Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Tax Amnesty and Earnings Management: An Initial Evidence
The aim of this paper is to examine the effect of earnings management on the participation of company owners in tax amnesty program in Indonesia. This study uses a matching sample approach that consist of publicly listed companies that participated in tax amnesty program and companies that did not participate in tax amnesty program during 1st July 30th September 2016. The final sample was obtained 339 firm years. Information about the owner of the company that participated the tax amnesty program was obtained from the mass media. The results show that accrual earnings management has a positive effect on the possibility of the owner of the company to participate in the tax amnesty program. This study suggests the users of financial reports to pay attention on the level of aggressiveness of companies earnings management whom the owners participate in tax amnesty program. The aggressive financial reporting could indicate the low quality of the financial reporting. This study also provides conceptual contribution to the development of science regarding the relation of earnings management and the probability of a company owners participating in the tax amnesty program
Membaca Cerita Anak Pada Siswa Kelas V SDN 019 Balik Papan Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Strategy Directed- Reading Thinking Activity (DRTA) dan Motivasi Belajar terhadap Kemampuan Pemahaman Membaca Cerita Anak pada Siswa Kelas V SDN 019 Balikpapan Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 019 tahun pelajaran 2018/2019. Hasil pemahaman membaca siswa menggunakan pembelajaran kooperatif strategi DRTA lebih baik dari hasil belajar siswa yang diajar dengan strategi Ekspositori dengan memperoleh nilai rata-rata sebesar 79,86 dan basil belajar strategi Ekspositori memperoleh nilai rata-rata sebesar 76,97. Siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif strategi DRTA memiliki motivasi tinggi sebesar 84,40 dan motivasi rendah sebesar 75,31, siswa yang menggunakan strategi Ekspositori memiliki motivasi .rendah sebesar 76,37 dan memiliki motivasi tinggi sebesar 75,58, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran
Ekspositori baik bagi siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, karena guru yang terus aktif membelajarkan siswa. Hasil pengujian ANAVA diperoleh nilai fh = 5,63 dan nilai kritik ft = 3,98 dengan dk (1,68) pada taraf a = 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa fh = 5,63 ft = 3,98 sehingga terdapat interaksi antara penggunaan strategi pembelajaran dan motivasi belajar dalam mempengaruhi pemahaman membaca siswa cerita anak. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah guru dapat menggunakan Strategy Directed Reading-Thinking Activity untuk diterapkan dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia agar lebih optimal meningkatkan pemahaman membaca cerita anak pada siswa, guru dapat menggunakan Strategy DirectedReading
Thinking Activity sehingga materi pelajaran lebih mudah dipahami siswa, guru menggunakan Strategy Directed-Reading Thinking Activity dalam pembelajaran Bahasa mampu meningkatkan motivasi belajar siswa
Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Karakter Terintegrasi Dengan Program Sekolah Dasar Berbasis Proyek
Permasalahan merosotnya nilai karakter peserta didik dan kalangan remaja menimbulkan kekhawatiran bagi para pendidik. Pembelajaran pendidikan karakter dikalangan SD belum mencerminkan capaian perubahan tingkah laku karakter. Penelitian ini pembelajaran ini melalui kegiatan ekstrakurikuler untuk membawa peserta didik melakukan penguatan karakter dengan cara menentukan, merancang, menyusun jadwal, menyelesaikan masalah, melaporkan hasil proyek, dan evaluasi sesuai dengan karakter pembelajaran berbasis proyek. Tujuan penelitian ini untuk melaksanakan pembelajaran pendidikan karakter bagi guru, pembina ekstrakurikuler dan peserta didik yang terintegrasi dengan program sekolah, melalui pembelajaran yang di dalamnya menunumbuhkembangkan karakter disiplin dan tanggung jawab melalui pengamatan yang terkait dengan karakter disiplin dan tanggung jawab peserta didik. Produk dari pene1tian ini adalah perangkat pembelajaran berupa silabus pengintegrasian butir karakter peserta didik kelas 5 dan 6, RPP, LKS, Buku Siswa, dan Buku Panduan untuk pelakasanaan pendidikan karakter melalui kegiatan esktrakurikuler Kepramukaan, Drum band, dan