Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Kualitas Pelayanan Publik Dalam Pembuatan E-KTP Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lebong
Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih ditemukannya beberapa masalah dalam proses pembuatan E-KTP seperti waktu pengurusan yang lama, rendahnya sikap kedisiplinan pegawai, serta sarana-dan prasarana kurang memadai.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Narasumber penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling.
Teknik analisis data yang digunakan dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu reduksi data (Data Reduction), penyajian data (Data Display), dan penarikan kesimpulan (Conslusion Drawing), sedangkan pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi sumber.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kepemilikan E-KTP bagi mereka. hendaknya pihak Dinnas Kependudukan dan Catatan Sipil sering melakukan sosialisasi dan publikasi tentang manfaat E~KTP, termasuk syarat, prosedur, dan biaya pelayanannya. Sebab, salah satu penyebab masih banyaknya masyarakat yang belum melakukan perekaman E-KTP adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran dari masyarakat tentang arti penting dan manfaat E-KTP.
Penelitian ini menunjukkan kualitas pelayanan publik di Dinas Kepndudukan dan Pencatatan Sipil di Kabupaten Lebong dinilai dari dimensi bukti fisik (tangible), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy), Kemampuan dan pengetahuan pegawai dalam menjawab pertanyaan masyarakat sudah cukup baik, keterampilan pegawai dalam memberikan Iayanan mendapat respon baik dari masyarakat, dan pegawai bersikap ramah dan sopan
Online Teaching Practice Patterns in Early Childhood Teacher Education Curricula in Distance Education in Indonesia
This purpose paper describes a pattern of teaching practice in online learning programs using the moddle application. This article is the result of a study with paradigm. Research article with survey methods and using structured interviews and questionnaires. The research subjects were 20 students (two classes) who took online teaching practice courses in the early childhood Teacher Education in Universitas Terbuka, Indonesia Open University courses. The online teaching practice program was only opened in 2018. The findings of the research are online tutorial patterns in Strengthening Teaching courses that have similarities and differences in the online learning process with the pattern of face-to-face tutorials on the course. The online tutorial pattern developed is more simple to understand by students independently and can be an alternative practice teaching model online teaching
Korelasi Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan Minat Belajar dengan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agat peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah usaha manusia yang memiliki tanggung jawab untuk membimbing anak
didik menjadi dewasa melalui pengajaran dan pelatihan serta memberikan bekal pengetahuan. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan pendidikan dan pengajaran dari berbagai disiplin ilmu. Salah satu disiplin ilmu adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Dalam mengajarkan IPA banyak metode, model atau strategi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam
pembelajaran. Pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) adalah model pembelajaran yang dalam pelaksanaannya guru memberikan atau menyediakan petunjuk/bimbingan yang luas terhadap Peserta didik pada model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) ini guru telah memberukan petunjuk petunjuk mengenai materi yang akan diajarkan kepada Peserta didik seperlunya Petunjuk tersebut dapat berupa pertanyaan agar Peserta didik mampu menemukan atau mencari informasi sendiri mengenai pertanyaan tersebut ataupun tindakan-tindakan yang diberikan guru yang harus dilakukan untuk memecahkan permasalahan. Pengerjaan ini dapat dilakukan secra sendiri maupun kelompok. Penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti akan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang menekankan analisis data yang berupa munerical (angka) yang diolah dengan rumus. Jenis penelitian kuantitatif yang digunakan adalah jenis korelasional, menggunakan metode exposed facto. Hipotesis pertama yaitu adanya korelasi model pembelajaran inkuiri terbimbing terbadap minat belajar IPA pada siswa kelas V sekolah dasar. Hasil ini diperoleh dari taraf signifikas sebesar 0,611 yang dapat diambil keputusam bahwa H1 diterima sehingga ada korelasi model pembelajaran inkuiri terbimbing terbadap minat belajar IPA pada siswa kelas V sekolah dasar. Pada hipotesis kedua juga adanya pengaruh minat belajar IPA terbadap hasil belajar IPA dimana taraf signiflkansi ≤ 0,05, yaitu 0,007 ≤ 0,05. Dari hasil tersebut dapat diambil keputusan bahwa H1 diterima sehingga ada korelasi minat belajar IPA terhadap basil belajar IPA siswa kelas V sekolah dasar. Pada hipotesis ketiga diperoleh adanya korelasi model pembelajaran inkuiri terbimbing dan minat belajar terbadap basil belajar IPA kelas V sekolah dasar. Hasil dari perhitungan anava dua jalur diperoleh perhitungan bahawa nilai Fhitung = 7.186 dan taraf signifikansi 0,000. Untuk Ftabel dengan taraf signifikansi 5% (df pembilang 3 dan df penyebut 55)
