Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Analisis Teknis Ekonomi Usaha Perikanan Bagan Di Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu Banten
Penelitian ini bertujuan umuk menganalisis keragaan ekonomi alat tangkap bagan yang beroperasi di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu dan menyusun strategi pengembangan alat tangkap bagan. Desain penelitian yang
digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan yaih1 pada bulan September hingga Oktober 2018. Analisis data tmtuk mengetahui kelayakan ekonomi usaha perikanan tangkap menggunakan Net Present Value (NPV), Benefit Cost Of Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period (PP) dan analisis SWOT. Hasil
penelitiaan menunjukkan bahwa kapal dengan ukuran 1-10 GT tidak layak untuk diteruskan karena alat tangkap dengan ukuran ini sangat sensitif terhadap adanya kenaikan harga BBM. Kapa1 ukuran ll-20 GT layak untuk diteruskan akan tetapi hanya bisa sampai nilai titik impas dan a1at tangkap ini juga sangat sensitif terhadap perubahan kenaikan harga BBM. Sedangkan kapal dengan ukuran 21-30 GT tidak berpegaruh terhadap adanya perubahan harga BBM dan dapat
dinyatakan layak untuk diteruskan dalam usaha perikanan tangkap bagan di PPN Karangantu. Strategi pengembanggan yang disarankan adalah peningkatan keterampilan nelayan dan inovasi alat tangkap yang bertujuan agar nelayan bisa
mengetahui alat tangkap yang lebih baik serta mempertahankan kualitas hasil tangkapan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Layanan Literasi Dinas Arsip Dan Perpustakaan Kabupaten Sragen
Kualitas literasi masyarakat di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian UNESCO pada 2016 terhadap 61 negara di dunia menunjukan Indonesia berada di peringkat ke-60. Dalam rangka meningkatkan kualitas literasi masyarakat, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui layanan literasi .
Ada tiga layanan literasi yang diberikan seperti : layanan sirkulasi/membaca buku, layanan teknologi informasi, dan layanan pelatihan pelibatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif karena
penelitian ini berkaitan dengan tujuan penelitian yang bersifat eksploratrif dan deskriptif. Penelitian ini berusaha untuk menganalisa tahapan pemberdayaan
masyarakat yang dilaksanakan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen melalui layanan literasi. Penelitian juga menganalisa faktor-faktor yang
mempengaruhi tahapan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan di perpustakaan daerah, perpustakaan kecamatan dan perpustakaan desa.
Pengumpulan data dalam penelitian inimenggunakan metode wawancara,observasi, dan dokumentasi dengan informan penelitian adalah pelaku pemberdayaan masyarakat dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen, perpustakaan desa dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pemberdayaan yang dilakukan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen terdiri dari tahap penyadaran, tahap transformasi, dan tahap peningkatan kapasitas dengan sasaran komunitas remaja, perempuan, dan wirausaha. Tahap penyadaran merupakan tahap untuk memberitahu masyarakat
bahwa perpustakaan bukan hanya tempat untuk meminjamkan buku tetapi juga merupakan ruang pemberdayaan masyarakat dengan pelatihan teknologi informasi dan pelatihan pelibatan masyarakat. Tahap transformasi merupakan tahap pemberian daya kepada masyarakat dengan pelatihan handmade, kuliner,
dan pelatihan menulis. Tahap peningkatan kapasitas merupakan tahap mengantar masyarakat menuju mandiri melalui forum Peer Learning Meating (PLM), Stakeholder Meeting (SHM), dan Sarasehan Wirausaha (SWU).
Faktor-faktor yang mempengaruhi tahapan pemberdayaan adalah komitmen pengelola perpustakaan, dukungan pemangku kepentingan, partisipasi masyarakat, dan dukungan sumber daya. Penelitian ini memberikan saran kepada Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen untuk menambah variasi kegiatan pemberdayaan dan meningkatkan jumlah perpustakaan desa yang terlibat dalam pemberdayaan masyarakat
Analisis Sinergi Metode Penganggaran Modal dan Intellectual Capital Disclosure pada Usaha Perolehan Pendanaan Perusahaan Pembangkit Listrik Energi Baru Terbarukan di Indonesia
Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh perusahaan pembangkit Energi Bam Terbarukan (EBT) di Indonesia adalah sulitnya memperoleh pendanaan proyek. Calon investor dan pengembang ragu akan perforrna profitabilitas dan
keberlanjutan (sustainability) dari perusahaan pembangkit EBT. Penelitian ini berusaha untuk menganalisis pemanfaatan faktor non-finansial yaitu Intellectual Capital (IC) dalam memengaruhi keputusan investasi pada perolehan pendanaan
bagi industri pembangkit EBT di Indonesia. Studi kasus dilakukan terhadap salah satu proyek ekspansi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Indonesia, sebuah
proyek pembangkit listrik yang memanfaatkan sumber energi angin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sinergi antara metode capital budgeting yang digunakan dengan pengungkapan IC pada proyek ekspansi PLTB dalam
meningkatkan kelayakan (viability) investasi bagi proyek. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Pemilihan informan kunci menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah
Analysis Interactive. Hasil penelitian yang pertama adalah bahwa IC Disclosure akan efektif sebagai bagian dari strategi keunggulan bersaing dan bertahannya perusahaan startup, sehingga perlu dibuat secara terpisah. Kedua, aspek-aspek IC proyek ekspansi PLTB yang efektif, tepat sasaran, dan sudah ditampilkan dalam Information Memorandum, mampu mengurangi ketidakpastian (risiko) yang
bermanfaat bagi penilaian proyek dan kapitalisasi pasar secara positif. Ketiga, baikmetode capital budgeting (finansial) maupun IC Disclosure (non-finansial) saling
mendukung analisis investor dalam memberikan keputusan investasi yang lebih baik. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menganalisis penyajian IC Disclosure pada PLTB lain di Indonesia, dan pembangkit EBT yang memanfaatkan sumber
energi lainnya di Indonesia, agar semakin meningkatkan peluang pendanaan dan pengembangan EBT Indonesia
Efektivitas Pelaksanaan SOP (Standar Operasional Prosedur) Rekomendasi ljin Operasional Satuan Pendidikan (SD) di Kabupaten Probolinggo
Penelitian ini bertujuan untuk (l ). Untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan SOP dalam pemberian rekomcndasi ijin operasional Satuan Pendidikan (SD) di Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo. (2). Untuk mengungkap faktor pcndukung pelaksanaan SOP rekomcndasi ijin oporasional Satuan Pendidikan (SD). (3). Untuk mengungkap kendala dan faktor penghambat yang dihadapi dalam pelaksanaan SOP rekomendasi ijin operasional Satuan Pendidikan (SD). Fokus penelitian ini adalah menggunakan pendekatan proses untuk mengukur efektivitas organisasi. Disimpulkan bahwa Pendekatan Proses (Internal Process Approach). Proses pelaksanaan rekomendasi ijin operasional sudah terlaksana dengan efektif walaupun dengan kendala bahwa pemenuhan sarana dan prasarana sekolah belum dapat terpenuhi
Pengaruh Self-Efficacy Dan Curiosity Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Self-efficacy adalah keyakinan diri seseorang tentang kemampuannya memobilisasi motivasi, sumber daya kognitif, dan tindakan yang diperlukan sehingga mendorong siswa agar mampu mengerjakan hal-hal yang dilakukan dalam proses
pembelajaran seperti melakukan eksperimen, melakukan percobaan, dan mengkomunikasikannya di kelas. Curiosity adalah motivasi dari dalam diri seseorang untuk mencari tahu jawaban dari keingintahuannya akan suatu hal baru atau yang
sudah diketahui agar lebih mendalam dan merupakan salah satu pondasi sikap ilmiah siswa dalam mengembangkan pembelajaran sain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dan hubungan self-efficacy dengan hasil belajar, curiosity dengan hasil belajar serta self-efficacy dan curiosity secara bersama-sama terhadap hasil belajar. Penelitian ini dilakukan pada siswa sekolah dasar kelas empat di gugus 16 wilayah Kedaung Kaliangke Cengkareng Jakarta BaraT selama dua bulan yaitu bulan Oktober dan November pada semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah regresi korelasi dengan jumlah sampel sebesar 81 sampel yang diambil secara acak random. Data yang dikumpulkan menggunakan instrumen self-efficacy, instrumen curiosity dan tes evaluasi hasil
belajar berupa pilihan ganda. Hasil uji regresi Self Efficacy (X1) terhadap Hasil Belajar (Y) memiliki nilai koefisien regresi (B) sebesar 0,389 (signifikan), hasil uji
regresi Curiosity (X2) terhadap Hasil Belajar (Y) memiliki nilai koefisien regresi (B)sebesar 0,409 (signifikan), dan hasil uji regresi secara simultan diperoleh nilai Fhihmg
sebesar 46,400 (signifikan). Hasil uji korelasi self-efficacy dengan hasil belajar memiliki nilai koefisien 0, 671 (signifikan),hasil uji curiosity dengan hasil belajar
memiliki nilai koefisien 0,674 (signifikan) dan hasil uji self-efficacy dan curiosity secara bersama-sama menunjukkan korelasi simultan sebesar 0, 737 (signifikan). Uji
regresi korelasi menghasilkan nilai Rsquare sebesar 0,543. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa self-efficacy dan curiosity berpengaruh terhadap hasil belajar sebesar 54,3% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat self-efficacy dan curiosity yang tinggi akan memiliki hasil belajar yang tinggi pula, begiiu pula sebaliknya
Performa Tokolan Udang Vanname (Litopenaeus Vannamei Boone 1931) Yang Diberi Pakan Cacing Sutra (Tubifex sp.)
