Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Pengaruh Karakteristik Individu Dan Iklim Organisasi Terhadap Pengembangan Karier Pegawai Pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Tual
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik individu dan iklim organisasi terhadap pengembangan karier pegawai Badan Kepegawaian dan
Pengembangan SDM Kota Tual. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pegawai Badan Kepegawaian dan
Pengembangan SDM Kota Tual yaitu sebanyak 35 orang dengan penarikan sampel dengan teknik sampel jenuh. Data dianalisis dengan Analisis Regresi Linier Berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu dan iklim organisasi berpengaruh terhadap pengembangan karier pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Tual
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Motivasi Belajar Matematika Siswa
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis perbandingan hasil tes dan menemukan kordasi dari dua penerapan metode pembelajaran antara model pembelajaran kooperatif tipe make A match dan pembelajaran
konvensional dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar Matematika siswa. Penelitian ini menggunakan mixed method dengan pendekatan metode penyisip (the embedded Desaign), menggunakan kelas kontrol dan eksperimental. Populasi dari penelitian ini adalah semua siswa kelas IX SMPN 6 Kuningan, tahun pelajaran 2018/2019. Kelas kontrol dan kelas eksperimen menggunakan kelompok siswa yang berbeda. Setiap kelompok terdiri dari 27 siswa. Penelitian ini menggunakan dua instrumen yang berbeda, (1)
instrumen tes: tes kemampuan berpikir kritis untuk mengukur hasil belajar siswa dan (2) instrumen non tes: kuesioner dan wawancara untuk mengukur motivasi belajar Matematika siswa. Hasil data dari kedua instrumen aktivitas diuji dengan
uji-t menggunakan aplikasi SPSS versi 24 untuk windows. Hasil dari uji- t, secara signifikan, menunjukkan perbedaan hasil yang berbeda antara siswa pada kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a Match dan
mctode konvensional. Kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa lebih baik di kelas yang menggunakan model pcmbelajaran kooperatif tipe make a March daripada siswa di kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Kemampuan berpikir kritis siswa yang lebih baik juga memiliki motivasi belajar yang lebih baik. Dapat disimpulkan bahwa ada korelasi positif antara kemampuan berpikir kritis siswa dan motivasi belajar
Perbedaan Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Menggunakan Model Pembelajaran Tipe Student Teams Achievement Division (Stad) Dan Think Pair Share (TPS) Pada Siswa SMP Swasta Masyarakat Damai Kota Gunungsitoli
Masalah di dalam penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan berpikir yangdimiliki siswa di SMP Swasta Masyarakat Damai. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan Think Pair Share (TPS), melihat perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kreatif dengan menggunakan model
pembelajaran tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan Think Pair Share (TPS), serta perbedaan kemampuan berpikir kreatif menggunakan model pembelajaran tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dan Think Pair Share (TPS). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Swasta Masyarakat Damai yang terdiri dari 3 kelas yang berjumlah 90 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 62 orang dari 2 kelas VIII. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang bersumber dari jawaban responden dalam mengisi angket dan tes. Metode analisis yang digunakan untuk melihat perbedaan variabel independen terhadap variabel dependen dengan menggunakan metode Analisis varians (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar setelah menggunakan model pembelajaran STAD dengan
