Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Efektifitas Peer Guidance untuk Meningkatkan Efikasi Diri, Aktivitas dan Kedisiplinan Belajar Mandiri Siswa di SMP Hati BBS Kraksaan Probolinggo
Pendidikan merupakan upaya sadar yang dilakukan agar siswa marnpu mencapai tujuan pembelajaran. Negara kita sebagai Negara berkembang narnun prestasi belajamya masih dalam kategori rendah. Pemerintah Indonesia menawarkan kurlkulum 2013 untuk meningkatkan capaian prestasi belajar. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berpusat pada siswa atau siswa dituntut aktif dalam belajar. Dalam hal ini siswa memerlukan efikasi diri untuk mengetahui kekurangan pada diri siswas ehingga dapat mengevaluasi diri.Efikasi diri berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa. Aktivitas belajar siswa merupakan indicator adanya keinginan siswa untuk belajar secara mandiri. Selain aktivitas belajar diperlukan disiplin belajar. Kedisiplinan belajar adalah salah satu faktor intern siswa dalam mempengaruhi hasil belajar.Namun dalam sekolah berasrama terdapat permasalahan yaitu guru tidak dapat 24 jam memantau siswa. Guru BK perlu strategi untu kmeningkatkan efikasi diri, aktivitas dan kedisiplinan belajar mandiri siswa dengan strategi peer guidance, sehingga diperlukan penelitian efektivitas peer guidance untuk meningkatkan efikasi diri, aktivitas dan kedisiplinan belajar mandiri siswa di SMP HATI BBS Kraksaan Probolinggo. Strategi peer guidance memiliki produk instrument tes dan angket observasi, Produk instrument tes dan angket observasi. Efektivitas dilihat dari peningkatan nilai pretes dan postes dan diukur perbedaannya menggunakan Uji T. Ketiga variable tersebut memiliki perbedaan yang signifikan dari nilai effect size pada tes dan effect size angket observasi, sehingga berdasarkan perhitungan menggunakan uji T dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan nilai tes dan angket observasi efikasi diri, aktivitas dan kedisiplinan belajar mandiri siswa SMP HATI BBS
Pengaruh Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Dan Kompensasi Terhadap Produktivitas Kerja Guru Di SD Negeri Kecamatan Jabung Kabupaten Lampung Timur
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh: 1) keterampilan manajerial kepala sekolah terhadap produktivitas kerja guru, 2)
kompensasi terhadap produktivitas kerja guru serta 3) keterampilan manajerial kepala sekolah dan kompensasi secara simultan terhadap produktivitas kerja guru di SD Negeri Kecamatan Jabung Kabupaten Kampung Timur. Jenis penelitian ini deskriptif inferensial dengan metode penelitian ex post facto. Sampel menggunakan proportional random sampling sebanyak 94 dari 123 guru yang mengajar di SD Negeri Kecamatan Jabung Kabupaten Lampung Timur. Data
diperoleh melalui angk.et clan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik korelasional dan regresi baik secara sederhana maupun ganda, yang sebelumnya telah dilakukan uji nonnalitas dan homogenitas. Hasil
penelitian: 1) terdapat pengaruh yang signifikan antara keterampilan manajerial kepala sekolah terhadap produktivitas kerja guru mengandung arti bahwa semakin
tinggi tingkat keterampilan manajerial kepala sekolah, maka semakin baik pula produktivitas kerja gurunya, 2) terdapat pengaruh yang signifikan antara kompensasi terhadap produktivitas kerja guru mengandung arti bahwa semakin
baik persepsi seorang guru terhadap kompensasi, maka semakin baik pula produktivitas kerjanya, 3) terdapat pengaruh yang signifikan antara keterampilan manajerial kepala sekolah dan kompensasi secara bersama-sama terhadap produktivitas kerja guru. Mengandung arti bahwa semakin tinggi tingkat
keterampilan manajerial kepala sekolah dan persepsi guru mengenai kompensasi, maka semakin baik pula produktivitas kerja guru
Pengaruh Strategi Pembelajaran (Discovery Learning Vs Konvensional) Dan Gaya Belajar (Auditorial Vs Kinestetik) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SD
Kegiatan pembelajaran matematika yang diselenggarakan di sekolah masih berpusat pada guru, di mana kegiatan pembelajaran masih didominasi oleh guru dan siswa hanya mendengar, mencatat serta mengerjakan soal latihan yang
diberikan oleh guru. Hal tersebut berdampak hasil belajar siswa masih tergolong rendah, termasuk hasil belajar pada materi bangun datar. Oleh karena itu guru seharusnya menggunakan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah strategi pembelajaran Discovery Learning. Strategi pembelajaran Discovery Learning ini mengutamakan kegiatan siswa menemukan
sendiri konsep matematika, berdasarkan materi yang sedang dipelajari dan dapat melatih siswa dalaro mengiogat materi yang sudah dipelajari. Untuk itu, dilaknkan penelitian untuk mengkaji pengaruh strategi pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Discovery Learning dan Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa SD Negeri Solear II KabupatenTangerang - Banten.
