Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Media dan Teknologi dalam Pembelajaran
Sejarah menunjukkan bahwa media telah lama digunakan untuk keperluan memperoleh dan mendiseminasikan informasi dan pengetahuan. Penggunaan media sebagai sarana untuk memperoleh informasi dan pengetahuan berjalan seiring dengan perkembangan teknologi. Media yang digunakan untuk aktivitas pertukaran informasi dan pengetahuan banyak dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Sebagai sumber informasi dan pengetahuan, penggunaan media dan teknologi telah memberikan keuntungan yang signifikan bagi penggunanya.Pemanfaatan media dan teknologi untuk mendukung aktivitas pembelajaran telah lama digunakan. Guru dan instruktur dapat memanfaatkan beragam media—cetak, realia, model, grafis, audio, video, multimedia dan juga internet atau jaringan untuk memperkaya pengetahuan dan memfasilitasi proses belajar siswa. Buku Media dan Teknologi dalam Pembelajaran ini membahas tentang pemanfaatan ragam media dan teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas proses belajar dan pembelajaran. Pada akhirnya hal tersebut akan dapat memfasilitasi siswa dalam mencapai kompetensi dan kemampuan yang diperlukan.Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa teknologi digital dan jaringan internet telah memberi pengaruh yang signifikan tehadap aktivitas belajar siswa (learner) dalam memperoleh informasi dan pengetahuan.Penulisan buku ini didasarkan pada kebutuhan guru dan instruktur tentang pengetahuan dan bahan rujukan yang terkait dengan media dan teknologi yang dapat digunakan untuk menciptakan aktivitas pembelajaran sukses yang ditandai oleh beberapa indikator, yaitu: Meningkatkan kompetensi orang yang belajar;Meningkatkan motivasi belajar;Memperpanjang daya ingat terhadap materi yang dipelajari (retensi); danMemungkinkan siswa menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajar
Implementasi Kebijakan Pemolisian Masyarakat Di Kampung Binaan Wilayah Polsek Kurulu Polres Jayawijaya
Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis implementasi kebijakan pomolisian masyarakat di Kampung Wilayah Polsek Kurulu Polres Jayawijaya 2)menganalisis model implementasi kebijakan pomolisian masyarakat di Kampung Wilayah Polsek Kurulu Polres Jayawijaya. Desain dalam penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber informasi dari beberapa informan internal personil anggota polsek Kurulu dan ekstemal tokoh masyarakat di Kampung
Binaan Wilayah Polsek Kurulu Polres Jayawijaya menggtmakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Pendekatam teori yang digunakan adalah model implementasi Van
Metter dan Vu Horn, yaitu 1) Standard dan tujuan kebijakan 2) Sumber daya 3)Karakteristik organisasi pelaksana, 4) Sikap para pelaksana, 5) Komunikasi antar organisasi pelkasana, 6) Lingkungan sosial ekonomi dan politik di Wilayah Polsek Kurulu Polres Jayawijaya.
Hasil penelitian diperoleh pertama Standard dan tujuan kebijakan di Kampung Wilayah Polsek Kurulu sudah berjalan sesuai dengan yang diharapakan, kedua sumber daya personil ditemukan masih sangat terbatas, ketiga karatreistik organisasi cukup baik karena tercipta keakraban antara pimpinan dan bawakan dengan baik,keempat komunikasi dalam bentuk sosialisasi terlihat berjalan dengan baik dan ke
lima kondisi sosial, ekonomi, dan politik cukup mendukung terhadap implementasi Polmas yaitu kerukunan, gotong royong, dan tolong menolong antar warga masyarakat di wilayah Poisek Kerutu berjalan dengan baik. Selain itu tercipta
partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemolisian masyarakat sangat baik
Testing Information and System Quality, and Service Quality of Online Tutors: The Instrument for Improving Student Satisfaction in Online Tutorials
Universitas Terbuka (Open University) or UT designs online tutorials made available in a web- based platform via the Internet to optimize learning experience and foster academic growth. As student satisfaction is key to quality assurance, improving its user satisfaction is a priority for UT. This has made it necessary for an instrument to evaluate the satisfaction of online-tutorial users in terms of its qualities of system, information and tutors.
