Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Kinerja Pegawai Dalam Pelayanan Perijinan Kapal Berlayar Di Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Kelas V Kuala Pembuang
Keberhasilan pelayanan perijinan publik dapat dilihat dari kualitas pelayanan yang diterima oleh masyarakat atau pengguna jasa pelayanan. Tingkat kualitas pelayanan tergantung pada kinerjaa birokrasi sebagai penyelanggara pelayanan publik.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan kelas V Kuala Pembuang merupakan organisasi publik yang menyelanggarakan pelayanan perijinan kapal berlayar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan kelas V Kuala Pembuang dan untuk mengetahui faktor penghambat serta penunjang dalam pencapaian kinerja. Penilaian kinerja pegawai dalam pemberian ijin kapal berlayar dilihat dari tiga indikator kinerja yaitu kemampuan pegawai, motivasi kerja dan kesempatan kerja, sedangkan faktor pendukung dan penghambat dilihat dari peningkatan Sumber Daya Manusia, penggunaan sarana dan prasarana, sistem informasi manajemen serta budaya kerja. Penelitian ini dilakukan di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan kelas V Kuala Pembuang dengan menggunakan metode kualitatif dengan model interaktif: subjek dari penelitian ini Kepala Kantor dan para Pegawai Kantor serta para perwakilan agen pelayaran sebagai pengguna jasa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerja pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan kelas V Kuala Pembuang sudah baik, namun hendaklah ditingkatkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai baik dari segi kemampuan kerja, motivasi kerja dan
kesempatan/peluang kerja, terbatasnya Sumber Daya Manusia, sarana prasarana dan budaya kerja yang kurang baik menjadi factor penghambat pelaksanaan kinerja pegawai. Saran yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja pegawai, yaitu
dengan menempatkan pegawai sesuai dengan kill/keterampilannya, memberikan pendidikan pelatihan, membangun kecerdasan dan kemampuan fisik pegawai, serta
memberikan perhatian, pendelegasiaan wewenang kepada pegawai, meningkatkan partisipasi dan komunikasi pegawai serta membagi habis tugas pegawai sesuai tugas
pokok dan fungsi masing-masing pegawai. di dalam mengatasi faktor penghambat kinerja dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia,penambahan dan pembenahan sarana prasarana seta menentukan target penyelesaian
perij inan per harinya
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Project Based Learning Terhadap Sikap Matematis Siswa di SD Kelas 6
Penelitian ini dilatar belakangi sikap siswa terhadap matematis yang kurang begitu diminati. Siswa menganggap pembelajaran matematika tidak menyenangkan serta menakutkan sehingga pembelajaran rnatematika menjadi kurang bermakna. Tujuan dari penelitian ini yaitu a. Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap sikap matematis siswa di SD kelas 6, b.Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning terhadap sikap matematis siswa di SD kelas 6, c. Untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara model pembelajaran Problem Based Leaming dengan Project Based Learning terhadap sikap matematis siswa di kelas 6. Metode penelitiannya menggunakan desain kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas VI SDN 068 Sindanglaya Kota Bandung. dengan sampel Kelas VI A
dan VI B SDN 068 Sindanglaya. lstrumen yang digunakan adalah instrument skala sikap. Kelas eksperimen diberi perlakuan model pembelajaran problem based learning dan kelas kontrol diberi perlakuan model pembelajaran project based learning. Data hasil penelitian berupa skor pretes dan postes siswa yang diberikan pada kelas ekperimen dan kelas kontrol. Hasil data pretes dan postes dianalisis menggunakan uji normalitas kemudian dilakukan uji persamaan dua rata-rata nonparametrik mann-whitney. Dari basil penelitian dapat disimpulkan bahwa Model pembelajaran problem based learning dan project based learnig memiliki perbedaan pengaruh terhadap sikap matematis siswa di SD kelas 6. Dengan kata lain sikap matematis antara siswa yang memperoleh model pembelajaran Problem Based Learning lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran Project Based Learning
Analisis Kepuasan Masyarakat Terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja Medan
