Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Implementasi Kebijakan Pengelolaan Dana Desa Dan Tantangannya Bagi Sumberdaya Aparatur Desa Pada Kampung Kenyam Distrik Kenyam Kabupaten Nduga Provinsi Papua.
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, diharapkan segala kepentingan dan kebutuhan masyarakat desa dapat diakomodir dengan lebih baik.
Pemberian kesempatan yang lebih besar bagi desa untuk mengurus tata pemerintahannya sendiri. Dalam APBN setiap tahun telah dialokasikan Dana Desa kepada seluruh desa yang tersebar di Indonesia. Oleh karena itu pemerintah
desa harus bisa menerapkan prinsip akuntabilitas dalam tata pemerintahannya,dimana semua akhir kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat desa sesuai dengan ketentuan. Tujuan
utama fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kebijakan pengelolaan dana desa serta faktor apa saja yang menghambat implementasi kebijakan pengelolaan dana desa di Kampung
Kenyam Distrik Kenyam Kabupaten Nduga.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, karena dengan jenis penelitian tersebut mampu mengangkat fenomena yang tersembunyi dari suatu obyek yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan
dokumentasi, informan penelitian yang dipilih adalah orang yang mempunyai kompetensi dengan masalah yang diteliti. Analisis data penelitian menggunakan analisis "Interactive" yang dikembangkan Miles and Huberman, terdiri dari
pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian membuktikan bahwa, proses Pengelolaan Alokasi Dana Desa ada tiga tahap yakni perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban.
Tahapan perencanaan, dilihat dari musrembang yang diadakan tim pelaksanaan Alokasi Dana Desa masih kurang efektif, dimana dalam kegiatan musrembang partisipasi masyarakat masih sangat rendah, dikarenakan kurangnya transparansi
informasi yang disampaikan oleh perangkat Desa. Tahapan pelaksanaan berdasarkan hasil pcnelitian kurang efektif, dimana penggunaan anggaran Alokasi Dana Desa dapat terselesaikan dengan baik namun dikarenakan kurangnya
transparansi informasi terkait pelaksanaan perencanaan kegiatan oleh pemeintah desa kepada masyarakat, sehingga pencapaian tujuan pengelolaan Alokasi Dana
Desa yang dilakukan masih kurang. Pada tahapan pertanggungjawaban juga masih kurang efektif, dimana penyusunan laporan pertanggungjawaban tidak disususn
tidak adanya evaluasi kegiatan yang seharusnya dilakukan bersama masyakat Desa. Faktor sumber daya manusia, informasi dan partisipasi masyarakat merupakan kendalam dalam pengelolaan dana desa di desa di Kampung Kenyam
Distrik Kenyam Kabupaten Nduga
Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) Di Kecamatan Bintang Studi lmplementasi Kebijakan Peraturan Bupati Aceh Tengah Nomor 88 Tahun 2017 Tentang Standar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) di Kabupaten Aceh Tengah)
Pedoman Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan PATEN) dibentuk dengan maksud untuk mewujudkan kecamatan sebagai pusat pelayanan masyarakat dan menjadi simpul pelayanan bagi kantor/badan pelayanan terpadu di kabupatenlkota. Sedangkan tujuan didirikan PATEN yaitu untuk meningkatkan kualitas dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan penyelenggara
PATEN adalah pihak kecamatan. Penerapan PATEN di kecamatan merupakan pendelegasian sebagian kewenangan pemerintah di bidang perizinan dan non perizinan yang diatur melalui peraturan yang meliputi tugas secara substanti
(administratif, dan teknis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis implementasi Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) di Kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah dan untuk mengetahui
dan mengidentifikasikan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan implementasi Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) di Kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah tidak maksimaJ. Metode yang digunak:an pada penelitian
ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data,menggunakan wawancara, observasi, dan dokwnentasi. Sedangkan untuk teknik analisis data, penulis melakukan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.
