Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pengawasan, Motivasi Kerja Dan Budaya Organisasi Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Dan Hutan Lindung Lariang Mamasa
Penelitian ini bertujuan untuk: menganalisis pengaruh pengawasan, pengaruh motivasi kerja,pengaruh budaya organisasi terhadap efektivitas kerja pegawai di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Lariang Mamasa dan menganalisis pengaruh pengawasan,motivasi kerja dan budaya organisasi secara bersama-sama terhadap efektivitas kerja pegawai di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Lariang Mamasa. Jumlah responden sebanyak 59 orang dengan teknik pengambilan sampel Non Probability Sample dengan cara purposive sampling. Data yang dikumpulkan dengan metode kuesioner yang
dianalisis menggunakan analisis regresi tinier berganda dengan memakai tingkat kepercayaan (a) 5%. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan, motivasi kerja dan budaya
organisasi yang dilakukan berpengaruh berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Lariang Mamasa,hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pengawasan, motivasi kerja dan budaya organisasi yang dilakukan maka akan dapat meningkatkan efektifitas kerja yang dihasilkan pegawai,demikian pula sebaliknya apabila pengawasan, motivasi kerja dan budaya organisasi tidak
dilaksanakan maka akan menurunkan efektivitas kerja pegawai di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Lariang Mamas
Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi Kerja, dan Kemampuan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil dalam Pelayanan Kepada Masyarakat pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bangka Barat.
Kinerja pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bangka Barat baru mencapai 50%, rendahnya kinerja tersebut karena kurang mandirinya pegawai, kurang paham dan kurang percaya diri atas pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Peneitian ini bertujuan untuk menganailsis Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi Kerja dan Kemampuan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bangka Barat dalam pelayanan kepada masyarakat. Metode survey dan pengumpulan data menggunakan teknik sampling yang dilakukan terhadap 63 orang Pengujian data yang digunakan melalui uji validitas dan uji reliabilitas, uji validitas dengan analisis faktor menggunakan Korelasi Rank spearman. uji reliabilitas dengan Alpha cronbach (alpha), dan uji asumsi klasik yang dilakukan terdiri atas uji normalitas, uji multikolneritas dan uji heteroskedastislitas. Analisis data pada penelitian ini menggunakan bantuan alat analisis data program . Statisical fOr Protiuct and Service Solution (SPSS) versi 22.0. dengan uji parsial (UJi-t), Uji simultan (UJi F) dan model regresi linier berganda (multiple linear regression mollel), terhadap 1..inerja pegawai sebaga1 variabel terikat dan variabel bebasnya kepemimpinan. motiyasi kerja dan kemampuan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwaa aspek keperrump1nan dan aspek motivsi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pega\.vai, sedangkan aspek kemampuan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bangka Barat. Aspek kepemimpinan, motivasi kerja, dan kemampuan kerja secara bersama-sama berpcngaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bangka Barat. Hasil penelitian tersebut menun.1ukkan perlunya peningkatan peran kepemimpinan pimpinan dengan memberIkan pengarahan, teladan yang baik dan positi. Serta berkemampuan yang lebih dari pegawai lainnya, sedangkan untuk meningkatkan kemampuan kerja pegawai, perlu perhatian yang serius terhadap pengembangan, pembinaan dan pelatihan administras dan teknis sumber daya manusia aparatumya agar handal dan profesional
Perbedaan Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar pada Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Metode Student Team Achievement Division (STAD), Team Assisted Individualization (TAI) dan Konvensional di Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur
Keberhasilan proses belajar mengajar terletak pada upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran itu sendiri dan peningkatan kualitas output dalam bentuk nilai yang dicapai oleh anak didik. Proses pembelajaran yang kurang maksimal dapat menyebabkan kemampuan yang kurang maksimal. Proses pembelajaran yang kurang maksimal dapat menyebabkan kemampuan yang kurang maksimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan metode STAD, pembelajaran dengan metode TAI dan pembelajaran dengan metode konvensional. Populasi penelitian adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri di Kccamatan Cidaun Kabupaten Cianjur. Sampel ditentukan dari setiap sekolah dengan teknik Random Sampling. Metode penelitian berbentuk eksperimen dengan menggunakan dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Data di Japangan diperoleh dengan menggunakan tes yang disusun berdasarkan indikator-indikator variabel hasil belajar rnatematika materi pecahan. Teknik ana!isis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan selanjutnya uji-t dan Anova satu jalur. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa pertama, hasil uji t hitung (3,549) > t tabe! (1,684) maka terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar matematika siswa dengan pembelajaran STAD dan Konvensional, kedua hasil uji t hitung (4,761) > t tabcl (1,684) maka terdapat perbedaan peningkatan basil belajar mate1natika siswa dengan pembelajaran metodc TAI dan pembelajaran konvensional, ketiga hasil uji t hitung (6,391) > L tabcl (1,684) maka terdapat perbedaan peningkatan basil belajar matematika siswa yang be la jar dengan metode STAD dan pembelajaran TAI, dan keempat hasil uji Anova diperoleh sig. 0,00 < 0,05 maka terdapat perbedaan peningkatan basil belajar matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan metode STAD, TAI, dan konvensional
Pengaruh Metode STAD dan Kuis Terhadap Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas VI SD Yakeswa Kota Bandung
Peningkatan hasil belajar matematika memerlukan adanya penerapan metode pembelajaran yang tepat. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode pembelajaran tipe STAD dan tipe Kuis terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas VI SD Yakeswa Kota Bandung. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis (I) perbedaan hasil belajar Matematika sebelum dan setelah diterapkan metode STAD; (2) perbedaan basil belajar Matematika sebelum dan setelah diterapkan metode KUIS; (3) perbedaan basil belajar Matematika pada peserta didik kelas VI yang menerapkan metode STAD dan metode KUIS; dan (4) perbedaan hasil belajar Matematika pttiia peserta didik kelas VI yang
menerapkan metode STAD dan metode KUIS, dilihat dari gender. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen, dengan quasi experimental design. Populasi dalam penelitian ini adalah 80 siswa Kelas VI yang mengikuti mata pelajaran matematika pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018. Untuk kepentingan penelitian, semua populasi dijadikan sampel, sehingga dapat dikatakan bahwa penlitian ini adalah penelititm sensus (semua populasi dijadikan sampel). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti pembelajaran dengan metode STAD dan metode KUIS, hasil belajar peserta didik terbukti meningkat secara signifikan. Hal ini dimungkinkan karena metode ini dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran sehingga pemahaman atas materi pembelajaran dapat meningkat. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan setelah diterapkan metode STAD. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin efektif penerapan metode tersebut, semakin tinggi hsil belajar matematika peserta didik; (2) terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan setelah diterapkan metode KUIS. Temuan ini menunjukkan hahwa semakin efektif penerapan metode tersebut, semakin tinggi hasil belajar matematika peserta didik; (3) terdapat perbedaan signifikan antara capaian hasil belajar peserta didik kelas VI pada mata pelajaran Matematika yang mengikuti metode STAD dan metode KUIS; (4) Terdapat perbedaan antara hasil belajar Matematika peserta didik yang mengikuti metode STAD dan metode KUIS, dilihat dari gender. Dalam hal ini siswa laki-laki cenderung memiliki capaian rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan pada pretes dan pastes metode STAD, namun pada metode KUIS tidak terdapat perbedaan nilai pastes pada metode KUIS
