Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kapasitas Kepala Desa Dan Perangkat Desa Dalam Menggali Potensi Sumber Pendapatan Desa Melalui Pembentukan Dan Pengelolaan Bumdes Di Desa Kira, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat UPBJJ-UT Ternate bekerjasama dengan pengurus BUMDes Desa Kira dan BPRS Bahari Berkesan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2019 berlokasi di Aula Kantor Desa Kira, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara. Tujuan Kegiatan adalah (1) Memberikan pengetahuan kepada aparatur desa pengelola BUMDes tentang pentingnya BUMDes dalam peningkatan ekonomi masyarakat desa; (2) Memberikan pengetahuan kepada aparatur dan pengelola BUMDes tentang pengelolaan BUMDes yang efektif; (3) Mengidentifikasi potensi utama desa pada sektor jasa keuangan dalam pengembangan BUMDes. Kegiatan dibagi dalam dua tahap, yakni tahap pertama: pelaksanaan survey terhadap kondisi desa dan kebutuhan yang diperlukan oleh pengurus BUMDes untuk dapat mengembangan BUMDes. Tahap kedua, dilakukan pelatihan berkaitanan dengan pengembangan BUMDes. Metode yang digunakan dalam bentuk pelatihan tentang (1) apa saja potensi sumber pendapatan desa; (2) model pengembangan dan regulasi pengelolaan BUMDes; (3) cara meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) desa. Hasil dari kegiatan ini adalah (1) masyarakat semakin memahami tentang peran BUMDes sebagai lembaga yang mampu menunjang peran desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa;(2) BUMDes yang dikelola secara optimal akan mampu menyerap tenaga kerja yang akhirnya mengurangi tingkat pengangguran di desa; (3) BUMDes mampu memberikan sumbangsih ekonomi kepada desa berupa peningkatan PADes sebagai salah satu unsur pembiyaan desa dalam melaksanakan program-program yang nantinya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa; (3) selanjutnya kegiatan ini juga menghasilkan rancangan awal Bank Desa
Edukasi Kewirausahaan Dan Manajemen Bisnis Untuk Pengelolaan Bumdes Secara Berkesinambungan
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan dukungan dan penguatan kapabilitas BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dalam bentuk edukasi kewirausahaan dan manajemen bisnis bagi para pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang ada di bawah koordinasi BUMDes Desa Tonjong yang telah terbentuk sebelumnya agar usahanya dapat berlangsung dengan baik dan berkesinambungan. Permasalahan yang dihadapi adalah kondisi SDM yang terbatas dalam memahami persoalan dan pengelolaan BUMDes, sehingga memerlukan penguatan dalam bentuk pelatihan dan peningkatan kapabilitas kewirausahaan dan manajemen bisnis. Metode kegiatan yang digunakan dalam pengembangan program ini adalah observasi dan wawancara yang dilakukan untuk menggali kebutuhan spesifik masyarakat; Dilanjutkan dengan pemberian pelatihan kewirausahaan dan manajemen bisnis yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terselenggaranya edukasi kewirausahaan dan manajemen bisnis dalam bentuk 1 hari pelatihan (one day training) yang menghasilkan modul pelatihan yang berisikan materi kewirausahaan, manajemen bisnis, pajak dan laporan keuangan, serta pengelolaan keuangan yang telah diberikan kepada masyarakat Desa Tonjong. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kompetensi dan kapasitas kewirausahaan masyarakat yang bermanfaat untuk pengembangan dan peningkatan perekonomian masyarakat Desa Tonjong
Edukasi Hijau Dalam Pemanfaatan Teknologi Untuk Masyarakat Millenial
Materi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pemanfaatan program edukasi hijau sebagai teknologi dan solusi dalam perawatan diri pada generasi milenial. Penulis membahas tentang edukasi yang dilakukannya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat serta sebagai dasar permasalahan pada generasi milenial saat ini, yang kurangnya edukasi dalam perawatan diri tanpa harus meningkatkan pemanasan global. Dengan adanya edukasi hijau, pemanfaatan teknologi, serta perawatan diri yang digabungkan bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan pada siswi dalam segi perawatan diri. Target yang ingin dicapai dari pengabdian ini adalah remaja/milenial, berusia 14-15 tahun yang merupakan peserta didik dari SMPN 138 Jakarta dalam segi perawatan diri, sehingga nantinya siswi SMPN 138 Jakarta memiliki kemampuan dan wawasan merawat diri dengan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan. Hasil kegiatan ini memperoleh tanggapan positif dari peserta yaitu peserta dapat memahami dan menambah wawasan perawatan diri dengan bahan alami tumbuhan yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam proses kegiatan ini melalui metode ceramah, demonstrasi dan evaluasi
Program Pelatihan, Konsultansi, Dan Pendampingan Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Di Desa Pitue, Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkajene Kepulauan Sulawesi Selatan
