Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Korelasi Antara Kedisiplinan Siswa Dan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas V MI Di Kecamatan Pakel
Kedisiplinan siswa dan motivasi belajar merupakan beberapa komponen yang berkaitan dengan hasil belajar siswa. Hal ini dapat diketabui dari beberapa penelitian yang telah dilakukan oJeh peneliti terdahulu. Berdasar latar belakang tersebut peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan kedisiplinan siswa dan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa kelas V MI di Kecamatan Pakel.
Penelitian ini termasuk jenis penelit1an kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif noneksperimen dengan metode Ex Post Facto. Penelitian dilakukan dengan populasi semua siswa kelas V MI di Kecamatan Pakel, dan teknik pengambilan sampel dengan Proporsional Random Sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara kedisiplinan siswa dengan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V MI di Kecamatan Pakel dengan hasil t1utung = 7,451 > t 1a1>c1 = 1,659. (2)
Terdapat hubungan yang signifikan aotara motivasi belajar dengan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V Ml di Kecamatan Pake! dengan hasi] trurung = 5,639 >
t tabel = 1,659. (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara kedisiplinan siswa dan motivasi belajar secara bersama-sama dengan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa
kelas V MI di Kecarnatan Pakel dengan Frutung= 247,184 > Ftabe1=3,079. (4) Variabel kedisiplinan siswa paling dominan dengan koefisien determinasi sebesar 0,765 atau 76,5%, sedangkan variabel motivasi belajar sebesar 0,725 atau 72,5%
Analisis Pengaruh Penerapan Electronic Human Resource Information System (E-HRIS), Remunerasi, dan Employee Engagement Terhadap Kinerja Pegawai Mahkamah Agung R.I. (Studi pada Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketimpangan antara harapan dan fakta yang terjadi dalam pelaksanaan reformasi birokrasi di Mahkamah Agung R.l. Dimana penataan system manajemen sumber daya manusia yang diwujudkan dalam bentuk penerapan Human Resource Information system (HRIS) berupa Sistem lnformasi Kepegawaian (SIKEP) diharapkan mampu menjadi sumber informasi terkait sumber daya manusia pada Mahkamah Agung R. I. namun pada kenyataannya dari lima satuan kerja eselon II pada Direktorat Jenderal Sadan Peradilan Umum sebagai objek penelitian, belum satupun yang mencapai 100% dalam hal kelengkapan data dan edocument, bahkan ada beberapa data yang masih dibawah 50%. Di sisi lain pemberlakuan tunjangan kinerja/remunerasi yang besarannya didasarkan atas evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi, dalam kurun 10 tahun terakhir, semenjak tahun 2007 - 20 17 masih tetap 70%. Hal demikian tentu mengundang pertanyaan bagaimana pula dengan employee engagement atau keterlibatan pegawai organisasi dan tujuannya. Penelitian yang dilakukan dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan HRIS/SIKEP, remunerasi, dan employee engagement terhadap kinerja pegawai Direktorat Jenderal Sadan Peradilan Umum Mahkamah Agung R.I., baik secara simultan maupun secara parsial. Demikian pula dengan pengaruh remunerasi melalui employee engagement terhadap kinerja pegawai. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dalam bentuk sampling jenuh, dimana sampel yang digunakan adalah seluruh pejabat administrasi dan pejabat fungsional pada Direktorat Jenderal Sadan Peradilan Umum ( 152 orang), yang terdiri dari 17 orang pejabat administrator ( eselon lll), 50 orang pejabat pengawas ( eselon IV), 81 orang pejabat pelaksana (stat), dan 4 orang pejabat fungsional. Metode analisis yang digunakan adalah Regresi Linear Serganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HRIS/SIKEP, remunerasi, dan employee engagement memiliki hubungan linear terhadap kinerja pegawai, dimana 40,4% kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh variabel HRIS/SIKEP, remunerasi, dan employee engagement, Sedangkan 59,6% dijelaskan oleh variabel lain, bisa berupa faktor hubungan antara atasan dan bawahan, pendidikan dan pelatihan, dan lain sebagainya. Secara parsial HRIS/SIKEP memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini disebabkan HRIS/SIKEP memiliki keragaman jawaban yang rendah, masih terdapat jawaban yang ragu-ragu, tidak setuju dan sangat tidak setuju terhadap penerapan HRIS . Artinya masih terdapat responden yang belum yakin sepenuhnya dengan penerapan HRIS/SIKEP. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya sosialisasi dalam penerapan HRIS. Pada analisis jalur, remunerasi melalui employee engagement berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, namun korelasi koefisien remunerasi terhadap employee engagement masih tergolong rendah yakni 0,319. Dengan demikian disarankan agar besaran remunerasi benarbenar ditata sesuai dengan nilai dan kelas jabatan, guna memberikan rasa keadilan bagi setiap pegawai
