Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Evaluasi Kinerja Tim Asistensi Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan clan menganilisis kinerja Tim Asistensi Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif Sumber informasi yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Peneliti mengambil informan yang berasal dari internal Tim Asistensi, serta ekstemal Tim Asistensi. Teknik Pengwnpulan data
dengan melakukan wawancara secara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka Hasil penelitian terbadap kinerja Tim Asistensi berdasarkan dua betas indikator kinerja utama menujukkan bahwa kualitas, efektifitas, kemandirian, sarana dan prasarana, responsibilitas, kompetensi, komitmen kerja, responsivitas serta kualitas layanan Tim Asistensi masih harus ditingkatkan. Kuantitas Tim Asistensi disesuaikan dengan kebutuhan organisasi serta kebutuban dari proses. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja Tim Asistensi dengan cara mernberikan bimbingan dan pelatihan, selektif dalam menentukan anggota tim, membuat SOP,
memperbanyak kelompok kerja, serta penggunaan perangkat lunak
Pengaruh Strategi Pembelajaran (Outdoor Learning Berbasis Literasi Sains, Outdoor Learning Berbasis Literasi Sains Dan Ekspositori, Serta Ekspositori) Dan Minat Belajar (Tinggi, Sedang, Dan Rendah) Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa SD
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran outdoor learning berbasis literasi sains, strategi pembelajaran outdoor learning berbasis literasi sains dan ekspositori serta strategi pembelajaran ekspositori dan minat belajar terhadap hasil belajar IPA siswa SD. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, yang menekankan adanya perlakuan (treatment) pada tiga kelompok belajar yang berbeda. Desain penelitian yang digunakan yaitu desain faktorial.
Dari hasil yang diperoleh pada minat belajar tinggi didapat rerata hasil belajar dengan menggunakan strategi pembelajaran outdoor learning berbasis literasi sains
sebesar 91,25. Rerata dengan strategi pembelajaran outdoor learning berbasis literasi sains dan ekspositori sebesar 93,57 dan dengan strategi pembelajaran ekspositori sebesar 80,71. Pada minat belajar sedang didapat rerata hasil belajar dengan menggunakan strategi pembelajaran outdoor learning berbasis literasi sains sebesar 93,57, dengan strategi pembelajaran outdoor learning berbasis literasi sains dan ekspositori sebesar 88,33 dan dengan strategi pembelajaran ekspositori sebesar 69,17. Pada minat belajar rendah didapat rerata hasil belajar dengan menggunakan
strategi pembelajaran outdoor learning berbasis literasi sains sebesar 77,50, dengan strategi pembelajaran outdoor learning berbasis literasi sains dan ekspositori
sebesar 82,14 dan dengan strategi pembelajaran ekspositori sebesar 57,86.
Terdapat pengaruh interaksi yang tidak signifikan antara penggunaan strategi pembelajaran dan minat belajar terhadap basil belajar siswa, didapat nilai F hitung sebesar 1,417 dan F tabel dengan p < 0,05 sebesar 3, 12 dan F tabel dengan p < 0,01 sebesar 4,89. Hal ini menunjukan bahwa nilai F hitung <: F tabel
Successful Factors of Green Management Implementation
Ada kecenderungan yang menunjukkan penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya alam dan lingkungan. Perubahan iklim terjadi bersamaan dengan selimut atmosfer yang menipis. Selain itu, pemanasan global menjadi hasil sumber daya alam yang akan berdampak pada eksternalitas industri limbah dan itu akan menyebabkan degradasi sumber daya alam dan lingkungan penghancuran
Pengelolaan Sampah Plastik untuk Mitigasi Bencana Lingkungan
Seiring berkembangnya teknologi, industri dan jumlah penduduk, penggunaan plastik dan barang-barang berbahan dasar plastik semakin meningkat. Plastik banyak digunakan dalam berbagai keperluan karena sifatnya yang ringan, kuat, tidak mudah pecah, fleksibel, mudah dibentuk, tahan karat, mudah diberi warna, isolator panas dan listrik yang baik serta harganya yang terjangkau. Berdasarkan hasil studi, Indonesia adalah negara penghasil sampah plastik nomor dua di dunia setelah Tiongkok, yang berkontribusi atas 3,2 juta ton sampah di lautan setiap tahunnya. Hal itu membuat Indonesia jadi penghasil sampah plastik terbanyak di Asia Tenggara. Diperlukan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terdegradasinya sampah plastik tersebut. Banyaknya sampah plastik ini akan berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan yang akhirnya dapat menimbulkan bencana, antara lain emisi gas rumah kaca ke atmosfir serta banjir. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan pengelolaan sampah plastik untuk mitigasi bencana lingkungan. Mitigasi dapat dilakukan dengan pendekatan teknologi; sosial, ekonomi budaya; serta kelembagaan. Pendekatan teknologi dapat dilakukan misalnya penggunaan pirolisis, penggunaan hydro thermal, ataupun penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan. Pelibatan masyarakat, dan sosialisasi merupakan contoh pendekatan secara sosial dan budaya dan pendekatan ekonomi dapat dilakukan dengan penerapan ekonomi sirkuler. Untuk pendekatan kelembagaan dilakukan dengan melibatkan pemerintah pusat maupun daerah dalam implementasi kebijakan atau peraturan-peraturan yang ada serta penyiapan peraturan baru terkait pengurangan sampah plastik