Desa Pitue mempunyai luas wilayah ± 565 Ha, dengan 4 dusun, masing-masing dusun memiliki RW dan RT. Jumlah Penduduk Desa Pitue yaitu: 3.072 jiwa. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa Pitue ingin mengembangkan desa Pitue menjadi Desa atau Kampung Industri (KAMTRI) dengan programnya Satu Rukun Tetangga (RT) Satu Produk. Program tersebut dapat dicapai, jika BUMDes Pitue dikelola dengan manajemen yang baik dan berjalan sesuai dengan harapan masyarakatnya, namun untuk menunjang program yang sudah dicanangkan tersebut masih perlu pengembangan, partisipasi, dan dukungan segenap masyarakat didalamnya. Unit usaha yang dikelola oleh BUMDes Pitue saat ini masih berkisar pada usaha rumahan (home industry) produk makanan olahan yang berasal dari hasil perikanan. Diharapkan dengan adanya Abdimas dosen UT, program Satu RT Satu Produk dapat lebih mempercepat program tersebut. Selain itu, diharapkan BUMDes Pitue lebih kreatif, inovatif dan memiliki usaha yang variatif bukan hanya bergerak pada produk makanan olahan saja, tetapi akan muncul beragam produk inovatif baik produk barang maupun jasa, yang berasal dari masyarakat khususnya anggota BUMDes, dan pada akhirnya usaha ini memiliki andil dalam pemberdayaan ekonomi di desany
Pembelajaran dari Rumah (Learning from Home ) Bagi Anak Usia Dini, Mungkinkah? (Studi Kasus Pelaksanaan LfH di TK, Tangerang Selatan)
Awal tahun 2020 ini ditandai dengan peristiwa yang tidak terduga, yaitu pandemik virus covid-19 yang melanda hampir merata ke seluruh dunia. Untuk menghambat penyebaran virus, maka dilakukan berbagai upaya antara lain menjaga jarak secara fisik (physical distancing). Upaya ini melahirkan kebijakan berbagai aktivitas yang sementara cukup dilakukan di rumah saja. Termasuk dalam pembelajaran, yaitu dengan menerapkan pembelajaran dari rumah dengan istilah Learning from Home (LfH). Sebagai sarana komunikasi antara guru dan
anak didik, maka berbagai aplikasi teknologi menjadi pilihan. Lalu bagaimana jika LFH juga harus diterapkan untuk anak usia dini? Format LFH seperti apa yang tetap berlandaskan ‘belajar sambal bermain’? Tulisan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pelaksanaan LFH pada anak usia dini, di salah satu TK di Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan melibatkan para guru di TK tersebut, yaitu 3 guru kelompok A, 3 guru kelompok B dan 1 guru KB. Hasil penelitian ini adalah deskripsi tentang perencanaan,pelaksanaan dan evaluasi LFH di TK, juga peluang dan kendala dari sudut pandang guru. Peluang LFH yang dirasakan guru adalah orang tua lebih intensif terlibat dalam pendidikan anaknya. Sedang kelemahan LFH yang dirasakan guru adalah LFH sangat mengandalkan perangkat teknologi dan akses internet yang memadai, serta belum meratanya kesiapan orang tua untuk mendampingi anaknya
belajar di rumah. Saran terhadap penelitian ini adalah perlu dilakukan kajian mendalam tentang pelaksanaan LFH yang ideal bagi anak usia dini di Indonesia,sesuai dengan karakter dan kebutuhan wilayahnya yang beragam
Peranan Masyarakat Penggunaan Media Sosial Dalam Implementasi Penggunaan Aplikasi Android Dalam Penjualan Online Pada Warga Duri Kosambi Jakarta Barat
Nurhadi universitas binasarana informatika Para ibu dan remaja di sekitar Mushola Nurul Iman As Salam mempunyai kegiatan yang cukup rutin yaitu jual beli, terutama pada sore hari ketika para ibu dan remaja ngobrol santai di luar rumah. Beberapa ibu dan remaja ada yang menjual berupa baju dan celana juga pakaian dalam. Beberapa ibu dan remaja lainnya membeli barang yang dijual tersebut. Berawal dari kegiatan yang kecil seperti itu, mereka dapat meningkatkan omzet penjualan dengan berbagai cara salah satunya promosi lewat sosial media. Para ibu dan remaja meminta diadakan pelatihan untuk meningkatkan omzet mereka dengan mempromosikannya lewat sosial media yang sedang booming yaitu IG (Instagram). Untuk pelatihan, Berdasarkan perhitungan diperoleh angka korelasi antara Peranan masyarakat penggunaan sosial media dalam implementasi penggunaan aplikasi android dalam penjualan online pada warga duri kosambi Jakarta barat sebesar 347 korelasi sebesar . 347 artinya cukup kuat dan searah (karena hasilnya positif), angka R Square (r2) sebesar .121 (r2x100%) sebesar . =1212 x100% = 14,6% (koefisien determinan). Angka tersebut mempunyai maksud bahwa sebesar 14,6% % dan sisanya dipengaruhi variabel lain sebesar85,4%. persamaan Regresi Y = 28393.287 + -.429 + -.097 + e, F hitung = 1.165 dibandingkan dengan F tabel yang menggunakan taraf kesalahan 5% diperoleh nilai F tabel = 3.55 jadi F hitung > F tabel (1.165 < 3.55), maka Ho ditolak dan Ha diterima
Evaluasi Pelaksanaan Praktik Pengalaman Beracara pada Perguruan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh UT Semarang
