Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pembelajaran Model Realistic Mathematics Education (RME) Dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Pengolahan Data Kelas 5 Sekolah Dasar Negeri 4 Kampungdalem Kecamatan Tulungagung
Pendckatan Realistic Mathematics Education merupakan salah satu model pembelajaran matematika yang mudah diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran model belajar Realistic Mathematics Education dan minat belajar terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen
dengan desain nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah semua kelas V SDN 4 KarnpungdaJem dengan sampel kelas VA dan VB.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, dan tes.
Analisis data dengan menggunakan uji paired sample I-test dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan model Realistic Mathematics Education terhadap hasil belajar siswa
kelas V SDN 4 Kampungdalem Kecamatan TuJungagung dengan hasil thitung =5,406 > ttabel = 2,026. (2) Terdapat pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN 4 Kampungdalem Kecamatan Tulungagung dengan koefisien
korelasi sebesar 72,4% serta diperoleh thitung = 9,442 > ttabel = 2,026. (3)Terdapat pengaruh yang signifikan model Realistic Mathematics Education dan minat belajar secara simultan terhadap basil belajar siswa kelas V SDN 4
Kampungdalem Kecamatan TuJungagung dengan koefisien korelasi sebesar 76,2% serta diperoleh fhitung 52,702 > ftabel 3,28. Berdasarkan penelitian, guru disarankan menggunakan metode Realistic Mathematics Education dan dapat menumbuhkan rninat guna mening.katkan hasil belajar siswa yang lebih baik
Kualitas Pelayanan Publik Pada Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah Batam Centre Provinsi Kepulauan Riau
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Kualitas Pelayanan Publik Pada Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah Batam Center Provinsi
Kepulauan Riau. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Jenis data menggunakan data primer dan data sektmder. Teknik pengumpulan data, dilakukan
melalui observasi, wawam:ara, dokumenlasi, dan triangulasi. Teknik penarikan informan menggunakan purposive. Analisis data yang digunakan yaitu model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori
yang digunakan adalah teori Parasurahman ( 1988) yaitu: ( 1) Keandalan, (2)Resposivitas, (3) Jaminan, ( 4) Empati dan (5) Bukti langsung. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa Kualitas Pelayanan Pnblik Pada Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan
Pendapatan daerah Batam Center Provinsi Kepulauan Riau efektif dan tidak efektifnya dapat dilihat sebagai berikut: Pertama; Aspek "Kehandalan·', yang meliputi keandaJan
individu petugas layanan. Kemampuan untuk menunjukan janji pelayanan secara akurat namun belum berjalan optimal. Kedua; Aspek "Responsivitas" yang meliputi respon petugas pelayanan pada keluhan, kemauan untuk membantu konsumen dan
menyediakan pelayanan dengan segera /cepat sudah cukup baik, petugas pelayanan melakukan daya tanggap yang cuknp baik kepada masyarakat. Ketiga: Aspek "Jaminan" yang meliputi Pengetahuan dan kesopanan dari petugas layanan dan
kcmampuan petugas dalam memberikan kcyakinan dan kepercayaan sudah baik,petugas menyakinkan kepada penguna jasa layanan ten tang adanya jaminan, keamanan dan kenyamanan di saat proses pdayanan pajak 1 tahun dan 5 tahun. Keempa1, Aspek
"Empati'' yang meliputi kesiapan petugas, perhatian petugas dan kepedulian petugas pelayanan sudah cukup baik dan memenuhi harapan para penerima layanan. Kepuasan
masyarakat tidak hanya tertumpu pada cepatnya pelayanan saja dan Jain sebagainya tetapi pada aspek kebaikan dan etika dalan1 pemberian layanan. Kelima; Aspek "Bukti
Fisik" yang meliputi fasilitas fisik, perlengkap<Hl, di'ln penampakan dari pegawai pelayanan sudah baik, disaat wajib pajak melakukan perpanjangan pajak 1 tahun dan 5
tahun serta balik nama merasakan kenyamanan dengan fasilititas yang telah tersedia dan didukung oleh petugas yang profesional. Dari hasil penelitian diatas, maka peneliti menarik kesimpulan Bahwa Kualitas Pelayanan Pubhk Pada Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah Batam Center Provinsi Kepulauan Riau sebagian
besar sudah berjalan dengan cukup baik
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Problem Based Learning Berbasis Kontekstual Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Dan Kemandirian Materi KPK Dan FPB Pada Siswa Kelas IV
Guru memiliki peran yang sangat penting pada keberhasilan
siswa,diantaranya guru harus memiliki perangkat pembelajaran yang menunjang.
