Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Peran Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan Pengadaan Barang/Jasa Pada RSUD Depati Bahrin Kabupaten Bangka
Pokja Pemilihan memegang peranan yang sangat penting di dalam terlaksananya pelayanan publik yang diselenggarakan oleh RSUD Depati Bahrin melalui proses persiapan dan pelaksanaan pemilihan Penyedia Barang/Jasa, yang seharusnya dapat meningkatkan mutu pelayanan publik RSUD Depati Bahrin. Namun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa hal yang mendukung dan menghambat peran Pokja Pemilihan dalam proses Pengadaan Barang/Jasa pada RSUD Depati Bahrin Kabupaten Bangka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dimana informan penelitian ditentukan secara purposive sampling antara lain adalah Bagian Pengadaan Barang/Jasa Kabupaten Bangka yang terdiri dari Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian dan Pokja Pernilihan serta pihak RSUD Depati Bahrin Kabupaten Bangka seperti Pejabat Pembuat Kornitrnen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Petugas Gudang, Instalasi Farmasi,
Instalasi Sarana Prasarana Rumah Sakit,penyedialpemasok dan masyarakat yang telah mendapatkan layanan kesehatan di RSUD Depati Bahrin Kabupaten Bangka. Untuk instrumen penelitian melalui wawancara, observasi, dan mempelajari dokumen yang diperoleh peneliti. Dari penelitian ditemukan bahwa ada beberapa hal yang menghambat peran Pokja Pemilihan Pengadaan Barang/Jasa pada RSUD Depati Bahrin Kabupaten Bangka antara lain keterbatasan anggaran operasional,masih sedikitnya jumlah Pejabat Fungsional Ahli Pengadaan Barang/Jasa, kompetensi Pejabat Pembuat Komitrnen (PPK) dalam paket pengadaan barang/jasa, belum meratanya pemahaman/pengetahuan penggunaan SPSE (Sistim Pengadaan Secara Elektronik) dari pihak RSUD Depati Bahrin, minimnya penghargaan terhadap peran Pokja Pemilihan,belum adanya jaminan bantuan hukum serta belum didukungnya penerapan strategi Rantai Pasok pada proses pengadaan barang/jasa di RSUD Depati Bahrin. Namun banyak hal yang telah dicapai untuk mendukung peran Pokja Pemilihan antara lain.penggunaan SPSE pada setiap paket pengadaan barang/jasa,pembentukan SPI (Satuan Pengawas Internal), penggunaan SIMRS Sistim lnformasi Manajamen Rumah Sakit) yang memasukkan unsur logistic didalamnya, koordinasi yang semakin baik antara Pokja Pemilihan dengan Pelaku Pengadaan Barang/Jasa RSUD Depati Bahrin dan organisasi Pengadaan Barang/Jasa di Kabupaten Bangka yang sudah permanen
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Role Playing berbantuan Wayang Tokoh untuk Meningkatkan Sikap Tanggung Iawab dan Kemampuan Komunikasi Materi Sumpah Pemuda Kelas V Sekolah Dasar
Tri Handayani, 2020. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Role Playing berbantuan Wayang Tokoh untuk meningkatkan Sikap Tanggung Iawab dan Kemampuan Komunikasi Materi Sumpah Pemuda Kelas V Sekolah Dasar. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Program Pascasarjana, Universitas Terbuka
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pengembangan perangkat pembelajaran, untuk rnenganalisis kevalidan perangkat pembelajaran ,untuk menganalisis kepraktisan perangkat pembelajaran, untuk menganalisis keefektifan perangkat pembelajaran model Role playing berbantuan Wayang Tokoh untuk meningkatkan tanggung jawab dalam Kemampuan Komunikas, Spesifikas, produk yang dikembangkan adalah perangkat pembelajaran yang dikembangkan bermuatan Role Playing berbantuan Wayang Tokoh untuk menunjang proses belajar mengajar. Perangkat pembelajaran terdiri dari silabus, RPP, bahan ajar, LKS,Soal Tes. Model pengembangan pada penelitian ini adalah 4-D yang dimodifikasi menjadi tahap define, design, dan development. Pengujian produk skala luas dapat menggunakan desain eksperimen dengan kelompok kontrol (pretest-postest control group desain) dimana siswa kelas V SDN Simpar, sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SDN Pucanggading sebagai kelas kontrol. Uji kevalidan dilakukan dengan validasi perangkat pembelajaran 3 oleh validator yaitu 1 (satu) dosen pembimbing dan 2 (dua) teman sejawat bekualifikasi S2. Uji kepraktisan dilihat dari kemampuan mengelola pcmbelajaran dan respon siswa