Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
    9681 research outputs found

    Deskripsi Karakteristik Individu Transmigran di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan

    Get PDF
    Pemindahan penduduk bukan hanya didasari oleh ketimpangan secara geografis, namun yang lebih penting adalah untuk menghasilkan sumber daya modal dan manusia secara lebih optimal. Karakteristik dari transmigran perlu mendapat perhatian, sebab hal tersebut akan memengaruhi kualitas dan kinerja transmigran di lokasi transmigrasi.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik individu transmigran. Penelitian dilakukan mulai Mei 2016 sampai Januari 2017. Jumlah populasi adalah 3.537 rumah tangga transmigran. Besarnya sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin. Jumlah sampel sebanyak 359 responden. Penarikan sampel secara acak berstrata (stratified random sampling). Data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur, wawancara mendalam, dan pengamatan di lapangan. Hasil penelitian menemukan bahwa mayoritas transmigran berumur produktif (41-65 tahun), pendidikan formal rendah, mayoritas pengalaman berusaha tani>10 tahun, sebagian besar pengalaman mengikuti transmigrasi selama 11-15 tahun, serta motivasi ikut program transmigrasi untuk mendapatkan lahan pertanian

    Hubungan Antara Motivasi Kerja dan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) Guru Di Kecamatan Labuhan Maringgal Kabupaten Lampung Timur

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan yang positif antara rnotivasi kerja guru dan kepemimpinan kepala sekolah dengan Organiziational Citizenship Behavior (OCB) guru di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Labuhan. JeniS penelitian ini kuantitatif dengan metode expost facto. Sampel menggunakan rumus Slovin sebanyak 92 dari 124 guru di SD Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Data diiperoleh melalui angket, teknik analisis yang digunakan yaitu analisis korelasl dan regresi. Hasil peneliti,an adalah : (1) Hubungan Motivasi Kerja dengan Organiziational Citizenship Behavior (OCB), diperoteh koefisien korelasi (r) = 0,623 dan koefisien determinasi (r2) = 0,601. Hal ini berarti ada.hμbungan yang kuat antara motivasi kerja dengan Organiziational Citizenship Behavior (OCB). sebesar 60,1%. (2) Hubungan Kepemimpinan Kepala Sekolah derlgan Or'ganizaiiohal Citizenship Behavior/OCB, diperoleh koefisien korelasi (r) = 0,648 dan koefisien determinasi (r2) = 0,602. Hal ini berarti ada hubungan yang kuat antara kepemimpinan kepala sekolah dengan Organizational Citizenship Behavior/DCB sebesar 60,2%. 3) Hubungan Motivasi Kerja dan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Organizational Citizenship Behavior/DCB, diperoleh korelasi ganda (r) = 0,652 dan koefisien determinasi (r2) = 0,603. Hal ini berarti.ada hubungan yang kuat antara rnotivasi kerja dan kepemirnpinan kepala sekolah secara simultan dengan Organiziational Citizenship Behavior (OCB) sebesar 60,3%. Kesimpulan penelitian: Terdapat hubungan yang positif antara Motivasi kerja dan Kepemimpinan Kepala Sekolah secara bersarna-sarna dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) mengandung arti bahwa semakin tinggi tingkat motivasi kerja guru dan persepsi guru mengenai Kepemimpinan Kepala. Sekolah, maka semakin baik pula Organizational Citizenship Behaviornya. Saran yang disampaikan dari hasil penelitian ini adalah (l) Guru hendaknya dapat meningkatkan serta menciptakan kinerja guru yang baik. (2) Kepala sekolah hendaknya melakukan peningkatan kualitas kepemimpinan kepala sekolah yang dapat memberikan pengaruh terhadap hawahanya serta diciptakannya suasana kerja yang kondusif

    Efektivitas Organisasi Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Dalam Pelaksanaan Program Optimalisasi Penerimaan Daerah di Kabupaten Bulungan