Pengujian lingkungan kerja dan pemeriksaan tenaga kerja harus dilakukan secara tepat dan akurat mengingat hal ini merupakan faktor yang sangat penting bagi kelangsungan hidup tenaga kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk: menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan di Laboratorium Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja Medan. Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode survei secara periodik. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratoriwn Balai K3 Medan. Dengan jwnlah sampel sebanyak 80 perusahaan. Laboratorium Balai K3 melakukan pengujian lingkungan kerja dan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja yang berdomisili di wilayah Sumatera Utara. Analisis data menggunakan Survei kepuasan. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan secara menyeluruh untuk indek kepuasan masyarakat pada unit pelayanan Pengujian Lingkungan Kerja/Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja pada Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja Medan didapatkan nilai IKM sebesar 79,34 dengan nilai mutu pelayanan dalam kategori B (Baik) yang artinya nilai pada semua unsur pelayanan menunjukkan kearah peningkatan yang baik. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa variabel bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati menunjukkan pengaruh signifikan dan bersifat positif terhadap indeks kepuasan masyarakat yang menggunakan layanan pada Laboratorium Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja Medan, dengan nilai signifikan lebih kecil dari 0,05. Koefisien determinasi R '"quare yaitu 0,770 menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yaitu bukti fisik, keandalan. daya tanggap, jaminan, dan empati 1nampu menjelaskan perubahan kepuasan masyarakat sebesar 77%, sedangkan sisanya 23% dijelaskan oleh variabel lain
Pengaruh Penempatan Kerja dan Kompetensi Terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara Melalui Motivasi di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tana Tidung
Tujuan penelitian untuk mengetahu pengaruh pengaruh antara penempatan kerja dan kompetensi terhadap kinerja dengan dimediasi motivasi kerja ASN di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tana Tidung. Hasil pengujian hipotesis tentang penempatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja, mengindikasikan semakin tepat dalam menempatkan pegawai di kantor akan berdampak positif motivasi kerjanya yang tinggi. Kumpetensi berpengaruh signifikan terbadap motivasi kerja, ini mengindikasikan semakin tinggi kompetensi akan berdampak kekuatan untuk memotivasi dirinya sendiri untuk lebih giat bekerja yang tinggi. Penempatan kerja berpengaruh secara langsung dan signifikan terbadap kinerja. Penempatan kerja memiliki persamaan positif, artinya semakin jelas dan tepat dalam penempatan kerja setiap pegawai secara langsung dapat meningkatkan kinerja. Kompetensi berpengaruh signifikan terbadap kinerja. Dapat diindikasikan bahwa semakin tinggi kompetensi tentang pekerjaannya maka semakin besar kinerjanya. Motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terbadap kinerja, hal ini mengindikasikan bahwa motivasi kerja masih rendah sehingga berdampak pada kinerjanya. Apabila di kantor tidak pernah diberi motivasi atau dorongan dari atasan, maka pegawai merasa tidak bertanggung jawab atas pekerjaanya yang harus diselesaikannya. Pengaruh langsung antara penempatan kerja terbadap kinerja lebih besar dari pada pengaruh tidak langsung antara penempatan kerja melalui motivasi kerja. Demikian juga dengan pengaruh kompetensi terhadap kinerja melalui motivasi kerja Iebih besar dari pada pengaruh tidak langsung
Penerapan Sistem Controlling Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Agama di Kabupaten Mamasa
Tujuan penelitian ini adalah rnengkaji penerapan sistern controlling kinerja PNS dan bagairnana meningkatkan kinerja. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang rnendiskripsikan rnengenai 1 ). Penerapan sistern
controlling dalarn rneningkatkan kinerja PNS; a. Standar pengukuran kinerja yang mengartikan bahwa suatu proses untuk rnenetapkan pekerjaan yang akan dilaksanakan sesuai dengan standar kinerja belurn berjalan secara rnaksirnal, b.
Penilaian ( evaluasi) terhadap kinerja pegawai yang mana belum berjalan sebagaimana standar yang ditentukan dalam regulasi dikantor tersebut misalnya kurang diperhatikannya Standar Oprasinal Prosudure (SOP) oleh PNS, dan c.
Tindakan perbaikan bila terjadi penyimpangan yang menggambarkan mengenai adanya koreksi dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula, namun hal tersebut relatif tidak berjalan secara maksirnal sebagai
usaha dalam meningkatkan kinerja pada Kantor Kementerian Agama tersebut.