terhadap pembelajaran. Uji keefektlfan menggunakan uji normalitas. uji homogenitas, ketuntasan rata-rata hasil belajar (uji t), uji ketuntasan klasikal menggunakan (uji t), uji banding, dan uji pengaruh (regresi). Hasil penelitian menunjukan perangkat pembelajaran yang dikembangkan model Role Playing berbantuan Wayang Tokoh pada materi Sumpah Pemuda valid. praktis, dan efektif Kriteria valid mendapat semua kategori sangat baik yaitu silabus (sangat baik), RPP =3.82 (sangat baik), LKS= 3,28 (sangat baik) dan bahan Ajar = 3,83 (sangat baik). Kriteria praktis ditunjukan dari hasil pengamatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran =3,28 (sangat baik) dan angket respon siswa
80,62% kategori sangat baik. Sedangkan kriteria efektif ditujukkan dari : 1) Variabel Kemampuan, Komunikasi (KK) mencapai ketuntasan klasikal maupun individual, 2) terdapat perbedaan rata-rata TKK antara siswa yang yang mendapat perlakuan Model Pembelajaran Role Playing pada kelas eksperimen dan yang tidak mendapat perlakuan pada kelas kontrol, 3) terdapat pengaruh positif variabel karakter tanggung jawab terhadap kemampuan komunikasi siswa dengan persamaan y' = 12,216 + 0,281x yang berarti setip penambahan variabel karakter tanggung jawab (X1) sebesar satu satuan maka akan menambah nilai Tes Kemampuan Komunikasi (Y) sebesar 0,281. Dalam uji regresi menunjukkan nilai R square sebesar 0,742 atau 74,2% yang berarti sikap tanggung jawab mempengaruhi kemampuan Komunikasi siswa sebesar 74,2 % dan vanabel lain ada yang mempengaruhi Kemampuan Komunikasi (KK) ada sebesar 25,8%
Pengaruh Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bima
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja, motivasi kerja dan kompensasi terhadap kepuasan kerja pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh. pegawai pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kota Bima berjumlah 74 orang pegawai negeri sipil. Sampel penelitian ditentukan dengan metode sensus berjumlah 74 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara lingkungan kerja terhadap kepuasan ketja, sedangkan motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja dan kompensasi berpengaruh terhadap kepuasan kcrja. Penelitian ini disarankan untuk tetap menjaga kondisi lingkungan ketja yang nyaman dan kondusif, kemudian lebih memperhatikan secara optimal motivasi kerja pegawai dalam rangka meningkatkan kepuasan ketjanya dan untuk tetap memperhatikan sistem kompensasi baik itu kompensasi finansial maupun kompensasi non finansial untuk kesejahteraan pegawai
Analisis Pengaruh Pelatihan Dan Komitmen Terhadap Kinerja Pegawai di Lingkungan Kantor Perwakilan Republik Indonesia di Malaysia
Kurangnya pembekalan pelatihan dan komitmen untuk meningkatkan keterampilan bekerja dapat mengakitkan rendahnya kinerja para pegawai pada bidang tugas yang bersifat teknis dan strategis. Peneliti ini bertujuan untuk menganalis pengaruh pelatihan dan komitmen terhadap pencapaian kinerja pegawai dilingkungan Kantor Perwakilan Republik Indonesia di Malaysia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantiatif untuk menggali pengaruh pelatihan dan komitmen terhadap kinerja egawai. Kuesioner disebar dengan sampel sebesar 176 pegawai KJRI enang dan KBRI Kuala Lumpur. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh variabel pelatihan dan komitmen yang signiflkan terhadap kinerja Pegawai Kantor Perwakilan Republik Indonesia di Malaysia. Kedua variabel pelatihan dan komitmen secara bersama-sama
memberikan berpengaruh yang signiflkan terhadap kinerja (F hitung = 10.753; sig 0,000) sebesar 11,1% (R2 = 0,111 ). Meskipun demikian, variabel komitmen tidak memediasi huhunrran antara pelatihan dan kinerja sehingga upaya pelatihan dan menumbuhkan komitmen ker,ja secara hmgsung memberikan sumbangan positif dalam meningkatkan kinerja
Using GeoEnZo software in geometry to teach Primary School Teacher (PST) students
The use of appropriate learning aids makes it easier for students to understand the material. There are various kinds of learning software used to build space. However, GeoEnZo makes it easier for students to understand the material and become confident as individuals and capable of sharing their knowledge in their classes