Hasil penelitian menunjukkan babwa Penerapan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) Di Kecamatan Bintang sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan di Kecamatan Bintang belum berjalan maksimal. Hal ini disebabkan karena lambatnya implementasi kebijakan Peraturan Bupati Aceh Tengah Nomor 88 Tahun 2017 Tentang Standar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) di Kabupaten Aceh Tengah dan belum terpenuhinya salah
satu persyaratan utama PATEN yaitu syarat teknis. Selain itu, faktor komunikasi,sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi juga turut mempengaruhi penerapan PATEN di Kecamatan Bintang. Peneliti iai menyarankan, agar Pemerintah
Kecamatan Bintang segera mensosialisasikan Peraturan Bupati Aceh Tengah Nomor 88 Tabun 2017, memenuhi persyaratan Telalis PATEN dengan cara menyediakan fasilitas dan sarana dan prasarana, mengalokasikan Anggaran PATEN dengan perencanaan yang baik dan terarah dan melihat skala prioritas, mengusulkan penambahan pegawai ASN ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Aceh Tengah dan memberikan pelatihan bagi pegawai kecamatan terkait PATEN, melakukan koordinasi dan konsultasi dengan instansi terkait, melakukan pembinaan dan
pengawasan terhadap pelaksanaan PATEN secara berkesinambungan guna mewujudkan kecamatan sebagai penyelenggara PATEN yang berkualitas
Profesionalisme Aparatur Pemerintah Dalam Pelayanan Publik Di Kantor Camat Pegasing Kabupaten Aceh Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profesionalisme aparatur pemerintah dalam pelayanan publik di Kantor Camat Pegasing Kabupaten Aceh Tengah dan mengetahui faktor-faktor yang menghambat profesionalisme aparatur pemerintah
daJam pelayanan publik di kantor Camat Pegasing Kabupaten Aceh Tengah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskrifif kualitatif: dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian adalah Bapak Camat, Kasi Pemerintah, Kasi Kesra, anggota DPRD dan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Profesionalisme aparatur pemerintah dalam pelayanan publik di Kantor Camat Pegasing Kabupaten Aceh Tengah, pada indikator Responsif belum profesional, sebab kemampuan aparatur dalam mengantisipasi aspirasi barn
sangat rendah, banyak aparatur yang pasrah dengan kemampuan yang ada.
Birokrasi aparatur di Kantor Camat Pegasing sangat lambat merespon perkembangan sistem informasi manajemen, sehingga sedikit tertinggal dibandingkan dengan instansi lain dalam menjaJankan tugas dan fungsinya,aparatur kurang responsif dalam mengikuti arus global yang sesuai dengan perkembangan teknologi. Sedangkan profesionalisme aspek inovatif dapat dikategorikan sangat inovatif, aparatur meski dengan keterbatasan sarana dan prasarana, mereka berinisiatif menyediakan blangko-blanko kbusus sesuai dengan kebutuhan masyarakat, agar pelayanan terhadap masyarakat lebih efektif dan efesien. Aparatur memiliki inovasi meminimalkan pembiayaan, misalnya dalam pengantaran surat-menyurat kini telah menggw1akan media sosial semua berlangsung lebih cepat dan praktis. Selanjutnya, aspek kreatif dapat
dikategorikan cukup, karena masih banyak aparatur yang tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi secara kreatif, mereka menunggu perintah dari atasan untuk mengerjakan suatu pekerjaan, mereka juga bekerja dengan pola lama, sehingga setiap urusan menjadi lambat serta sistem pengarsjpan kurang
efektif, serta masih ada aparatur yang kaku dalam bekerja, mereka sangat berpatokan kepada peraturan-peraturan, hanya sebagian kecil aparatur yang memiliki loyalitas kerja yang tinggi. Faktor yang menghambat aparatur pemerintah profesionaJisme daJam pelayanan publik diantaranya karena rendahnya tingkat pendidikan, rendahnya komitmen aparatur terhadap pekerjaan,Ketersediaan sarana dan prasarana kurang memadai, tipe dan gaya kepemimpinan serta struktur organisasinya dan iklim kerja yang tidak kondusi
Pengaruh Motivasi Dan Kinerja Pegawai Terhadap Pelayanan Publik Pada Kantor Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolioggo
Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengeksplanasi pengaruh motivasi terhadap pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. (2) Untuk mengeksplanasi pengaruh kinerja pegawai terhadap pelayanan publik pada Kantor Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. (3)
Untuk mengeksplanasi pengaruh secara bersama-sama motivasi dan kinerja pegawai terhadap pelayanan publik pada Kantor Kraksaan Kabupaten Probolinggo. lnstrumen berbentuk kuisioner digunakan sebagai alat untuk mendeteksi respon dari 40 responden dan diperkuat dengan wawancara terhadap
informan. Pengumpulan data dilaksanakan selama 2 bulan, yaitu antara awal bulan Agustus 2018 sampai dengan akhir September 2018.
Variabel yang digunakan adalah motivasi, Kinerja sebagai variabel independen (X), dan Pelayanan Publik sebagai variabel dependen (Y). Data dianalisis menggunakan analisis regresi berganda, Uji t, Uji F, dan Uji determinasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa motivasi dan kinerja secara
bersama-sama memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pelayanan publik (F hit = 458,315): Sedangkan pengujian secara parsial menunjukkan bahwa. rnotivasi berpengaruh secara signifikan t hi tung = 10,190,
sedangkan untuk kinerja. tidak meberikan pengaruh terhadap pelayanan dengan nilai t hitung = 1,106.
