UMN Knowledge Center (Universitas Multimedia Nusantara)
Not a member yet
33948 research outputs found
Sort by
Analisis Pengaruh Work Stress, Workload, Work Life Balance terhadap Intention to Leave pada Karyawan Gen Z Sektor Industri Kreatif di Kota Tangerang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya fenomena intention to leave (niat untuk resign) di kalangan generasi Z yang bekerja di sektor industri kreatif. Gen Z dikenal memiliki karakteristik yang menghargai fleksibilitas, ekspresi diri, dan keseimbangan kehidupan kerja, sehingga sangat sensitif terhadap stres kerja, beban kerja, dan ketidakseimbangan work life balance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work stress, workload, dan work life balance terhadap intention to leave pada karyawan Gen Z di industri kreatif di Kota Tangerang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 200 responden yang dipilih menggunakan teknik judgemental sampling. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan software SPSS versi 31. Menunjukkan Work Stress memiliki pengaruh signifikan terhadap Intention to Leave, Workload berpengaruh tidak signifikan terhadap Intention to Leave, dan Work Life Balance berpengaruh signifikan terhadap Intention to Leave. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meningkatnya stres kerja dan beban kerja, serta menurunnya kualitas work life balance, secara signifikan dapat meningkatkan keinginan karyawan Gen Z di sektor industri kreatif untuk resign. Oleh karena itu, organisasi perlu merancang strategi manajemen kerja yang lebih fleksibel, manusiawi, dan mendukung keseimbangan hidup karyawan guna menekan tingkat Intention to Leave di kalangan Gen Z
Peran Kreatif dalam Produksi Jan Enak Tenan di Hanacaraka TV - MNC Channel
Transformasi Analog Switch Off (ASO) pada televisi menjadikan media massa terus berinovasi dan menyesuaikan diri untuk tetap bertahan di tengah berkembangnya media alternatif. Selain itu, konten budaya juga semakin tertinggal karena adanya dominasi yang besar dari tayangan modern untuk mengejar kepentingan rating dan iklan. Sedangkan, Indonesia sendiri memiliki kebudayaan tradisional yang sangat kaya. Fungsi media sendiri sebagai penyalur informasi publik memiliki peranan penting dalam pelestarian budaya Indonesia. Penulis memilih MNC Channel dengan saluran Hanacaraka TV sebagai tempat untuk melaksanakan magang dikarenakan saluran tersebut berhasil membuat segmentasi budaya Jawa di tengah gempuran konten modern. Program yang menjadi tempat eksplorasi penulis adalah Jan Enak Tenan, tayangan kuliner yang membahas makanan nusantara secara mendalam dengan membahas sejarah hingga identitas lokal di baliknya. Penulis berkesempatan magang sebagai kreatif, bertanggung jawab atas pembuatan konsep, naskah, hingga riset. Di tengah gempuran konten modern, membuat konten dengan konsep budaya Indonesia merupakan kendala yang cukup sulit. Penulis harus bisa membawa konten budaya tradisional Indonesia tetap menarik di mata penonton. Penulis harus bisa melakukan eksplorasi lebih luas dengan pendekatan kreatif. Melalui proses magang ini, penulis memahami pentingnya riset dalam mengeksplorasi konsep dan juga pentingnya komunikasi serta kerja sama antar tim sehingga dapat meraih hasil yang memuaskan
Implementasi Aktivitas Inventory Planning and Controlling Intern untuk Mendukung Verifikasi TKDN di PT Panata Jaya Mandiri
Efisiensi pengelolaan inventory dan keakuratan data menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran proses verifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di perusahaan manufaktur. PT Panata Jaya Mandiri secara strategis mengoptimalkan peran divisi Inventory Planning and Controlling (IPC) untuk memastikan pengelolaan data inventory yang akurat dan mendukung keabsahan dokumen TKDN. Melalui program magang MBKM selama empat setengah bulan, penulis terlibat dalam berbagai aktivitas seperti input dan rekapitulasi data inventory, verifikasi dokumen pendukung TKDN, pembuatan laporan waste material paper, pengumpulan dokumen invoice dan faktur pajak, serta penyusunan simulasi perhitungan nilai TKDN. IPC tidak hanya bertanggung jawab pada pencatatan stok, tetapi juga memastikan kelengkapan administrasi yang berkaitan langsung dengan proses verifikasi TKDN. Selama magang, penulis menghadapi tantangan seperti adaptasi terhadap lingkungan kerja, kesalahan dalam penginputan data, komunikasi yang kurang efektif, keterbatasan pengetahuan teknis, serta kurang menguasai format pelaporan. Untuk mengatasi kendala tersebut, penulis melakukan verifikasi data secara berkala, meningkatkan ketelitian dalam proses administrasi, mempercepat koordinasi dengan divisi terkait, serta mempelajari prosedur teknis dan format pelaporan secara mandiri. Hasil magang menunjukkan bahwa pengelolaan inventory yang akurat dan komunikasi yang efektif sangat berkontribusi dalam kelancaran proses verifikasi TKDN di perusahaan
Aktivitas Hubungan Masyarakat pada Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI
Laporan tersebut disusun berdasarkan pengalaman penulis saat magang di Sekretariat Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit (Ditjen P2), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebagai tim humas. Selama masa magang, penulis menjabat sebagai staf humas magang dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas komunikasi publik, termasuk pemantauan media, pembuatan konten, peliputan acara, dan koordinasi antar tim. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi mengenai program ataupun isu kesehatan kepada masyarakat dengan cara yang strategis dan berdasarkan data. Dalam praktiknya, penulis menggunakan teori-teori komunikasi teori komunikasi seperti Agenda Setting, Elaboration Likelihood Model, Strategic Communication, dan Collaborative Communication. Pengalaman magang ini memberikan pemahaman mengenai fungsi humas pemerintahan dan meningkatkan dalam mendukung implementasi program kesehatan nasional serta kemampuan komunikasi strategis, meskipun harus menghadapi tantangan akademis yang diatasi melalui pembelajaran mandiri dan dukungan
Aktivitas Revitalisasi Media Sosial PT Bolia Mitra Utama
Dunia manufaktur sendiri saat ini mulai menurun setiap tahunnya, pada bulan Agustus 2024, tercatat bahwa level kontraksi mencapai 48,9 yakni dibawah 50. Hal ini menunjukan penurunan produksi pada sektor manufaktur. PT Bolia Mitra Utama sendiri adalah salah satu industri manufaktur yang bergerak pada bidang penyedia barang-barang suvenir maupun merchandise yang dapat dikustomisasi oleh perusahaan untuk bisa menyesuaikan dengan keinginan mereka. Proses kerja magang ini sendiri dilakukan untuk bisa mencoba mengimplementasikan teori SOSTAC pada sosial media perusahaan dengan cara membuat konten-konten edukatif dan informatif bagi para pembaca guna memahami lebih lanjut terkait dengan dunia suvenir dan juga mencoba untuk masuk lebih dalam dari dunia digitalisasi sendiri seiring dengan perkembangan zaman yang saat ini hampir semua aktivitas menggunakan daring. Dalam laporan magang ini juga penulis belajar berbagai bidang seperti membuat desain postingan dan melihat data dan statistik kinerja media sosial perusahaan. Setelah menyelesaikan aktivitas magang, penulis dapat menyimpulkan bahwa dengan informasi yang edukatif serta desain visual yang menarik pastinya pembaca akan semakin tertarik untuk bisa mengetahui lebih lanjut terkait isi postingan yang sudah dibuat
Aktivitas Digital Marketing di PT Graha Sumber Prima Elektronik
Perkembangan teknologi digital yang pesat tidak dapat dihindarkan. Seiring berjalannya waktu, teknologi telah sangat membantu pekerjaan manusia agar lebih efisien. Banyak bisnis organisasi dan individu yang telah beralih dari pemasaran konvensional ke pemasaran digital. Seorang marketing communication dalam perusahaan teknologi berbasis pusat data bertugas untuk membantu kegiatan pemasaran digital yang dilakukan perusahaan. Tujuan penulis melakukan kerja magang pada divisi marketing communication PT Graha Sumber Prima Elektronik adalah untuk mengimplementasikan kemampuan dan pengetahuan mengenai digital marketing pada perusahaan tempat kerja magang serta dapat menemukan keterkaitan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja. Selama menjalani proses kegiatan magang, penulis melakukan beberapa kegiatan seperti pembuatan konten media sosial, menulis artikel blog produk perusahaan, dan menganalisis kata kunci (keyword) yang cocok dalam mesin pencarian. Kendala utama dalam proses kegiatan magang adalah terdapat kurangnya komunikasi dan koordinasi antar sesama rekan departemen marketing. Setelah melakukan aktivitas magang selama lima bulan, didapatkan kesimpulan yaitu penulis telah mempelajari peran dan aktivitas digital marketing dan mampu menerapkan kemampuan terkait digital marketing pada perusahaan tempat magang
Peran Fotografi pada Divisi Marketing Communication di PT XLSMART
Laporan ini menyajikan rangkuman pengalaman pelaksana magang selama menjalani program magang di XLSMART for BUSINESS, khususnya pada divisi komunikasi pemasaran dengan pendekatan konsep visual photography communication. Pemilihan perusahaan ini didasarkan pada reputasi XLSMART for BUSINESS sebagai salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia yang memiliki akreditasi baik serta kredibilitas tinggi dalam bidangnya. Pelaksana magang memandang bahwa bergabung di lingkungan kerja yang profesional merupakan kesempatan strategis untuk memperoleh pengalaman praktis, menerapkan mata kuliah yang sudah dipelajari, serta membangun jaringan dengan para profesional. Selama masa pelaksanaan, pelaksana menghadapi beberapa menghadapi kendala teknis berupa keterbatasan akses terhadap alat dokumentasi seperti kamera, kondisi pencahayaan yang minim di lokasi acara, serta tantangan dalam menangkap momen yang tepat sesuai kebutuhan perusahaan. Sebagai solusi, pelaksana menggunakan kamera pribadi (Sony A6400 dengan lensa 50mm), menyesuaikan angle dan pengaturan kamera, serta mengaktifkan mode burst untuk meningkatkan peluang mendapatkan hasil dokumentasi yang optimal