This study aims to examine this instrument in which evidence regarding system, information and tutor variables associated with student satisfaction is discussed. To this end, 100 student respondents attending online tutorials in 2018.2 are engaged in a survey research from which data is drawn. The qualities of system, information and tutors are found to fit into high-degree categories, indicating favorable reviews from the respondents. All variables show positive and significant effects (both partial and simultaneous) on student satisfaction, particularly tutor service qualities, which tend to show the strongest relationship with student satisfaction. This pattern of empirical relationship reveals that the degree of system, information and tutor service qualities defines that of student satisfaction in online tutorial. Settling on a scheme that attests to consistency in these qualities and addresses areas for improvement is therefore prerequisite for academic and institutional milestone, most particularly in the area of tutor service
Menjadi Guru Sekolah Dasar Yang Inovatif Di Era Revolusi Industri 4.0
Pada era revolusi industri 4.0 pendidikan mengintegrasikan teknologi siber ke dalam pembelajaran demi mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan digital. Siswa perlu memiliki kompetensi untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Beragam kemampuan siswa dengan tingkat kesenjangan digital yang beragam pula menuntut guru untuk kreatif dan inovatif dalam pembelajaran. Pembelajaran yang inovatif dengan bertumpu pada empat prinsip pembelajaran yaitu berpusat pada siswa, bersifat kolaborasi, memiliki konteks, dan sekolah terintegrasi dengan masyarakat
Analisis Kemandirian Belajar Dan Kemampuan Pemahaman Konsep Statistika Dalam Pembelajaran Inkuiri Bernuansa Lingkungan Sekitar Sekolah
Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep statistika sebelum pembelajaran, menguji ketuntasan, menguji perbedaan kemampuan pemahaman konsep statistika antara pembelajaran inkuiri bemuansa
lingkungan sekitar sekolah dengan pembelajaran konvensioanal, menguji peningkatan kemarnpuan pemahaman konsep statistika, menguji pengaruh kemandirian belajar
terhadap kemampuan pemahaman konsep statistika dalam pembelajaran inkuiri bernuansa lingkungan sekitar sekolah pada siswa siswa kelas VI SD Negeri l Srobyong Mlonggo Jepara. Pembelajaran Matematika materi statistika dengan rnetode inkuiri beNuansa lingkungan sekitar sekolah dengan karakter kemandirian diharapkan menjadi solusi. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan mix method yaitu gabungan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif secara concurrent. Pada saat kegiatan pembelajaran ini data kualitatif maupun kuantitatif bersama-sama diarnbil yaitu :
kemampuan-kemarnpuan statistika dan basil kuesioner kemandirian belajar (data kuantitatif dan kualitatif). Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VI SD se Gugus
Dabin I Kecarnatan Mlonggo Jepara. Sebagai sampel adalah siswa kelas VI SD Negeri 1 Srobyong Kecamatan Mlonggo Jepara, sebagai kelompok perlakuan dan siswa kelas
VI SD Negeri 3 Srobyong sebagai kelompok konvensional. Tes kemampuan statistika yang dujicobakan secara empiris selanjutnya dianalisis validitas butir soal,reliabilitas
dan tingkat kesukarannya dan daya beda. Uji yang digunakan adalah uji keefektifan yang meliputi : 1) Uji ketuntasan (One sample T Test), 2) Uji banding (uji t), 3) Uji
pengaruh (uji j), dan 4) Uji peningkatan (paired sample test) dan kemampuan statistika menggunakan uji Nonnalitas gain (g). Namun sebelum dilakukan uji keefektifan
terlebih dahulu dilakukan analisis uji prasyarat yang terdiri atas uji Normalitas Kolmogorov Smirnov dan uji homogenitas dengan uji Levene Statistic Test antara kelas
yang mendapat perlakuan dengan kelas konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan : tes kemampuan, kuesioner, pengamatan langsung dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menun.iukkan bahwa kemampuan awal statistika sebanyak 97% belum mencapai ketuntasan (< 75). Pernbelajaran Inkuiri bernuansa lingkungan sekitar sekolah mampu memfasilitasi siswa menyelesaikan masalah statistika secara mandiri melalui diskusi, presentasi kelas dan penilaian individu yang berdampak kemampuan statistika menjadi tuntas, meningkat dan peningkatan kelompok eksperimen lebih dari kelompok kontrol. Pembelajaran juga memberikan dampak
kemandirian yang tinggi sebesar 61% dan kemandirian cukup sebesar 36 % yang berarti mendapat respon tinggi dan berkarakter di bidang kemandirian
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan Lembar Kerja Siswa Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Dan Sikap Kritis Siswa Kelas IV
Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengembangan perangkat pembelajaran model Inkuiri terbimbing berbantuan lembar kerja siswa untuk meningkatkan kemampuan pemecahan
masalah dan sikap kritis siswa materi luas bangun datar kelas IV SDN Ujungnegoro 01. Tujuan penelitian menghasilkan perangkat pembelajaran luas bangun datar model lnkuiri terbimbing berbantuan lembar kerja siswa dengan pendekatan valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembapgan dengan menggunakan model 4D yang dimodifikasi menjadi 3D terdirl dari tahap pendefinisian, perancangan dan pengembangan. Jenis perangkat yang dikembangkan adalah : (1) Silabus; (2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); (3) Lembar Kerja Siswa (LKS); dan
(4) Buku Siswa (BS); dan (5) Tes Kemampuan Pemecahan Masalah (TKPM).
