Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Migrasi Terpaksa Masyarakat Korban Bencana: Menelusuri Potret Kelangsungan Hidup Korban Lumpur Lapindo di Desa KedungsoloKecamatan Porong Sidoarjo
Migrasi terpaksa (forced migration) untuk tujuan menyelematkan diri dari bahaya bencana belakangan ini jamak terjadi di Indonesia, seperti migrasi yang dilakukan masyarakat korban bencana lumpur lapindo. Bencana lumpur Lapindo, memang tidak merenggut korban jiwa manusia, tetapi secara perlahan-lahan bencana lumpur telah menenggelamkan rumah dan areal persawahan pendduduk, sehingga warga terpaksa pindah ke daerah lain. Artikel ini merupakan sepenggal dari hasil penelitian yang dilakukan
untuk mendeskripsikan kelangsungan hidup migran terpaksa korban lumpur Lapindo di daerah tujuan. Sesuai dengan tujuan tersebut, pendekatan penelitian yang dianggap paling sesuai adalah pendekatan kualitatif, dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap beberapa informan secara snowbal. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif yang dimulai sejak peneliti melakukan pengumpulan data dan dilakukan secara mengalir dengan tiga tahapan, yaitu; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui verifikasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa mayoritas korban lumpur Lapindo memilih daerah tujuan yang jaraknya dekat dari daerah asal, pilihan daerah migrasi berdasarkan keputusan anggota keluarga dan memanfaatkan jaringan sosial kekerabatan. Mayoritas korban lumpur lapindo sudah menerima uang ganti rugi tanah dan lahan sawah dari PT. Lapindo, tetapi mereka kesulitan mendapatkan sawah sebagai pengganti asset (modal) sehingga terjadi perubahan pola penghidupan rumahtangga, dimana tidak menggantungkan kehidupan sebagai petani, tetapi beralih pekerjaan di sektor
informal, seperti jual makanan, jajanan untuk anak-anak, tukang ojeng, supir becak, dan sebagai pedagang VCD di lokasi wisata danau lumpur Lapindo. Pilihan strategi kelangsungan hidup ini dilakukan atas dasar beberpa faktor, yaitu; (1) penghasilan rumah tangga yang mengalami pengurangan dan tidak adanya jaminan, (2) sulitnya memperoleh pekerjaan di daerah tujuan, (3) permasalahan relokasi dan ganti rugi tanah korban lumpur Lapindo yang belum tuntas, dan (4) kuatnya nilai-nilai kekerabatan dan solidarits sosial diantara korban lumpur Lapindo
Pengembangan Model Klinik Belajar Pada Pendidikan Tinggi Terbuka Jarak Jauh
Proses pembelajaran di Universitas Terbuka (UT) dilaksanakan dengan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Mahasiswa sebagai pembelajar didorong untuk mampu belajar mandiri dengan menggunakan sumber belajar yang telah disediakan, baik berupa Bahan Ajar (BA) Utama yang dikemas secara tercetak dan digital, maupun Bahan Ajar Pendukung (BA Pendukung) yang dikemas secara digital. Di dalam proses pembelajaran, UT memberikan layanan bantuan belajar dalam bentuk tutorial dengan modus tatap muka dan online. Bantuan belajar “tidak wajib” diambil oleh mahasiswa (jenjang diploma dan sarjana), sementara untuk mahasiswa (jenjang magister) tutorial bersifat wajib (mandatory). Melalui proses belajar mandiri, belajar terbimbing, dan pemanfaatan berbagai sumber belajar sebagai satu kesatuan utuh dalam sistem pembelajaran, diharapkan mahasiswa dapat melakukan proses belajar yang optimum dengan hasil yang memuaskan. Saat ini, hasil evaluasi belajar (grade nilai) yang diperoleh mahasiswa belum maksimum terutama untuk mahasiswa yang tidak memanfaatkan bantuan belajar, baik Tutorial Tatap Muka (TTM) maupun Tutorial Online (Tuton). Oleh karena itu, diperlukan pembimbingan kepada mahasiswa untuk menyelesakan soal ujian dan tugas tutorial di Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ). UT akan menyediakan fasilitas untuk memberikan pembimbingan kepada mahasiswa tersebut dalam bentuk Klinik Belajar. Bentuk penyelenggaraan Klinik Belajar saat ini belum terstandar sehingga perlu upaya untuk standarisasi. Penelitian ini akan diarahkan untuk mengembangkan model penyelenggaraan Klinik Belajar di