    Get PDF
    Penelitian yang berjudul "efektivitas organisasi BP2RD dalain pelaksanaan program optimalisasi penerimaan daerah di Kabupaten Bulungan" didilatar belakangi adanya permasa1ahan terkait Organisasi BP2RD dalam menjalankan fungsi dan peranannya dalam pelaksanaan program optimalisasi penerimaan daerah belum mencapai hasil yang optimal. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis bagaimana efektivitas organisasi BP2RD dalam pelaksanaan program optimalisasi penerimaan daerah di Kabupaten Bulungan. Landasan teori yang digunakan adalah efektivitas organisasi menurut Duncan ( dalam Steers, 1985:53) dalam bukunya Efektivitas Organisasi mengatakan mengeoai ukuran efektivitas, meliputi : pencapaiao tujuan, integrasi dan adaptasi. Metode penelitiao yang digunakan adalah metode deskriptif dengao pendekatan kualitatif. Informan yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 14 orang deogan instrument pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas organisasi belum mencapai basil yang optimal disebabkan kemampuan organisasi dalam penyesuaian diri dengan tuntutan lingkungan, terutama berkaitan dengan kemampuan petugas dilapangan dalam bal pendataan dan penagihan pajak daerah, serta keterbatasan sarana prasarana pendukung dilapangan untuk mengawasi, mendata dan melakukan pemungutan pajak daerah. Hal ini memberi makna bahwa efektivitas organisasi BP2RD dalam pelaksanaan program optimalisasi penerimaan daerah di Kabupaten Bulungao belum mencapai tujuan akhir. Pemerintah harus meningkatkan pelatihan dan bimbingan kepada petugas pajak serta peningkatan sosialisasi mendalan kepada iostansi terkait dan masyarakat sebagai wajib pajak agar lebih lebih mampu meningkatkan peran dan tanggung jawab dalarn pembayaran pajak daerah

    Pengaruh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru pada Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Belinyu Kabupaten Bangka

    Get PDF
    Mutu pendidikan di suatu sekolah sangat ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki seorang guru dalam menjalankan tugasnya. Tinggi rendahnya kinerja guru di antaranya disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya faktor yang mempengaruhi kinerja guru adalah faktor motivasi, sedangkan faktor lainnya adalah kedisiplinan guru. Untuk mengetahui pengaruh faktor motivasi dan kesiplinan guru terhadap kinerja guru inilah dilakukan penelitian ini pada Sekolah Menengah Atas Negeri I Belinyu. Dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian survey, yakni penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok, dengan maksud penjelasan (explanatory). Jumlah sampel dalam penelitian ini sama dengan jumlah populasi ini adalah sebanyak 30 orang guru, maka penelitian ini mengunakan pendekatan populasi. Dari metode tersebut maka akan menghasilkan bahwa Sekolah Menegah Atas Negeri I Belinyu menunjukkan peningkat motivasi guru dan kedisiplinan kerja guru juga meningkat

    Upaya Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Kepulauan Riau dalam Menjaga Kedaulatan NKRI (Studi Kasus Pada Penyelundupan Barang)

    Get PDF
    Sebagai salah satu wilayah yang berada di perbatasan antar negara, Kepulauan riau memiliki berbagai tantangan. Tantangan yang paling menonjol yaitu adanya kesenjangan ekonomi antara pemerintah indonesia dengan pemerintah Tetangga. Kesenjangan ekonomi ini menyebabkan berbagai kemungkinan diantaranya kegiatan-kegiatan perdagangan ilegal. Penjualan barang-barang Kebutuhan seperti perabot rumah tangga, pakaian, makanan sering terjadi akibat adanya kesenjangan tersebut. Untuk meminimalisir praktek-praktek ilega1 tersebut badan pengelola perbatasan (BPP) kepulauan riau telah melakukan berbagai upaya diantaranya adalah meningkatkan keamanan. Setiap barang yang masuk ke wilayah kepulauan riau diperiksa keabsahannya baik dari sisi bahan barangnya hingga pada kelengkapan dokumen-dokumen pendukungnya. Disamping melakukan veriftkasi pada masuknya barang-barang impor. Badan pengelola Perbatasan juga telah melakukan sinergi dengan stakeholder lainya khususnya dalam bidang infrastruktur. Penyamaan visi dan misi serta mengintensifkan koordinasi dengan instansi lain serta melaksanakan on board (patroli bersama

    Pengaruh Komitmen Organisasi dan Ketidakjelasan Peran Terhadap Kinerja Dimediasi Motivasi Kerja pada Pegawai Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan kawasan Pemukiman Kabupaten Tana Tidung.