Subjek uji coba pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Ujungnegoro 01 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas IV SDN Karanggeneng 01 sebagai kelas kontrol. Variabel penelitian ini adalah pembelajaran model Inkuiri terbimbing berbantuan lembar kerja siswa (X) dan kemampuan pemecahan masalah dan sikap kritis (Y). Perangkat pembelajaran valid ditentukan berdasarkan rata-rata skor
validasi ahli dengan kategori baik dan perangkat pembelajaran praktis dilihat dari rata-rata skor kepraktisan yang didapat dari angket respon siswa dan pengamatan pengelolaan pembelajaran oleh guru sedangkan untuk perangkat pembelajaran yang efektif menggunakan uji proporsi, uji banding, uji regresi dan uji gain. Hasil pengembangan perangkat pernbelajaran sebagai berikut : (1) perangkat pembela jaran yang dikembangkan valid menurut validator ; (2) perangkat dikatakan praktis karena respon siswa positif dengan skor 84,72% dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran model lnkuiri terbimbing berbantuan lembar kerja siswa adalah efektif, ditandai dengan tercapainya; (a) siswa mencapai ketuntasan secara individual (nilai minimal 66) maupun klasikal,(b) hasil tes materi luas bangun datar pada kelas yang menggunakan perangkat model Inkuiri terbirnbing berbantuan lembar kerja siswa Iebih baik dibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode konvensional, (c) adanya pengaruh pembelajaran model lnkuiri terbimbing berbantuan lembar kerja siswa untuk
meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan sikap kritis siswa materi Juas bangun datar sebesar 70,4%, dan (d) adanya peningkatan kemampuan TKPM sebesar 0,62 termasuk kategori sedang
Dinamika Menuju SMK 4.0: Strategi SMK Berkolaborasi di Era Disprusi
Revolusi industri 4.0 tidak dapat dielakkan lagi. Ia telah mengubah segala aspek kehidupan. Dunia industri dan tenaga kerja menjadi sektor yang terpengaruholeh revolusi industri 4.0. Lantas, sejauh mana kesiapan kita dalam menghadapi perubahan ini? Sejauh mana kesiapan sektor pendidikan kita dalam menyiapkan SDM untuk menghadapi tantangan disrupsi pada era industri 4.0?
Buku yang memuat dinamika SMK dalam menghadapi revolusi industri 4.0 memaparkan sejarah perkembangan SMK dari masa kolonial, orde baru, orde lama, hingga masa revitalisasi SMK. Gagasan-gagasan mengenai arah SMK dalam menghadapi pekembangan teknologi, teknologi informasi, dan tantangan disrupsi dibahas dalam buku ini. Selain itu, buku ini juga memuat gagasan mengenai kurikulum hingga manajemen SMK dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Penulis berharap, gagasan-gagasan yang tertuang dalam buku ini menjadi ikhtiar untuk menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Buku ini masih terbuka untuk selalu disempurnakan. Masukan yang konstruktif merupakan hal yang berharga bagi penulisan buku selanjutnya. Penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak dalam enyelesaian buku ini. Buku ini dihibahkan oleh penulis untuk Masyarakat Indonesia, dengan harapan dapat menjadi amal jariyah berupa Ilmu yang bermanfaat. sebagai Semoga buku ini bermanfaat bagi pendidikan Indonesia!agar dapat berkompetisi di masa depan. Keputusan seorang individu tentang tingkat keterampilan yang ingin dicapai dan spesialisasi mata pelajaran yang dimiliki akan berdampak besar pada jalur karier mereka sepanjang kehidupan kerja. Seseorang seharusnya tidak memperlakukan masa depan sebagai kelanjutan sederhana dari masa sekarang, seolah-olah hari esok tidak berbeda dari hari sebelumnya. Umat manusia harus mengambil pendekatan serius terhadap pembentukan citra masa depan yang diinginkan. Oleh karena itu, besar harapannya agar buku ini dapat dimanfaatkan untuk dapat memberikan gambaran dan bekal untuk bersaing dan bertahan di masa depan serta dapat berkontribusi dalam memberikan pembentukan citra positif masa depan
Tutorial model with Student's pictorial riddle based worksheet for practicing representation capabilities of prospective teacher candidate
This study aims to produce a valid and effective Pictorial Riddle-based Student Activity Sheets (SAS) that can improve student’s representation skills. The development of Student Activity Sheets uses four D models (Define, Design, Develop and Desseminate) from Thiagarajan. The trial was limited to Open University students in Bojonegoro study group using one shot case study. The research data was collected using validation, observation, tests and questionnaires with validation sheet instruments, observation sheets, learning outcomes tests and questionnaires. Data were analyzed using quantitative and qualitative descriptive analysis, N-gain and t-test. The results of the study show: 1) SAS that was developed are fulfilling in terms of content and construct validity; 2) SAS that was developed are validity criteria fulfilling effectiveness criteria in terms of improving student representation skills and having positive responses. Based on the above, it can be concluded that SAS are valid and effective to improve the representation ability of prospective teacher student
Implementasi Program Penilaian Pendidikan Melalui Penyusunan dan Pelaksanaan UAS Bersama Berbasis CBT Tingkat SMP di Kabupaten Sukamara
Pemerintah Kabupaten Sukamara telah melakukan upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pemerataan pendidikan di daerahnya melalui berbagai proyek/program atau kegiatan yang salah satunya yaitu program penyusunan soal dan pelaksanaan UAS bersama berbasis CBT (Computer Based Test). Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran secara sistematik, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta yang terjadi di lapangan mengenai Implementasi Program Penilaian Pendidikan Melalui Penyusunan Soal dan Pelaksanaan UAS Bersama Serbasis CST Tingkat SMP di Kabupaten Sukamara., jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data wawancara (interview), observasi (observation), penelitian kepustakaan (library research), dan studi dokumentasi (documentary), instrumen penelitian adalah peneliti sendiri, analisis data menggunakan model Interaktif Miles dan Huberman, uji keabsahannya yaitu: derajat kepercayaan (credibility), kebergantungan (dependability), kepastian (confinnability). Kesimpulan penelitian sebagai berikut: (I) Implementasi program penilaian pendidikan melalu1 penyusunan soal dan pelaksanaan UAS bersama berbasis CST tingkat SMP di Kabupaten Sukamara memiliki payung hukum. Komunikasi program sudah bcrjalan dengan baik tetapi belum optimal, dikarenakan komunikasi/sos1alisasi program tidak dilakukan berupa suatu kegiatan khusus atau tersendiri melainkan hanya mendopleng pada kegiatan lainnya, sedangkan untuk di tingkat sekolah sudah berjalan dengan baik, tetapi belum dilakukan melalui kegiatan khusus hanya pada moment-moment tertentu saja. Sumber daya implementasi program sudah cukup baik tetapi belum lengkap dan berdaya guna dan berhasil guna secara maksimal, pada saat pelaksanaan UAS bersama ada komputer mengalami trouble, adanya pemadaman listrik PLN, kurangnya jumlah komputer yang digunakan, masih rendahnya honorarium yang diberikan. (2) Faktor yang mempengaruhi implementasi program, yang positif adalah: adanya sumberdaya peralatan yang memadai, adanya proktor dan teknisi sekolah yang cukup terampil, adanya infrastruktur laboratorium komputer, adanya sumber daya dana dalam pelaksanaan, adanya aplikasi Hexam, dan adanya kerjasama yang baik dengan pihak PLN atau swasta lainnya. Sedangkan yang negatif adalah: sosialisasi yang masih kurang, waktu kegiatan penyusunan soal yang pendek, jadwal pelaksanaan UAS bersama berbasis CBT yang berubah-ubah. kerusakan peralatan penunjang