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Multi Teknik untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Operasi Perpangkatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis perangkat pembelajaran Matematika berbasis multi Teknik dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dalam menyelesaikan masalah operasi perpangkatan. Keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa sangat penting, tetapi pada kenyataannya hal tersebut belum memenuhi harapan. Hal ini disebabkan perangkat pembelajaran berupa RPP yang masih belum mampu memotivasi siswa untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa perlu adanya upaya inovatif guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran khususnya pada mata pelajaran matematika dalam menyelesaikan masalah perpangkatan. Penelitian ini mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran berbasis multi teknik; menunjukkan peningkatan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa; menunjukkan aktivitas siswa pada saat penerapan perangkat
pembelajaran berbasis multi teknik; dan menunjukkan potret fase keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Responden penelitian adalah siswa kelas 5 SDN 5 Patokan, Situbondo terdiri dari dua kelas, yaitu kelas kontrol sebanyak 24 siswa dan kelas eksperimen sebanyak 25 siswa. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian campuran (kombinasi dari metode kuantitatif dan kualitatif) atau triangulasi (triangulation), Metode kuantitatif akan digunakan untuk menganalisis tipe data interval hasil belajar siswa., sedangkan metode kualitatif akan digunakan untuk menganalisis tipe data ordinal jenis keterampilan berpikir tinggi. Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu pada model pengembangan four D models (Model 4-D) dari Thiagarajan (1974) yang memiliki empat tahap yaitu
pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate). Adapun perangkat yang dikembangkan meliputi RPP, LKS. Instrumen penelitian ini adalah wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan dan keefektifan dari perangkat yang dikembangkan. Analisis data peningkatan keterampilan berpikir kreatif dilakukan dengan statistic inferensial dengan uji homogenitas (levene test), uji normalitas (Kolmogorov-Smirnov Test) dan uji t independent sample dengan bantuan software SPSS versi 18.0. Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa tingkat keterampilan berpikir tingkat tinggi pretest kelas kontro1 dengan kategori kurang baik 25%, cukup baik 38%, baik 33%, sangat baik 4%, sedangkan kelas eksperimen dengan kategori kurang baik 24%, cukup baik 40%, baik 32%, sangat baik 4%. Skor independent sample t-test dari post-test menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan nilai sig (2-tailed) adalah 0,000 (p = <0,05). Hasil analisis aktivitas pembelajaran pada kelas ekperimen dengan kategori kurang aktif 12%, cukup aktif 28%, aktif 44%, dan sangat aktif 16%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara dua kelas yang menerapkan pembelajaran Matematika berbasis multiteknik dalam menyelesaikan masalah operasi perpangkatan dan tidak menerapkan pembelajaran Matematika (konvensional) dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Selain itu penggambaran pola-pola pikir siswa (potret fase) terhadap keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dalam menyelesaikan masalah perpangkatan menunjukan pola yang seragam
Petani dan Perlawanan Terhadap Kekuasaan (Kasus Petani Sei Lepan di Sumatera Utara)
Tulisan ini menjelaskan catatan panjang sejarah yang menggambarkan betapa suramnya kondisi petani di Indonesia. Sejarah perjalanan petani di Indonesia lebih banyak diwarnai oleh konflik-konflik sosial keagrarian daripada praktek kehidupan yang berlandaskan demokrasi. Petani selalu saja dalam posisi yang selalu terpinggirkan dan perannya sekedar menjadi pelengkap dari sebuah komunitas masyarakat. Sebagai petani subsistensi yang miskin, seringkali ditindas atau diintimidasi untuk melepaskan hak atas tanahnya, kerap juga dipaksa untuk menanam komoditas tertentu sesuai kehendak penguasa. Penyerobotan tanah petani yang tidak diiringi dengan pemberian ganti rugi yang memadai, tidak adanya perlindungan hak-hak dalam pemilikan tanah, dan masih banyak gambaran buruk lainnya mengenai realitas petani di Indonesia. Ironisnya, gambaran seperti itu tidak hanya terjadi pada masa kolonial, tetapi di era reformasi saat ini realitas petani masih tetap memilukan dan semakin termarginalkan