Untuk itu peneliti merumuskan masalah bagaimana pengembangan perangkat pembelajaran model PBL berbasis kontekstual dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan kemandirian materi KPK dan FPB pada siswa kelas IV SDN Juragan. Tujuan penelitian menghasilkan perangkat pembelajaran KPK dan FPB
dengan model Problem Based Learning (PBL) berbasis Kontekstual dengan pendekatan valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model Borg & Gall dengan 6 langkah
pelaksanaan strategi penelitian dan pengembangan. Jenis perangkat yang dikembangkan adalah: (1) Silabus; (2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP);(3) Lembar Kerja Siswa (LKS); dan (4) Buku Siswa (BS); dan (5) Tes Kemampuan KPK dan FPB (TKBKM). Subjek uji coba pada penelitian ini adalah
siswa kelas IV SDN Juragan sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas IV SDN Ujungnegoro 01 sebagai kelas kontrol. Variabel penelitian ini adalah kemandirian (X) dan berpikir kritis (Y). Perangkat pembelajaran valid ditentukan berdasarkan rata-rata skor validasi ahli dengan kategori baik dan perangkat pembelajaran praktis dilihat dari rata-rata skor kepraktisan yang didapat dari angket respon siswa
dan pengamatan pengelolaan pembelajaran oleh guru sedangkan untuk perangkat pembelajaran yang efektif menggunakan, uji banding, uji regresi dan uji gain.
Hasil pengembangan perangkat pembelajaran adalah : (1) perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid menurut validator; (2) perangkat dikatakan praktis karena respon siswa positif dengan skor 93,50% dan kemampuan guru dalam
mengelola pembelajaran model PBL berbasis kontekstual adalah efektif, ditandai dengan tercapainya; (a) siswa mencapai ketuntasan secara individual (nilai minimal 70) maupun klasikal, (b) hasil tes materi KPK dan FPB pada kelas yang
menggunakan perangkat model PBL berbasis kontekstual lebih baik dibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode konvensional, (c)adanya pengaruh positif antara kemandirian terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa (d)adanya peningkatan kemampuan TKBKM sebesar 0,62 termasuk kategori sedang
Pengaruh Pembelajaran Pengajuan Masalah Terhadap pemahaman Konsep dan Kemampuan Berpikir kritis Siswa MTs Sayyid Yusuf Talango-Sumenep
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran pengajuan masalah dengan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis.
Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi ex perimental design dengan rancangan pretest-postest nonequivalent control group design. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemahaman konsep
adalah uji t-test dan untuk mengetahui pengaruh kemampuan berpikir kritis siswa adalah uji Mann Whitney, dikarenakan data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata N-Gain persen postest pemahaman konsep kelas
eksperimen 31,47 dan kelas kontrol 24,40. Rata-rata nilai N-Gain persen kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen 27,11 dan kelas kontrol 12,76. Dengan demikian karena perbedaan rata-rata N-Gain yang relatif kecil
sehingga dianggap sama, maka pembelajaran pengajuan masalah tidak ada pengaruhnya terhadap pemahaman konsep dan ada pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Respon siswa yang memperoleh pembelajaran pengajuan masalah lebih baik 64,21 % daripada kelas yang memperoleh pembelajaran
konvensional. Kelas yang memperoleh pembelajaran pengajuan masalah lebih aktif dengan rata-rata 62,51 % dengan kelas pembelajaran konvensional dengan rata-rata 36,25%
Strategi Peningkatan Kinerja Operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat
Pelabuhan perikanan harus memenuhi kriteria-kriteria tertentu dalam pemenuhan fasilitas maupun pelayanan yang merupakan indikator/ parameter bagi keberhasilan capaian kinerja pelabuhan perikanan. Kinerja operasional pelabuhan perikanan berkaitan dengan segala aktivitas operasional yang ada di pelabuhan perikanan mulai dari praproduksi, produksi, pengoJahan, pemasaran ikan dan pengawasan sumber daya ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan menganalisis kinerja operasional PPN Sungailiat, serta menentukan strategi untuk meningkatkan capaian kinerja operasional di PPN Sungailiat yang belum optimal. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan jenis metode studi kasus. Sampel berjumlah 45 orang, terdiri dari 8 orang pengusaha perikanan, 27 orang nelayan dan 10 orang pegawai PPN Sungailiat yang memahami parameter kinerja operasional yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi pekerjaannya.
Penelitian dilakukan pada bulan September hingga Oktober tahun 2018 di PPN Sungailiat. Hasil analisis menemukan beberapa sub parameter mempunyai kinerja kategori sedang dan kurang yaitu kapasitas daya tampung kolam pelabuhan, kelengkapan fasilitas pemasaran dan distribusi ikan, penyaluran air bersih (kapal dan industri pengolahan), Surat Tanda Bukti Lapor Kedatangan/Keberangkatan Kapal (STBLKK), penyaluran es (kapal) dan penyaluran BBM (kapal), pelayanan pengolahan basil perikanan di Wilayah Kerja dan Pengoperasian Pelabuhan Perikanan (WKOPP) dan pemanfaatan lahan pelabuhan.
Hasil analisa strategi matriks EFE dan IFE adalah 3,010 dan 2,601 yang menunjukkan bahwa kondisi lingkungan ekstemal dan internal PPN Sungailiat cukup kuat. Matriks SWOT memperolah empat strategi yaitu strategi SO, strategi ST, strategi WO, dan strategi WT. Matriks IE mengacu pada kuadran Il atau pada posisi "tumbuh dan membangun" (growth and build) yang menandakan bahwa PPN Sungailiat mempunyai posisi yang kuat namun mempunyai tantangan yang besar. Hal ini berarti PPN Sungailiat dalam kondisi yang kuat namun menghadapi sejumlah tantangan berat sehingga diperkirakan roda organisasi akan mengalami kesulitan untuk terus berputar bila hanya bertumpu pada strategi sebelumnya.
Berdasarkan analisis QSPM strategi altematif dengan nilai tertinggi adalah Strategi Menambah Daya Tarik Pelabuhan Melalui Pembangunan/ Peningkatan Fasilitas Serta Kemudahan daJam Mendapatkan Pelayanan Jasa Kepelabuhan dengan jumlah nilai daya tarik (f AS) tertinggi yakni 4,552
Evaluasi Kebijakan Penempatan Dan Pemindahan Guru Sekolah Dasar Negeri Oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Sintang
Belum terdistribusinya secara merata Guru Sekolah Dasar tentunya akan berpengaruh terhadap kualitas proses pendidikan khususnya pada beberapa kecamatan yang ada di
Kabupaten Sintang. Beberapa permasalahan yang masih dihadapi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang dalam pemindahan dan penempatan guru sekolah dasar negeri antara lain adalah: (1) Dari aspek pemindahan guru, adanya