UPBJJ dengan tujuan membantu mahasiswa untuk berlatih mengerjakan soal-soal Ujian Akhir Semester (UAS), konsultasi persiapan UAS, dan bimbingan administratif UAS. Harapannya dengan mengikuti kilnik belajar, mahasiswa dapat meningkatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mereka. Penelitian ini akan menjawab pertanyaan berikut ini. 1. Bagaimana desain model Klinik Belajar UT; 2. Bagaimana hasil uji coba Klinik Belajar UT pada tahap I; 3. Bagaimana model Kilinik Belajar UT hasil revisi dari uji coba tahap I; 4. Bagaimana perbedaan perolehan IPK antara mahasiswa yang mengikuti Klinik Belajar dan yang tidak mengikuti Klinik Belajar. Rancangan penelitian ini adalah Research and Development (R&D), dengan mengembangkan model Klinik Belajar. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data penelitian dilakukan di enam UPBJJ-UT yang mewakili ketersebaran UPBJJ-UT dari wilayah barat, tengah, dan timur, yaitu Banda Aceh, Surabaya, Samarinda, Manado, dan Kupang pada semester 2018/19.1. Pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan mengundang 30-50 orang mahasiswa S1 dan S2 di setiap UPBJJ-UT untuk melakukan analisis kebutuhan terhadap Klinik Belajar dan melalui kuesioner kepada 200 responden mahasiswa. Hasil analisis kebutuhan melalui FGD dengan mahasiswa diperoleh informasi mengenai bahan ajar, tutorial online, ujian kahir semester, dan nilai mata kuliah. Pengembangan Desain Klinik Belajar meliputi Pengertian/batasan, Tujuan, Ruang Lingkup, Ketentuan, dan Skenario Klinik Belajar. Ruang lingkup klinik belajar meliputi konsultasi belajar dan pembelajaran di UT dan pemecahan masalah administrasi akademik dan kesulitan belajar dilayani oleh petugas klinik di UPBJJ-UT. Ketentuan klinik belajar mencakup ketentuan pelaksanaan dan ketentuan bagi petugas layanan klinik belajar. Skenario klinik belajar terdiri atas kegiatan Pembukaan, Penjelasan Teknis, Keterampilan Mengelola Waktu, Keterampilan Membaca Modul Secara Efektif, Keterampilan Merekam Hasil Baca, Pemanfaatan Layanan UT Online dan Ragam Sumber Belajar, Kiat Mengikuti Tutorial Online (Tuton), Kiat Mengerjakan Tugas Tutorial dan Mempersiapkan UAS, dan Evaluasi Pelaksanaan PKBJJ. Uji coba desain Klinik Belajar dimulai pada tahun 2018 semester I di delapan UPBJJ-UT, namun belum semua dari delapan UPBJJ-UT tersebut mengimplementasikan Klinik Belajar. Mulai tahun 2018 semester II seluruh UPBJJ-UT diinstruksikan untuk melaksanakan klinik belajar berdasarkan Surat Edaran Wakil Rektor Bidang Akademik. Revisi I desain pelaksanaan Klinik Belajar hasil uji coba dilakukan pada tahun 2019 berdasarkan Surat Edaran Wakil Rektor Bidang Akademik No. 7051/ UN31.WR.I/PP.10.02/2019 tanggal 8 Februari 2019 tentang Pelaksanaan EKBM Tahun 2019 dan No. 45959/UN31.WR.I/PP.10.02/2019 tanggal 3 Oktober 2019 tentang Implementasi Klinik Belajar bagi Seluruh UPBJJ-UT. Dapat disimupkan bahwa berdasarkan proses dan analisisi kebutuhan yang dilakukan dalam PENGEMBANGAN MODEL KLINIK BELAJAR PADA PENDIDIKAN TINGGI TERBUKA JARAK JAUH telah dihasilkan desain Klinik Belajar yang dapat diterapkan pada pendidikan tinggi jarak jauh di Universitas Terbuka. Desain model Klinik Belajar terutama mencakup ketentuan pelaksanaan dan petugas yang terkait dengan Klinik Belajar, serta skenario Klinik Belajar. Hasil uji coba desain Klinik Belajar menunjukkan perlu dilakukan revisi terhadap desain awal serta berpijak pada kebijakan akademik mengenai pelaksanaan KLINIK BELAJAR bagi semua UPBJJ-UT. Dikembangkan desain Klinik belajar yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang tidak berkesempatan mengikuti Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) dan mengalami kesulitan belajar. Pelaksanaan Klinik Belajar pada semester 2019/20.1 dilakukan di beberapa UPBJJ-UT, belum semua UPBJJ-UT melaksanakan Kilink Belajar. Survei, pengamatan, dan FGD dilakukan kepada mahasiswa yang sudah mengikuti Klinik Belajar di beberapa UPBJJ-UT dan belum mengikuti klinik belajar, diantaranya Banjarmasin, Palembang, dan Manado. Beberapa saran dapat disampaikan sebagai berikut. 1. UPBJJ-UT melaksanakan klinik belajar mengacu kepada desain model klinik belajar ini yang telah tertuang pada Surat Edaran Wakil rektor Bidang Akademik No. 7051/UN#1.WR.1/PP.10.02/2019. 2. Perlunya pemantauan pelaksaan klinik belajar yang menerapkan model ini sehingga dapat diperoleh masukan untuk perbaikan selanjutnya