model pembelajaran TPS, kemudian terlihat bahwa rata-rata peningkatan berpikir kreatif sangat berbeda yang dihasilkan kedua model pembelajaran tersebut serta tidak ada perbedaan (sama) dari kedua model pembelajaran tersebut terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreati. Model pembelajaran yang memiliki peran tertinggi dalam peningkatan berpikir kreatif adalah model pembelajaran TPS
Strategi Peningkatan IPM Melalui rata-rata lama sekolah (RLS) dan angka melek huruf (AMH) (Studi Kasus Desa Baning Kota)
Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui dan mengidentifikasi alasan kuat orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anaknya, identifikasi ketercukupan
guru dan sarana sekolah yaang ada pi Kabupaten Sintang serta untuk mengetahui komitmen guru dalam melaksanakan tugas pokoknya dalam mengajar di sekolah sebagai bagian dari peningkatan IPM di Kabupaten Sintang khususnya bidang
pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif. Subyek penilitian ini adalah Dinas Pendidikan Kabupaten dan beberapa sekolah di lingkungan Kecamatan Sintang tepat lya oi Desa Baning Kota. Pengumpulan Data
dalam penelitian ini menggunakan m tode wawancara, observasi dan kuesioner. Data yang di dapatkan dari Dinas Pendidikan, Sekolah, Guru dan murid yang merupakan subyek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan 1) Penelitian ini telah membuktikan bahwa motivasi belajar dan dukungan orang tua berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. 2) Ketercukupan Guru dan sarana sekolah Pemerintah Kabupaten Sintang hams fokus pada upaya meningkatkan kualitas Guru
agar diperolah jumlah Guru layak yang ideal, yaitu yang berpendidikan SI/D4 dan bersertifikat mengajar. 3) Gaji atau honor yang diterima baik Guru PNS dan para Guru Tidak Tetap menjadi pemacu dalam proses belajar mengajar, karena gaji dan honor yang mereka terima merupakan komitmet kuat untuk para guru mengajar di kelas
Persepsi Guru Tentang Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Dan Model Permainan Terhadap Berpikir Kreatif Siswa Kelas V SD
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru tentang pengaruh model Problem Based Leaming (PBL) dan model pennainan terhadap berpikir kreatif siswa kelas V SD. Subjek dalam penelitian ini yaitu 29 orang guru dari 29 SON
yang ada di Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut. lnstnunen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket yang dibagikan kepada 29 guru sebagai responden. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional antar
variabel dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa model PBL memberikan pengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dengan kontribusi sebesar 38,07% sedangkan model permainan memberikan
pengaruh terhadap berpikir kreatif siswa dengan kontribusi sebesar 46,51 %. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa model PBL maupun model pennainan memberikan pengaruh posit1f terhadap berpikir kreatif siswa kelas V SD Negeri di
Kecamatan Bayongbong
Implementasi Kebijakan Tata Cara Pengadaan Barang dan Jasa di Desa Kabupaten Simeulue
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implemcntasi Kebijakan Tata Cara Pengadaan Barang dan Jasa di Desa Kabupaten Simeulue, dengan lokasi peneJitian
Kecamatan Teupah Tengah Kabupaten Simeulue.
Penelitian ini menggunakan model Implementasi yang dikembangkan oleh George C. Edward nr, dengan menjelaskan 4 aspek penelitian ya itu, komunikasi,sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi.
Jenis PeneJitian yang di gunakan adalah penelitian deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Subyek Penelitian atau infonnan ditentukan menurut kebutuhan dan kepentingan penelitian, dengan pengumpulan data melalu i observasi dan wawancara.