kebijakan pada masa lalu, yang memberikan kewenangan kepada Camat untuk memberikan rekomendasi mutasi pindah guru, yang menyebabkan banyak guru yang dapat pindah secara leluasa. Selain itu, dari aspek pemindahan adalah masih
berkembangnya budaya "ikut suami", "orang tua sakit" dan sebagainya, sehingga banyak guru-guru yang mengajukan pi ndah ke ibukota kabupaten atau ibukota kecamatan . (2) Dari aspeR penempatan guru, formasi perterimaan glir-u seKelali dasar negeri belum sebanding dengan kebutuhan seluruh sekolah yang ada. Selain itu,kondisi wilayah/geografis Kabupaten Sintang yang sebagian besar masih terisolir dan
sulit dijangkau serta belum tersedianya fasilitas yang memadai untuk guru (rumah dinas, kendaraan dinas dan sebagainya). Masih minimnya anggaran untuk mengangkat
guru kontrak yang di danai melalui APBD Kabupaten Sintang. Oleh karena itu,penelitian ini difokuskan pada evaluasi tingkat kecukupan, tingkat perataan, tingkat
ketepatan, serta efektivitas, efisiensi dan responsivitas dalam penempatan dan pemindahan Guru Sekolah Dasar Negeri oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang
Pengaruh Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau dari Minat Belajar Siswa Kelas IV pada Mata Pelajaran Matematika Di SDN 1 Bandar Agung Kecamatan Bandar Sribhawoni Kabupaten Lampung Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kemampuan peserta didik yang memperoleh metode pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap pemecahan masalah matematis lebih baik daripada peserta didik yang memperoleh metode pembelajaran ekspositori. (2) Perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik antara kelompok minat tinggi, kelompok minat sedang dan kelompok minat rendah pada peserta didik yang memperoleh metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan peserta didik yang memperoleh metode pembelajaran ekspositori. (3) Interaksi antara faktor metode pembelajaran yang diberikan dengan kategori minat peserta didik terkait dengan kemampuan pemecahan masalah matematis. Jenis penelitian ini yaitu quasy eksperiment dengan desain faktorial 2 X 3. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas IV SDN 1 Bandar Agung Kabupaten Lampung Timur, dengan teknik: simple random sampling terpilih kelas IV A sebagai kelas eksperimen dan IV B sebagai kelas kontrol. Data hasil angket dan tes kemampuan pemecahan masalah dianalisis menggunakan uji analisa varians dua jalur berbantuan SPSS. Bedasarkan analisis data ditenukan hasil-hasil sebagai berikut. Pertama, peserta didik yang memperoleh metode tipe STAD memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang lebih baik daripada peserta didik yang telah memperoleh suatu metode pembelajaran ekspositori. Kedua, kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dengan kelompok minat tinggi lebih baik daripada minat sedang dan rendah, serta tidak ada perbedaan antara kemampuan pemecahan masalah matematis pada kelompok sedang dan rendah. Ketiga, tidak terdapat interaksi antara faktor metode pembelajaran yang diberikan dengan kategori minat peserta didik terkait dengan kemampuan pemecahan masalah matematis
Pengaruh Motivasi Kerja, Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Dinas Pariwisata di Provinsi Sulawesi Barat
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi keija, kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap disiplin kerja pegawai Dinas Pariwisata di Provinsi Sulawesi Barat. Untuk mengetahui factor yang mempengaruhi Motivasi Keija, Kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap disiplin kerja pegawai Dinas Pariwisata di Provinsi Sulawesi Barat. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam peneltian ini berupa observasi, kuesioner dan wawancara serta dokumentasi. Model analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah dengan menggunakan uji asumsi klasik, analisis koefesien determinasi, uji analisis regresi linier berganda, dan pengujian hipotesis uji t (secara parsial) dan uji f (secara simultan).