Analisis Kesiapan Guru Kelas Tinggi Se Gugus 1 Kendit Kabupaten Situbondo dalam Mendukung Implementasi Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 yang diterapkan sekarang merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dinilai belum tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global. Pemberlakuan Kurikulum 2013 menunjukkan bahwa pemerintah mempunyai harapan yang besar bagi dunia pendidikan terutama guru. Guru diharapkan mampu menggunakan metode pembelajaran yang inovatif (students centered) karena pembelajaran konvensional (teacher centered) dianggap tidak lagi mampu menjawab tantangan internal dan ekstemal. Perubahan kurikulum ini tentu menuntut adanya kesiapan dari guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013. Akan tetapi, masih ditemukannya guru (guru kelas tinggi) yang mengalami kesulitan dalam hal penilaian autentik kurikulum 2013, menyusun RPP sesuai kurikulum 2013, menguasai tema yang dikaitkan satu sama lain, menggunakan buku guru dan buku siswa untuk mencapai hasil belajar yang maksimal, dan mengaitkan pelajaran yang diberikan dengan kehidupan social siswa. Penelitian ini mendeskripsikan kesiapan guru ditinjau dari pemahaman struktur dan materi pembelajaran kurikulum 2103, pemahaman terhadap perangkat pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013, faktor pendukung dan penghambat dalam kesiapan guru. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru kelas 4, 5 dan 6 di SON Se Gugus 1 Kendit. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes, angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesiapan guru kelas tinggi se gugus 1 kendit dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 yang siap sebanyak 17% dan yang tidak siap sebanyak 83% ditinjau dari pemahaman struktur dan materi pembelajaran. Kesiapan guru kelas tinggi se gugus 1 kendit dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 ditinjau dari pengembangan perangkat pembelajaran kurang memahami mengenai pembelajarn tematik terpadu, pendekatan saintifik, teknik penilaian hasil belajar siswa (penilaian sikap), dan penyusunan perangkat pembelajaran. Faktor pendukung kesiapan guru adalah kemampuan guru dalam mengembangkan materi pembelajaran, penyediaan buku ajar, sudah mengikuti pelatihan, dan bertanya antar guru. Sedangkan faktor penghambat ketidakmampuan guru dalam mengembangkan materi pembelajaran, terlambatnya atau terbatasnya buku ajar, belum mengikuti pelatihan kurikulum 2013, dan malu bertanya ke guru lain mengenai penerapan kurikulum 2013. Hasil penelitian ini hendaknya dijadikan sebagai salah satu bahan referensi oleh guru dan introspeksi untuk memperkaya diri dalam mengembangkan atau mengimplementasikan pembelajaran sesuai kurikulum 2013. Sekolah diharapakan dapat memfasilitasi diskusi dengan guru-guru lain. Serta dipandang perlu adanya pelatihan atau diklat terhadap guru yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo
Pengaruh Pelatihan Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Pos (Perceived Organizational Support Sebagai Variabel Moderator (Studi pada PT. Bank Pembangnnan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dengan POS (Perceived Organizational Support) sebagai variabel moderator. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan PT.Bank Pembangunan Daerah Jawa Baral dan Banten Tbk. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh karyawan bank BJB bagian Teller dan Customer Service. Sampel dalam penelitian adalah karyawan bank BJB bagian Teller dan Customer Service di bank BJB Cabang Cibinong dan bank BJB Cabang Bogor. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder.
Teknik analisis menggunakan regresi linear berganda dan uji interaksi atau Moderated Regreesion Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan motivasi
kerja mempunyai pengaruh terhadap kinerja karyawan dengan dimoderasi oleh POS (Perceived Organizational Support) Berdasarkan hasil uji t (parsial), uji F (simultan), dan
uji interaksi menunjukan bahwa pelatihan dan motivasi kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan dimoderasi oleh POS (Perceived
Organizational Support)
Analisis Efisiensi dan Efektifitas Rencana Kerja dan Anggaran (Studi Kasus Pada Direktorat Jendral Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)
Analisis Saluran Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Produk Susu Sapi Perah (Studi Kasus: Koperasi Produksi Susu Bogor)
Cooperative was established to help the dairy farmer to distribute their milk production. The locate of Bogor Dairy Cooperative is in Bogor District. The research aims to analyze the marketing channel and efficiency of milk distribution in Bogor. The measurement used in this
study consists of the farmer’s share, marketing margin, and B/C ratio. Samples in this research are 47 dairy farmers. Data collection using questionnaires. The results of this study indicate that there are four marketing channels for fresh dairy products. Institutions that involved in milk
trading in Bogor are dairy farmers, cooperatives, milk processing industry, retailers, and end consumers. The most used channel is the first channel (Dairy Farmer – Cooperative – Milk Processing Industry). The highest farmer’s share occurs when dairy farmers sell fresh milk
directly to end consumers. To increase the price of fresh milk prices in the dairy farmers level,farmers should maintain the quality of the milk products. Excellent quality of milk from the farmer will improve the cooperative bargaining position when dealing with the price with the
milk processing industry. Farmers and cooperatives need to maximize advances in information technology to sell milk products or to add new customers
Implementasi Kebijakan Bantuan Operasional Sekolah Pada SD Negeri 5 Kecamatan Sintang Dan SMP Negeri 2 Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan implementasi kebijakan BOS pada SD Negeri 5 Kecamatan Sintang dan SMP Negeri 2 Kecamatan Sintang antara lain sebagai berikut: (1) Terdapat alokasi dana yang belum tepat dalam penggunaan BOS. Berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Sintang,pada SMP Negeri 2 terdapat pembayaran insentif dan honorarium dari dana BOS
reguler serta pembayaran perjalanan dinas yang tidak sesuai ketentuan. (2) Pemanfaatan dana BOS belum sesuai dengan tujuan petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis. (3) Ketidaktahuan pihak sekolah dalam membayar pajak.