    Get PDF
    Organisasi sektor publik pada pemerintahan daerah, dituntut untuk memiliki kinerja yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat, agar selalu tanggap terhadap keadaan tuntutan lingkungannya. Banyak aspek yang bias menjadi patokan untuk menilai kinerja pemerintah, salah satunya adalah komitmen organisasi, ketidakjelasan peran dan motivasi kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahu dan menganalisi peran motivasi kerja dalam memediasi pengaruh komitmen organisasi dan ketidakjelasan peran terhadap kinerja pegawai. Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa komitmen organisasi dan ketidakjelasan peran baik secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja pegawai, hal ini mengindikasikan semakin tinggi komitmen pegawai pada organisasi akan berdampak positif motivasi kerjanya yang tinggi. Semakin rendah ketidakjelasan peran akan berdampak rasa untuk memotivasi dirinya sendiri untuk lebih giat bekerja yang tinggi. Komitmen organisasi berpengaruh secara langsung terhadap kinerja pegawai, artinya semakin kuat komitmen organisasi akan mampu meningkatkan kinerja pegawai. Ketidakjelasan peran berpengaruh secara langsung temadap kinerja pegawai, dengan bukti perolehan nilai signifikansi variabel lebih kecil dari 0,05. Berarti dapat diindikasikan bahwa semakin kecil ketidakjelasan peran pegawai tentang pekerjaannya maka semakin besar kinerjanya, demikianjuga sebaliknya. Motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai, hal ini mengindikasikan bahwa semakin besar motivasi yang diterima pegawai akan meningkatkan kinerjanya. Terbukti motivasi kerja sepenuhnya mampu memediasi pengaruh komitmen organisasi dan ketidakjelasan peran terhadap kinerja pegawai, hasil penelitian menunjukkan pengaruh langsung antara komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai lebih besar dari pada pengaruh tidak langsung antara komitmen organisasi melalui motivasi kerja sehingga pengaruh langsung lebih dominan dibanding pengaruh tidak langsung. Demikian juga dengan pengaruh ketidakjelasan peran terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja sebagai intervening lebih kecil dari pada pengaruh tidak langsung antara ketidakjelasan peran melalui motivasi kerja sehingga pengaruh langsung lebih dominan dibanding pengaruh tidak langsung

    Aspirasi Pendidikan Siswa Kelas VI Dalam Rangka Keinginan Mereka Untuk Melanjutkan Studi Ke Jenjang Lebih Tinggi (Kajian Deskriptif Teoritik Terhadap Siswa Sekolah Dasar Di Wilayah Kecamatan Kaduhejo Kabupaten Pandeglang)

    Get PDF
    Penelitian ini berupaya untuk menjelaskan dan mencoba mendeskripsi dan mempelajari motivasi melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi pada dua Sekolah Dasar di Desa Bayumundu. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah metode wawancara dimana peneliti melakukan metode deskripsi hasil wawancara Responden dalam penelitian ini berjumlah 42 siswa kelas 6 (enarn) dari dua SD Negeri Bayumundu I dan 2 pada tahun pelajaran 2016/2017. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif dengan cara menggamherkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek dan subjek yang diteliti secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk (I) mendeskripsikan aspirasi pendidikan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi siswa kolas VI Sekolah Dasar di Kocamatan Kaduhejo Kabupaten Pandeglang; (2) menganlalisis faktor-faktor yang mempengaruhi aspirasi pendidikan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Penelitian ini mengbasilkan dua kesimpulan (I) Aspirasi pendidikan siswa kelas 6 ( enam) Sekolah Dasar di Desa Bayumundu Kecamatan Kaduhejo Kabupaten Pandeg)ang untuk melanjutkan studi ke jenjang SMP/MTs tergolong rendah disebabkan oleh kecenderungan siswa untuk mengandalkan dan dipengaruhi oleh keluarga dan teman; (2) terdapat dua faktor yang mempengaruhi siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang SMP/MTs yaitu pertama; latar belakang sosial ekonomi keluarga, sebagai petani yang tinggal di daerah pedesaan kurang mernpunyai kapasitas finansial dan wawasan untuk mendorong aspirasi pendidikan anak. Kedua; tradisi dan budaya setempat mempengaruhi pola pildr dan preferensl orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke pondok pesantren dari pada ke sekolah formal (SMP/MTs). Berdaserkan temuan penelitian ini aspirasi dalarn melanjutkan studi ke SMP/MTs dapat ditingkatkan melalui (I) informasi lengkap tentang SMP/MTs yang ada; (2) perhatian dan wawasan orang tua terhadap masa depan anaknya yang disesuaikan dengan keadaan social masing-masing keluarga; (3) guru dapat memberikan motivasi dan dorongan terhadap siswa