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa motivasi keija terhadap disiplin Kerja masuk dalam kategori baik, dan kepemimpinan juga masuk dalam kategori baik dan budaya organisasi juga dalam kategori baik, hasil secara parsial dengan uji menunjukan motivasi keija, budaya organisasi dan kepemimpinan berdampak secara signifikan terhadap disiplin kerja pegawai
Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan di WPP-RI 712 Berbasis Wilayah Perairan Laut Provinsi Kalimantan Tengah
Sumberdaya perikanan wilayah perairan laut Provinsi Kalimantan Tengah sebetulnya memiliki potensi yang cukup besar, namun akhir-akhir ini nelayan lokal sering mengeluhkan akan hasil tangkapan yang cenderung semakin menurun. Kondisi seperti ini merupakan sebuah fenomena yang sangat menarik untuk dikaji terkait pola aktivitas bidang perikanan tangkap di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa antara lain potensi dan kondisi tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan serta perilaku nelayan di wilayah perairan laut Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analisis Model Surplus Produksi (MSP) dengan menggunakan model Schaefer berdasarkan hasil dari analisis regresi sederhana menggunakan program mikrosolf excel. Dalam hal ini metode analisis MSP digunakan untuk menghitung estimasi produksi maksimum yang berkelanjutan (MSY) serta upaya tangkap optimal di wilayah perairan ]aut Provinsi Kalimantan Tengah. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data Laporan Tahunan Statistik Perikanan Tangkap Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2011-2015, sedangkan data kualitatif yang berasal dari basil observasi lapangan digunakan untuk klarifikasi terhadap hasil analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kondisi sumberdaya ikan di wilayah perairan laut Provinsi Kalimantan Tengah masih pada tingkat kurang tangkap (underfished), dengan demikian kondisi ini masih memungkinkan untuk dilakukan peningkatan terhadap jumlah tangkapan aktual. Selanjutnya terhadap tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan masih berada dalam tahapan berkembang (moderat), dengan demikian kondisi ini masih layak dilakukan peningkatan baik terhadap jumlah upaya tangkap maupun produksi tangkapnya. Dalam penelitian ini juga dihasilkan temuan bahwa secara umurn produksi perikanan tangkap perairan laut di Provinsi Kalimantan Tengah masih rendah hal ini d.ikarenakan kondisi aktivitas penangkapan ikan di perairan laut masih didominasi oleh nelayan kecil. Hal ini sangat berpengaruh terhadap daya jangkau operasi penangkapan ikan, sehingga berdampak pada rendahnya jumlah tangkapan ikan
Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya
Kinerja dewan dalam menjalankan fungsi legislasinya selalu menjadi perhatian khusus masyarakat karena dipercayakannya amanah pada anggota dewan untuk dapat mensejahterakan masyarakat akan tetapi, kepercayaan tersebut sekarang ini cenderung berkurang bahkan banyak yang tidak mempercayai kinerja dewan, hal ini disebabkan karena kinerja dewan yang kurang kompeten, kurangnya pengetahuan tentang anggaran, tidak optimalnya pendidikan dan pelatihan serta pengalaman anggota dewan yang masih kurang dari para anggota dewan. Anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya juga tidak luput dari fenomena yang telah dijelaskan di atas. Hal ini terlihat dari banyaknya anggota DPRD Kabupaten Jayawijya yang latar pendidikannya yang berbeda-beda yang sedikit banyaknya menghambat tugas DPRD dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Periode menjadi angggota Dewan yang berbeda juga menyebabkan pengetahuan dan
pengalaman anggata Dewan yang berbeda juga menyebabkan pengetahuan dan pengalaman anggota Dewan terkendala.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetalmi-pengamh-kempetensi intelektual terhadap kinerja anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya. Pengaruh kompetensi emosional terhadap kinerja anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya. Pengaruh kompetensi sosial terhadap kinerja anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya. Pengaruh kompetensi intelektual, kompetensi emosional, kompetensi sosial secara sumultan terhadap kinerja anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya. Metode yang digunakan metode kuantitatif dengan instrumen penelitian quisioner.
Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang positif dan signiflkan antara kompetensi intelektual terhadap kinerja aggota DPRD Kabupaten Jayawijaya. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi emosional terhadap kinerja anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi sosial terhadap kinerja anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan kompetensi intelektual, kompetensi emosional dan kompetensi sosial secara simultan terhadap kinerja anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya. Artinya perubahan-perubahan yang terjadi pada kompetensi intelektual, kompetensi emosional, kompetensi sosial akan memberikan pengaruh nyata dan peningkatan terhadap kinerja anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya