Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Analisis Penyebab Perpindahan Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) SD dan SMP dari Desa ke Kota di Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah
Distribusi guru antara desa dan kota di Kabupaten Kotawaringin Timur masih belum merata akibatkan tingginya perpindahan guru dari desa ke kota. Rasio guru dan murid di Kabupaten Kotawaringin Timur berkisar antara 1:19,34 s/d 1:66,5 angka rasio tertinggi berada di 10 kecamatan di luar kota. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesklipsikan dan menganalisis penyebab perpindahan Guru Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan menggtmakan pendekatan penelitian kualitatif dan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta analisis data menggtmakan model analisis interaktif. Hasil
penelitian menunjukkan: Pengembangan karier di desa sulit memperoleh akses dan informasi dalam peluang melanjutkan studi dan kemudahan mengurus kenaikan pangkat. Dukungan Keluarga, keluarga guru tidak mendukung tugas di desa. Sumher Daya Manusia Guru SD dan SMP di desa masih kurang. Kepemimpinan Kepala Sekolah belum memiliki kewenangan penuh dalam menolak kepindahan akibat tekanan kekuasaan dari luar sehingga terjadi kepindahan guru tanpa prosedur. Kompensasi guru di desa tidak menerima insentif khusus. lklim kerja adanya konflik
bukan menjadi salah satu faktor terbesar alasan guru pindah ke kota. Kebijakan Pemerintah aturan regtulasi perpindahan guru belum ditegakkan dan masih sering dilanggar. Sikap Sikap guru belum mencapai pada sikap bertanggungjawab. Motivasi guru masih berada pada level bawah dan belum mencapai tingkat bertanggung jawab, guru masih berorientasi pada materi dan gengsi, orientasi pengabdian masih kurang. Penyebab Guru SD pindah ke kota: ingin melanjutkan studi, untuk pengembangan karier; mengikuti suami; berkumpul dengan keluarga; biaya hidup di desa mahal; Insentif tidak cukup; mendekati akses kesehatan; mendekati akses pendidikan bagi anak; beban kerja tinggi; tidak siap menghadapi kondisi tempat kerja di desa. Penyebab Guru SMP pindah ke kota: untuk mencari suasana kerja baru; ingin mendapat sertifrkasi; agar linear dengan pendidikan; iklim kerja kurang baik
Pengaruh Strategi Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (Kontekstual Asli VS Kontekstual Ceramah) dan Minat Belajar (Tinggi dan Rendah) Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa SD.
Mata pelajaran Timu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang jarang disukai oleh siswa. Beberapa penyebabnya adalah materinya yang banyak dan sulit dipahami, serta cara mengajar guru yang kurang cocok dan tidak menarik bagi siswa. Guru memakai model pembelajaran yang kurang cocok dan kebetulan sukar dipahami oleh siswa dan membosankan. Hal ini disebabkan kurangnya minat bela jar IPA siswa yang berdampak pada hasil belajar IPA yang sangat rendah bila dibandingkan dengan mata pelajaran lain . Maka dari hal itu seorang guru dituntut untuk menguasai berbagai strategi pembelajaran yang kreatif agar siswa tidak merasa jenuh dan bosan, serta dapat mencipta suasana pembelajaran yang kondusif yang dapat menumbuhkan dan meningkatkan hasil belajar siswa. Strategi pembelajaran yang dimaksud adalah strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning lebih menekankan keterlibatan siswa dalam setiap proses belajar mengajar secara penuh, yang mengaitkan anatara konten mata pelajaran dengan dunia nyata siswa, siswa tidak lagi menunggu informasi dari guru melainkan siswa sendiri yang menemukan konsep belajarnya dengan mengaitkan pengalaman dan kehidupan sehari-hari siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan minat belajar siswa berpengaruh terhadapa hasil belajar IPA siswa. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas III Sekolah Dasar dengan menggunakan desain faktorial 2x2. Instrument dalam penelitian ini berbentuk pilihan ganda sebanyak 33 butir soal dan lembar pemyataan sebanyak 22 butir pernyataan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak pengolah data statistik. Uji statistik yang digunakan adalah ANA VA dua jalur (Two Way ANOVA). Berdasarkan hasil analisis data dengan uji ANA VA dua jalur, diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil beljar IP A siswa yang di ajar dengan menggunakan strategi pembelajaran contextual teaching and learning (kontekstual asli) dengan siswa lain yang di ajar dengan menggunakan strategi pembelajaran contextual teaching and learning (kontekstual ceramah). Hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji perolehan nilai rata-rata yaitu F hitung > F tabel sebesar 17, 89 > 3.34. Selain itu, terdapat adanya interaksi namun tidak signifikan antara strategi pembelajaran contextual teaching and learning dengan minat belajar siswa terhadap hasil belajar IPA. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji perolehan nilai rata-rata yaitu F hitung > F tabel sebesar 1,808 > 3.34
Practical Implementation Study in Distance Learning system: Practical case study in PMIPA-FKIP UT Department
Open University (UT) students can study individually, in groups, and online. Practikum in a course at UT, like other subjects. Practicum course include science, physics, chemistry, and biology practicum. Practicum is a form of learning activities through observation, ex-periment, or testing a concept, and principles. Conducted inside and outside the laboratory, aims to strengthen lecture material. The material for practicum at UT is an activity guide, packaged in the form of modules. Implementation was carried out throughout the UPBJJ-UT in Indonesia, guided by instructors appointed by the local UPBJJ-UT. The purpose of the study was to examine the model of carrying outthe science teaching practicum FKIP-UT so that the lecture practicum at FKIP-UT. had good quality. Based on the data obtained that the implementation of PMIPA-FKIP-UT practicum is not as easy as Convenitional University. One and the other students are difficult to meet, because the location of residence dwells, and the UPBJJ has difficulty determining the implementation. UPBJJ adopted a policy that students practice in a high school near their homes and activities are managed by Learning Groups (Pokjar) in the regency. The results of interviews from the Head of UPBJJ and BBLBA Coordinator, if partnered with a local university, the cost is too high especially if the number of students is small. This is an obstacle in the implementation of practicum in each UPBJJ. In general, the current model has been to orient the instructor, laboratory assistant and report assessor. Monitoring is carried out by UPBJJ-UT academic staff once during the activity. It was felt the implementation of the model was quite difficult, due to the limitations of the instructor as a supervisor on site. Submission of funds to the Central UT is not well understood by the managers at UPBJJ, so a model and financing mechanism that refers to implementation is needed
Corruption in Indonesia History
Corruption destroys national life. Therefore corruption was considered an extraordinary crime. Although not a few corruptors were arrested, but that did not discourage people to commit corruption. Many people were not aware of corrupt actions because they considered it normal. Why has
corruption became entrenched in Indonesia? When did the culture of corruption existed in Indonesia? This research used the historical method.
The sources used were the colonial archives, and newspapers published during the colonial period. Data collected from various sources and then constructed in the form of historiography. The findings indicated that the
culture of corruption in the history of modern Indonesia, had existed since the modern administration of the Dutch East Indies was formed. Corruption occured not only by high-level officials but also at the village level in the
form of tax evasion by village heads. Since the Netherlands-lndie government was formed, the village head functioned as a tax collector. Not all taxes collected were submitted to the state treasury, but some was used to enrich themselves. That was caused by less optimal control from the
government
Design of Moot Court Practices in Universitas Terbuka’s Learning Services
Learning services for Universitas Terbuka’s students are Face-to-Face Tutorials and Online Services (e-learning), incompleting the courses taken.