Penyuluhan dan Pemanfaatan Pertanian dengan Tehnologi Hidroponik dalam Kebencanaan
Pemerintah Provinsi Riau sejak tahun 2012, termasuk pemerintah Kota pekanbaru, menggalakkan pemanfaatan
lahan pekarangan untuk mendukung kemandirian pangan baik karena sedikitnya luas tanah maupun dalam
menghadapi keadaan kritis bahkan jika terjadi bencana. Pengenalan teknologi hidroponik untuk produksi tanaman
sayuran pada lahan pekarangan harus merupakan sistem yang sederhana dan tidak rumit, biaya terjangkau,
menggunakan bahan lokal mudah diperoleh, tidak tergantung pada energi listrik, dan menggunakan tanaman yang
bernilai ekonomis tinggi. Sehingga perlunya penyuluhan yang tepat terhadap teknik hidroponik tersebut di
Masyarakat. Teknologi hidroponik diharapkan menjadi solusi bagi kebutuhan media tumbuh tanaman sayuran yang
diproduksi pada lahan pekarangan sempit dan daerah kritis (bencana). Berdasarkan hasil kajian yang dijalankan para
Masyarakat khususnya guru sangat tertarik untuk membuat sendiri bagaimana menghadirkan bahan pangan sendiri
yang lebih sehat dan bergizi. Hal ini dapat diketahui bahwa teknik hidroponik merupakan salah satu solusi alternatif
ketika disuatu tempat atau wilayah memiliki lahan yang keritis ataupun bencana bagi menopang ketahanan dan
kemandirian hidup suatu masyarakat dengan menghadirkan makanan dan sayuran organik yang sehat dan bergizi
The Pattern of Learning Material Purchases through Online Book Store by Non Semester Package System Students, Universitas Terbuka
Learning materials are the main learning resource for Universitas Terbuka students. Until now, it is not a must for students to buy learning materials from Universitias Terbuka. It is assumed that students can obtain learning materials form various resources. Therefore, in obtaining teaching materials, students can choose the learning service pattern, namely Semester Package System (SPS) and Non SPS. SPS students will obtain teaching materials in accordance with the registered subjects, because tuition payments include the purchase of teaching materials. While NON SPS students are not required to buy teaching materials. This paper discusses the results of research related to the pattern of purchasing teaching materials through online book store by UT non -SPS students. The population of this study is all UT Non-SPS students on academic year of the 2018.2. The research respondents were Non SPS UT students in 6 (six) regional offices, namely Bogor, Tangerang, Denpasar, Surabaya, Padang, and Bandung. Data was collected through questionnaires, interviews and documentation. Data were analyzed descriptively quantitative. The results showed that most students (90%) buy teaching materials after registering courses where the peak purchase of teaching materials is in July and August. The most purchased teaching materials are teaching materials for general basic courses because they are purchased by students of all faculties. The most widely purchased teaching materials are learning materials of Faculty of Law and Social Science (61%), Faculty of Economic (31%), Faculty of Teacher Training and Education (4%), and Faculty of Mathematics and Natural Science ( 1%)
Model Problem-Based Learning (PBL) Berbantuan Media Video (Studi Pengembangan Model PBL untuk Meningkatkan Penguasaan Siswa pada Kompetensi Dasar Jenis-jenis Usaha dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia)
Tujuan penelitian ini adalah menguji kelayakan dan efektifitas model ProblemBased Learning (PBL) berbantuan media video dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada kompetensi dasar jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia. Penelitian dilaksanakan di SDN Kedungdowo Nganjuk, Jawa Timur. Subyek penelitiannya adalah siswa-siswa di dua kelas V tahun ajaran 2017/2018:
kelas Va berjumlah 24 siswa sebagai kelas kontrol dan kelas Vb berjurnlah 25 siswa sebagai kelas eksperimen. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket.