Dinamika Regulasi AI dalam Praktik Jurnalisme di Perusahaan Pers Indonesia: Studi Multi Kasus pada KG Media dan IDN Times
Penelitian ini mengkaji dinamika regulasi kecerdasan buatan (AI) di ruang redaksi media Indonesia melalui multi studi kasus pada dua perusahaan pers di Indonesia, yakni: KG Media dan IDN Times. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya penerapan AI dalam praktik jurnalistik yang belum diimbangi dengan kerangka regulasi secara nasional yang komprehensif. Dalam situasi kekosongan regulatif tersebut, kedua media secara proaktif mengambil inisiatif untuk menyusun kebijakan internal sebagai pedoman etik dan SOP dalam penggunaan AI di ruang redaksi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana regulasi AI dibentuk, diadaptasi, dan dijalankan secara internal, serta bagaimana tekanan institusional memengaruhi arah dan isi kebijakan tersebut. Dengan pendekatan kualitatif dan teori isomorfisme institusional, penelitian ini menemukan bahwa masing-masing perushaaan pers mengembangkan regulasi dengan pola yang berbeda. KG Media mengadopsi pendekatan top- down yang bersifat normatif, sedangkan IDN Times menempuh pendekatan bottom-up yang partisipatoris dan praktikal. Tekanan institusional yang paling dominan muncul dalam bentuk tekanan normatif dan mimetik, seperti dorongan menjaga etika & profesionalisme jurnalistik, serta penyesuaian terhadap praktik global. Selain itu, ditemukan juga bahwa regulasi AI tidak hanya berfungsi sebagai perangkat teknis, tetapi juga sebagai instrumen politik yang membentuk relasi kekuasaan dalam organisasi. Dalam konteks industri media yang terdampak oleh disrupsi digital, seperti munculnya fitur ringkasan otomatis Google Gemini AI. Regulasi internal menjadi tidak memadai ketika tidak disertai dengan kolaborasi industri dan kebijakan publik. Oleh karena itu, politik regulasi menjadi kerangka penting untuk memastikan keberlanjutan ekonomi dan fungsi etis media di AI
Hubungan Penggunaan News Podcast Bocor Alus Politik dengan Partisipasi Politik Generasi Z
Perkembangan media digital telah menghadirkan news podcast sebagai salah satu alternatif dalam penyampaian informasi politik kepada masyarakat, khususnya Generasi Z yang dikenal aktif mengonsumsi konten berbasis internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan news podcast Bocor Alus Politik dengan partisipasi politik Generasi Z yang mengikuti akun Instagram news podcast tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survey terhadap 400 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah penggunaan news podcast yang diukur melalui tujuh dimensi: aktivitas informasi dan komunikasi, selektivitas, keterlibatan, kegunaan, interpretasi, difusi, dan partisipasi. Sementara itu, variabel dependen adalah partisipasi politik yang dianalisis berdasarkan tiga kategori: aktivis, partisipan, dan penonton. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penggunaan news podcast dengan partisipasi politik Generasi Z, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,745 dan R Square sebesar 0,555. Hal ini menunjukkan bahwa 55,5% variasi partisipasi politik dipengaruhi oleh intensitas penggunaan news podcast, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Dimensi interpretasi dan kegunaan mencatatkan skor mean tertinggi, menandakan bahwa podcast memberikan pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis dan penambahan pengetahuan politik responden. Namun, partisipasi politik yang dominan masih berada pada tingkat konsumsi pasif (penonton) dibandingkan bentuk aktivisme yang lebih aktif
Pengaruh Faktor Psikologis, Sosial, dan Situasional terhadap Efisiensi Kerja dan Preferensi Bekerja dari Rumah di Kabupaten Tangerang
Penelitian ini menganalisis pengaruh faktor psikologis (self-discipline, innovativeness), sosial (social interaction), dan situasional (digital capability, autonomy, perceived organizational support) terhadap work efficiency dan preference for working from home (WFH) di Kabupaten Tangerang. Data dikumpulkan dari 365 responden dan dianalisis menggunakan metode PLS- SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived organizational support, digital capability, dan autonomy berpengaruh signifikan terhadap work efficiency. Selain itu, perceived organizational support dan social interaction berpengaruh signifikan terhadap preference for working from home. Sementara itu, self-discipline dan innovativeness hanya berpengaruh terhadap preferensi, namun tidak signifikan terhadap efisiensi kerja. Temuan ini menekankan bahwa dalam konteks kerja jarak jauh, efisiensi lebih dipengaruhi oleh dukungan eksternal dibandingkan faktor personal. Implikasi manajerial mencakup pentingnya organisasi menyediakan dukungan teknologi, kebijakan kerja fleksibel, serta pelatihan dan komunikasi yang efektif agar sistem WFH berjalan optimal