Out bound. Perangkat pembelajaran yang praktis, dan efektif. Ruang lingkup penelitian ini adalah peserta didik SDN 3 Keling dengan responden para pelatih ekstra, peserta didik dan guru serta kepala sekolah. Dalam kegiatan pembelajarannya menerapkan model Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP), pengintegrasian pendidikan karakter dilaksanakan selama proses pembelajaran dengan melakukan pengarnatan dengan instrumen pengamatan karakter disiplin dan tanggungjawab. Perubahan karakter diamati secara periodik pada setiap pembelajaran sesuai dengan indikator masing-masing karakter. Perubahan karakter diharapkan dapat berpengaruh pada peningkatan kemampuan unjuk kerja pada kegiatan pembe1ajaran Kepramukaan, Drum band, dan Out bound. Pada setiap program ekstrakrikuler dilakukan empat kali pertemuan dengan waktu 2 x 35 menit selarna 3 bulan dari bulan Maret sampai dengan Mei Tahun 2017. Data awal kegiatan Kepramukaan menunjukkan bahwa kondisi kemampuan unjuk kerja 1,68 karakter disiplin rataannya 1,76, untuk karakter tanggung jawab rataan 1,72 dari 4,00. Ekstra Drum band kemampuan unjuk kerja 1.44 menjadi 3,73. Validitas silabus 4,25 dari , RPP 4,02, LKS 3,95, buku siswa dan panduannya rata-rata skorya 3,93 dari validasi untuk soal tes rataannya 3,95 dari nilai maksimal 5,00. Hasil pengamatan karakter disiplin rataan 3,73dari skor maksimal 4,00, ada peningkatan signifikan sebesar 52,55%, dan tanggung jawab sebesar2,18 atau 55,89% berarti ada pengaruh positif karakter disiplin dan tanggung jawab terhadap unjuk kerja. Hasil pembelajaran ekstra tersebut berhasil sukses dan pembentukan karakter benar-benar tercipta
Analisis Implementasi Kebijakan Dalam Pengelolaan Kawasan Perbatasan Negara di Provinsi Kepulauan Riau
Penelitian ini dilakukan dengan maksud menganalisis implementasi kebijakan pengelolaan kawasan perbatasan negara di Piovinsi Kepulauan Riau. Permasalahan penelitian meliputi koordinasi, serta kapasitas kelembagaan yang belum maksimal dalam melakukan agregasi dan mengartikulasikan kepentingan kebijakan pembangunan dikawasan perbatasan negara.
Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif Analisis data berdasarkan teori lmplementasi Kebijakan George Edward III, meliputi aspek komunikasi, Sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan koordinasi dan ego sektoral masih menjadi persoalan, termasuk fragmentasi birokrasi dengan subyek yang menyebar membuat pelaksanaan kebijakan kurang terarah. Faktor geografis merupakan kendala lain yang membuat kawasan perbatasan negara kurang mendapat prioritas dalam pembangunan, disamping tidak adanya anggaran khusus yang piperuntukkan pada lokasi prioritas (lokpri) yang sudah ditetapkan sebagai kawasan perbatasan negara.
Menguatnya isu perbatasan menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memperkuat arus pembaifgunan untuk meningkatkan kesejahteraan di kawasan perbatasan negara. Upaya ini tentunya disertai dengan upaya menguatkan kelembagaan, serta melakukan pendekatan yang lebih offensive pada pemerintah pusat untuk memaksimalkan perolehan anggaran dan pembangunan sehingga terwujud kawasan perbatasan negara di Kepulauan Riau sebagai halaman/beranda depan negara yang maju dan sejahtera
Optimalisasi Penempatan Sumber Daya Aparatur Dalam Peningkatan Kinerja Pegawai Kantor Bappeda Kabupaten Jayawijaya
Penempatan sumber daya aparatur dalam organisasi pemerintahan adalah penugasan atau penugasan kembali seseorang pada sebuah jabatan baru yang bertujuan menempatkan orang yang tepat dijabatan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya yang ada sehingga sumber daya yang ada jadi produktif yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui mengapa penempatan sumber daya aparatur tidak optimal di Kantor Bappeda Kabupaten Jayawija 2) untuk mengetahui proses penempatan sumber daya aparatur di Kantor Bappeda Kabupaten Jayawijaya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan eksplanatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan sumber daya aparatur di Bappeda Kabupaten Jayawijaya belum optimal karena belum menerapkan analisis jabatan dan penempatan sumber daya aparatur secara umum masih berasal dari internal organisasi walaupun masih ada intervensi dari luar organisasi. Penempatan aparatur di Bappeda belum disesuaikan dengan pendidikan dan kemampuan akademisnya. Penempatan aparatur tidak disesuaikan dengan ketrampilan mentalnya dan ketrampilan sosialnya, rata-rata aparatur di Bappeda telah memiliki keterampilan fisik. Di samping itu penempatan aparatur di Bappeda sudah disesuaikan dengan pengalaman bekerja yang dilihat dari lama kerja