Budidaya udang vanname di Indonesia terns berkembang sehingga memberikan dampak positif bagi unit pembenihan untuk penyediaan benih yang berkualitas.
Salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas benih udang yang dihasilkan adalah faktor pakan. Artemia merupakan pakan terbaik untuk larva udang karena kandungan nutrisi dan ukurannya sesuai dengan kebutuhan larva udang.
Pennasalahan muncul ketika kebutuhan Artemia meningkat sebagai dampak dari meningkatnya produksi benih udang vanname. Untuk menanggulangi permasalah tersebut berbagai usaha dilakukan untuk mencari pakan alami yang dapat
menggantikan Artemia dengan kualitas yang sama tetapi dengan harga lebih murah. Salah satu pakan alami yang digunakan sebagai pengganti Artemia adalah cacing sutra (Tubifex sp). Kandungan nutrisi cacing sutra tidak kalah dibanding
pakan ikan alami lainya seperti lnfusoria, Chalamydomunas, atau Artemia sp.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pakan alami Artemia dan cacing sutra (Tubifex sp.) terhadap survival rate (SR) tokolan,pertumbuhan tokolan, perfonna, dan keseragamao serta keragaman tokolan udaog
vannamei (Litopenaeus vannamei, Boone 1931 ). Metode penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dengan tiga perlakuan (pakan buatan + cacing sutra/PO, pakan buatan/PI, dan pakan buatan + cacing sutera/P2) dengan tiga
ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup tokolan tertinggi diperoleh ada perlakuao P2 (pakan buatao + cacing sutra) sebesar 83,97"/o. Pertambahao bobot dan paojang tertinggi juga diperoleh pada pada perlakuan P2 yaitu sebesar 0,1281 g dan 2,45 cm. Hasil uji perfonna menunjukan basil yang bagus dari ketiga perlakuan. Penggunaan Artemia dan cacing sutra
(Tubifex sp) sebagai pakan pada tokolan udang vaname tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, survival rate, clan perfonna tokolan udang vanname. Pada perlakuao P2 menujukan keragaman yang tinggi dibandingkan dengan perlakuao
lainnya. Secara ekonomi, berdasarkan nilai RIC ratio yang didapat dari masing masing perlakuan secara berurutan adalah sebagai berikut: Artemia (0,66), pakan buatan (1,24), dan cacing sutera (1,24). Angka RIC ratio pada dua perlakuan
(pakan buatan dan cacing sutra) menunjukkan nilai manfaat yang positif dan layak secara ekonom
Efektivitas Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Teluk Bayur Kabupaten Berau Kalimantan Timur
Permenkes No.75/2013 menjelaskan bahwa subsistem upaya kesehatan menempatkan puskesmas sebagai garda terdepan layanan kesehatan tingkat dasar. Puskesmas Teluk Bayur yang ada di Kabupaten Berau merupakan bagian daii puskesmas yang ada di propinsi Kalimantan. Dari program-prograin yang telah ditetapkan oleh puskesmas Teluk Bayur, tidak semua program dapat teriaksana dengai1 baik (Anonim, 2016). Untuk melaksanakan berbagai prograin pelayanan yang telah ditetapkan, maka puskesmas Teluk Bayur diharapkan dapat seefektif mungkin dalam memberikan pelayanan kesehatan agar keinginan masyarakat untuk memperoleh pelayanan yang baik terpenuhi. Tujuan penelitian ini adalah unluk menganalisis efektivitas pelayanan kesehatan serta faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pelayanan kesehatan Puskesmas Teluk Bayur. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, Focus Group Discussion (FGD), sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, triangulasi, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelayanan kesehatan Puskesmas Teluk Bayur berdasarkan 5 indikator pelayanan kesehatan yang terdiri dari produktivitas, etesiensi, kepuasaan, keunggulan dan pengembangan secara keseluruhan adalah cukup efektif. Sedangkan faktorfaktor yang berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan kesehatan di puskesmas Teluk Bayur adalah: Disiplin kerja dan kcpemimpinan