How Companies At Mature Stages Choose Their Capital Structure? Evidence From Indonesian Data Panel
Capital Structure Decisions under consideration of the company's life cycle are important in financial studies. We examine two of the most prominent capital structure theories, namely the Trade off Theory and the Pecking Order Theory by incorporating the Firm's Life Cycle factors to see how companies at mature stages choose their type of capital structure. We use mature stage dummy variables classified from the concept of the Firm's Life Cycle, and include them in three models, namely the Partial Target Adjustment Model, Deficit Financing Model, and Nested Model, to capture the dominance of Trade Off Theory and Pecking Order Theory in explaining capital structure decisions. We collected sample of non financial company from the Indonesia Stock Exchange (www.idx.co.id) purposively with a range from 2004 to 2013, and pool it into balanced panel data. The test results show that companies in mature stages have a tendency to consider minimum Cost of Capital (CoC ) in their capital structure decisions, while still maintaining small scale capital cost optimization. The test results show that the consideration based on pecking order theory is more dominant than the trade off theory in the capital structure decisions of companies in the mature stage, although both theories play a complementary role
Online Exam Services Improvement at Palembang Open University (SOU Policy Implementation)
One of the policies implemented by the Open University to measure student competency is through the implementation of the online examination system (SUO). SUO implementation is aimed at giving students the choice of exam models. Through SUO, students can take exams outside the UAS schedule, saving students travel time (because students do not have to wait for the next semester to repeat non-graduating courses), and make it easier for students to choose the test time. In its development, SUO which has been developed since 2009, received a good response from students, as evidenced by the increasing number of students who chose this system. To bring services closer to students, UT in 2019 began implementing SUO outside the UPBJJ-UT office, one of which was in the UT Palembang area. There are 4 locations selected for SUO, namely in Lahat, Baturaja, Belitang, and Lubuk Linggau. The choice is determined based on the number of students in the area, geographical constraints, and the availability of a stable internet network. The implementation of SUO in the regions has had a positive impact on students with good grades. However, the acquisition of good student exam scores is not yet supported by the Standard Operating Procedure concerning good administrative services. This paper aims to discuss how to make SUO outside the UPBJJ office have an Operational Standard Procedure for Online Examination Systems based on the conditions in the field, so as to be able to support quality Online Test System administration services for Open University students
Future Skills : Persiapan Menghadapi Masa Depan Tahun 2035
Umat manusia akan segera menghadapi perubahan radikal baik dari segi ekonomi maupun sosial. erubahan-perubahan ini akan didorong oleh percepatan pengembangan teknologi dan kebaruan sosial yang terkait. Dalam perspektif jangka panjang, transisi teknologi baru mengarah pada terobosan revolusioner dalam efisiensi tenaga kerja dan pengembangan ekonomi. Namun, dalamperspektif jangka pendek, transisis tersebut akan menyebabkan ketidakseimbangan substansial dalam ekonomi dunia, sehingga memperparah ketidaksetaraan dan mendorong risiko pengangguran secara global.
