Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
    9681 research outputs found

    Analisis Kecerdasan Personal Aparatur Sipil Negara (ASN) Dalam Meningkatkan Kinerja Di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Polewali Mandar

    Get PDF
    Analisis Kecerdasan Personal Aparatur Sipil Negara (ASN) Dalam MeningkatkanKinerja di DinasKependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Polewali Mandar. Tujuan penelitian dalam ha! ini adalah mengena1 Kecerdasan personal dan peningkatkan kinerja ASN, dengan jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Selanjutnya penulis berkesimpulan bahwa 1 ). Kecerdasan Personal ASN Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil terkait intarapersonal yang dimaksud belum berjalan secara maksimal, sedang mengenai interpersonal relatif tidak berjalan dengan baik karena masih ada beberapa pegawai yang bekerja sendiri tanpa melakukan komunikasi dengan baik satu dengan lainnya. Sehingga penulis melihat bahwa pada peningkatan kinerja relatif berjalan lambat dan 2). kecerdasan ASN Dalam peningkatan kinerja, dimana bahwa pada faktor pemahaman Tugas Pokok dan Fungsi (tupoksi) yang memberi arti dimana bawahan harus terlebih dahulu memahami tentang tupoksi masing masing serta mengerjakan tugas sesuai apa yang menjadi tanggung jawabnya relatif belum dipahami secara baik, kemudian terkait innovasi yang artinya memiliki inovasi yang positif sebagai salah satu standar yang perlu dimiliki oleh ASN untuk menujukkan kecerdasannya terkhusus hal hal yang patut disampaikan atau didiskusikan pada atasan demikian juga terhadap rekan kerja tentang pekerjaan seperti apa yang akan dikerjakan belum berjalan secara optimal, lebih dari itu untuk membangun suatu kinerja diperlukan kerja sama antar sesama ASN belum berjalan secara efektif

    Implementasi Kebijakan Pengadaan Barang Dan Jasa Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Kota Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat

    Get PDF
    Kebijakan pengadaan barang dan jasa secara elektronik (e-procurement) telah diterapkan oleh pemerintah provinsi, kota dan kabupaten di Indonesia. Heeks (2006) dan Inrajid (2011) menggambarkan implementasi e-government yang meliputi e-procurcment masih kerap gaga! di negara berkembang. Kumar (2002) menggambarkan bahwa e-govermnent di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Pemerintah Kata Bima telah mencanangkan pelaksanaan LPSE sejak tahun 2012, namun realisasi program mulai aktif pada awal tahun 2013. Pennasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah (i) Bagaimana implementasi kebijakan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi serta akses pasar dalam rangka pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kata Bima. (ii) Bagaimana potensi tiga faktor pendukung penerapan e-government, yaitu: ketersediaan layanan online,ketersediaan infrastruktur telekomunikasi dan ketersediaan SOM terampil didalam melancarkan implementasi LPSE. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah (i) untuk menjelaskan penerapan LPSE dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas,efisiensi serta akses pasar atas proses pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kata Bima. (ii) menjelaskan bagaimana tiga faktor, yakni ketersediaan layanan online,ketersediaan infrastruktur telekomunikasi serta SDM terampil dalam melancarkan penerapan LPSE. Oesain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dan infonnasi diperoleh dari seluruh stakeholder yang terkait dengan pelayanan LPSE serta hal-hal lain administrasi perizinan. Sumber data primer diperoleh dari narasumber melalui wawancara terstruktur, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari dokumen melalui media perantara/literatur yang terkait dengan kajian penelitian. Hasil penelitian ini menemukan bahwa (1) Implementasi e-procurement di Kota Bima telah berjalan dengan baik. Hal ini ditandai dengan adanya kemajuan yang cukup signifikan dalam pengadaaan barang dan jasa secara elektronik melalui tender online (e-tender). Penerapan kebijakan e-prucerement dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi serta akses pasar yang sehat bagi para penyedia. (2) tiga faktor pendukung penerapan e-procurement,yakni: ketersediaan layanan online, ketersediaan infrastruktur telekomunikasi, dan ketersediaan sumber daya manusia terampil, berpotensi mendukung kesuksesan penerapan kebijakan e-prucerement di Pemerintah Kuta Bima. Temuan lain dalam penelitian ini ialah masih rendahnya pengetahuan para penyedia jasa perihal adanya e-procurement, ada kecendenmgan bahwa akses bagi para penyedia golongan rendah belum dapat mernperoleh manfaat dari e-government ini