Terlambatnya dalam pencairan dana BOS dikarenakan keterlambatan dalam pembuatan dan pelaporan Surat Pertanggungjawaban BOS. (4) Sumber Daya Manusia yang belum siap. Tidak ada petugas khusus yang ditunjuk sebagai
pengelola program BOS pada SD Negeri 5 dan SMP Negeri 2. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Sumber informasi adalah Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Kabupaten Sintang beserta pihak yang terkait dalam implementasi program BOS pada SD Negeri 5 dan SMP Negeri 2. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa berdasarkan aspek Implementasi Program BOS pada SD Negeri 5 dan SMP Negeri 2, baik pengorganisasian, interpretasi maupun aplikasi masih belum optimal. Jadi dapat disimpulkan bahwa implementasi program Bantuan Dana Operasional Sekolah pada SD Negeri 5 dan SMP Negeri 2
Kecamatan sintang tidak maksimal
Hubungan Literasi Digital Dan Kompetensi Pedagogik Dengan Kinerja Guru Di Gugus 1 Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek
Salah satu literasi yang berkaitan dengan kinerja guru adalah literasi digital yaitu kemampuan menemukan, menggunakan, membuat dan mengomunikasikan konten yang ada pada media digital. Selain itu, kinerja guru juga dipengaruhi oleh kompetensi pedagogik yang meliputi kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) hubungan literasi digital dengan kinerja guru di Gugus 1
Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek, (2) bubungan kompetensi pedagogik dengan kinerja guru di Gugus I Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek, dan (3) hubungan literasi digital dan kompetensi pedagogik dengan kinerja guru di Gugus
1 Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini dilakukan di Gugus 1 Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek dengan populasi sebanyak 95 orang.
Metode yang digunakao adalah metode survei. Adapun data penelitian diperoleh dengan menggunakan angket yang diberikan kepada sampel penelitian, yaitu 75 guru di Gugus 1 Kecamatan Pule. Analisis statistik yang digunakan untuk
mengolah data dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier sederhana dan analisis regresi tinier ganda dengan menggunakan software SPSS 17.0.
Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan (1) ada hubungan literasi digital dengan kinerja guru di Gugus 1 Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek dengan koefisien korelasi 0,421 dan persamaan regresi Y = 72,476 + 0,342Xi. (2) ada
hubungan kompetensi pedagogik dengan kinerja guru di Gugus 1 Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek dengan koefisien korelasi 0,721 dan persamaan regresi Y = 14,283 + 0,683X2, dan (3) ada hubungan literasi digital dan kompetensi
pedagogik dengan kinerja guru di Gugus 1 Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek dengan koefisien korelasi 0,722 dan persamaan regresi Y = 15,001 + 0,033X1 + 0,661X2. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, disarankan
agar guru di abad ke-21 senantiasa meningkatkan kemampuan literasi digital dan kompetensi pedagogik agar kinerja guru juga meningkat. Di samping itu, untuk menghadapi abad ke-21, kepala sekolah sebaiknya memberikan motivasi kepada
guru untuk selalu meningkatkan kemampuan literasi digital dan memberikan solusi kepada guru yang masih memiliki kompetensi yang kurang, serta memiliki kinerja yang kurang baik
Pengembangan Media Booklet Tema Pekerjaan Berbasis Potensi Lokal Untuk Meningkatkan Materi Pengetahuan Karier Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Guru dan siswa membutuhkan bahan ajar yang bisa meningkatkan kualitas pembelajaran tentang pekerjaan berbasis potensi lokal. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan dan menguji efektitltas bahan ajar booklet terhadap pengetahuan
siswa kelompok IV pada tema pekerjaan, fokus pada potensi lokal sehingga pembelajaran menjAdi aktif. Desain penelitian dan pcngembangan menggunakan model Borg & Goll diadaptasi hingga langkah ketujuh. Prosedur penelitian dimulai dengan pengumpulan data awal melalui wawancara, merencanakan
produk, mengembangkan produk awal) melakukan revisi berdasarkan angket kelayakan bahan ajar oleh validator, melakukan uji coba awal bahan ajar.