Evaluasi Pelaksanaan Tutorial Tatap Muka Program Studi S1 PAUD di Kabupaten Enrekang dan Kota Pare-Pare
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan tutorial tatap muka pada Program Studi S1 PAUD di Kabupaten Enrekang dan Kota Pare-Pare. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif yang menekankan pada pendekatan kuantitatif dengan teknik sampling jenuh dan analisis statistik deskriptif melalui pendekatan persentase tingkat pemahaman dan keterampilan tutor. Selain itu, melakukan pengukuran variabel penelitian dengan Skala Likert dengan teknik pengumpulan data yakni observasi, kuisioner, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dihasilkan berupa data primer hasil analisis yang mengacu pada evaluasi pelaksanaan tutorial. Hasil menunjukkan bahwa Keterampilan tutor dalam melaksanakan aktivitas tutorial berpengaruh terhadap kualitas tutorial tatap muka dengan kategori sangat sesuai. Motivasi kerja dan komitmen tutor berpengaruh pada pelaksanaan tutorial tatap muka dengan nilai masing-masing sebesar 73% dan 87% termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil tersebut, kinerja tutor pada pelaksanaan tutorial tatap muka program studi S1 PAUD di Kabupaten Enrekang dan Kota Pare-pare memiliki nilai sebesar 90% termasuk dalam kategori tinggi
Laboratorium Virtual Bahasa
Seperti yang telah diketahui bersama bahwa proses pembelajaran jarak jauh tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Begitu juga untuk proses pembelajaran keterampilanberbahasa Indonesia yang dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UT yang dilaksanakan secara jarak jauh. Untuk menunjang proses pembelajaran keterampilan berbahasa maka laboratorium virtual ini sangat penting untuk dikembangkan. Salah satu tujuannya adalah untuk memberikan pengalaman belajar di laboratorium bahasa walaupun dilaksanakan secara virtual. Artikel ini akan menjelaskan apa saja manfaat dari laboratorium virtual, perangkat apa saja yang sangat dibutuhkan dalamlaboratorium virtual bahasa, dan kendala apa saja yang akan dihadapi untuk mengakses laboratorium virtual bahasa
Capacity Planning of The New Autonomus Region In Emerging Country
Purpose of the study: This study examines the capacity planning of the new autonomous region (DOB) in the Seluma regency of Bengkulu province, Indonesia.
Methodology: By applying the descriptive qualitative research and interactive model, the results show that capacity planning becomes an important process involved by all stakeholders. Moreover, the planning process, which reflected the development and implementation of the DOB’s objectives, includes four approaches (1) technocratic; (2) political; (3) top-down/bottom-up; and (4) participatory.
Main Findings: The findings imply that policy actors are required to respond to parts of the process that have not been effectively accommodated. Additional planning further should be based on the results of academic studies and expert opinions. Therefore, it needs a strategy and capacity planning to deal with these threats employing diversification strategies to increase creativity and innovation.
Applications of this study: This study can be useful in the government and regional development. This study can be useful to plan work programs every year as set out by the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) in line with the vision and mission of the elected Regent. In addition, this study also can harmonize the APBD with the National Long-Term Development Plan (RPJPN), the National Medium-Term Development Plan (RPJMN), and the Regional Long-Term and Medium-Term Development Plan, so that all work programs can be implemented according to community needs.
Novelty/Originality of this study: There are a few studies have been done so for on this sample. This study has value for the implementers (ASN) of BAPEDA in planning the work program of the new autonomous regional government