Sebagian besar tugas yang saat ini diberikan kepada karyawan akan diotomatisasi atau dihilangkan karena adanya perubahan cara organisasi sosial. Ekonomi baru akan membutuhkan spesialis baru. Pekerjaan yang ada di masa mendatang akan membutuhkan pendekatan kreatif dan kemampuan untuk bekerja, tidak hanya antar sesama manusia namun juga dengan kecerdasan buatan. Dibanding fokus pada satu pekerjaan, individu akan bekerja pada passion mereka dengan mencoba berbagai kegiatan spesifik.
Buku ini memuat tentang keahlian yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi masa depan. Keahlian yang dibutuhkan dibentuk berdasarkan serangkaian asumsi dan solusi metodologis, antara lain:
1. Kedepannya siklus pekerjaan akan semakin pendek maka tentunya lebih penting untuk membentuk seperangkat keterampilan baru daripada memperkirakan peluang kerjaan yang tersedia. Keterampilan ini akan membantu karyawan memastikan posisi mereka dalam aktivitas tertentu di masa depan karena mereka akan siap untuk pelatihan ulang berikutnya.
2. Metode-metode persiapan keahlian ini berdasarkan data yang ada dan tren pada masa lalu. Ekstrapolasi sederhana ini mengandalkan serangkaian tren dasar yang akan mengarahkan transisi yang nyata di masyarakat, ekonomi dan teknologi.
3. Terdapat kompleksitas dan politisasi yang terus tumbuh dari dunia. Masih banyak yang belum mengetahui bahkan belum tersentuh dengan teknologi dasar. Di lain sisi, ada pula sekumpulan masyarakat yang sangat maju dan telah memanfaatkan teknologi yang lebih lanjut kedepannya. Oleh karena itu, keahlian yang dijelaskan merupakan keahlian umum yang dapat diperoleh oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pendidikan dan pengembangan keterampilan adalah salah satu bidang yang paling konservatif. Penyedia pendidikan dan pelatihan perlu menyadari potensi kebutuhan pasar tenaga kerja di masa depan untuk memastikan bahwa mereka menawarkan pelatihan yang dibutuhkan individu
agar dapat berkompetisi di masa depan. Keputusan seorang individu tentang tingkat keterampilan yang ingin dicapai dan spesialisasi mata pelajaran yang dimiliki akan berdampak besar pada jalur karier mereka sepanjang kehidupan kerja.