Pengaruh Penggunaan Strategi Pembelajaran (PBL Vs Konvensional) dan Motivasi Belajar (Kuat Vs Lemah) Terhadap Kemampuan Memecahkan Soal Cerita Matematika Kelas IV Sekolah Dasar
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan strategi problem based learning (PBL) dan motivasi belajar terhadap kemampuan memecahkan soal cerita matematika kelas IV sekolah dasar. Populasi dalam penelitian ini adalah selurub siswa kelas IV SDN 1 Rangkasbitung Barat tahun pelajaran 2018/2019 sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling yang berjumlah 28 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan intrumen motivasi belajar dan tes berupa soal uraian. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik dengan teknik anova dua jalur dan uji tukey. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan hasil penelitian sebagai berikut: (I) Terdapat perbedaan kemampuan memecahkan soal cerita matematika antara siswa yang diajar dengan menggunakan strategi problem based learning (PBL) dan yang diajar dengan strategi pembelajaran konvensional. Hal ini didasarkan dari uji statistik anova dua jalur yang menyatakan bahwa Fhitung untuk kategori strategi problem based learning (PBL) adalah 50,410 yang artinya dari Ftabel yaitu 4,718. (2) Terdapat perbedaan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika antara siswa yang memiliki motivasi belajar kuat dengan siswa yang memiliki motivasi belajar lemah. Hal ini didasarkan dari uji statistik anova dua jalur yang menyatakan bahwa Fhitung untuk kategori motivasi belajar adalah 16,000 yang artinya Ftabel yaitu 4, 718. (3) Bagi siswa yang merniliki motivasi belajar kuat, kemampuan memecahkan soal cerita matematika lebih tinggi bila diajar dengan menggunakan strategi problem based learning (PBL) dibandingkan dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional. Hal ini didasarkan dari uji tukey yang menyatakan bahwa Fhitung siswa yang memiliki motivasi belajar kuat dengan strategi problem based learning (PBL) dan siswa yang memiliki motivasi kuat dengan strategi pembelajaran konvensional adalah 20,280 yang artinya dari FtabeI yaitu 4,218. (4) Bagi siswa yang memiliki motivasi belajar lemah,kemampuan memecahkan soal cerita matematika lebih tinggi bila diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional dibandingkan dengan menggunakan strategi problem based learning (PBL). Hal ini didasarkan dari uji tukey yang menyatakan bahwa Fhitung siswa yang memiliki motivasi belajar lemah dengan strategi pembelajaran konvensional dan siswa yang memiliki motivasi lemah dengan strategi problem based learning (PBL) adalah 6,094 yang artinya dari Ftabel yaitu 4,218. (5) Terdapat pengaruh interaksi antara penggunaan strategi problem based learning (PBL) dan motivasi belajar siswa terhadap kemampuan memecahkan soal cerita matematika Hal ini didasarkan dari uji statistik anova dua jalur yang menyatakan bahwa Fhitung untuk kategori strategi problem based learning (PBL) dan motivasi belajar adalah 174,240 yang artinya dari Ftabel yaitu 4, 718. Kesimpulan dari penelitian ini adalah menyatakan bahwa ada pengaruh penggunaan strategi problem based learning (PBL) dan motivasi belajar terhadap kemampuan memecahkan soal cerita matematika kelas IV sekolah dasar
Regulasi Penanganan Kejahatan Siber di Lingkungan Tni Angkatan Darat