2). Meningkatkan kinerja PNS, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis dengan menggunakan indikator: a. pemahaman tupoksi bahwa dalam menjalankan tupoksi, PNS relatif belu memahami tentang tugas pokok dan
fungsi masing-masing, hanya mengerjakan tugas sesuai dengan apa yang menjadi tanggung jawabnya, b. inovasi adalah proses kreatif dalam melakukan penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada. PNS dalarn melaksanakan tugasnya hanya terpaku pada apa yang tertera dalarn uraian tugas pegawai tersebut,
sehingga belum mampu berinovasi dalarn rnenunjang pelaksanaan pekerjaannya.
c. kecepatan kerja, PNS dalam menjalankan tugas belum memperhatikan kecepatan kerja dengan mengikuti rnetode kerja yang ada, sehingga kinerja pegawai masih dinilai kurang. d. keakuratan kerja yang diartikan dalam menyelesaikan tugas pegawai juga harus disiplin dalam mengerjakan tugas
dengan teliti dalarn bekerja dan melakukan pengecekan ulang, yang masih kurang dilakukan oleh PNS, dan e. kerja sarna, yang diartikan kemarnpuan PNS dalam bekerjasama dengan rekan kerja, seperti bisa menerima dan menghargai pendapat
orang lain dapat dikategorikan relative baik
Pengaruh Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Berbantuan Alat Peraga Dan Gaya Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Matematika Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan memperoleh bukti empiris perbandingan hasil belajar matematika antara strategi pembelajaran STAD berbantuan alat peraga dan STAD
berbantuan multimedia powerpoint dengan gaya belajar audio dan kinestetik. Dua kelas dipilih secara acak kelas VA mendapat pembelajaran STAD berbantuan alat peraga sebagai kelas eksperimen 2 dan kelas VB mendapat pembelajaran STAD berbantuan multimedia powerpoint sebagai kelas eksperimen 2. Jenis penelitian yang digunakan eksperimen semu dengan desain penelitian faktorial 2x2.
Instrument menggunakan tes hasil belajar bentuk soal pilihan ganda dan kuesioner gaya belajar siswa. Dari hasil ANOVA dua jalur pada alpha 0,01 F tabel (3,24) = 4,72. Strategi pembelajaran diperoleh F hitung 10,500 gaya belajar F hitung 7,714 dan interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya belajar F hitung 5,357 hasil ketiga tersebut menunjukkan F hitung > F tabel maka Ho ditolak, pada uji lanjut
Multiple Comparasion diperoleh nilai perbedaan rata-rata kelompok gaya belajar audio (q) lebih kecil 0,46 dari q-tabel 3,90 maka tidak signifikan dan perbedaan
rata-rata kelompok gaya belajar kinestetik pada kelas ekpserimen 1 dan 2 (q2)lebih besar 5,55 dari q-tabel 3,90 maka signifikan. Berdasarkan analisis data
diperoleh kesimpulan bahwa: I) terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa pada kelas yang mendapat pembelajaran ST AD berbantuan alat peraga antara pembelajaran STAD berbantuan multimedia powerpoint 2) terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa dengan gaya belajar audio dan kinestetik 3)Bagi siswa dengan gaya belajar audio, hasil belajar matematika siswa tidak lebih
tinggi bila diajar dengan pembelajaran STAD berbantuan multimedia powerpoint dibandingkan dengan pembelajaran STAD berbantuan alat peraga 4) Bagi siswa dengan gaya belajar kinestetik basil belajar matematika siswa lebih tinggi bila
diajar dengan pembelajaran ST AD berbantuan alat peraga, dibandingkan dengan pembelajaran ST AD berbantuan multimedia powerpoint 5) terdapat interaksi antara strategi pembelajaran ST AD dengan gaya belajar audio dan kinestetik
The Implication Of Self-Regulated Learning And Self-Discipline In Academic Achievement Through Need For Achievement In Distance Higher Education Institution
This study probes into self-regulatory approach to learning prevailing across disciplinary practices in relation to need for achievement among students of Non Basic Education who undertake Individual Learning Packet System within the context of distance higher education at UPBJJ-UT Makassar. This glances through motivational model that seeks to outline the extent to which self-discipline strategies and self-learning motivation affect learning outcomes. Correlation analysis was used to quantify the association between these variables and the direction of the association. The results are favorable, indicating that (1) self-discipline exerts a positive effect on learning outcomes, (2) need for achievement exerts a positive effect on learningoutcomes, and (3) both self-discipline and self-learning motivation simultaneously affect learning outcomes. These results suggest that as students effectively venture into self-discipline and need for achievement along their self-regulated learning trajectories, they are likely to enhance learning outcomes. Recognizing that students develop through self-regulatory practices is due to the transformation of mindset toward self-regulated learning paradigm particularly among remote students in Selayar Regency, where the demand and popularity of distance education are growing. One of the central attributes of this shift is the ever-growing wave of ICT development, alongside the influence of local wisdom.
