meninggal. Zina Ghoiru Muhsan maksudnya adalah perbuatan zina yang dilakukan oleh pria/wanita yang belum menikah. Di denda dengan didera atau dicambuk 80 kali. Dalam menghadapi pelaksanaan tradisi Pambissa Kampong di Latimojong Hukum adat mengadopsi hukum Islam tidak secara utuh, dari segi pelaksanaan. Kata Kunci: Denda Zina, Hukum Islam, Pambissa Kampon

    PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM PERMANDIAN PAKKALOLO DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN DESA LENGKONG KEC. BUA, KAB. LUWU

    No full text
    Skripsi ini membahas tentang Pengembangan Objek Wisata Alam Permandian Pakkalolo Dalam Meningkatkan Pendapatan Desa Lengkong Kec. Bua, Kab. Luwu. dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui progam pengembangan objek wisata Pakkalolo yang dilakukan dan dampak program pengembangan objek wisata Pakkalolo terhadap pendapatan Desa Lengkong. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Lengkong Kec. Bua, Kab. Luwu. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ialah Kepala Desa, pengelolah, masyarakat sekitar sekaligus pedagang serta pengunjung di Objek Wisata Alam Permandian Pakkalolo. Adapun hasil penelitian yang disimpulkan yaitu: 1) program pengembangan pada objek wisata alam permandian Pakkalolo yang dilakukan pemerintah desa dan masyarakat sekaligus pengelolah meliputi pembangunan fasilitas seperti mushollah, wc umum, gazebo dan normalisasi sungai. Walaupum belum maksimal dan tidak ada pembaharuan berkelanjutan. 2) objek wisata alam permandian Pakkalolo tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan Desa Lengkong. Hal ini dikarenakan, pendapatan yang diperoleh dari objek wisata Pakkalolo belum tercatat sebagai pendapatan desa tetapi langsung disalurkan untuk perbaikan sarana dan prasarana objek wisata. Adapun dampak terhadap masyarakat sekitar permandian Pakkalolo dinilai cukup berdampak terhadap peningkatan pendapatan yang dialami masyarakat. Kata Kunci: Pengembangan, Objek wisata, Pendapatan des

    IMPROVING STUDENTS WRITING SKILL IN TEXT PROCEDURE BY USING PICTURE SEQUENCES AT THE TENTH GRADE OF SMAN 4 PALOPO

    No full text
    This research aimed to find out the use of picture sequence effective in improving students‟ writing skill in text procedure of tenth grade at SMAN 4 Palopo. This research question is “the use of picture sequence effective in improving the students‟ writing skill in text procedure of tenth grade at SMAN 4 Palopo?”. Based on the description the research objectives is “to find out whether or not the use of picture sequence effective in improving students‟ writing skill in text procedure of tenth grade at SMAN 4 Palopo”. This research applied a pre�experimental method. The population of this research was the tenth-grade students at SMAN 4 Palopo. There were 13 students in the sample, which was done by purposive sampling. This research, collected data through Pre-test and Post-test. The Pre-test and Post-test was analyze by used five criteria aspect of writing of writing and compute used SPSS 26. Furthermore, the result of this research is the paired sample test on the data obtained by the researcher t0 (count) = 4.703 and df (degree of freedom) =12 can be observed. The significance level is equal to zero (p0.05). The alternative hypothesis (H1) is accepted, whereas the null hypothesis (H0) is rejected. The findings showed that using a picture sequence to improve students' writing skills in procedure text in the tenth grade of SMAN 4 Palopo is effective. The implications of this research is contributes to the development of language learning theory by reinforcing that visual media like picture sequences can enhance students' understanding and creativity in writing, and it serves as a reference for further research in different contexts and level

    STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA LITERASI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 PALOPO