    Pengaruh Metode Pembelajaran Jigsaw Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa Kelas V pada Mata Pelajaran Matematika di SD Negeri Gunung Pasir Jaya Kabupaten Lampung Timur

    Get PDF
    Penelitian ini bertujnan untuk mengetahui: (1) apakah peserta didik yang memperoleh metode pembelajaran jigsaw memiliki kemampuan berpikir kritis matematis lebih bail: daripada peserta didik yang memperoleh metode pembelajaran ekspositori (2) apakah teradapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didikik antara motivasi tinggi, kelompok motivasi sedang dan kelompok motivasi rendah pada peserta didik yang memperoleh metode pembelajaran jingsaw dengan peserta didik yang memperoleh metode pembelejaran ekspositori (3) apakah terdapatinteraksi antar factor terkait dengan kemampuan berfikir kritis matematis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalah penalitian ini adalah siswa SDN Gunung Pasir Jaya Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 siswa kelas VA dan kelas VB SD Negeri Gunung Pasir Jaya. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa : (I) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik antara kelas yang menggunakan metode. pembelajaran ,kooperatif tipe jingsaw dengan kelas yang menggunakan metode pembelajaritn ekspositori. (2) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis . meiiggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, pada peserta didik yang memiliki motivasi tinggi, sedang, dan rendah. (3) Tidak terdapat interaksi antara penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, dengan motivasi terhadap kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik

    Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kabupaten Tana Tidung

    Get PDF
    Pelayanan publik salah satu tugas utama aparatur sipil yang selalu mnenjadi sorotan masyarakat. Tingkat keberhasilan penyelenggaraannya terlihat dari respon masyarakat yang merasakan langsung hasilnya. Pelayanan Terpadu Satu Pintu sebagaimana yang diimplementasikan di Kabupaten Tana Tidung menjadi prioritas layanan kepada masyarakat yang sampai saat ini belum optimal, seperti: proses penerbitan perijinan lambat. jumlah pegawai belum memadai dan kurangnya daya dukung diktat. Hal ini dapat diketahui apakah pelaksanaannya telah efektif dan sesuai yang diharapkan. Adapun tujuan penelitian ini yaitu: I) mendeskripsikan upaya-upaya yang telah dilakukan Pernda Kabupaten Tana Tidung dalam mengimplentasikan kebijakan system pelayanan perijinan terpadu satu pintu; 2) menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses pelayanan perijinan terpadu satu pintu di Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatane kualitatif. Adapun hasil penelitian ini adalah: I) upaya-upaya yang telah dilakukan Pemda Kabupaten Tana Tidung sehingga berhasil mengi1nplentasikan kebijakan PTSP antara lain: pendelegasian kewenangan kepada Kepala PTSP untuk atas nama Bupati untuk menetapkan dan menandatangani surat-surat di bidang perijinan, penyederhanaan layanan informasi, penyederhanaan persyaratan, mengurangi berkas permohonan, memperjelas prosedur pelayanan, percepatan waktu proses penyelesaian, ada kepastian/transfaransi biaya, dan pembebasan biaya beberapa jenis perijinan, akte dan kartu pencari kerja sesuai pcraturan. 2) faktor-faktor yang mcmpengaruhi kcberhasilan proses implementasi kebijakan sistem pelayanan perijinan terpadu satu pintu di Kabupaten Tana Tidung antara lain: komunikasi, sumber daya yang dimiliki, sikap birokrasi atau pelaksana, struktur organisasi termasuk tata aliran kerja birokrasi, tingkat kepatuhan birokrasi terhadap birokrasi di atasnya, adanya kelancaran rutinitas dan tidak adanya masalah, pelaksanaan dan dampak (manfaat) yang dikehendaki dari semua program yang ada terarah

    9,422

    full texts

    9,681

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Terbuka Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