Penelitian kuantitatif dengan desain pengembangan ini menggunakan prosedur dan enam langkah dari Borg and Gall (2003): studi pendahuluan, perencanaan,pengembangan produk, validasi produk oleh ahli dengan menggunakan teknik delphi,uji coba produk, dan produk akhir. Uji coba produk dilakukan dengan prosedur penelitian eksperimental dengan desain nonequivalent control group design. Hasil
penelitian ini adalah model Problem·Based Learning (PBL) berbantuan media video yang dikembangkan melalui analisa uji validasi dengan melibatkan pakar rancangan ahli isi/materi, ahli model, dan ahli media yang menyatakan bahwa model ini sangat baik dan layak dipakai dalam pembelajaran JPS pada siswa kelas V. Di samping itu juga dilakukan uji kelayakan model oleh teman sejawat, kelompok kecil maupun kelompok besar, serta kelompok sasaran 25 siswa dari institusi tersebut di atas.
Mereka menganggapan bahwa model ini sangat sesuai, menarik, dan mampu memotivasi siswa dalam proses pembelajaran. Dari asumsi-asumsi pada uji statistik yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil bahwa ada perbedaan antara hasil belajar siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran di kelas eksperimen lebih baik dibanding dengan kelas kontrol. Dengan kata lain, PBL model berbantuan medfa video ini layak dan efektif untuk meningkatkan pencapaian siswa dalam mempelajari kompetensi dasar pada kompetensi dasar jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia di kelas V Sekolah Dasar. Komitmen dari semua pihak, baik guru, siswa dan sekolah untuk menggunakan model pembelajaran ini sesuai dengan petunjuk yang ada dibutuhkan agar hasil lebih optimal
Perencanaan Pariwisata Berbasis Keunggulan Kompetitif Di Kabupaten Natuna
Penelitian ini berangkat dari kondisi ril pariwisata di Kabupaten Natuna yang sangat lemah meskipun daerah ini memiliki keunggulan kompettitif wilayah yang sangat
baik di bidang kepariwisataan bahari dan alam. Set.elah diteJusuri mendalam, salah satu titik lemah yang menjadi masalah daJam pengernbangan kepariwisataan di Kabupaten
Natuna adalah lemahnya perencanaan sehingga program untuk pembangunan kepariwisataan tidak muncul dalam penganggaran pemerintah. Kondisi seperti ini terus berlangsung dan akhimya menelisik minat penulis untuk mengangkat topik perencanaan pariwisata ini menjad1 sebuah karya tesis.
Paling tidak. ada empat hal yang menjadi fokus studi dalam tesisi ini; yakni stagnan dalam pertumbuhan wisatawan, stagnan daJam pembangunan infrastruktur,kurangnya pelibatan masyarakat daJam aktivitas kepariwisataan dan perencanaan
kegiatan kapariwisataan yang tidak berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan.
Melalui kajian kualitatif dimana subjek peneliti yang terlibat dalam penelitian ini adalah para pihak pengarnbil kebijakan di berbagai tingkat dan ruang; diharapkan riset ini dapat melahirkan perencanaan yang terintegrasr dan berkelanjutan.