Seseorang seharusnya tidak memperlakukan masa depan sebagai kelanjutan sederhana dari masa sekarang, seolah-olah hari esok tidak berbeda dari hari sebelumnya. Umat manusia harus mengambil pendekatan serius terhadap pembentukan citra masa depan yang diinginkan. Oleh karena itu, besar harapannya agar buku ini dapat dimanfaatkan untuk dapat memberikan gambaran dan bekal untuk bersaing dan bertahan di masa depan serta dapat berkontribusi dalam memberikan pembentukan citra positif masa depan
CYBER SECURITY AND DIGITAL FORENSICS AS A PREVENTIVE AND REPRESSIVE STEP TO OVERCOME CHEATING IN ONLINE TUTORIALS
The rapid development and utilization of information technology answers the problems regarding distance learning. Open universities have online tutorial services to reach students who are reserved in learning but do not want to be limited by distance and time. The weakness of online tutorials is that they cannot monitor users in interacting online, so they are prone to cheating. Cyber security and digital forensics are ways farther than fraud prevention and countermeasures in online tutorials, when a lot of credibility fraud in a university that conducts learning through online media is at stake. The method used in this study is empirical research which directly takes samples of fraud cases that have occurred at the Universitas Terbuka, then what steps are taken and then resolved. Cyber security is a technology, process and practice designed to protect networks, computers, programs and data from unauthorized attacks, damage or access. The purpose of Cyber Security is to protect information assets from being used by unauthorized people. If there is still data leakage, digital forensics will complete identifying the recorded digital footprint and can be seen by using technology. The digital trace results can be in the form of data such as sound data, images, text and video data which are then analysed by data that have not been structured. So that it can be used as authentic data for decision making from cheating on the online tutorial. Online tutorials can be implemented well and get good results if done well, so a good system is also needed, that is to say prevention through Cyber Security and Countermeasures through digital forensic
Pengaruh Model Pembelajaran Course Review Horay Terhadap Keaktifan Dan Prestasi Siswa Kelas V Mata Pelajaran Matematika Materi Bangun Datar SD Negeri Banjarejo
Pembelajaran matematika merupakan proses belajar siswa secara aktif. Keterlibatan siswa secara aktif sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) Mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran
Course Review Horay terhadap keaktifan siswa kelas V mata pelajaran Matematika materi bangun datar SD Negeri Banjarejo. (2) Mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran Course Review Horay terhadap prestasi belajar siswa kelas V mata pelajaran Matematika materi bangun datar SD Negeri
Banjarejo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Variabel independent (X) yaitu Model Course Review Horay. Variabel dependent yaitu (Y1) keaktifan siswa dan (Y2) prestasi belajar. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta
didik kelas V SDN Banjarejo yang berjumlah 41 anak yang terbagi dalam 2 kelas. Data diperoleh dari 2 kelas; yaitu data dari kelas kontrol dan eksperimen.
Data yang di ambil berupa hasil pre test dan post test serta keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Untuk data prestasi belajar siswa yang berupa nilai pre test
dan post tes akan dicari lagi nilai gain score dengan cara mengurangkan nilai post test dan nilai pre test. Data dianalisis menggunakan Uji-t dilakukan dengan
aplikasi spss versi 16.
Keaktifan siswa pada kelas eksperimen mendapat rata-rata nilai 3,57. Sedangkan keaktifan siswa pada kelas kontrol mendapat rata-rata nilai 2,51. Hasil Uji-t pengaruh model pembelajaran Course Review Horay terhadap keaktifan dan
prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri Banjarejo menunjukkan bahwa nilai signifikansi pada variabel gain score 0,000 < 0,05 dan pada variabel keaktifan
belajar 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan H1 diterima. Dengan demikiari terdapat pengaruh yang positif dari basil belajar dari keaktifan belajar siswa antara siswa
kelas eksperimen dan kelas kontrol
Efektifitas Media Belajar Aplikasi Pembelajaran Denah (Si Raden) Berbasis Software Flash Terhadap Kemampuan Menulis Dan Berbicara Siswa SD (Studi Eksperimen Efektifitas Penggunaan Media Pembelajaran)
Pembelajaran Bahasa Indonesia di gugus I Mojo didominasi cara lama yaitu guru menggunakan metode ceramah dan latihan soal tanpa inovasi . Hal ini membuat hasil belajar siswa rendah dan pembelajaran membosankan. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut dibutuhkan media pembelajaran yang menarik
yaitu media belajar aplikasi pembelajaran denah Si Raden berbasis software flash.