Mata kuliah praktik secara langsung dan tatap muka tetap menjadi pilihan favorit mahasiswa pada perguruan tinggi yang menggunakan metode pembelajaran jarak jauh, dibandingkan dengan praktik/tutorial online. Pada mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Terbuka selain diberikan materi teoritis akademis secara mandiri dan terstruktur, juga diberikan pengalaman beracara di pengadilan. Selain praktik dan observasi di lembaga peradilan, mahasiswa juga dibimbing untuk menulis berkas/dokumen yang dibutuhkan dalam proses beracara. Metode penelitian dilaksanakan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif (mix methode) dengan instrumen berupa angket dan wawancara. Data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan dari angket/kuesioner dan dari wawancara langsung. Data sekunder dari literasi pustaka buku pedoman mata kuliah Praktik Pengalaman Beracara dan referensi lainnya. Hasil yang diperoleh yaitu 99,81% mahasiswa PPB respon positif tentang pelayanan di UT Semarang, pengadilan sebagai tempat praktik, maupun dari materi dan manfaat yang diperoleh untuk karir pekerjaan. Hasil lain, yaitu adanya evaluasi yang harus dilakukan terkait dengan kendala-kendala yang muncul pada saat pelaksanaan. Evaluasi dilakukan untuk perbaikan pada semester selanjutnya
Pendampingan Pengembangan Alat Peraga Edukatif Untuk Guru-Guru SD dan PAUD Di Pekanbaru Riau
Kenyataan di lapangan seorang guru sangat terbatas untuk dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuannya dalam mengikuti workshop atau pelatihan khususnya dalam mengembangkan alat peraga edukatif. Dalam pengabdian ini, melibatkan guru-guru yang rata-rata masih belum sertifikasi agar memiliki kemampuan dan keterampilan dalam proses pembelajaran. Dari hasil pengabdian menunjukkan bahwa guru-guru sangat setuju dengan adanya kegiatan pengabdian sebagai salah satu upaya pengembangan kompetensi, khususnya dalam pengembangan dan penggunaan alat peraga edukatif
Manajemen Perubahan Layanan Penumpang PT Kereta Api Indonesia (Persero): Analisis Dari Perspektif Pendekatan Individu
Keberhasilan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menciptakan keunggulan kempetitif berkelanjutan karena didukung oleh adanya manajemen perubahan layanan penumpang yang menitikbeberatkan kepada perubahan pola pikir individu yang ada di dalamnya. Bertolak dari keberhasilan tersebut, tujuan penulisan disertasi ini adalah untuk menganalisis bagaimana pola manajemen perubahan pelayanan penumpang yang diterapkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut sehingga mampu menciptakan keunggulan daya saing berkelanjutan seperti sekarang ini.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data primer penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap informan 12 informan kunci, yaitu karyawan dari divisi operasional yang telah bekerja dari periode sebelum perubahan sampai periode setelah perubahan seperti sekarang ini. Data primer juga diperoleh melalui wawancara terhadap pimpinan dan juga dengan para penumpang sebagai pengguna jasa, Adapun data sekunder diperoleh melalui obeseravsi, dan studi terhadap dokumen-dokumen pendukung penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program manajemen perubahan pelayanan penumpang yang dijalankan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) karena para karyawan telah memiliki rasa kemendesakan utuk berubah, keinginan menerima perubahan, kompetensi yang memadahi tentang perubahan, dan komitmen untuk mempertahankan perubahan
The Challenges of Open and Distance Learning in Managing Practicums/Practical Courses during the Covid-19 Pandemic: Universitas Terbuka Case Study
Practicums and practical courses are among the most challenging issues in open and distance learning practices. Various learning strategies have been utilised for these purposes, but they still present substantial problems. During the Covid-19 pandemic, the challenges are even greater as practicums and practical courses have to rely only on independent and online learning. This study aimed to analyse the management of practicums/practical courses
during the Covid-19 pandemic based on the evaluation of the
practicums/practical courses before said pandemic. The study was conducted using mixed quantitative and qualitative methods, and adopted the Context, Input, Process, Product model for evaluation. Data were collected through
interviews, surveys, and observations to evaluate the programme from five Universitas Terbuka Regional Offices involving 100 students and 12 instructors. These data were analysed using a Context, Input, Process, Product educational evaluation model. For policy management of
practicums/practical courses during the Covid-19 pandemic, data were derived from a secondary source in the form of the students’ registration profiles. Research results indicated that existing policies on practicums/practical courses during the Covid-19 pandemic have been adopted into quality control procedures. Prior to the Covid-19 pandemic, the
practicums/practical courses had been conducted in dual modes simultaneously, i.e. face-to-face and online. During the Covid-19 pandemic, practicums/practical courses have to be conducted entirely online due to physical distancing restriction policy. Online practicums/practical courses for
diploma and undergraduate students in 2020 generally worked well, although a number of students encountered difficulties. However, the proportion of students who successfully completed the practicums/practical courses online were considerably high at about 90.63% (Semester I) and 97.04% (Semester II)