Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Implementasi Kebijakan E-Procurement Dalam Proses Pengadaan Barang/Jasa Di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah
Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menganalisis implementasi kebijakan e-Procurement dalam proses pengadaan barang/jasa di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dan (2) untuk menganalisis faktor-faktor yang mendukung dan
menghambat implementasi kebijakan e-Procurement dalam proses pengadaan barang/jasa di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Teknik pengambilan informan menggunakan non probability sampling. Sedangkan teknik analisis data
menggunakan teknis analisis kualitatif dengan kondensasi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi
kebijakan e-procurement pengadaan barang/jasa di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan teori implementasi Edward III sudah dijalankan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Provinsi Kalimantan Tengah namun masih terkendala dengan: (1) kurangnya informasi penerapan aturan yang baru dalam pengadaan barang/jasa yang diterima oleh SOPD, dan penyedia!rekanan, (2)personalia Pokja tidak permanen, (3) kurangnya fasilitas pendukung untuk Pokja,
(4) minimnya reward untuk Pokja, (5) terbatasnya dana dalam mendukung kebutuhan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, (6) tidak berfungsinya kartu kendali dalam penerapan pembagian paket pekerjaan, (7) tidak adanya perlindungan hukum yang pasti terhadap keberadaan pokja, (8) adanya intervensi dan ancaman (kriminalisasi) atas keputusan yang diambil oleh Pokja pengadaan barang dan jasa yang merupakan faktor penghambat. Meskipun sudah didukung oleh faktor: ( 1) regulasi pengadaan barang~jasa sangat jelas beserta juklak dan juknisnya, (2) aplikasi SPSE dan SlAP BAJASA sangat mudah dioperasikan. (3)sumber daya man usia pengadaan barang/jasa yang profesionaL dan (4) adanya dukungan dari pimpinan (Kepala ULP/Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa,
Assisten II, dan pejabat pengambil keputusan lainnya)
Teacher Perception In Money Waqf (Case Study Of Pesantrents In Capital City Of Indonesia, Jakarta)
The main regulations concerning waqf are Law No. 41 of 2004 is 15 years old, but there are still many people who do not knew to waqf, especially cash waqf or waqf of money. If the previous research the sample is students, but this research sample pesantren teachers in Jakarta regarding
their perception of the waqf of money. A sample of 138 teachers from 5 Islamic boarding schools spread in the Indonesian Capital City Center. Collecting of data through a questionnaire method using a Likert scale and
analyzed with the Multiple Correspondence Analysis/MCA technique (Husson, Lê & Pagès, 2017). The results of this research: 1) The aspects of the teachers knowledge about waqf were relatively the same, but money
waqf was different; 2) Responses to money waqf regulations were very diverse, especially regarding the existence of Law no. 41 of 2009 concerning waqf, agree to the waqf of money, and agree to the socialization
of waqf in money in theaters; 3) The response of interest to money waqf is very diverse, especially the interest to do it, but quite a number of teachers disagree; 4) Islamic boarding school is a source of teacher formation about
the waqf of money; 5) The homogeneous was only the principle of the management must be in accordance with the needs of the community, whereas for waqf management quite a number of teachers still doubt it
Pidato rektor Pidato rektor wisuda UT periode II TA 2018/19 wilayah 2, Transformasi bisnis berkelanjutan di era digital: tata kelola sektor publik dan privat
Efektivitas Pelayanan Perijinan Dokumen (AMDAL Dan UKL-UPL) Di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah
Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui Dan Menganalisis Efektivitas Pelayanan Perijinan Dokumen (Amdal Dan Ukl_Upl) Di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian Ini Merupakan Penelitian Kualitatif Dengan Teknik Purposive. Metode Pengambilan Data Yaitu Dengan Metode Wawancara Untuk Mendapat Infonnasi Dari Berbagai Informan Terpilih Dari Dinas Lingkungan Hidup Dan Pelaku Usaha Yang Mengurus Izin Lingkungan. Menggunakan Sumber Data Sekunder Dan Data Primer Melalui Wawancara Ke Beberapa Informan Terpilih Yang Memiliki Kaitan Dalam Proses
Perijinan Lingkungan. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Proses Pelayanan Dokumen (AMDAL dan UKL-UPL) Sampai Keluarnya Izin Lingkungan Cukup Efektif, Faktor Yang
Mengbambat Bukan Dari Internal Dinas Lingkungan Hidup (Sdm, Struktur Organisasi),Melainkan Dari Pihak Pelaku Usaha Yang Mengurus Terkait Kelengkapan Dalam Memenuhi Dokumen Dan Data-Data Kelengkapan Administrasi, Serta Dana. Faktor Penunjang Yang Diperlukan Untuk Meningkatkan Efektivitas Pelayanan Perijinan Di Dinas Lingkungan Hidup Antara Lain Dana/Anggaran Untuk Pelatihan Sdm, Sarana Dan Prasarana Seperti Aula Pertemuan, Meja-Kursi, Komputer, Alat Tulis Kantor (A Tk), Sound Sistem, Ruang Penyimpanan Dokumen. Hal-Hal Yang Perlu Dilakukan Adalab Terpenubinya Laboratorium Yang Terakreditasi,Penyelesaian Sekaligus Pengajuan Draf Peraturan Bupati Untuk Penentuan Substansi Jenis
Kegiatanlusaba Dalam Pengurusan Dokumen Amdal Dan Ukl-Upl Serta Peningkatan Koordinasi Antar Instansi, Ke Provinsi Bahkan Pusat
Perbedaan Peningkatan Hasil Belajar IPA dan Keterampilan Proses Sains Melalui Model Pembelajaran Discovery dan Inkuiri Terbimbing Pada Siswa Kelas V SDN Padangsidimpuan Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar IPA dan Keterampilan proses sains siswa yang diajar dengan model pembelajaran Discovery dan lnkuiri Terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian yaituseluruh siswa kelas V yang sekolah di SDN Padangsidimpuan Utara. Teknik penentuan sampel menggunakan Sampling Purposive sehingga ditentukan sampel penelitian hanya dua kelas yaitu kelas V di SDN 200215 Padangsidimpuan dan Va di SDN 200206 Padangsidimpuan. Instrumen yang digunakan yaitu tes basil belajar IPA dan lembar observasi keterampilan proses sains. Analisis data yang digunakan adalah uji-t dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (l)terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas V yang diajar dengan model pembelajaran Discovery dan Inkuiri Terbimbing; (2) terdapat perbedaan peningkatan Keterampilan proses sains siswa kelas V yang diajar dengan model pembelajaran Discovery dan lnkuiri Terbimbing; (3) hasil belajar IPA siswa yang diajar dengan model pembelajaran Discovery mempunyai peningkatan skor lebih tinggi dari pada lnkuiri Terbimbing; dan (4)Keterampilan proses sains siswa yang diajar dengan model pembelajaran Discovery lebih baik daripada Inkuiri termbimbing
Pengaruh Minat Belajar, Kepercayaan Diri, dan Aktivitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SDN Nomor 070975 Kota Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2017/2018
Tujuan penelitian: 1) Menganalisis pengaruh minat belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas V SDN Nomor 070975 kota Gunungsitoli tahun pelajaran 2017/2018. 2) Menganalisis pengaruh kepercayaan diri dengan basil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas V SDN Nomor 070975 kota Gunungsitoli tahun pelajaran 2017/2018. 3) Menganalisis pengaruh aktivitas belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas V SDN Nomor 070975 kota Gunungsitoli tahun pelajaran 2017/2018. 4) Menganalisis pengaruh minat belajar, kepercayaan diri, dan aktivitas belajar secara simultan terhadap basil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas V SDN Nomor 070975 kota Gunungsitoli tahun pelajaran 2017/2018. Lokasi penelitian adalah SD Negeri Nomor 070975 Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara Subjek penelitian adalah siswa kelas V dengan jumlah 39 orang siswa. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan tingkat eksplanasi asosiatif. Data minat belajar dan kepercayaan diri dikumpulkan dengan menggunakan angket, masing-masing sebanyak 20 butir dengan 4 skala likert. Data aktivitas belajar dikumpulkan melalui observasi sedangkan data hasil belajar diperoleh dari Daftar Kumpulan Nilai (DKN. Sebelum digunakan sebagai instrumen penelitian, angket terlebih dahulu diujicobakan. Hasil penelitian: 1) Ada pengaruh minat belajar dengan basil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas V SDN Nomor 070975 kota Gunungsitoli tahun pelajaran 2017/2018. Minat belajar memberikan pengaruh sebesar 70,48% terhadap hasil belajar siswa. 2) Ada pengaruh kepercayaan diri dengan basil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas V SDN Nomor 070975 kota Gunungsitoli tahun pelajaran 2017/2018. Kepercayaan diri memberikan pengaruh sebesar 54,S0% terhadap basil belajar siswa. 3) Ada pengaruh aktivitas belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas V SDN Nomor 070975 kota Gunungsitoli tahun pelajaran 2017/2018. Aktivitas belajar memberikan pengaruh sebesar 64,91% terhadap hasil belajar siswa. 4) Ada pengaruh minat belajar, kepercayaan diri, dan aktivitas belajar secara simultan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas V SDN Nomor 070975 kota Gunungsitoli tahun pelajaran 2017/2018. Ketiga variabel bebas dimaksud memberikan pengaruh sebesar 74,50% terhadap hasil belajar siswa
Pengaruh Beban Kerja, Perubahan Organisasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dan menganalisis pengaruh beban kerja, perubahan organisasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah. Masalah dalain penelitian yang dituangkan dalam pertanyaan adalah ''apakah ada pengaruh beban kerja, perubahan organisasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah? Hipotesis yang diajukan dalam penelitian yaitu beban kerja berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja pegawai, perubahan organisasi berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan lingkungan kerja berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, beban kerja, perubahan organisasi dan lingkungan kerja secara bersama-sa1na berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Uji hipotesis menggunakan uji F (Uji secara bersama-sama) dan uji t (secara parsial). Tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95%, Maka nilai taraf signifikansi (a) = 0,05. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan mengambil sensus dengan mengambil 61 responden sebagai sampel. Kemudian, data ditabulasi dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan alat bantu komputasi SPSS versi 23.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan variabel beban kerja berpengaruh negative dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah dimana trutunan beban kerja sebesar -2,042 dan Ftabel sebesar 2,002. Variabel perubahan organisasi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah dimana Thitung perubahan organisasi sebesar 0,486 dan Ttabel sebesar 2,002. Variabel lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah dimana Thitung sebesar 3,667 dan Ttabel sebesar 2,002. Nilai koefesien detceminasi Nilai R.square atau R2 sebesar 0,202 atau 20,20 artinya variasi variabel beban kerja, perubahan organisasi dan lingkungan kerja dapat menerangkan atau menjelaskan kinerja pegawai pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah sebesar 20,2%. Sedangkan sisanya 79,8% dapat dijelaskan oleh variabel residualnya atau variabel lain seperti motivasi, disiplin, kompensasi dan lain lain yang tidak diteliti (epsilon) dalarn penelitian ini
Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Komitmen Organisasi Melalui Independensi Terhadap Kinerja Pegawai Inspektorat Kota Sibolga
Penelitian ini dilakukan untuk rnengetahui dan menganalisis pengaruh langsung antara kompetensi sumber daya manusia terhadap kinerja, komitmen organisasi terhadap kinerja, sumber daya manusia dan komitmen organisasi terhadap kinerja, kompetensi surnber daya manusia terhadap independensi, komitmen organisasi terhadap independensi, kompetensi sumber daya manusia dan komitmen organisasi terhadap independensi, dan independensi terhadap kinerja pegawai kantor lnspektorat Kota Sibolga. Populasi dalam penelitian adalah pegawai kantor lnspektorat Kota Sibolga denganjumlah sample sebanyak 60 (enam puluh) orang. Rancangan penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kuantitatif (metode survei). Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner yang tclah diuji validitas dan reabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) melalui persamaan struktur I, persamaan struktur II, dan persamaan struktur III. Data yang digunakan dalam mendukung penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diolah dari hasil penyebaran angket kuisione, sedangkan data sekunder diperoleh dari teori-teori yang berhubungan dcngan penelitian. Adapun variabel independen dari penelitian ini adalah kompetensi sumber daya manusia dan komitmen organisasi. Variabel dependennya adalah kinerja sedangkan variabel intervening atau varriabel perantara adalah independensi. Dari hasil analisis data yang telah dilakukan, dimana pengolahaanya menggunakan SPSS, terbukti kompetensi sumber daya manusia, komitmen organisasi dan independensi berpengaruh secara langsung terhadap kinerja pegawai kantor Inspektorat Kota Sibolga baik secara langsung maupun tidak langsung
Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (Studi Kasus Website BPS Provinsi Sulawesi Selatan)
Website BPS Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu pcmanfaatan teknologi informasi yang berfungsi sebagai salah satu layanan online bagi para pengguna data. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan website, upaya optimalisasi dan faktor-faktor penghambat optimalisasi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penclitian kualitatif kualitatif dengan level analisis eksplanasi. Untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Yang menjadi infonnan kunci penelitian ini yaitu Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Bidang IPDS beserta jajarannya yang bertanggungjawab dalam pengelolaan website dan para pengguna data yang pernah mengakses website BPS Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemanfaatan Website BPS Provinsi Sulawesi Selatan sejalan dengan salah satu teori pemanraatan teknologi informasi yaitu Technology Acceptance Model (FAM) yang merupakan pengembangan dari Theory of Reasoned Action (TRA). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan ini menjadi faktor pendorong dalam memanfaatkan website BPS Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini disebabkan karena pengguna percaya bahwa website BPS Provinsi Sulawesi Selatan cukup berguna dan cukup mudah digunakan. Upaya optimalisasi dilakukan schingga pelayanan dilakukan secara tranparan, akuntabilitas, kondisional, partisipatif, kesamaan hak serta keseimbangan hak dan kewajiban. Dengan adanya upaya optimalisasi ini maka dapat menjawab tuntutan data BPS untuk lebih eepat (faster), lebih murah (cheaper), lebih mudah diperoleh (easier), dan lebih berkualitas (better) sesuai dengan standar pelayanan. Sehingga dengan adanya pemanfaatan website BPS Provinsi Sulawesi Selatan ini sangat berpengaruh pada upaya peningkatan kualitas pelayanan publik. Kendala utarna dalam pelaksanaan e-government diantaranya masalah pengembangan infrastruktur, kepemimpinan dan budaya masyarakat. Dalam pemanfaatan website BPS Provinsi Sulawesi Selatan hat tersebut lidak terbukti menjadi kendala, karena dalam masalah infi-astruktur sudah baik, dalam masalah kepemimpinan cukup mendukung dengan memberikan kebijakankebijakan yang mendorong pengembangan websile BPS Provinsi Sulawesi Selatan. Begitu pula dalam budaya masyarakat untuk berbagi cukup baik. Penghambal lebih kepada kendala non teknis seperti sumber data yang lambat, banyak:nya tupoksi lain serta masih terbatasnya SOM yang menangani. Sedangkan dari pengguna sendiri tidak mengalami kcndala yang cukup berarti kecuali dalam masalah registrasi beberapa ada yang gagal registrasi