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Self Efficacy Peserta Didik Kelas 5 SDN 1 Sidorahayu
Penelitian ini bertujuan untuk. mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe STAD ditinjau dari self efficacy peserta terhadap hasil belajar matematika. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis two way anava dengan tingkat signifikansi a = 0,05. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN 1 Sidorahayu yang terbagi menjadi dua rombongan belajar. Sedangkan sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas VI yang juga terbagi menjadi dua rombel. Hasil uji instrumen tes menunjukan bahwa instrumen tes valid dengan indeks reliabilitas ru > 0,70 dan indeks kesukaran sebesar p>0,70 untuk. kriteria mudah, p < 0,30 untuk. kreteria sukar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak: terdapat basil yang signi.fik:an dari model pembelajaran kooperatiftipe STAD (Student Team Achievement Division) terhadap hasil Belajar Matematika ditinjau dari Self efficacy peserta didik kelas 5 SDN 1 Sidorahayu hasil Belajar Matematika peserta didik. Kemudian, terdapat interaksi positif antara model pembelajaran ST AD dengan self efficacy terhadap hasil Belajar Matematika peserta didik, dimana hasil belajar matematika peserta didik yang memiliki self efficacy tinggi lebih baik dibandingkan hasil belajar matematika peserta didik yang memiliki self efficacy rendah
Peningkatan Sumber Daya Aparatur Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit Dalam Memberikan Pelayanan Kepada Pengguna Jasa
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit me1nbutuhkan tambahan pegawai sebanyak 90 (Sembilan puluh) orang, sedangkan saat ini pegawai yang tersedia hanya berjumlah 56 (lima puluh enam) orang. Sedangkan jumlah produk pelayanan yang dimiliki Kantor KSOP Kelas III Sampit
sebanyak 32 (tiga puluh dua) jenis pelayanan yang harus diberikan kepada pengguna. Dari 56 (lima puluh enam) orang Sumber Daya Aparatur yang tersedia, hanya 60% (enam puluh persen) me1niliki kualifikasi pendidikan pelatihan teknis fungsional dan pelatihan administrasi. Dengan kondisi
demikian, tentu saja Kantor KSOP Kelas III Sampit mampu tidak memberikan pelayanan yang maksimal.
Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana
peningkatan Sumber Daya Apartur Kantor KSOP Kelas III Sampit dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa dan faktor apa saja yang menjadi penghambat penunjang peningkatan Sumber Daya Aparatur Kantor KSOP Kelas III Sampit dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk inendeskripsikan clan
menganalisis tentang peningkatan Sumber Daya Apartur Kantor KSOP Kelas III Sampit dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa dan mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor penghambat dan penunjang peningkatan Sumber Daya Aparatur Kantor KSOP Kelas III Sampit dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa. Penelitian ini dilakukan di
Kantor KSOP Kelas Ill Sampit, dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah Kepala Kantor,pegawai Kantor KSOP Kelas III Sampit dan penggunajasa.
Dengan hasil penelitian menjelaskan tentang peningkatan Sumber Daya Aparatur pada Kantor KSOP Kelas III Sampit melalui Pendidikan formal, Pelatihan Teknis, Pelatihan Administrasi dan Mutasi Intern. Adapun
produk layanan yang diberikan sebanyak 32 (tiga puluh dua) jenis pelayanan. Dilihat dari faktor penghambat Anggaran, Kesempatan yang diberikan pimpinan, Persyaratan mengikuti peningkatan kompetensi dan Motivasi pegawai. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peningkatan Sumber Daya Aparatur sangatlah penting untuk meningkatan pelayanan yang diberikan kepada pengguna jasa
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Ditinjau Dari Perkembangan Self Esteem Siswa Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V di SD Negeri 070974 Gunungsitoli Tp. 2017/2018
Konservasi Biodiversitas dalam Menghadapi Kerusakan Akibat Bencana