Pengaruh Kompetensi Pedagogik dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Se-Kecamatan Gunung Pelindung Kabupaten Lampung Timur
Kompetensi pedagogik dan disiplin kerja punya peranan penting dalam menunjang kinerja guru. Kurang berhasilnya pendidikan bukan hanya disebabkan kurikulum, tetapi kadang lebih dipengaruhi karena rendahnya kualitas guru dalam proses pembelajaran baik kemampuan maupun sikap sehingga dipandang perlu untuk dilakukan dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh kompetensi pedagogic dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SekolahDasar se-Kecamatan Gunung Pelindung. Analisis data penelitian ini dengan pendekatan survey, menggunakan analisis regresi dan korelasi, untuk menguji hipotesis penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah guru sekolah dasar negeri dan swasta se-Kecamatan Gunung Pelindung berjumlah 118 orang berasal dari 11 sekolah dengan jumlah sampel 54 orang guru. Simpulan dalam penelitian ini adalah 1) Kompetensi pedagogik mempunyai pengaruh yang signiftikan terhadap kinerja guru dengan koefisien korelasi rx1y= 0,601 dan koefisien determinasi 0,361 atau besarnya pengaruh 36,10% dengan persamaan regresi Y = 44,335+0,475Xt. Berdasarkan koefisien korelasinya pada tingkatan korelasi yang kuat, semakin baik tanggapan responden tentang kemarnpuan seorang guru dalam mengelola proses pembelajaran peserta didik yang meliputi penguasaan karakteristik pesertadidik; menguasai teori belajar; mengernbangkan kurikulum; pernbelajaran yang rnendidik; rnernanfaatkan teknologi; pengernbangan potensi siswa; komunikasi efektif, empatik dan santun; penilaian dan evaluasi; hasil evaluasi; dan Tindakan reflektif rnaka akan ada kecenderungan rnemiliki kinerja yang baik, 2) Disiplin kerja guru mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru dengan koefisien korelasi 490 dan koefisien determinasi 0,241 atau pengaruhnya 24,10% serta dengan persamaan regresi Y=54,065+0,390 X2. Berdasarkan koefisien korelasinya pada tingkatan korelasi yang kuat, semakin baik tanggapan responden tentang sikap dan perilaku guru dalam bertugas yang melaksanakan tata tertib, taat terhadap kebijakan dan kebijaksanaan serta menguasai diri dan introspeksi akan berdarnpak pada kinerjanya, dan 3) Kompetensi pedagogik dan disiplin kerja guru, secara bersama-sarna mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru dengan koefisien korelasi 0,613 dan koefisien determinasi 0,376 atau pengaruhnya 37,60% serta persamaan regresi Y=41,361+ 0,389X1 + 0,130X2. Berdasarkan koefisien korelasinya pada tingkatan korelasi yang kuat, sernakin baik kompetensi diri, dan semakin baik disiplin kerja ada kecenderungan semakin baik kinerja guru meliputi hasil yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan yang ingin dicapai
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi, dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sorong Propinsi Papua Barat
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sorong Propinsi Papua Barat. Jenis penelitian yang dilakukan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel data melalui penyebaran kuesioner bagi 70 orang pegawai Instalasi rawat jalan, Instalasi gawat darurat dan unit layanan tempat pendaftaran pasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa Gaya Kepemimpinan (Xl) tidak berpengaruh terhadap Kinerja (Y) pegawai RSUD Kabupaten Sorong. Motivasi (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja (Y) pegawai RSUD Kabupaten Sorong. Kepuasan Kerja (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja (Y) pegawai RSUD Kabupaten Sorong. Secara simultan Gaya Kepemimpinan (Xl), Motivasi (X2), dan Kepuasan Kerja (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja (Y) pegawai RSUD Kabupaten Sorong
Analisis Kualitas Pelayanan Publik Pada Pengadilan Negeri Lubuk Linggau
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan publik pada Pengadilan Negeri Lubuk Linggau. Oleh karena itu kualitas pelayanan publik pada Pengadilan Negeri Lubuk Linggau harus dilakukan analisis terlebih dahulu. Analisis terhadap kualitas pelayanan publik pada Pengadilan Negeri Lubuk Linggau dilakukan berdasarkan teori kualitas layanan yang terdiri dari 5 dimensi yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Dari 5 dimensi tersebut terdapat beberapa indikator dengan total indicator keseluruhan adalah sebanyak 17 indikator. Penelitian ini dilaksanakan pada Pengadilan Negeri Lubuk Linggau, yaitu Lembaga peradilan tingkat pertama yang wilayah yurisdiksinya meliputi Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Musi Rawas Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik pada Pengadilan Negeri Lubuk Linggau sudah baik walaupun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan
Implementasi Kebijakan Komunikasi Publik pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui implementasi kebijakan komunikasi publik di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik menugaskan kementerian dan lembaga untuk melaksanakan komunikasi publik. Kebijakan komunikasi publik kementerian/lembaga merupakan komitmen pemerintahan untuk memenuhi prinsip pemerintahan yang baik (good government governance). Masalah pokok penelitian ini iadah bagaimana kebijakan dan implementasi komunikasi publik telah dilaksanakan oleh BPKP serta faktor-faktor yang menentukan keberhasilan implementasi komunikasi publik. Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan kebijakan komunikasi publik dan implementasinya di lingkungan BPKP. Penelitian ini menggunakan metoda penelitian kualitatif , data dikumpulkan dengan wawancara dengan sejumlah partisipan. Analisis komparasi diterapkan untuk membandingkan hasil wawancara guna menghasilkan kesimpulan-kesimpulan dengan merujuk pada teori implementasi kebijakan publik. Temuan penelitian ini ialah bahwa BPKP telah melakukan berbagai upaya untuk mengimplementasikan komunikasi publik. Ditemukan proses komunikasi ke publik atas hasil-hasil audit BPKP tidak mudah karena infomasi hasil pengawasan keuangan tidak mudah dikomunikasikan. Diakui oleh para pelaksana tugas bahwa tanggung jawab sebagai auditor berbeda dengan beban tanggung jawab dalam memenuliinarapan publik. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa langkah untuk memenuhi tujuan komunikasi publik BPKP bekerja secara hati-hati dalam mengkomunikasikan kepada publik hasil pengawasan-pengawasannya. Faktor dominan dalam mengimplementasi komunikasi publik adalah kompetensi sumberdaya manusia BPKP di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik perlu menyiapkan rujukan-rujukan kerja berupa SOP (Standard Operating Procedure) serta menyiapkan Sumber Daya Manusia yang menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi
Difusi Inovasl Kesehatan Masyarakat Melalui Program Jamban Arum (Antar Ke Rumah) di Kecamatan Simpangkatis Kabupaten Bangka Tengah
Penelitian ini mendeskripsi Difusi Inovasi Kesehatan Masyarakat Melalui Program Jamban Arum (Antar Ke Rumah) Di Kecamatan Simpangkatis Kabupaten Bangka Tengah, yang dilaksanakan sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan kinerja rnelalui pelayanan dan pembangunan masyarakat terutama dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Program Jamban Arum merupakan program yang dilaksanakan dari, oleh dan untuk wilayah Kecamatan Simpangkatis dengan dana bersumber dari swadaya sukarela, sehingga saat ini Program Jamban Arum sedang diusulkan sebagai salah satu inovasi daerah.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun informan penelitian yang ditentukan secara purposive sampling yang informannya meliputi: Camat dan Pegawai Kecamatan Simpangkatis, Kepala Desa dan Perangkat Desa, Kapolsek serta Kepala Puskesmas Simpangkatis. Teknik snowball sampling meliputi informan: tokoh masyarakat dan masyarakat penerima Jamban Arum diwilayah Kecamatan Simpangkatis. Untuk intrumen penelitian melalui wawancara dan observasi. Kemudian data yang sudah ada, dianalisa dengan teori Everett M. Rogers (1964).
Kesimpulan penelitian adalah: 1) Difusi inovasi kesehatan masyarakat melalui Program Jamban Arum (Antar ke Rumah) di Kecamatan Simpangkatis belum berjalan dengan baik dan tidak diadopsikan secara luas. 2) Aspek yang paling kuat dalam difusi inovasi Jamban Arum adalah sistem sosial. 3) Hambatan dalam difusi inovasi Jamban Arum adalah masih membudayanya BAB sembarangan dikalangan masyarakat, kurangnya inisiatif dari instansi lain untuk mengadopsi Jamban Arum serta kesalahpahaman aparatur dalam menerima sosialisasi Program Jamban Arum, khususnya terkait pemungutan sumbangan sukarela. 4) Faktor yang mendukung adalah sistem sosial yang berlaku dimasyarakat. Hal ini dikarenakan wilayah Kecamatan Simpangkatis masih kental akan adat istiadat dan budayanya, sehingga sistem sosial ini menjadi jejaring komunikasi paling efektif dalam difusi inovasi Jamban Arum