    Analisis Implementasi Quadruple Helix Dalam Penyediaan Tenaga Kerja Di Kota Bontang

    Get PDF
    Kolaborasi yang tersistem antara aktor Pemerintah (government), perguruan tinggi (intellectual), perusahaan (business) dan masyarakat (social society) sangatlah diperlukan dalam implementasi kebijakan penyediaan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran setiap aktor dalam penyediaan tenaga kerja dan bagaimana hubungan setiap aktor dalam penyediaan tenaga kerja di Kota Bontang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori QuadrupleHelix. Dalam teori ini dijelaskan bahwa suatu struktur perekonomian negara didasarkan pada empat pilar yang terdiri dari Akademisi, Bisnis/Industri, Government (pemerintah) dan Community (komunitas). Penelitian m1 menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik Analisis Data menggunakan model interaktif (Interactive Model of Analisis) dari Miles dan Huberman yaitu reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan yang divalidasi menggunakan metode Triangulasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa aktor Quadruple Heh>: yang terlibat dalam penyediaan tenaga kerja di Kota Bontang, yaitu pemerintah (government) belum maksimal memainkan perannya sebagai fasilitator dan regulator. Begitu juga dengan peran perguruan tinggi (intellectual) dalam meningkatkan kapasitas dan pengembangan tenaga kerja agar terampil dan terdidik belum maksimal. Hal berbeda ditemukan, bahwa peran perusahaan (business) yang ada di Kota Bontang sudah memainkan perannya dengan baik dalam hal kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi serta lembaga-lembaga pelatihan kerja. Demikian juga peran masyarakat (civil society) dalam hal ini lembaga pelatihan kerja (LPK) yang diwadahi oleh Hilsi Kota Bontang sudah menjalankan perannya dengan cukup baik. Hubungan setiap aktor Quadruple Helix dalam penyediaan tenaga kerja di Kota Bontang secara umum sudah memainkan perannya dengan cukup baik tetapi belum menghasilkan suatu program atau kegiatan yang langsung mengena pada tujuan akhir penyediaan tenaga kerja yaitu menghasilkan calon tenaga kerja atau SOM yang kompeten yang dapat langsung diserap oleh pasar kerja

    Implementasi Kebijakan Penegakan Disiplin Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukamara

    Get PDF
    Peraturan Pemerintah tentang Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) antara lain memuat kewajiban, larangan dan hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah terbukti melakukan pelanggaran. Pemerintah No. 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri adalah suatu landasan hukum untuk menjamin pegawai negeri dan dapat dijadikan dasar untuk mengatur penyusunan aparatur negara yang baik dan benar. Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai aparat pemerintah dan abdi masyarakat diharapkan selalu siap sedia menjalankan tugas yang telah menjadi tanggung jawabnya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan tentang implementasi tahapan penjatuhan sanksi dalam rangka penegakan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukarnara serta untuk mendeskipsikan faktor penghambat dan pendorong dalam implementasi tahapan penjatuhan sanksi dalam rangka penegakan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukamara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui wawancara mendalam (in depth interview) terhadap informan kunci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum implementasi kebijakan penegakan disiplin kerja ASN sudah cukup baik. Dalam penelitian ini sedikitnya ada 5 (lima) prosedur penerapan disiplin tersebut diantaranya (1). Pengawasan; (2). Pemanggilan; (3). Pemeriksaan; (4). Penjatuban Hukuman; (5). Penyarnpaian Keputusan. Selanjutnya saran yang dapat dikemukakan dalam tesis ini adalah harus adanya tindakan sanksi hukuman tegas bagi Pegawai Negeri Sipil yang melanggar peraturan disiplin pegawai, menciptakan lingkungan yang kondusif sebingga pegawai Pemerintah Kabupaten Sukamara tidak bosan dengan tempat kerja dan meningkatkan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil agar dapat mencukupi kebutuhan

