Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Peningkatan Perekonomian Masyarakat Melalui Industri Kreatif Pengolahan Buah Di Desa Cikarawang Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor Selatan
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Iptek bagi Masyarakat (IbM) di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat menghasilkan pendapatan tambahan bagi keluarga melalui penerapan teknologi dan usaha pengolahan jambu kristal (Psidium guajava). Metode yang digunakan adalah pelatihan dan praktik produksi yang sebelumnya diawali dengan Fokus Grup Diskusi (FGD) untuk perencanaan bisnis kelompok dan strategi pemasaran. Peserta program adalah anggota PKK Desa Cikarawang dan kelompok wanita tani Mandiri Jaya (Gapoktan). Hasil pemberdayaan melalui pelatihan dan praktik direspons positif oleh peserta. Rintisan kelompok usaha bersama dilakukan melalui penjajakan pemasaran produk di lingkungan kegiatan dan beberapa tempat di Kota Bogor dan Tangerang Selatan dengan pemasaran secara online. Produk dodol dengan pewarna alami menggunakan bunga telang berdasarkan uji organoleptik dapat diterima pasar. Penerapan strategi pemasaran dan pengorganisasian produksi yang baik akan menjadi inisiasi pembentukan kelompok usaha bersama. Program pemberdayaan ini dalam jangka panjang diharapkan mampu menjadi usaha yang berkembang dengan kapasitas dan kualitas yang lebih baik
Meningkatkan Keterampilan Program Wirausaha Mandiri Bagi Masyarakat Kecamatan Sekupang Kota Batam (Anggota Koperasi Kesetiakawanan Sosial Batam)
Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan Keterampilan Wirausaha Mandiri bagi Masyarakat kecamatan Sekupang Kota Batam (Anggota Koperasi Kesetiakawan Sosial Batam). Adapun mitra abdimas adalah Anggota Koperasi Kesetiakawanan Sosial Batam) yang berjumlah 50 orang. Pelaksanan Pelatiahan keterampilan Program Wirausaha Mandiri Bagi masyarakat dilakukan di Kantor UPBJJ-UT Batam. Tahapan pelatihan meliputi (1) penyusunan rencana program wirausaha, (2) menidentifikasi barang barang yang dapat di manfaatkan, (3) praktek pembuatan barang-barang yang dapat di manfaatkan dan (4) melakukan evaluasi terhadap hasil wirausaha. Hasil pelatihan keterampilan terlihat peserta memahami apa yang di maksut wirausaha, dan memanfaatkan barang-barang yang tidak bernilai menjadi bernilai jual.Pada kesempat ini juga ada simulasi pembuatan tas,tempat minuman dan lainnya yang dilakukan oleh mitra keterampilan.Pelaksanan Pelatihan keterampilan dapat diselenggarakan dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana kegiatan Abdimas yang telah disusun, walupun sebagian peserta belum menguasai dengan baik materi yang disampaikan. Kegiatan Pengabdiam Masyarakat ini mendapat sambutan sangat baik terbukti dengan keaktifan peserta mengikuti Keterampilan Berwirausaha dengan tidak meninggalkan tempat sebelum waktu pelatihan berakhir
Pendidikan Kecakapan Hidup Kewirausahaan Bagi Pedagang Kecil Dan Usaha Kecil Menengah Di Kelurahan Pematang Gubernur, Kota Bengkulu
Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra adalah belum adanya upaya dalam meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan. Mitra biasanya hanya menjual hasil produk berasal dari pabrik jadi seperti (sembako) sehingga belum menciptakan tentang bagaimana strategi agar produk dapat dikembangkan dengan berbagai sektor industri kewirausahaan yang kreatif melalui pengambangan bidang olahan bahan pangan dan pemanfaatan bahan-bahan hasil industri (kerajinan) unik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga bertujuan untuk menghasilkan produk jadi yaitu kue baytart khas bengkulu dan tas-tas dari bahan bekas Sedangkan manfaat dari kegiatan ini adalah dapat meningkatkan pendapatan petani (perca). Strategi dan metode untuk mengetahui hasil kemajuan pelaksanaan abdimas dilakukan dengan monitoring dan evaluasi dengan cara mendatangi langsung Mitra Kelompok usaha kecil di Kelurahan Pematang Gubernur. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan ada beberapa anggota yang mencoba membuat usaha mandiri rumahan kue baytart dan tas dari bekas karung gandum, atau dari bahan belacu. Pendampingan pembinaaan yang dilakukan antara lain membuat kue baytart kue khas bengkulu dan pelatihan keterampilan menjahit tas dari kain perca, kain belacu akan semakin berkembang, menjadi semakin mandiri secara ekonomis, terjadi peningkatan pendapatan, serta mendukung semangat optimis dalam berwirausah
Pemberdayaan Pemuda Pedesaan Melalui Budidaya Jamur Tiram Di Desa Sumur Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu
Pemuda adalah salah satu tumpuan dan harapan bangsa ini, tanpa peran pemuda dan pemudi bangsa ini tak akan menjadi bangsa yang besar dan tak akan menjadi bangsa yang dihargai dan dihormati oleh bangsa lainnya. Kondisi pemuda di Bengkulu memiliki bekal keterampilan pertanian karena mereka biasa dengan menanam. Keberadaan pemuda yang aktif dalam kegiatan kemasyarakat merupakan salah satu solusi untuk pemberdayaan masyarakat sekitarnya.. Jumlah penduduk miskin di Kota Bengkulu sebesar 72.4 %, lebih banyak dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten yang ada di provinsi Bengkulu. Termasuk Pemuda yang ditinggal di desa Sumur Dewa Kota Bengkulu. Pemecahan masalah yang dilakukan yaitu dengan melakukan pemberdayaan kepada para pemuda yang tidak memiliki pekerjaan. Tujuan kegiatan Pemberdayaan yaitu untuk menambah pengetahuan dan keterampilan pemuda tentang budidaya jamur tiram. Hasil kegiatan pemberdayaan yaitu cukup berhasil karena dapat melakukan penanaman jamur dan menambah pendapatan bagi pemuda pedesaan
Aktualisasi Penulisan Puisi Akrostik Berbasis Nama Diri
Makalah ini membahas tentang strategi menulis puisi akrostik berbasis nama diri. Strategi penulisan puisi akrostik berbasis nama diri, yaitu suatu proses menulis yang dimulai dan dikembangkan setiap huruf-huruf nama diri seseorang dengan formulasi kata, frase, atau klausa. Panjang pendeknya sebuah puisi akrostik nama diri tergantung panjang pendeknya nama diri seseorang. Proses kreatif tulis puisi akrostik berkorelasi dengan situasi peserta didik karena pada fase tersebut adalah fase produktivitas yang terekam dari konsep diri dan pengalaman kehidupan yang dijalani tanpa beban rasa dan pikiran yang kompleks. Metode penulisan puisi akrostik berbasis nama diri dipadukan dalam dua metode, yaitu metode ceramah dan metode penugasan atau praktik. Kedua metode ini mempunyai refresentasi yang kuat untuk membentuk konsentrasi simak dan melahirkan sebuah cipta puisi akrostik. Hasil pelatihan penulisan puisi akrostik, yaitu setiap peserta telah memperoleh pengetahuan dan pemahaman konsep dasar puisi akrostik dan penulisannya, setiap peserta menghasilkan puisi akrostik namanya sendiri, dan pelatihan penulisan puisi akrostik menghasilkan sebuah buku Antologi Puisi “ Merajut Makna Dalam Nama”
Pelatihan Kewirausahaan Di Kalangan Ibu-Ibu PKK Di Kelurahan Bastiong Karance, Kota Ternate Selatan
Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kewirausahaan kepada tim penggerak PKK Kelurahan Bastiong Karance Kota Ternate Selatan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan keluarga. Metode yang digunakan adalah FGD, ceramah, tanya jawab, diskusi dan praktik mengolah makanan ringan berbahan dasar pisang. Hasil dari kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK di Kelurahan Bastiong Karance memiliki tambahan pengetahuan tentang kuliner dan cara pengemasan dan memasarkan hasil produknya untuk menambah pendapatan keluarga
Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Kelompok Sadar Wisata Melalui Intervensi Life-Skills Di Kampung Tridi Kota Malang
Kegiatan pengabdian masyarakat (abdimas) ini bertujuan untuk melakukan perubahan sikap perilaku dan pengembangan usaha alternatif bagi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Kampung Tridi, Kota Malang. Pelaksanaan abdimas dilakukan menggunakan desain CO-CD (Community Organization-Community Development). Prioritas intervensi diutamakan pada peningkatan motivational dan vocational life skills dan bantuan kelengkapan infrastruktur di lokasi wisata Kampung Tridi. Hasil kegiatan abdimas ini berhasil menciptakan kemampuan menguasai usaha alternatif ekonomis berupa usaha kripik samiler “SAMIDI” (Samiler Khas Kampung Tridi) yang dapat meningkatkan pendapatan warga binaan. Selain itu, pengadaan infrastruktur berupa pot bunga, tong sampah, serta papan penunjuk arah mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan sehingga berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Hambatan kegiatan adalah sulitnya menumbuhkan sikap saling percaya diantara pengurus Pokdarwis dan rendahnya kemampuan anggota menerima materi Diklat yang diberikan, yang diduga kuat disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan latar belakang sosio-kultural, serta rendahnya pengalaman berusaha di bidang usaha baru berupa produksi Kripik Samiler
IBM Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Melalui Peningkatan Aktivitas Fisik Dan Pemanfaatan Perkarangan Rumah Untuk Tanaman Sayur Dan Buah Di Kecamatan Cipayung, Kota Depok
Penguatan upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit akan memberikan keuntungan yang luar biasa. Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit merupakan investasi utama untuk mengurangi beban negara dalam membiayai layanan kesehatan bagi masyarakat. Negara berkembang sangat merasakan beban ini dikarenakan keterbatasan anggaran dan ancaman keberlanjutan anggaran, terutama penyakit tidak menular yang memerlukan pengobatan mahal dan jangka panjang.
Upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit memiliki karakteristik yang berbeda dengan upaya kuratif, karena manfaatnya tidak didapatkan dalam waktu dekat, namun akan dirasakan setelah jangka panjang. Karakteristik inilah yang menjadikan upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit oleh masyarakat sulit untuk dilaksanakan terus menerus. Oleh sebab itu, promosi kesehatan dan pencegahan penyakit yang bersifat top-down dari pemerintah tidak efektif lagi, karena masyarakat tidak merasa menjadi bagian dari program. Banyak studi yang menemukan bahwa upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit yang berbasis komunitas lebih efektif (Watson-Thompson et al. 2008). Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), berupa upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit yang menekankan masyarakat sebagai aktor utama.
GERMAS memiliki enam kegiatan utama, yaitu peningkatan aktivitas fisik, peningkatan perilaku hidup sehat, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit; peningkatan kualitas lingkungan; dan peningkatan edukasi hidup sehat. Oleh sebab itu, untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang baru dicanangkan oleh pemerintah, perlu dilakukan mobilisasi masyarakat dalam membiasakan hidup sehat sesuai dengan tujuan program GERMAS. Di Kelurahan Cipayung, belum dilakukan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit yang berbasis masyarakat. Bila dikaitkan dengan GERMAS, perlu dilakukan inisiasi promosi kesehatan dan pencegahan penyakit yang berbasis masyarakat
Workshop Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru SD/MI Di Kabupaten Kampar
Pengabdian kepada Masyarakat aini bertujuan untuk membantu para guru sekolah dasar dalam implementasi Kurikulum 2013. Karena belum maksimalnya pengetahuan akan kurikulum 2013 di tingkat sekolah dasar. Program ini melibatkan 30 orang peserta. Data berupa pendapat dan pernyataan guru dikumpulkan menggunakan angket berupa kuesioner dan essay. Data diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa secara teoritis guru sudah memiliki pemahaman tentang kurikulum 2013 sehingga guru memiliki harapan untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 disekolah untuk meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran
The Effectiveness of WhatsApp-based Teaching Technique on Learners' Listening Skiils and Autonomy
This was an experimental study which was carried out to confirm the effectiveness Of WhatsApp-based teaching technique on learners' listening skills and autonomy.
It also confirmed the correlation between learners' listening skills and autonomy.
The participants were the second year of secondary school learners who were selected randomly to be the experimental and control group. The instruments of the study were a pre-post listening test to measure the level of the learners' listening skills and pre-post LA questionnaire to measure the learner's autonomy level particularly on the usability, effectiveness and satisfaction dimensions. Those
instruments were distributed before and after WhatsApp-based teaching technique applied to the experimental group. The reliability and validity of the instruments were confirmed before applied. The t-value significance score of both control and experimental groups' post listening test result analysis revealed 0.002. As it was less than 0.05, the differences were considered significant in favour of experimental group. This confirmed that WhatsApp-based teaching technique exposed an effective impact on learners' listening skills. Furthermore, the t-value significance
scores of both control and experimental groups' post LA questionnaire result analysis showed 0.039 on usability dimension, 0.000 on effectiveness dimension and 0.001 on satisfaction dimension. All significance scores obtained were less than 0.05. Therefore, the differences were considered significant in favour of experimental group. This exposed that WhatsApp-based teaching technique was
effective on learners' autonomy. Whereas, the Pearson correlation significance scores on both groups' post listening score and LA questionanire on its three
dimension 0.451, 0.694, and 0.454 for control groups and 0.431, 0.399 and 0.134 for experimental group. All the scores obtained were more than 0.05. Therefore,
there were no correlation between them. It revealed that the learners' listening skills did not correlate with their autonomy level. According to all of that, it could be
concluded that WhatsApp-based teaching technique was very effective on learners' listening skills and autonomy for the secondary students. Therefore,the schools policy makers had better support the sufficient listening audio tools at
schools as well as a wide and strong support to implement the teaching technique which integrates the technologies and innovations in the autonomous learning process. However, in regard to research content, researchers still need to enhance alike research on listening skills qualitatively as well as exploring other area of learners' autonomy which may deepen the studies and also broaden the research scope