Disimpulkan bahwa motivasi dan kinerja merupakan faktor yang mampu mempengaruhi pelayanan publik, tetapi motivasi merupakan faktor yang paling menonjol mempngaruhi pelayanan publik. Untuk rneningkatkan kinerja yang tinggi, pegawai perlu dorongan dengan meningkatkan motivasinya terutama
motivasi akan prestasi. Untuk hal tersebut organisai instansi hendaknya memberikan penghargaan baik berupa finansial maupun non finansial terhadap prestasi yang telah dicapai pegawai dan diharapkan organisasi instansi
memberikan penilaian prestasi keIja secara adil
Pengaruh Penilaian Formatif Dengan Umpan Balik Terhadap Hasil Belajar Tematik Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh asesmen formatif dengan umpan baJik dan tanpa umpan balik terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran tematik di kelas 2 sekolah dasar, untuk mengevaluasi perbedaan hasil belajar tematik siswa yang menggunakan asesmen formatif dengan umpan balik dan asesmen formatif tanpa umpan balik dalam pembelajaran tematik di kelas 2 sekolah dasar. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang kelas 2 SDN Karyabakti dan 30 orang kelas 2 SDN 2 purabaya dengan menggunakan teknik tes dan observasi.
Metode penelitian menggunakan metode eksperimen. Analisis data menggunakan Stata. Hasilnya menunjukkan bahwa tes formatif dengan umpan balik mempengaruhi hasil belajar siswa dan dapat dinyatakan bahwa secara deskriptif pemberian tes
formatif dengan umpan batik lebih efektif daripada pemberian tes formatif tanpa umpan balik
Pengaruh Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Puskesmas Nanga Lebang Kabupaten Sintang
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan Puskesmas Nanga Lebang yang merupakan satu-satunya puskesmas di Kabupaten Sintang yang belum terakreditasi sesuai standar yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kcsehatan Nomor 46 tahun 2016. Puskesmas Nanga Lebang dinyatakan belum memenuhi
persyaratan akreditasi puskesmas dan wajib dilakukan survey akreditasi ulang di tahun 2019. Sebagai Puskesmas yang akan di akreditasi ulang seluruh pegawai dituntut untuk meningkatkan kinerjanya. Seluruh pegawai diharuskan untuk
mampu bekerja secara pribadi maupun dalam tim untuk dapat memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan budaya organisai tcrhadap kiner ja Pegawai
Puskesmas Nanga Lebang Kabupaten Sintang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sampling jenuh dan dilakukan pada 30 Pegawai Puskesmas Nanga Lebang Kabupaten Sintang. Teknik pengujian data yang digunakan dalam
pcnelitian ini meliputi uji validitas dengan analisis faktor, uji reliabilitas dengan cronbach alpha. Analisis deskriptif. Uji asumsi klasik, analisis regresi tinier
berganda, uji-t dan uji-f untuk menguji dan membuktikan hipotesis pcnelitian.
Data yang dikumpulkan diuji validitas dengan menggunakan analisis faktor dan diuji untuk keandalan dengan koefisien alpha (cronbach alpha), dimana hasilnya semua data dinyatakan valid dan reliabel. Hasil analisis dan pembahasan
menunjukkan bahwa: (1) kepemimpinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai, (2) budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dan (3) Secara bersama-sama kepemimpinan
dan budaya organisasi mcmpunyai pengarnh yang kuat atau sangat nyata (high significant) terhadap kinerja pegawai. Selanjutnya perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor atau variabel lain yang menjadi indikator untuk
mengukur kinerja pegawai Puskesmas Nanga Lebang Kabupaten Sintang selain dari variabel kepemimpinan dan variable budaya organisasi
Pengembangan Bahan Ajar Multimedia lnteraktif Materi Organ Peredaran Darah Manusia Kelas V Sekolah Dasar
Siswa sekolah dasar masih berpikir secara operasional konkret, belum berpikir seperti orang dewasa. Mereka mengalami kesulitan dengan pemikiran abstrak. Bahan ajar multimedia interaktif dapat memberi pengalaman baru dan menyenangkan baik bagi guru maupun siswa, dapat meningkatkan ketertarikan belajar siswa karena pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif, serta dapat membantu membentuk mental yang mempennudah memahami suatu konsep dan materi yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendeskripsikan proses pengembangan bahan ajar multimedia interaktif yang valid, praktis, menarik dan efektif, (2) Menghasilkan bahan ajar multimedia interaktif yang valid, praktis, menarik dan efektif untuk siswa kelas V SDN Sidokare II Rejoso Kabupaten Nganjuk. Metode yang digunakan untuk penelitian dan pengembangan ini adalah Model Pengembangan Borg & Gall yang telah dimodifikasi. Subyek penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V SDN Sidokare II
Kabupaten Nganjuk yang berjumlah 27 siswa. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu instrumen tes dan non tes. Penelitian dan pengembangan adalah sebuah model penelitian yang menghasilkan sebuah produk. Bahan ajar multimedia interaktif Materi Organ Peredaran Darah Manusia
Kelas V Sekolah Dasar merniliki tingkat kevalidan media mencapai 73%. Tingkat kepraktisan menurut guru (P1) dan siswa (P2) masing-masing mencapai persentase 95% dan 95,76%. Tingkat kemenarikan bahan ajar multimedia interaktif mencapai 90,76%. Tingkat keefektifan bahan ajar multimedia interaktif mencapai 82%
Pengaruh Kompensasi Dan Motivasi Terhadap Kinerja Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi Pada Pegawai Negeri Sipil Di Sekretariat Daerah Kabupaten Ketapang
Pemerintah telah berupaya meningkatkan kinerja para aparatur negeri sipil (ASN) dengan memberikan kompensasi yang bermanfaat. Sementara itu, dari para pegawai sendiri akan termotivasi lebih baik, jika dibarengi dengan tercapainya kompensasi yang dikehendakinya maupun kepuasan kerja yang didapatnya.