One of the courses inlaw school is the Moot Court Practice which requires each participant of the tutorial to be able to follow observations inthe Court by following 2 civil cases and 2 criminal cases which are tried and then
making a simulation file as the final assignment of each student. The designs that have been carried out so far only provide the task of paying attention to how the trial after trial while the practice of loading criminal and civil
simulation files is not done inthe online tutorial. There should be an assessment design/format so that online tutorial students can conduct independent observations and make simulations of criminal and civil case files to be assessed by tutors. The research method used is the empirical research method that will form the procedure experience inthe Online Tutorial to be maximal as well as face-to-face tutorial (TTM). The pattern of guidance carried out by the Offline and Online Tutorial (TUTON) Tutorial
pattern must be synchronized and formulated tasks in8 Meetings in Online Tutorial so that the achievement of competency targets to be achieved is carried out well inorder to compete with other students both nationally and
internationally
Investigasi Peran Orientasi Kewirausahaan Mendorong Inovasi Pada Small Medium Industries Value Co-Creation Model
Penelitian ini untuk menggali fakta dilapangan sejauh mana orientasi kewirausahaan yang diadopsi para pelaku UKM dapat mendorong inovasi yang berdampak terhadap kinerja serta menggunakan value co-creation model. Jumlah responden yang terlibat adalah 168 pelaku UKM/IKM dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Dengan menggunakan SEM LISREL Fakta di lapangan membuktikan hipotesis kinerja dipengaruhi oleh innovation dan value co-creation yang didukung oleh adanya semangat berorientasi kewirausahaan yang tinggi para pelaku IKM. Terbukti bahwa orientasi kewirasahaan memberikan pengaruh besar terhadap value co-reation dan innovation. Hasil penelitian ini dapat mendukung hasil-hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan beberapa ahli bahwa orientasi kewirausahaan merupakan pendorong value co-creation yang akan menumbuhkan inovasi sehingga berdampak pada peningkatan kinerj
Kontruksi Kinerja Guru IPS Berdasarkan Standar Kompetensi
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam kurikulum nasional, selama ini didominasi oleh hafalan kolektif. Kajian ini membahas pendekatan alternatif dalam mengajarkan mata pelajaran sekolah, yang diterapkan di SMA. Menggunakan model “ways of knowing” Habermas, sebagai bagian dari pendidikan kritis, penelitian dilakukan terhadap pelajaran IPS yang didasarkan pada isu-isu sosial kontemporer sebagaimana dialami para siswa. Hasilnya, siswa mengalami proses emansipasi sepanjang pembelajaran. Emansipasi tersebut memungkinkan siswa menciptakan pengetahuannya sendiri menyangkut isu yang dibahas dengan perspektif historis. Pada dasarnya, keseluruhan proses produksi pengetahuan dengan pendekatan ini berhasil memberdayakan guru maupun siswa
Analisis Multidimensional Scaling pada Bencana Alam di Provinsi Banten Tahun 2010-2019
Negara Indonesia berlokasi di cincin Api Pasifik yang merupakan wilayah dengan banyak aktivitas tektonik, maka
Indonesia memiliki resiko yang cukup besar dalam menghadapi bencana alam. Provinsi Banten merupakan salah
satu wilayah rawan bencana alam selama 10 tahun terakhir. Analisis statistik yang digunakan untuk memetakan
wilayah berdasarkan jumlah bencana alam yang terjadi khususnya di provinsi Banten yaitu metode Multidimensional
Scaling (MDS). MDS merupakan metode analisis multivariat yang digunakan untuk menganalisis suatu data
berdasarkan kemiripan dan ketidakmiripan dalam ruang multidimensi menggunakan konsep jarak, konsep jarak yang
umum digunakan pada MDS adalah jarak euclidian. Berdasarkan hasil analisis, jenis bencana alam yang paling
banyak terjadi di provinsi Banten adalah banjir, puting beliung, dan tanah longsor sedangkan pada tingkat wilayah
rawan bencana alam provinsi Banten dikelompokkan menjadi 3 wilayah yaitu wilayah 1 (Serang), wilayah 2 (Lebak),
dan wilayah 3 (Pandeglang, Tangerang dan Cilegon). Wilayah 1 dan 2 merupakan wilayah yang paling rawan
bencana alam dibandingkan dengan wilayah 3. Nilai STRESS model diperoleh sebesar 2.09% dan RSQ sebesar
99.93% yang artinya model MDS yang terpilih sempurna untuk memodelkan wilayah provinsi Banten berdasarkan