Hasil riset secara umum menunjukkan bahwa kekuatan destinasi tidak terakomodir dalam system perencanaan pariwisata daerah sehingga keberadaan objek potensi tidak muncul dalarn program prioritas pembangunan destinasi. Sistem
perencanaan kepariwisataan juga temyata tidak terkoneksi dengan perencanaan bidang lain, terutama perencanaan pembangunan infrastruktur kewilayahan sehingga antara dinas
pariwisata dan dinas pekerjaan umum tidak saling mendukung, meskipun kedua dinas ini saling terintegrasi dalam mewujudkan akses dan kenyamanan destinasi. Keterlibatan
masyarakat dalam kegiatan kepariwisataan belum terfasilitasi secara terencana oleh pemerintah sehingga wujud keterlibatan itu diikat oleh kepentingan masyarakat untuk berjualan di destinasi. Kedepan, pedagang berharap pemerintah Kabupaten Natuna dapat membangunkan fasilitas berjualan di destinasi dan mernpersilakan mereka memanfaatkan fasilitas berjualan itu mengikuti ketetapan pemerintah. Terakhir, perencanaan even kepariwisataan lebih bersifat rutin sehingga darnpak pada penguatan dan pengundang kedatangan turis masih belum.
Oleh karena itu, pembangunan destinasi di Natuna dimulai dengan melengkapi dokumen perencanaan dan kemudian menindak-lanjutinya dengan usaha menggait peran pusat dalam pembangunannya Pembangunan destinasi di Kabupaten Natuna tidak mungkin dilakukan bilamana hanya mengandalkan keberadaan dana daerah. Oleh karena itu, perencanaan ke depan pembangunan destinasi melalui kekuatan anggaran daerah;sementara pembenahan akses laut dan udara dilakulcan oleh pusat sehingga memungkinkan wisatawan manca melakukan kunjungan secara ajeg dan rutin ke Natun
Efektivitas Model Pembelajaran Discovery Learning Dengan Cooperative Learning Type Think Talk Write Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Kelas III Sekolah Dasar
Tujuan penelitian ini: (1) untuk mengetahui adanya perbedaan berpikir kreatif peserta didik yang diajar menggunakan model discovery learning dengan cooperative learning tipe think talk write pada kelas 3 SDN Karangrejo 01 Jember (2) Untuk
mengetahui tingkat keefektifan discovery learning dengan cooperative learning type think talk write dalam kemampuan berpikir kreatif peserta didik SDN Karangrejo 01
Jember. Penelitian ini menggunakan metode quasy-eksperimental dengan dengan pola Tipe non equivalent control group design. Penentuan sampel dalam penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas 3 SDN Karangrejo 01 Jember yang dibagi dua sama besar
sebagai kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Keefektifan ditentukan melalui data pretest dan postest sebelum dan sesudah dilaksanakan penerapan pembelajaran think talk write. Ukuran pengaruh penerapan pembelajaran dan penguasaan konsep peserta didik dengan think talk write dihitung setelah melakukan uji t. Pretest didapatkan thitung = 0,3997 lebih kecil dari ltabel = 1,688 dan uji-t perbedaaan pretes-postes didapatkan hasil hitung = 3,302 yang lebih besar dari ttabe1 = 1,688 dan keefektifan perlakuan pada kelompok eksperimen sebesar 62,1% yang berada pada hasil uji kisaran 61 % - 80%. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan : (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara kelompok yang diajar dengan discovery learning dan cooperative learning tipe
think talk write (2) tingkat keefektifannya tinggi yang berarti bahwa kelompok eksperimen yang diajar menggunakan cooperative learning tipe think talk write memiliki
kemampuan berpikir kreatif lebih baik dari kelompok yang diajar menggunakan discovery learning
Implikasi Kecakapan Manajerial pada Laporan Keberlanjutan dan Kinerja Perusahaan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kecakapan manajerial dalam memoderasi hubungan antara laporan keberlanjutan dengan kinerja keuangan perusahaan di Indonesia. Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang juga berpartisipasi dalam Sutainability Reporting Award (SRA) antara tahun 2008 dan 2015 (110 observasi). Data dianalisis dengan menggunakan moderated regression analysis (MRA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan kinerja ekonomi, lingkungan, tenaga kerja, dan tanggung jawab produk yang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Kecakapan manajerial terbukti dapat memperkuat pengaruh positif laporan keberlanjutan terhadap kinerja perusahaan. Implikasi hasil penelitian ini adalah, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan kecakapan manajer yang mampu mengelola aset perusahaan secara efisien, sehingga pada satu sisi dapat meningkatkan laporan keberlanjutan perusahaan dan di sisi lain meningkatkan kinerja perusahaan