Terkait dengan usaha peningkatan kinerja di Sekretariat Daernh Kabupaten Ketapang, pemerintah telah memberikan kompensasi dan mcmberikan motivasi kepada para pegawai negeri di lingkungan tersebut.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis: (1) Pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di sekretariat daerah Kabupaten Ketapang (2) Pengaruh motivasi terhadap kepuasan kerja pada PNS di sekretariat daerah Kabupaten Ketapang; (3) Pengaruh kompensasi terhadap
kinerja pada PNS di sekretariat daerah Kabupaten Ketapang; (4) Pengaruh motivasi terhadap kinerja pada PNS di sekretariat daerah Kabupaten Ketapang.
(5) Pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja pada PNS di sekretanat daerah Kabupaten Ketapang. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif,sedangkan jenis penelitian kausal. Populasi sebanyak 153 orang, sampel 50 orang yang diambil secara acak. Alat pengumpulan data kuesioner Analisis data menggunakan analisis jalur dengan bantuan Statistical Package for Social Science (SPSS).
Hasil penelitian: (1) Kompensasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kepuasan kerja (2) Motivasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kepuasan kerja; (3) Kompensasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja; (4) Motivasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja;(5) Kepuasan kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja
Analisis Kebutuhan Pengguna Lulusan Profesi Guru untuk Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil kepuasan para pengguna lulusan guru yaitu para kepala sekolah dan kompetensi yang diharapkan oleh para kepala sekolah untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah 855 kepala sekolah dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Banyak sampel adalah 272, dengan α 5%, dan tersebar merata di 18 kecamatan. Teknik sampling yang digunakan proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Teknik analisis data menggunakan permodelan Rasch. Hasil penelitian 1) tingkat kepuasan pengguna lulusan terdiri dari responden sangat puas sebesar 1,6%, responden terindikasi puas sebesar 51,6%, responden terindikasi tidak puas sebesar 46%, dan responden terindikasi sangat tidak puas sebesar 0,8%. 2) kompetensi literasi data, profesionalisme, dan pedagogi adalah kompetensi yang paling dibutuhkan bagi para guru di era revolusi industri 4.0. Temuan ini dapat menjadi masukan dalam penyusunan CPL pada Kurikulum LPTK di masa depan
TOTAL QUALITY MANAGEMENT IS A BRIDGE TO LEARNING ORGANIZATION
In an effort to arrange the organization, the Open University (UT) to reform the organization. The purpose
of transformation is obtained organization flexible, adaptive, and able to learn continuously (LO) by
adopting the principles of good and corporate governance (GCG) and total quality management (TQM).
Implementation of TQM is done by establishing a quality assurance system (QAS). This study aims to (1)
identify processes in the implementation QAS; (2) analyze the effectiveness of the process of knowledge
sharing. In this study, the LO is define by organization skilled at creating, acquiring, interpreting,
transferring, and retaining knowledge. While TQM is an approach to maximize their competitiveness
through continuous improvement. This study used a qualitative approach. The research location is The
Regional Office (RO) of Semarang and Yogyakarta. The informants are all officials at RO, ICT staff and
lecturers. The findings of this research is the process of knowledge sharing done intensively in planning
activities, product development, as well as in the development of solutions to the audit findings. Factors
that encourage effective knowledge sharing is transparency, trust, consistency of actions and policies,
fairness, open communication and transparency, closeness in personal relationships, and informal
communication effectiveness. While the factors that hinder knowledge sharing is resistance to change,
availability of time for sharing the narrow, human resource competency levels are not the same, and the
adaptive capacity of team members to the technology slow. Knowledge sharing between auditors with RO
less so effectively for communication between them is not intense