    Pengaruh Kualitas Pelayanan, Citra Rumah Sakit, Nilai Pelanggan Terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Umum Tiara Pematang Siantar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan, citra rumah sakit, dan nilai pelanggan secara parsial dan secara simultan.terhadap kepuasan pasien. Lokasi penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Tiara Pematang siantar terhadap pasien rawat inap maupun pasien rawat jalan dari Rumah Sakit tersebut. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari basil penyebaran kuesioner kepada pasien sedangkan data sekunder diperoleh dari basil laporan dan data pendukung lainnya yang bersumber dari Rumah Sakit Umum Tiara Pematang siantar. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 115 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan jenis accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan (1) kualitas pelayanan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien dengan koefisien regresi 0,09 (2) citra rumah sakit secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (3) nilai pelanggan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien dengan koefisien regresi 0,22 (4) kualitas pelayanan, citra rumah sakit, clan nilai pelanggan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien sebesar 38,5%. Variabel nilai pelanggan adalah variabel yang memberikan pengaruh paling besar terhadap kepuasan pelanggan

    Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Lokasi Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan Sapadia Hotel Siantar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan lokasi terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan Sapadia Hotel Siantar.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang menggunakan jasa Sapa.dia Hotel Siantar. Berdasarkan infonnasi yang diterima dari staf. Sapadia Hotel Siantar, rata-rata pengunjung adalah 30 s/d 45 orang perhari. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling, yaitu teknik sampling yang memberi peluang atau kesempatan tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu 165 orang dengan rincian 5 orang perhari selama 34 hari di Maret 2018 s.d. April 2018. Pengujian data penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda dan analisis jalur path. Penelitian menunjukkan bahwa responden menilai tingkat pencapaian kualitas pelayanan, kepuasan konsumen dan loyalitas pelanggan pada Sapadia Hotel, secara keseluruhan tennasuk dalam kategori sangat tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan konsumen berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, dan hasil penelitian ini menunjukkan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan, dan lokasi berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan

    Evaluasi Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi Kalimantan Utara

    Get PDF
    Tesis ini berjudul Evaluasi Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Provinsi Kalimantan Utara. Pennasalaham yang dihadapi, diantaranya LPPD Provinsi Kalimantan Utara belum menunjukkan gambaran penyelenggaraan pemerintahan daerah yang sesungguhnya. Selain itu juga. Tim Penyusun LPPD Provinsi Kalimantan Utara cenderung mulai aktif dan perduli dalam pengisian kuisioner LPPD menjelang akhir dan awal tahun saja. Adapun teori yang digunakan untuk membahas evaluasi penyusunan LPPD Provinsi Kalimantan Utara adalah teori Model evaluasi CIPP oleh Daniel L. Stuffiebeam dalam Arikunto (2008: 40), yang menyatakan bahwa model evaluasi CIPP, terdiri dari empat komponen evaluasi yaitu: Context, Input, Process dan Product. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan induktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, mendalami dan menganalisis evaluasi penyusunan LPPD Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diolah dari basil pengamatan dan wawancara dengan Tim Penyusun LPPD Provinsi Kalimantan Utara dan Tim Nasional EPPD. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumen dari Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hat evaluasi konteks, penyusunan LPPD Provinsi Kalimantan Utara merupakan amanat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 dan secara teknis masih diatur dalam PP Nomor 3 Tahun 2007 tentang LPPD kepada Pemerintah, LKPJ kepada DPRD dan ILPPD kepada Masyarakat. Oukungan fisik dalam penyusunan LPPD ini tertuang dalam pedoman penyusunan LPPD yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri dan adanya kegiatan bimbingan teknis, fasilitasi, dan konsultasi, namun belum terlaksana secara maksimal. Evaluasi input diperoleh basil, bahwa komitmen pimpinan perangkat daerah masih kurang maksimal, hingga duplikasi laporan sejenis yang sangat beragam, sedangkan dalam hal penyediaan sarana dan prasarana telah dialokasikan dan dilaksanakan. Terkait dengan evaluasi proses, pelaksanaan penyusunan LPPD disesuaikan dengan jadwal dan agenda yang telah disusun oleh Tim Penyusun LPPD. Keterlibatan personil dalam penyusunannya melebihi alokasi staf yang ditugaskan. Penggunan sarana dan prasarana telah diupayakan optimal sesuai dengan kemampuan pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Evaluasi produk, diketahui bahwa LPPD Provinsi Kalimantan Utara telah disampaikan kepada pemerintah pusat secara tepat waktu, namun demikian dari sisi validitas laporan yang dihasilkan, belumlah sepenuhnya valid

    Pegaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Ditinjau dari Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas V pada Mata Pelajaran Matematika di SD Kecamatan Bandar Sribhawono

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (l) peserta didik yang memperoleh metode pembelajaran kooperatif tipe STAD memiliki kemampuan berpikir kritis matematis lebih bailk dari pada peserta didik yang memperoleh metode pembelajaran ekspositori. (2) apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik antara kelompok motivasi tinggi, kelompok motivasi sedang dan kelompok motivasi rendah pada peserta didik yang memperoleh metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan peserta didik yang memperolah metode pembelajaran ekspositori. (3) apakah terdapat interaksi antara factor pembelajaran yang diberikan dengan kategori motivasi peserta didik terkait dengan kemampuan berfikir kritis matematis.jenis penelitian ini yaitu quasy eksperiment dengan desain faktorial 2 x 3. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas V SD Kecamatan Bandar Sribhawono, dengan teknik Simple Random Sampling terpilih SDN I Sribhawono kelas VA sebagai kelas eksperimen dan VC sebagai kelas kontrol. Data hasil angket dan tes kemampuan berpikir kritis matematis dianalisis menggunakan uji analis avarians dua jalur berbantuan software SPSS 17.0. Bedasarkan analisis data ditemukan hasil-hasil sebagai berikut. Pertama, kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik dari pada kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik dengan menggunakan metode pembelajaran ekspositori pada pokok bahasan pecahan. Kedua, Kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik dengan kategori motivasi belajar matematika tinggi lebih baik dari pada peserta didik dengan kategori motivasi belajar matematika sedang dan rendah. Ketiga, tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi belajar matematika tinggi, sedang, dan randah terhadap kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik

    Pengaruh Metode Problem Based Learning (PBL) dan Gaya Berpikir Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri 070974 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2017/2018

    Get PDF
    Penelitian ini bertujnan nntuk: (I) Menguji pengaruh metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas IV SD Negeri 070974 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2017/2018; (2) Menguji pengaruh gaya berpikir siswa terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 070974 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2017/2018; (3) Menguji pengaruh interaksi antara metode pembelajaran Problem"Based Learning dan gaya berpikir siswa terhadap basil belajar IPA siswa Kelas IV SD Negeri 070974 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 201712018; (4) Menguji pengaruh metode pembelajaran Problem-Based Learning dan Konvensional terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas IV SD Negeri 070974 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2017/2018 yang memiliki gaya berpikir konvergen; (5) Menguji pengaruh metode pembelajaran Problem-Based Learning dan Konvensional terbadap hasil belajar IPA siswa Kelas IV SD Negeri 070974 Gnnungsitoli Tahun Pelajaran 2017/2018 yang memiliki gaya berpikir divergen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen dan desain factorial 2x2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri No.070974 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 2017/2018 yang terdiri dari 3 kelas dengan sampel diambil sejunilah 70 siswa_ Kelas yang dijadikan sampel kelompok eksperimen adalah kelas IV A berjumlah 35 siswa dan kelas kontrol adalah kelas IV B berjunilah 35 siswa. Pernilihan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan dengan tes hasil belajar dan instrument gaya berpikir siswa. Data yang terkumpul diolah secara statistik dengan menggunakan teknik analisis varians (anava) dua jalur dengan mengunakan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan konvensiooal terhadap basil be la jar IP A siswa Ke las IV SD Negeri 070974 Gnnungsitoli TP.2017/2018; (2) Terdapat pengaruh gaya berpikir siswa terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas IV SD Negeri 070974 Gnnungsitoli Tahun Pelajaran 2017/2018; (3) Terdapat pengaruh interaksi antara metode pembelajaran dengan PBL dan gaya berpildr siswa terhadap hasil belajar IP A siswa Ke las IV SD Negeri 070974 Gunnng Sitoli Tahun Pelajaran 201712018; (4) Terdapat pengaruh metode pembelajaran PBL dan Konvensional terlladap hasil belajar IPA siswa Kelas IV SD Negeri 070974 Gunungsitoli Tahun Pelajaran 201712018 dengan gaya berpikir konvergen; dan (5) Terdapat pengaruh metode pembelajaran PBL dan Konvensional terhadap basil belajar IPA siswa Kelas IV SD Negeri 070974 Gunungsitoli Tahun Pelajaran2017/2018 dengan gaya berpikir divergen

    9,422

    full texts

    9,681

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Terbuka Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