Untuk mengukur ketercapaian tujuan dengan cara membandingkan hasil belajar siswa antara strategi pembelajaran Discovery learning dan konvensional serta mengukur pengaruh antara gaya belajar siswa antara auditorial dan konvesional terhadap hasil belajarnya Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN Solear JI Kabupaten Tangerang yang berjumlah 74 siswa yang terdiri alas dua kelas, dengan rincian kelas VA sebanyak 37 siswa dan kelas VB sebanyak 37 siswa, Sampel dalam penelitian ini adalah 40 siswa yang terdiri dari kelas VB sebagai kelas eksperimen dan kelas VA sebagai kelas kontrol. lnstrumen dalarn penelitian ini adalah soal berbentuk esai sebanyak 5 butir yang dilaksanakan saat pretes dan postes serta insrumen untuk mengukur gaya belajar siswa. Hasil analisis data didapatkan bahwa terdapat
perbedaan nilai rata - rata peningkatan kemampuan hasil belajar matematika siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen, di mana kelas kontrol memiliki nilai rata - rata 66, 75 dan lebih rendah dibandingkan dengan kelas eksperimen yang mencapai 78,75. Artinya bahwa terdapat peogaruh strategi pembelajaran Discovery Learning dan gaya belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Pembelajaran Tematik Terhadap Ecoliteracy Siswa (Penelitian Quasi Eksperimen di Kelas Vl SDN 247 Sukapura Kota Bandung, Jawa Barat)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah dan sekitarnya, padahal dalam proses pembelajaran di sekolah siswa telah belajar dengan menggunakan pendekatan pembelajaran tematik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan
menganalisis pengaruh model pembelajaran PBL pada pembelajaran tematik terhadap ecolitreracy siswa serta mengkaji dan menganalisis seberapa besar pengaruh ecoliteracy siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran PBL dengan yang menggunakan model
pembelajaran Discovery Leaming. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif Quasi Eksperimen dengan desain Control Group Pretest dan Posttest Design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 68 orang siswa kelas VI SDN 247 Sukapura Kota Bandung. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2017 bertempat di SDN 247 Sukapura Kota Bandung. Instrumen yang dipergunakan dalam penelitian berupa tes prestasi sebelum dan sesudah pembelajaran (pretes dan pastes). Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah statistics deskriptif dan statistics inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dalam pembelajaran tematik tidak berpengaruh signifikan
terhadap ecoliteracy siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya nilai signifikansi uji -t adalah 0,395. artinya tidak terdapat perbedaan rata-rata kemampuan akhir {posies) siswa antara kelompok yang menerapkan menerapkan model pembelajaran PBL dan kelompok yang menerapkan model pembelajaran DL. Berdasarkan peningkatan kompetensi ecoliteracy sebelum dan sesudah pembelajaran didapatkan hasil 0, 43, hal ini berarti bahwa klasifikasi ecoliteracy
yang didapat menggambarkan adanya pengaruh antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran PBL dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran DL. Simpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran PBL pada pembelajaran tematik terhadap ecoliteracy siswa serta tidak
terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap ecoliteracy siswa pada siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran tematik model pembelajaran PBL dengan siswa
yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran DL. Rekamendasi dari penelitian ini adalah pada model pembelajaran PBL untuk meningkatkan ecoliteracy siswa, perlu
diperhatikan beberapa aspek, seperti media dan sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan proses belajar dan mengajar
Pemanfaatan Media Pembelajaran Untuk Mengembangkan Kreativitas Guru Dan Efektivitas Kegiatan Pembelajaran Di Sekolah Dasar (Studi Kasus di SD Negeri Serdang 1 Kramatwatu)
Media pembelajaran merupakan satu alat yang dapat dimanfaatkan sebagai perantara untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Media pembelajaran sudah banyak dimiliki oleh SD Negeri Serdang I baik yang berasal dari pemerintah maupun diperoleh secara mandiri. Namun, kenyataannya banyak media yang dimiliki sekolah belum dimanfaatkan oleh guru karena ketidakmampuan dan ketidaktahuan guru mengenai media. Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana dan mengapa keadaan ini terjadi di SD Negeri Serdang I dengan rumusan masalah: Bagaimana pemanfaatan media pembelajaran jenis audio, visual, audio-visual dan multimedia di SD Negeri Serdang