Hasil Penelitian menyatakan implementasi kebijakan tata cara pengadaan barang dan jasa di desa Kabupaten Simeulue telah berjalan sesuai dengan ketentuan meskipun masih terdapat kekurangan khususnya daJam hal pemahaman para
pelaksana pengadaan barang dan jasa di desa terhadap aturan yang ada. Berdasarkan 4 aspek irnplementasi yang dikembangkan oleh George C. Edward Ill, maka
implementasi kebijakan tata cara pengadaan barang dan jasa di desa Kabupaten Simeulu dapat diketahui sebagai berikut: 1) Aspek Komunikasi telah efektif di laksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue, baik melaJui sosialisasi,
bimbingan teknis maupun rapat- rapat dengan Pemerintah Desa; 2) Aspek Sumber Daya telah cukup baik meskipun masih perlu terus ditingk:atkan baik kuantitas maupun kualitasnya; 3) Aspek disposisi masih kurang baik, karena sebahagian aparatur Desa masih kurang memahami fungsi dan tugasnya masing - masing meskipun telah diatur dengan jelas dalam berbagai Peraturan yang ada yang terkait tentang tata cara pengadaan barang dan jasa di Desa, hat ini pula yang sering menjadi sumber munculnya berbagai persoalan dalam pengadaan barang dan j asa di Desa; 4) Aspek Struktur Birokrasi sudah cukup baik karena selu ruh Desa telah ada struktt1r
pemerintahan yang sesuai dengan ketentuan
Evaluasi Kebijakan Penyediaan Sarana Prasarana Keolahragaan Pada SD Negeri 7 Dan SMP Negeri 2 Kecamatan Sintang
Penelitian ini berangkat dari adanya persoalan mendasar terkait penyediaan Sarana dan prasarana olahraga di sekolah. Sarana dan prasarana olahraga adalah bagian penting dari sebuah lembaga pendidikan. Tapi realitanya sarana dan
prasarana olahraga di Lembaga Pendidikan masih belum memadai. Di Kabupaten Sintang ketersediaan sarana prasarana olahraga di lembaga pendidikan khususnya pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama
(SMP) juga masih belum memadai. Fenomena permasalahan terkait dengan masih belum memadainya ketersediaan sarana dan prasarana olahraga pada lembaga pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Sintang Tahun 2018 disebabkan
antara lain: (1) Masih belum optimalnya pengelolaan program penyediaan sarana dan prasarana olahraga pada lembaga pendidikan dasar dan menengah oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang. Kecendrungan yang diakukan
selama ini adalah kegiatan dilakukan hanya sebatas pengadaan dan distribusi saja.
Sementara untuk penggunaan, pemeliharaan, inventarisasi, penghapusan, serta pengawasan belum dilakukan. (2) Penetapan jenis sarana dan prasarana keolahragaan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang belum meperhatikan kondisi lingkungan sekolah. Sehingga banyak sarana dan prasarana keolahragaan justru tidak berfungsi dengan baik atau justru tidak dibutuhkan oleh sekolah yang bersangkutan. (3) Terdapat pula fenomena bantuan dana dari pemerintah tidak dipergunakan oleh pihak sekolah untuk menyediakan atau membangun sarana dan prasarana keolahragaan
Perbandingan Prestasi Belajar Matematika Menggunakan Model Think Pair And Share Berbantuan Permainan Monopoli Dan Dengan Snowball Throwing
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) perbedaan. prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Think. Pair and Share
Berbantuan Permainan Monopoli dan dengan Snowball Throwing, (2) prestasi belajar matematika siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi, sedang, dan rendah (3) interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair And
Share Berbantuan Permainan Monopoli dan Snowball Throwing dengan kemampuan awal siswa tinggi, sedang, dan rendah terbadap prestasi belajar matematika. Penentuan sampel penelitian ini menggunakan teknik cluster random
sampling. Kelas yang terpilih yaitu VII E dengan jumlah 25 siswa dan VII D dengan jumlah 26 siswa di SMP Negeri 2 Parang Magetan. Metode pengumpulan data, yaitu dokumentasi untuk memperoleh data nilai ulangan harian, metode tes
untuk memperoleh data kemampuan awal dan prestasi belajar. Pengujian hipotesis menggunakan analisis variansi (anava) dua jalan sel tak sama. Hasil pengujian hipotesis dengan anava dua jalan sel tak sama (a=0,05) menunjukkan bahwa (1)
terdapat perbedaan efek antar baris terhadap variabel terikat (Fobs = 10,82 dan Fa = 4,06), (2) terdapat perbedaan efek antar kolom terhadap variabel teri.kat (Fobs =
52,53 clan Fa = 3,21), (3) tidak ada interaksi baris dan kolom terbadap variabel terikat (Fobs = 0,30 dan Fa = 3,21). Kesimpulan dari basil penelitian ini adalah (1)prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Think Pair and Share Berbantuan Permainan Monopoli lebib baik daripada Snowball Throwing, (2) prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi lebih baik daripada siswa dengan kernampuan awal sedang maupun rendah dan siswa dengan kemampuan awal sedang lebih baik
daripada siswa dengan kemampuan awal rendah, (3) tidak ada interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair And Share Berbantuan Permaianan Monopoli dan Snowball Throwing dengan kemampuan awal siswa tinggi, sedang,
dan rendah terhadap prestasi belajar matematika
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD)Pada Hasil Belajar ( Studi Eksperimen Untuk Kompetensi Keliling Dan Luas Jajar Genjang Kelas Iv Sekolah Dasar)
Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan kompetensi siswa dalam mengukur keliling dan luas jajargenjang antara yang dibelajarkan dengan tipe STAD dengan yang dibelajarkan secara konvensional (ceramah, tanya jawab dan penugasan).