jenis bencana alam yang terjadi dalam 10 tahun terakhir
Pengembangan Media Pop Up Gambar Berseri Untuk Meningkatkan Kreativitas Menulis Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Kemampuan siswa dalam mengarang masih rendah, terutama dalam memilih kata,mengembangkan kalimat, dan menggunakan ejaan. Hal ini ditunjukkan dengan ketercapaian KKM dari 22 siswa yang bisa mencapai KKM hanya 22% dalam menulis karangan sedangkan yang belum mencapai KKM 78%. Media pop up
gambar berseri bisa menjadi salah satu altematif dalam mengembangkan kreativitas menulis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pop up gambar berseri serta menguji kevalitan dan keefektifannya dalam
meningkatkan kreativitas menulis siswa. Dengan menggunakan metode Research and Development (R&D), media pop up gambar berseri dikembangkan dengan model ADDIE pada siswa kelas IV di SDN I Jabon dan SDN I Tanjung yang berjumlah 22 siswa. Untuk menguji validitas digunakan angket untuk uji ahli
materi, ahli media dan pengambil kebijakan, Untuk menguji efektivitas digunakan desain penelitian eksperimental. Sedangkan untuk menguji efektivitas digunakan
tes, yang basil tes akan dinilai oleh sebuah tim penilai. Dengan demikian ada dua instrumen yang digunakan, yaitu angket dan tes. Analisis data digunakan analisis
data deskriptif untuk uji validitas dan uji-t untuk penelitian eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan basil menulis karangan siswa
sebelum dan sesudah penggunaan media gambar berseri. Ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata pretest sebesar 58,86 sedangkan posttest sebesar 74,5. Hasil uji Paired Samples Test menunjukkan hasil sig(2-tailed) <
0,05 berarti ada perubahan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar berseri dapat meningkatkan kreativitas menulis siswa sekolah dasar kelas IV di SDN 1 Jabon dan SDN 1 Tanjung kecamatan Kalidawir
Implementasi Program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Barang Kebutuhan Pokok Masyarakat Di Perbatasan Negara Provlnsi Kalimantan Utara (Studi Kasus di Kecamatan Krayan)
Program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) merupakan program kebijakan pemerintah daerah provinsi Kalimantan Utara terkait ongkos angkut barang kebutuhan pokok
masyarakat daerah pedalaman dan perbatasan kabupaten Nunukan dan kabupaten malinau dengan tujuan pemerataan penyebaran barang-barang kebutuhan pokok masyarakat daerah pedalaman dan perbatasan, dan menjaga stabilitas harga. Program
ini merupakan upaya pemerintah provinsi dalam membantu masyarakat di daerah perbatasan guna memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terbatas dan jarang tersedia. di daerah perbatasan dikarenakan sulitnya akses transportai baik air, darat dan udara dari pusat distribusi kabupaten/kota ke kecamatan/desa. Penelitian ini
mendeskripsikan dan menganalisis Kebijakan Program Subsidi Ongkos Angkut Barang Kebutuhan Pokok Masyarakat di Perbatasan Negara Provinsi Kalimantan Utara (studi kasus di Kecamatan Krayan). Metode penelitian ini menggunakan jenis
penelitian deskriptif kualintatif dengan melakukan wawancara kepada informan langsung dilapangan. Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses interaktif yang dimulai dari
proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pelaksanaan Kebijakan Program Subsidi Ongkos Angkut Darang Kebutuhan Pokok Masyarakat di Kecamatan Perbatasan Negara Provinsi Kalimantan Utara sudah dirasakan manfaatnya walaupun belum
optimal. Hai ini disebabkan karena belum sepenuhnya pelaksanaannya memiliki kemampuan teknis yang diharapkan dan belum tersusunnya standar operasional prosedur (SOP) ataupun petunjuk pelaksanaan/Teknis (Juklaknis) serta pembagian
wewenang dan uraian tugas sebagai pedoman daiam pelaksanaan SOA barang,terbatas dan kurangnya informasi, dari pemerintah provinsi ke kecamatan dan desa,lambanya dukungan kebijakan Pemerintah Daerah yaitu pemerintah provinsi,kabupaten, kecamatan dan desa dalam proses pelaksanaannya. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala dalam implementasi program SOA barang adalah adanya monitoring dan pengawasan yang intensif. adanya kotak aduan atau saran masukan dari masyarakat baik secara online atau pun lisan tertulis, melakukan pendistribusian barang SOA dcngan satu pintu melalui BUMDES atau badan Usaha Bentukan Pemerintah serta proaktif berjenjang dari pemerintah provinsi, kecamatan
dan desa