I ?Bagaimana efektivitas kegiatan pembelajaran dengan pemanfaatan media di SD Negeri Serdang I? Dan bagaimana kapasitas guru dalam pemanfaatan media pembelajaran jenis
audio, visual, audio-visual dan multimedia di SD Negeri Serdang I? Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan, menganalisis, dan mengevaluasi pemanfaatan media
pembelajaran jenis audio, visual, audio-visual dan multimedia di SD Negeri Serdang I.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif jenis studi kasus dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh adalah bahwa pemanfaatan
media pembelajaran jenis audio dilakukan dalam bentuk mendengarkan suara bahasa asing, visual dalam bentuk buku teks, gambar, chrat, dan media realita, audio-visual
dalam bentuk film documenter, dan multimedia dalam bentuk integrasi teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran Pemanfaatan media paling banyak digunakan oleh guru SD Negeri Serdang 1 adalah media visual sebanyak 83%. Dengan media visual, pemahaman peserta didik hanya dapat mengoptimalkan alat indera penglihatan saja sehingga guru masih memerlukan tenaga untuk menjelaskan gambar atau
bacaan yang terdapat dalam buku teks agar tidak terjadi salah penafrisan. Kapasitas guru dilakukan melalui peningkatan pengetahuan guru tentang macam-macam media,
pemilihan media yang tepat, dan bagaimana cara menggunakannya. Artinya, media hanyalah sekadar alat jika tidak diimbangi dengan komitmen guru sebagai pengemban
tugas menciptakan pembelajaran yang efektif maka keberadaan media hanyalah sekadar pajangan yang mengisi ruang-ruang di sekolah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah
pemanfaatan media pembelajaran di SD Negeri Serdang 1 belum optimal dan perlu dilakukan peningkatan kapasitas guru tentang pentingnya media dalam pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran menjadi lebih efektif
Tipologi Provinsi Berdasarkan Kejadian Bencana Alam (Analisis Data Informasi Bencana Indonesia 2010-2019)
Sesuai dengan keadaan geografisnya, ada sembilan jenis bencana alam di Indonesia, yaitu: banjir, badai angin puting beliung, tanah longsor, kebakaran lahan dan hutan, kekeringan, gempa bumi, gelombang pasang, letusan gunung api, dan tsunami. Data bencana alam pada tingkat provinsi tahun 2010-2019 dianalisis untuk menggambarkan tipologi kelompok provinsi menurut kejadian dan jenis bencana alamnya dalam sepuluh tahun terakhir menggunakan metode Multiple Factor Analysis (MFA) dan Hierarchical Cluster Principal Component (HCPC). Berdasarkan delapan dimensi yang mewakili variansi tingkat kejadian bencana alam di Indonesia (71.2%), dapat diringkas empat kelompok provinsi-provinsi dengan tipikal tingkat dominasi kejadian bencana alam hidrometeorologi atau geologi, sebagai berikut: (1) Provinsi-provinsi dengan tingkat kejadian yang tinggi pada bencana hidrometeorologi maupun geologi: banjir, puting beliung, kekeringan, tanah longsor, tsunami, atau letusan gunung api, (2) Provinsi-provinsi dengan tipikal kejadian utama bencana geologi: gempa bumi, tsunami, atau letusan gunung api, (3) Provinsi-provinsi dengan tipikal kejadian utama kebakaran lahan/ hutan, dan, (4) Provinsi-provinsi selainnya, dengan tipikal bencana alam hidrometeorologi maupun geologi tetapi dengan kejadian yang lebih sedikit. Keadaan tipologi ini menggambarkan tingkat kejadian bencana alam dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir yang terjadi di wilayah provinsi-provinsi di Indonesia
Peran Hutan Mangrove dalam Mitigasi Bencana