melakukan revisi bahan ajar berdasarkan angket keterbacaan bahan ajar, angket keterlaksanaan bahan ajar oleh siswa, komentar, dan saran. Pengujian efektifitas bahan ajar booklet menggunakan tes uraian. Analisis data hasil angket
menggunakan analisis deskriptif berdasarkan tema pekerjaan. Desain uji coba efektifitas menggunakan metode kuasi eksperimen pretes-posttest kelompok control. Pengajian efektifitas bahan. ajar booklet menggunakan dua kelompok
sampel sebagai kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang menggunakan bahan ajar booklet dalam pembelajaran. Kelompok kontrol adalah kelompok yani menggunakan buku teks dalam pembelajaran. Hasil pretes dan posttest dianalisis mcnggunakan uji
normalitas Kolmogorov - smirnov, uji homogenitas Levene dan uji t. Hasil analisis data hasil angket menunjukkan nilai 3,40. Hal ini berarti bahan ajar booklet layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil uji t menunjukkan
signifikansi pasca tes sebesar 0,030. Jadi terdapat perbedaan kemampuan meningkatkan pengetahuan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelebihan bahan ajar booklet antara lain gambar rill yang diambil dari lingkungan sekitar, dimana murid mengetahui letak dan kondisi yang tertera pada gambar,narasi jelas, penampilan booklet menarik
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemandirian Sosial Siswa Sekolah Dasar
Fase usia dini menjadi masa pe.mbentukan landasan awal bagi"
pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal ini menjadi bukti nyata pentingnya masa ini pada anak usia dini yang tentunya membutuhkan stimulasi yang baik dan dosis yang tepat dari lingkungan di sekitamya. Apabila masa usia dini tidak
distimulasi dengan baik, akan dimungkinkan terjadi pennasalahan pada perkembangan anak di masa mendatang. Disinilah pentingnya peran orang tua sebagai pengasuh pertama dan utama pada masa pertumbuhan tersebut
memberikan dasar dan perlakuan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh baik secara parsial ataupun simultan proteksi orangtua,kelekatan ibu serta pola tidur terhadap kemandirian sosial pada siswa sekolah
dasar di gugus 4 Kecamatan Kalidawir. Pendekatan kuantitatif dipilih untuk menguji kerekatan hubungan antar variabel dengan metode uji asosiatif korelasional. Populasi penelitian adalah para siswa dan wali murid di lembaga
sekolah dasar gugus 4 Kecamatan Kalidawir. Setelah dilakukan screening sekolah,didapatkan 3 sekolah yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan peneliti,dengan jumlah siswa sebanyak 700 siswa. Besar sampol ponelitian ditetapkan
menggunakan teori dari Isac dan Michael didapatkan jumlah sampel 195 siswa dan juga orang tua wali murid. Analisis data penelitian menggunakan uji statistik regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menetapkan kesimputan sebagai
berikut : ada pengaruh proteksi orang tua terhadap kemandirian sosial; ada pengaruh kelekatan ibu terhadap kemandirian sosial; ada pengaruh pola tidur terhadap kemandirian sosial; dan ada pengaruh proteksi orang tua, kelekatan ibu,serta pola tidur secara bersama-sama terhadap kemandirian sosial pada siswa sekolah dasar di gugus 4 Kecamatan Kalidawir. Orang tua disarankan untuk mulai
memahami pentingnya memberikan dosis yang tepat dalam mengatur proteksi terhadap anak-anak mereka, mulai memikirkan kualitas bersama ibu dalam bentuk
kelekatan bersama aktivitas bekerja tentu memangkas waktu bersama anak dan yang paling penting memberikan inrervensi yang tegas dalam membentuk pola tidur anak. Kepala SD di gugus 4 Kecamatan Kalidawir disarankan agar memberikan dorongan kepada para orang tua secara kolaboratif dalam
membiuigun kedisipliniui iuiak SD dengan mencukupi kebutuhan tidur merek.
Guru SD di gugus 4 Kecamatan Kalidawir disarankan membangun kolaborasi dengan para orang tua untuk mengambil peran aktif terutama dalam memberikan proteksi, membangun kelekatan ibu, serta mengontrol pola tidur anak-anak mereka