diperoleh nilai pada tabel f untuk nilai Ftabel = 2,77. Sehingga Fhitung ≥ Ftabel yaitu 7,186 ≤ 2,77. Sedangkan diperoleh taraf signifikansi ≤ 0,05, yaitu 0,000 ≤0,05. Dari hasil tersebut dapat diambil keputusan bahwa H1 diterima sehingga ada korelasi dari model pembelajaran inkuiri terbimbing dan minat belajar terbadap basil belajar IPA siswa kelas V sekolah dasar
Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Motivasi Kerja di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap motivasi kerja pada Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir. Penelitian ini memperoleh data dengan menggunakan metode deskritif kualitatif Populasi pada penelitian ini adalah pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir sejumlah 50 pegawai. Metode pemilihan sampel menggunakan sensus, dimana seluruh pegawai menjadi sampel penelitian. Tahapan yang dilakukan peneliti pada
penelitian ini ada 4 tahapan yakni dengan instrument penelitian, prosedur penelitian, metode analisis data dan pengujian hipotesis. Hasil pengujian ini membuktikan bahwa budaya organisasi berpengaruh dengan motivasi kerja Keterbatasan pada penelitian ini adalah penelitian ini menggunakan sumber datanya hanya pada Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir dan pada penelitian ini menggunakan 1 variabel independen untuk mengetahui pengaruh tidaknya pada motivasi kerja. Saran peneliti untuk peneliti selanjutnya adalah sebaiknya sumber datanya di perluas lagi dan untuk mengetahui pengaruh tidak motivasi kerja, sebaiknya menggunakan lebih dari 1 variabel independen lainnya
Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Outdoor Learning Materi Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SDN Sucopangepok 05 Jember
Berpikir kreatif tentunya akan mempengaruhi nilai hasil belajar. Siswa yang mempunyai keterampilan berpikir kreatif akan berusaha untuk menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi pada kegiatan belajar. Berarti semakin kreatif, maka nilai hasil belajar semakin tinggi. Kenyataannya., tidak mudah untuk menumbuhkan kreativitas berpikir pada siswa. Kecenderungan mereka adalah pasif dan bergantung pada siswa yang dianggap lebih pandai. Tennasuk pada materi perkembangbiakan tumbuhan dan hewan. Tetapi dengan menggunakan modul berbasis outdoor learning, temyata mampu merubah pandangan siswa terhadap pembelajaran. Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan sehingga lebih semangat, inovatif dan kreatif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pengembangan modul pembelajaran berbasis outdoor learning dan mengetahui tingkat keefektifan modul pembelajaran berbasis outdoor learning. Pola analisis menggunakan experimen by subject design karena jumlah siswa hanya satu kelompok atau 19 siswa. Penelitian dilaksanak.an di SDN Sucopangepok 05 Jember, yang terletak di lereng gunung, dengan lingkungan alam berupa sawah, perbukitan, perkebunan, hutan, dan sungai. Sehingga sangat cocok untuk outdoor learning. Untuk uji keefektifan produk secara internal menunjukkan persentase efektivitas di atas 80%, artinya penggunaan modul pembelajaran terbukti efektif. Sedangkan uji keefektifan produk secara ekstemal, menunjukkan t-hitung lebih besar dari t-tabel yaitu 11,45 untuk t-hitung dan 2,101 untuk t-tabel. Berdasarkan data tersebut, maka bisa dipastikan bahwa penggunaan modul berbasis outdoor learning lebih efektif dibandingkan dengan metode konvensional. Untuk tingkat keefektifan ditentukan oleh nilai keefektifan relative (ER), yaitu sebesar 32,39%. Setelah dikonsultasikan dengan tabel kriteria penafsiran uji keefektifan relative diketahui posisinya berada pada katagori keefektifan sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan modul berbasis outdoor learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa
Kebijakan Sistem Zonasi Sekolah
Pemerintah pusat dan pemerintah merah wajib memberikan layanan – layanan kemudahan serta menjamin perselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi dengan kata lain pemerintah menjamin sitem pendidikan yang bermutu dan kemudahan serta peluasan akses pendidikan yang berkualitas untuk seluruh warga negara Indonesia menjamin pendidikan yang bermutu tanpa diskriminas
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepercayaan Masyarakat Pada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Kepulauan Bangka Belitung Dalam Menangani Pengaduan Tindak Pidana
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepercayaan masyarakat pada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Kepulauan Bangka Belitung dalam menangani pengaduan tindak pidana. Dalam penelitian ini, variabel independen adalah kualitas pelayanan dan variabel dependen adalah kepercayaan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis
kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepercayaan masyarakat. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Untuk data primer, dilakukan langsung survei
melalui kuesioner kepada responden yang merupakan orang yang pernah melakukan pengaduan tindak pidana pada SPKT Polda Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2017, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka,jurnal serta literatur lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas
pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan masyarakat dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05, dan nilai thitung sebesar 14,229 lebih besar
dari ttabe1 sebesar 1,986. Hasil uji koefisien determinasi (R2) menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 68,4% yang artinya variabel kepercayaan masyarakat dapat dijelaskan oleh variabel kualitas pelayanan sebesar 68,4%, dan sisanya
31,6% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian
Pengembangan Multimedia Melalui Pendekatan Model Addie Untuk Meningkatkan Capaian Kompetensi Materi Organ Peredaran Darah Manusia
Pengaruh Pelatihan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Untuk Meningkatkan Semangat Kerja Dan Kinerja Karyawan Universitas Terbuka
Kontribusi karyawan bagi organisasi sangat dominan, karena karyawan adalah penghasil kerja bagi organisasinya. Hal ini berarti adalah setiap pekerjaan dalam organisasi selalu dilaksanakan oleh karyawan. Berhasil tidaknya suatu organisasi ditentukan oleh unsur manusia yang melakukan pekerjaan sehingga perlu adanya balas jasa terhadap karyawan sesuai dengan sifat dan keadaannya. Selain memberikan keterampilan yang dibutuhkan oleh karyawan, seorang karyawan perlu juga diperlakukan dengan baik agar karyawan tetap bersemangat dalam menjalankan pekerjaanya. Pimpinan organisasi dituntut untuk memperlakukan karyawan dengan baik dan memandang mereka sebagai manusia yang mempunyai kebutuhan baik materi maupun non materi. Pimpinan organisasi juga perlu mengetahui, menyadari dan berusaha memenuhi kebutuhan karyawannya, sehingga karyawan dapat bekerja sesuai dengan harapan organsiasi. Di sisi lain, karyawan sebagai motor penggerak organisasi dituntut untuk bekerja dengan lebih bersemangat agar mampu menghadapi persaingan, dan dapat mempertahankan keberadaan organisasi. Sumber daya manusia yang berkompeten merupakan asset yang sangat berharga bagi sebuah perusahaan sehingga perusahaan memperhatikan latar belakang pendidikan karyawannya. Selain mengandalkan latar belakang pendidikan perusahaan memberikan pelatihan kepada para karyawan agar dapat menghasilkan karyawan yang berkualitas serta memiliki keterampilan dan keahlian dalam menjalankan tugas pelayanan kepada tamu. Pelatihan tersebut dibutuhkan oleh seluruh karyawan untuk mengikuti perkembangan zaman tentang dunia pendidikan yang semakin berkembang. Diharapkan pengaruh pelatihan yang didapat oleh karyawan dapat mengembangkan sumber daya manusia didalam pengembangan perguruan tinggi sehingga diharapkan kedepannya akan meningkatkan semangat kerja dan kinerja karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan kontribusi pelatihan dan pengembangan SDM hanya memiliki kontribusi sebesar 52,6% terhadap semangat kerja, sisanya sebesar 57,4 % dipengaruhi oleh faktor lain. Sedangkan variabel kinerja diperoleh sebesar 0,833, yang berarti artinya bahwa kontribusi pelatihan, pengembangan SDM dan semangat kerja memiliki kontribusi sebesar 83,3%, sisanya sebesar 16,7 % dipengaruhi oleh faktor lain. Nilai R-Square pada konstruk laten menunjukkan bahwa model penelitian ini pada variabel semangat kerja memiliki goodness of fit yang moderat, sedangkan variabel kinerja memiliki goodness of fit yang baik
Analysis Of Functional Stabilisation And Distribution Tax Functions (Case Study in Central Java Province)
This research was conducted in Central Java province in 2013. Study aims to analyze: (1) the influence of local tax revenue to the stabilization and distribution functions of taxes as well as the Regional Gross Domestic Product (RGDP), and (2) analyze the impact of an increase in local taxes to the stabilization and distribution functions, and to the RGDP. By using time series data, the model is estimated by Two Stage Least Squares method. The results showed money supply strongly encouraged by government spending, while inflation is ineffective drawn by money supply growth. The number of business units ineffective driven by domestic investment, the rate of money supply and RGDP. Employment is effectively driven by population growth and ineffectively by the job performance. Tax stabilization function has been realized in practice but not for distribution function