Sebagai bagian dari ekosistem perairan, mangrove merupakan ekosistem utama di daerah pesisir selain ekosistem padang lamun dan terumbu karang. Hutan mangrove mempunyai bermacam peran dalam lingkungannya, antara lain dalam mitigasi bencana yang terjadi di wilayah pesisir. Berbagai bencana wilayah pesisir yang sering terjadi di Indonesia adalah tsunami, erosi dan abrasi pantai karena gerusan gelombang laut, rob, serta badai atau angin kencang. Kemampuan ekosistem mangrove dalam mitigasi bencana tidak terlepas dari struktur vegetasi mangrove yang terbentuk secara alami sebagai adaptasi mangrove yang tumbuh pada habitat ekstrim. Adaptasi terjadi terutama pada sistem perakaran dan struktur daun. Hal ini pula yang menjadikan tumbuhan mangrove dapat bertahan hidup. Dengan adanya adaptasi struktur daun dan sistem perakaran tersebut mangrove mampu berperan secara signifikan dalam mitigasi berbagai bencana di wilayah pesisir. Sebagai negara kepulauan yang berkontribusi sebesar 23% terhadap mangrove dunia, kondisi mangrove di Indonersia saat ini cukup memprihatinkan. Oleh karena itu, walaupun terdapat tantangan yang cukup berat, berbagai upaya rehabilitasi dan konservasi perlu dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat
Strategi Pengembangan Sumber Daya Aparatur Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Dana Desa Pada Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Kebutuhan akan suatu kebijakan yang dapat menjanjikan perbaikan ekonomi bagi masyarakat desa sudah sehamsnya diberikan. Terbitnya Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menjadi nilai penting bagi pembangunan perdesaan. Namun, lebih kurang lima tahun sejak terbitnya
peraturan tersebut belum dapat memuaskan semua pihak terutama dalam pengelolaan dana desa. Dana desa yang sedemikian besamya jika tidak didukung dengan kualitas aparatur pemerintah desa yang mumpuni maka tidak dapat
berharap banyak dalam pembangunan desa. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang betjudul "Strategi Pengembangan Sumber Daya Aparatur Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Dana Desa Pada Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka
Belitung". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis proses pengembangan aparatur pemerintah desa.
Teori yang digunakan adalah teori pengembangan sumber daya aparatur pemerintah desa dari Hasibuan yang terdiri atas sasaran, kurikulum, sarana,peserta, pelatihan,infrastruktur, dan pelaksanaan serta dengan menggunakan analisis
SWOT. Penelit1an ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kua1itatif metode eksploratif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sedangkan teknik keabsahan data yang peneliti gunakan adalah triangulasi sumber teknik dan waktu.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa pengembangan sumber daya aparatur pemerintah desa di Kecamatan Lubuk Besar secara keseluruhan sudah berjalan cukup baik. Beberapa kendala dalam pelaksanaan program seperti penetapan
sasaran yang belum berdasarkan analisis kebutuhan, tingkat pendidikan berpengaruh terhadap kemampuan pembuatan laporan keuangan dan lain sebagainya, pelaksanaan pendidikan dan latihan yang belum dilakukan dengan serius serta sinergitas antara pemangku kebijakan belum berjalan. Salah satu
stratefti yang tepat adalah mempercepat penyaluran pendamping desa yang bertugas mendampingi desa dalam penyelenggaraan pengelolaan keuangan termasuk dana desa sampai dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat
desa tanpa melupakan upaya pengembangan kemampuan pengelolaan keuangan dana desa bagi aparatur pemerintah desa secara bertahap, berkala dan berkelanjutan
Pengaruh model pembelajaran tipe Student-Team Achievement Division (STAD) pada materi bangun ruang sisi lengkung terhadap hasil dan minat belajar siswa SMP kelas IX.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model
pembelajaran tipe Student-Team Achievement Division (STAD) pada materi bangun ruang sisi lengkung terhadap hasil dan minat belajar siswa SMP kelas IX. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest control group. Sampel dalam penelitian ini dipilih dua kelas yaitu kelas IX.2 sebagai kelas kontrol dan kelas IX.5 sebagai kelas eksperimen. Kelas eksperimen mendapat perlakuan pembelajaran tipe ST AD dan kelas kontrol menggunakan model ekspositori.
Instrumen penelitian ini menggunakan tes pilihan ganda, angket, wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Hasil belajar siswa yang
menggunakan model STAD lebih baik dari siswa yang menggunakan model ekspositori, (2) Minat belajar siswa yang menggunakan model STAD lebih tinggi dari yang menggunakan model ekspositori, (3) Tidak terdapat korelasi anta minat
belajar dan hasil bela jar siswa yang menggunakan ST AD