Biodiversitas merupakan kelimpahan berbagai makhluk hidup dan keragaman ekosistemnya. Negara kita memiliki tingkat biodiversitas yang tinggi sehingga dikenal sebagai megabiodiversity. Namun negara kita juga terkenal memiliki potensi akan berbagai bencana alam. Kerusakan biodiversitas akan lebih besar pada ekosistem pulau, seperti Indonesia yang sebagian besar wilayahnya merupakan kepulauan. Untuk menjaga biodiversitas dapat diterapkan konsep ekologi rekonsiliasi, yaitu upaya konservasi biodiversitas di daerah yang sudah dipengaruhi manusia, misalnya lahan pertanian, perkotaan, maupun industri. Konsep ini berbeda dengan upaya konservasi pada umumnya yang menitik beratkan pada wilayah konservasi, seperti wilayah yang merupakan hutan alam. Untuk itu dalam tulisan ini dijelaskan berbagai contoh penerapan konservasi biodiversitas di berbagai bentuk wilayah. Walaupun demikian, tetap diperlukan adanya konservasi di lahan yang merupakan kawasan yang belum dipengaruhi manusia. Secara lebih rinci tulisan ini membahas pentingnya upaya menjaga biodiversitas dari kerusakan akibat bencana, baik bencana alam maupun bencana buatan manusia
Restorasi Lahan Gambut untuk Mencegah Bencana Ekosistem Global
Gambut mempunyai nilai konservasi yang sangat tinggi. Gambut sebagai habitat flora dan fauna langka. Gambut juga sumber Karbon (CO2) dunia di samping gas metana (CH4) dan nitrousoksida (N2O). Lahan gambut yang dikelola untuk pertanian tanaman pangan dan perkebunan umumnya menghadapi kendala. Produktivitas lahan secara signifikan terus merosot. Keseimbangan ekologi terganggu bila lahan gambut tidak dikelola dan tidak dimanfaatkan sesuai dengan sifat dan karakteristik gambut. Bila kawasan gambut rusak, berubah fungsi, atau hilang, berdampak pada penurunan kualitas lingkungan, banjir pada musim hujan, atau kekeringan dan kebakaran pada musim kemarau. Bahkan kerusakan ekosistem gambut, merupakan bencana besar bagi ekosistem global. Degradasi lahan gambut harus dicegah dengan tindakan restorasi. Restorasi lahan gambut meliputi upaya pengelolaan tata air, mengembalikan fungsi ekologi lahan gambut dengan mempertahankan kesinambungan biodiversitas gambut, sekaligus menjaga kehidupan flora dan fauna di habitatnya, dan meningkatkan kesejahteraan penduduk lokal. Restorasi lahan gambut dilakukan dengan pola 3R, yaitu Rewetting, Revegetation, dan Revitalisation. Restorasi lahan gambut bertujuan untuk engembalikan fungsi ekologi, mengembalikan satwa, flora dan fauna lokal dan kesinambungan ekosistem global
Modernization of SMEs and Their Integration on Business Platforms In The Era Of The Tehcnological Revolution
Middle small businesses (UKM} in Indonesia control over 6096 of all business operators. This amount cannot be considered trivial. Similarly, when the country experienced a crisis, UKM were still strong in standing to continue to
run their businesses. Technology that is so remarkable progress has changed almost all sectors of fast-paced transaction activities, easily accessible
activities and activities and encouraged to be able to create efficiency. With internet users ranked 6th in the world, Indonesian people can be classified
as an informed society.
The purpose of this study is to describe UKM in Indonesia, especially UKM in South Tangerang. The response from UKM to the use of technology has made it easier for various businesses. And the obstacles or obstacles faced
by UKM to be able to integrate with the advancement of today's technology business.
Methodology: in this study using a descriptive method with a qualitative approach. As informants in this study are UKM, IT experts, UKM coaches in the South Tangerang area. Primary data obtained from interviews with informants, while secondary data in the form of documents relating to the
objectives of the study. After all the data collected the data is processed by grouping according to the criteria contained in the problem, then the data is compiled and finally the complete data is given a narration.
Conclusion. The majority of UKM are familiar with internet technology, but the strong cultural environment influences UKM. They trust local transactions more by believing they are safer and more trustworthy. So as to integrate its business into the technology-based UKM business platform it is not yet optima