Keywords:Self-regulated learning, Motivation, Need for achievement, Learning outcomes
Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual Learning dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SD Negeri 070981 Fodo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (I) pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar; (2) pengaruh motivasi belajar tinggi terhadap hasil belajar; (3)pengaruh motivasi belajar rendah terhadap hasil belajar; dan (4)pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 070981 Fodo.Populasi penelitian seluruh siswa di kelas V sebanyak 82 siswa, sampel penelitian sebanyak 70 siswa yang terdiri dari 35 siswa dari kelas V Adan 35 siswa dari kelas V B. Metode penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain factorial 2x2. Teknik analisis data menggunakan anava pada siginifikansi alpa 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (l)terdapat pebedaan pengaruh antara model pembelajaran kontekstual dan konvensioanal terhadap hasil belajar siswa; (2) terdapat perbedaan pengaruh antara model pembelajaran kontekstual dan konvensional terhadap hasil belajar siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi; (3) terdapat perbedaan pengaruh antara model pembelajaran kontekstual dan konvensional terhadap hasil belajar siswa yang memiliki motivasi belajar rendah; dan (4) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar. Model pembelajaran kontekstual lebih baik digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa dari pada model konvensional
Pengaruh Motivasi dan Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur
Faktor motivasi dan kepemimpinan transformasional merupakan salah satu factor yang menentukan keberhasilan dalam peningkatan kinerja pegawai sesuai visi dan misi organisasi, apabila tidak terjadi peningkatan kinerja maka perlu untuk mencari faktor penyebab dan segera dicarikan solusinya. Permasalahan utama di BBKSDA NTT adalah kinerja pegawai belum optimal menjadi kategori sangat baik yang disebabkan oleh faktor motivasi dan kepemimpinan yang belum optimal meskipun telah diupayakan peningkatannya melalui penerapan reward and punishment serta disruption. Oleh karena itu, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi dan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai Kantor BBKSDA NTT. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif, teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Teknik pengambilan data menggunakan sensus (cacah lengkap). Berdasarkan basil penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi dan kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai BBKSDA NTT. Kinerja pegawai BBKSDA NTT belum optimal karena pegawai belum termotivasi optimal yang disebabkan beberapa pegawai telah mencapai pangkat maksimal, kesempatan peningkatan karir belum memperhatikan kompetensi dan kinerja, serta kurangnya peran kepemimpinan dalam memotivasi pegawai. Rekomendasi penelitian ini adalah bahwa BBKSDA NTT perlu memperhatikan kompetensi dan kinerja yang baik dalam pemberian kesempatan peningkatan karir dan jabatan, peningkatan peran kepemimpinan untuk meningkatkan kinerja pegawai, serta perlu untuk dilakukan penelitian variabel lainnya selain motivasi dan kepemimpinan transformasional, seperti: disiplin kerja, komitmen organisasi, lingkungan organisasi, budaya organisasi, insentif, kepuasan kerja dan pelatihan kerja
Utilization of the MOOCs Program to Improve the Quality of Student Skills and Teaching Innovation in the Vocational Program at Universitas Terbuka
Problem that often arise in teaching with open and distance education. especially teaching for student in the Archival Study Program. at Universitas Terbuka, are: I) study ti1nc tends to be longer because it is constrained by the practice of the course. 2). Limited practice place for students in the region in Indonesia.
Purpose: This article discusses how to use the MOOCs program to improve the quality of skills of vocational program students, as part of innovation in teaching at the Universitas Terbuka.
Methodology. This article is the result of a research with a qualitative approach, taking
place in the Archives Vocational Study Progran1. Universitas Terbuka. The research objective is to identify the MOOCs program that is useful to help students improve the
quality of student skills in the Archives Vocational program. Universitas Terbuka. Primary data comes from the result of in -depth interviews with selected study progran1
chairperson. MC)OCs and student teachers. Secondary data includes UT policies related to MOOCs. documents relating to research objective. similar research result, and other
literature studies, which support this research.
Findings: I). Vocational program curriculun1 with a proportion of 70°/o of subjects supported by practice and 30% of theoretical subjects. is very supportive or graduates'skills, especially in the world of work. 2). Selected MOOCs programs. which are recommended by the Archival study program can be recognized as part of learning,so as to shorten student study time
Implications: I). Archival study programs need to create instructional design in teaching.
which has links with selected MOOCs progra1ns. as part of teaching innovation. 2). UT's archival study program needs to conduct a co1nparative study on the use of the MOOCs
progra1n in teaching in similar study progra111s at face-to-face colleges and other distance learning colleges in Indonesia and in other countrie