Tujuan penelitian ini dilakukan adalah (1) untuk menguji efektifitas penggunaan media pembelajaran siraden terhadap kemampuan menulis siswa kelas 4 di gugus 1 Kecamatan Mojo. (2) untuk menguji efektifitas penggunaan media pembelajaran
siraden terhadap kemampuan berbicara siswa kelas 4 di gugus I Kecamatan Mojo. (3) untuk menguji efektifitas media pembelajaran Si Raden dibanding media pembelajaran visual dalam meningkatkan kemampuan menulis dan kemampuan
berbicara siswa SD kelas 4. Penelitian ini menggunakan metode Eksperimental Semu (Quasi Eksperimental Research) dengan model desain pretest posttes control group desaign. Kelas eksperimen menggunakan media pembelajaran Si
Raden sedangkan kelas kontrol menggunakan media pembelajaran visual. populasi dari penelitian adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar di gugus I Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) Ada pengaruh signifikan penggunaan media siraden dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas 4 di gugus 1 Kecamatan Mojo. (2) Ada pengaruh signifikan penggunaan media siraden dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas 4 di gugus 1 Kecamatan Mojo. (3) Ada perbedaan pengaruh yang signifikan
penggunaan media siraden dibanding penggunaan media pembelajaran visual dalam meningkatkan kemampuan menulis dan berbicara siswa kelas 4 di gugus 1 Kecamatan Mojo
Hubungan Antara Pengetahuan Awal Dan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan
Permasalahan yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah banyak siswa yang kurang menyukai pelajaran matematika, sikap acuh tak acuh, dan mungkin kurangnya kemampuan berhitung siswa juga kurangnya respon terhadap proses
belajar mengajar di sekolah. Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan awal dengan hasil belajar siswa, untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar siswa dengan hasil belajar siswa juga untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan awal dan motivasi belajar bersama dengan hasil belajar siswa pada SDN Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Sedangkan
penelitian kuantitatif adalah penelitian yang bertujuan unruk memberikan gambaran fenomenal yang dapat diamati secara lebih rinci, misalnya disertai dengan data numerik, karakteristik dan pola hubungaμ antar variabel. Penelitian
ini menggunakan populasi dan sampel dari siswa kelas IV di SDN 1 dan SDN 2 Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV di SDN I clan SDN 2 Pasuruan di
Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 116 siswa.
Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 90 siswa dari 116 total populasi dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pengetahuan awal memberikan kontribusi terhadap hasil belajar yang berjumlah 51,7%, artinya semakin baik pengetahuan awal, maka hasil belajar juga akan semakin baik. motivasi belajar memberikan kontribusi terhadap hasil belajar yang berjumlah 51 o/o artinya semakin baik
motivasi belajar, maka hasil belajar juga akao semakin baik. Pengetahuan awal dan motivasi belajar secara simultan berpengaruh terhadap hasil belajar yang ditunjukkan oleh R square sebesar 52,7% artinya 47,3% dipengaruhi oleh faktor
lai
Pengaruh Earning Per Share, Price Earning Ratio dan Dividend Payout Ratio Terhadap Harga Saham (Pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Perdagangan Besar Barang Produksi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh earning per share, price earning ratio dan dividend payout ratio terhadap harga saham (pad a perusahaan jasa sub sektor perdagangan besar barang produksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Data yang digunakan sebagai acuan
analisis merupakan data sekunder dari laporan keuangan BEi yang telah dipublikasikan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 perusahaan yang terpilih berdasarkan metode purposive sampling.
Analisis data menggunakan metode regresi berganda dengan aplikasi SPSS 23.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EPS dan PER secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga saham,sedangkan DPR secara parsial tidak berpengaruh terhadap harga saham. Keterbatasan penelitian ini
terletak pada variabel penelitian yang hanya menggunakan rasio pasar sebagai variabel bebasnya.
Penelitian ini dapat digunakan untuk menemukan sumber informasi mengenai laporan keuangan perusahaan jasa sub sektor perdagangan besar, sehingga para pihak yang terkait bisa mempertimbangkan sebelum menanamkan modalnya