    Get PDF
    Skripsi ini membahas tentang starategi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya literasi di Sekolah Menengah Mertama Negeri 3 Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana budaya literasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Palopo, untuk mengetahui Faktor apa saja yang berkontribusi dalam pengembangan budaya literasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Palopo, untuk mengetahui Bagaimana strategi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya literasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Palopo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu kepala sekolah dan guru. Data penelitian yang di peroleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif (interactive analysis) mengacu pada teori Miles, Huberman dan Saldana. penarikan kesimpulan yang digunakan yaitu menarik kesimpulan dari analisis yang dilakukan berdasarkan bukti yang ditemukan di lapangan. Hasil penelitian enunujukkan bahwa : 1) Budaya literasi yang dilaksanakan Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Palopo yaitu budaya literasi numerasi, budaya membaca 15 menit sebelum dimulai pelajaran, budaya literasi Religious, dan budaya literasi One Month One Book. 2) Selain sarana dan prasarana yang memadai, beberapa faktor yang menjadi pendukung dalam kegiatan pengembangan budaya literasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Palopo yaitu dukungan dari Kepala Sekolah. Peran kepala sekolah yang proaktif, seperti memberikan motivasi, pelatihan, workshop, dan fasilitas untuk pengadaan buku, sangat krusial dalam mendorong budaya literasi di sekolah. 3) Strategi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya literasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Palopo yaitu dengan membuat perencaaan program pengembangan yang matang, mulai dari penyusunan team hingga program kegiatan pengembangan yang akan dijalankan. Selanjutnya yaitu dengan berperan sebagai motivator. Juga melakukan pengawasan dan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana program pengembangan budaya literasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Palopo ini berjalan dengan baik

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN DALAM PEMBELAJARAN MODEL DIRECT INSTRUCTION MELALUI MEDIA KARTU BERGAMBAR SISWA KELAS 1 SDN 50 BULU DATU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SDN 50 Bulu Datu, Kota Palopo, melalui penerapan model Direct Instruction berbasis kartu bergambar. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengukur efektivitas model pembelajaran tersebut dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan kualitas pengajaran guru. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Pendekatan ini dipilih untuk memungkinkan perbaikan berkelanjutan dalam proses pembelajaran berdasarkan temuan di setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Direct Instruction berbasis kartu bergambar efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Sebelum tindakan, hanya 3 dari 22 siswa yang mencapai nilai rata-rata kemampuan membaca permulaan ≥35, sementara 86% siswa memperoleh nilai rata-rata antara 25 hingga 35. Setelah penerapan model, terjadi peningkatan signifikan, dengan aktivitas guru meningkat dari 77,5% menjadi 97,5%, dan keterlibatan siswa dari 87,5% menjadi 97,5%. Peningkatan hasil tes membaca siswa juga menunjukkan bahwa model ini berhasil membantu siswa mencapai kemampuan membaca yang lebih baik, sejalan dengan teori dan penelitian sebelumnya yang menekankan pentingnya metode pembelajaran terstruktur dan penggunaan media visual. Kata kunci: Kemampuan Membaca Permulaan, Direct Instruction, Kartu Bergamba

    STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 9 LUWU

    Get PDF
    Skripsi ini membahas tentang Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Luwu. Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui strategi guru pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter religius peserta didik di Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Luwu, untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat guru dalam membentuk karakter religius peserta didik di Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Luwu, dan untuk mengetahui bagaimana dampak dari Strategi Guru dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Negeri 9 Luwu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yaitu teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Strategi guru PAI dalam membentuk karakter religius peserta didik di SMAN 9 Luwu dapat dikatakan berjalan dengan baik. Guru memberikan keteladanan yang baik, penanaman kedisiplinan yang dilakukan dengan aturan yang dibuat oleh pihak sekolah, dan juga diberi sanksi-sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dibuat. Kemudian pembiasaan dengan memberikan kegiatan-kegiatan keagamaan baik yang wajib maupun sunah, serta menciptakan suasana yang kondusif sekolah menerapkan 5S (senyum, sapa, salam, sopan santun. (2) Faktor pendukung dan penghambat guru dalam membentuk karakter religius peserta didik SMAN 9 Luwu, diantaranya adalah adanya dukungan serta perhatian guru dalam kegiatan menanamkan nilai- nilai religius, adanya dukungan dari sekolah dalam program kegiatan penanaman karakter religius, sarana yang memadai dan kekompakan guru. Adapaun faktor yang menjadi faktor penghambat guru dalam pelaksanaan penanaman nilai karakter religius di SMAN 9 Luwu antara lain: kurangnya kesadran dalam diri peserta didik tentang pentingnya kegiatan penanaman nilai karakter religius, kurang keteladanan orang tua, faktor lingkungan masyarakat. (3) Dampak dari strategi guru dalam membentuk karakter religius peserta didik adalah terbentuknya karakter religius yang terbagi menjadi dua poin penting yakni tumbuhnya iman dan ketaqwaan dan terciptanya akhlak terpuji peserta didik. Kata Kunci : Strategi, Guru Pendidikan Agama Islam, Karakter Religius

    9,369

    full texts

    9,951

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository IAIN Palopo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