Di era dunia maya saat ini, peranan TNI AD tidak hanya menghadapi peperangan secara konvensional tetapi juga kejahatan siber yang mengancam pertahanan nasional. Organisasi TNI AD telah membuat Satuan Tugas Siber (Satsiber TNI) yang bertugas memonitor dan melaporkan konten/berita hoax terkait institusi TNI AD. Dengan semakin kompleksnya jenis kejahatan siber, maka diperlukan peningkatan fungsi Satuan siber 1NI AD yang memiliki kemampuan ofensif yaitu untuk memperkuat kearnanan jaringan dan melakukan serangan siber kepada musuh. Penelitian ini mendeskripsikan Satuan Siber TNI AD yang akan ditingkatkan fungsinya dalam menghadapi ancaman kejahatan siber dari semula hanya memiliki kemampuan defensif menjadi berkemampuan ofensif Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, studi literatur dan studi dokumentasi, sedangkan untuk informan penelitian adalah 55 personel Saluan Siber 1NI AD dan 4 personel Spamad. Teknik analisis data menggunakan teknik trianggulasi data dengan earn membandingkan hasil wawancara yang diperoleh dari masing-masing sumber. Hasil penelitian ini adalah ancarnan kejahatan siber mempengaruhi peningkatan fungsi Satuan Siber TNI AD untuk mencegah terjadinya sabotase, pencurian data rahasia militer dengan menggunakan sistem enkrips hacking, teror digital, serangan psikologi siber dan serangan terhadap infrastruktur dan sistem informatika TNI AD. Dalam upaya peningkatan fungsi Satuan Siber TNI AD masih terdapat beberapa factor penghambat, yaitu : Keterbatasan kemampuan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, rnasih lemahnya hukum/peraturan yang mengatur mekanisme kerja Satuan Siber TNI AD, terbatasnya koordinasi lintas sektoral antar Satuan Siber Nasional. Peran Satuan Siber TNI AD dalam mengungkap kejahatan siber masih terbatas pada cyber defense, monitoring media dan pelaporan konten atau berita hoax saja. Rekomendasi yang diajukan sesuai dengan revolusi industri 4.0 yang menjadi prioritas pemerintah yaitu membentuk arsitektur siber kontemporer, menciptakan manajemen keamanan dan kontijensi siber, membentuk kolaborasi keamanan siber dalam lingkup internasional, regional dan bilateral, meningkatkan penegakan hukum di bidang IT/siber, mengutamakan inovasi dan kreativitas dan peningkatan kemampuan SOM di bidang siber serta melakukan pendekatan antar Stakeholder di bidang siber nasional
Kemampuan Berpikir Generalisasi Kombinatoria Siswa dalam Menyelesaikan Permasalahan Pola Pewarnaan Pengubinan dan Peningkatannya Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah
Kemampuan berpikir generalisasi kombinatorial dalam pengaturan obyek/pola merupakan hal penting dalam mendukung penguasaan konsep matematika, trutama dalam penyelesaian masalah pola pewarnaan pengubinan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kemampuan berpikir generalisasi kombinatorial siswa, dilanjutkan peningkatannya melalui pembelajaran berbasis masalah serta menyajikannya dalam bentuk potret fase. Penelitian ini menggunakan model penelitian campuran dengan desain Sekuensial Explanatori yang menggabungkan penelitian kuantitatif dan kualitatif secara bemmtan. Subyek penelitian adalah 23 siswa kelas 4 SDN I Banyuglugur sebagai kelas kontrol dan 23 siswa kelas 4 SDN 2 Banyuglugur sebagai kelas eksperirnen. Ragam kemampuan berpikir generalisasi kombinatorial siswa terbagi atas tingkatan Jemah, sedang, dan kuat. Uji t independent sample menunjukkan pengamh signifikan penerapan pembelajaran berbasis masalah pada kelas eksperirnen (0,0301) menunjukkan efektivitas penerapan pembelajaran berbasis masalah. Kemampuan berpikir generalisasi kombinatorial siswa pada tingkatan lemah dari 15 siswa (65,22%) tumn menjadi 3 siswa (13,04%). Pada tingkatan sedang dari 6 siswa (26,09%) naik menjadi 8 siswa (34,78%). Sedangkan pada tingkatan kuat dari 2 siswa (8,70%) naik menjadi 12 siswa (52,17%). Selanjutnya, pola-pola kemampuan berpikir generalisasi kombinatorial siswa disajikan dalam bentuk potret fase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir generalisasi kombinatorial siswa dalam menyelesaikan permasalahan pola pewarnaan pengubinan pada jenjang sekolah dasar