Penelitian ini dilaksanakan di SDN Sumobito 1 sebagai kelas kontrol, dan SDN Bakalan sebagai kelas Eksperimen. Kedua-duanya merupakan sekolah diKecamatan Sumobito Kabupaten Jombang. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV tahun pelajaran 2017-2018 yang berjumlah 25 orang pada kelas eksperimen dan 20 orang pada kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan metode delphi untuk pengembangannya dan eksperimen untuk penerapannya. Delphi digunakan untuk
uji ahli. Para ahli diberi wewenang memberikan pendapat dan masukan tentang buku pembelajaran kooperatiftipe STAD. Sehingga pada akhimya buku panduan tersebut bisa dikatakan layak digunakan sebagai pedoman pada pembelajaran di
kelas eksperimen. Adapun tehnik analisa datanya adalah dengan diadakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji Keseimbangan, dan uji Double mean.
Pembelajaran kooperatif tipe ST AD pada studi eksperimen kompetensi keliling dan luas jajargenjang akhirnya diperoleh hasil berupa nilai anak yang dapat dibandingkan perbedaannya dengan pembelajaran yang secara konvensional pada
materi keliling dan luas jajar genjang kelas IV Sekolah Dasar. Dari asumsi asumsi pada uji statistik yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil bahwa ada perbedaan antara hasil belajar siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil tersebut menunju.kkan bahwa pembelajaran di kelas Eksperimen lebih baik dibanding dengan kelas kontrol. Dapat ditarik kesimpulan, bahwa pembelajaran menggunakan tipe ST AD pada kompetensi luas dan keliling jajargenjang kelas
IV Sekolah Dasar dapat meningkat.kan basil belajar siswa
Implementasi Program Kemitraan Antara POLRI Dengan Masyarakat Di Kabupaten Sintang (Studi di Wilayah Hukum Polsek Kecamatan Sungai Tebelian)
Latar belakang penelitian ini adalah belum optimalnya Kebijakan Dan Strategi Penerapan Model Perpolisian Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Tugas Polri sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan KepaJa Kepolisian Negara RI
Nomor POL: SKEP/737/X/2005 tentang Kebijakan Dan Strategi Penerapan Model Perpolisian Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Tugas Polri. Hal ini disebabkan, kesadaran masyarakat tentang keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Sungai Tebelian masih harus terus dibina dan ditingkatkan secara terpadu untuk menumbuh kembangkan sikap mental dan
meningkatkan kepekaan serta daya tanggap masyarakat terhadap masalah keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat masing-masing dalam suatu keamanan dan ketertiban masyarakat swakarsa. Indikasi tersebut terlihat belum semua lingkungan di Kecamatan Sungai Tebelian terbentuk Sistem Pengamanan Lingkungan. Sedangkan bagi yang sudah terbentuk, banyak pula
pos-pos siskamling yang sudah dibangun tapi tidak dipergunakan sebagaimana mestinya