Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Usaha Rajutan Benang Nilon Sepatu Plastik Pada Anggota Kelompok PKK Di Kel Paddoang-Doangan, Kecamatan Pangkajenne, Kabupaten Pangkep
Masyarakat Kelurahan Paddoang-doangan Kecamatan Pangkajenne Kabupaten Pangkep masyarakatnya sebahagian besar tergolong ekonomi lemah. Pelatihan keterampilan sangat dibutuhkan karena masyarakatnya belum pernah mendapat kesempatan mengikuti pelatihan merajut. Oleh karena itu, salah satu solusi yang ditawarkan dari Tim Abdimas Dosen UPBJJ-Universitas Terbuka Makssar adalah, usaha rajutan benang nilon sepatu plastik. Usaha ini berpeluang meningkatkan ekonomi keluarga dan kondisi kehidupan masyarakat menjadi sejahtera. Tujuannya adalah untuk menbentuk individu masyarakat menjadi mandiri dan untuk memperbaiki serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menciptakan inovasi di dalam masyarakat itu sendiri. Peserta yang terdaftar sebagai anggota pelatihan rajutan benang nilon sepatu plastik sebanyak 30 orang. Pelatihan ini dilengkapi pasilitas berupa benang nilon, alat rajut, sepatu plastic, asesoris, pisau dan korek api. Sajian materi menggunakan metode ceramah 20% sedangkan praktek atau penugasan 80%. Berdasarkan hasil evaluasi proses dan hasil praktek rajutan benang nilion sepatu plastik Anggota PKK Kelurahan Panddoang-doangan Kecamatan Pangkajenne Kabupaten Pangkep menunjukkan bahwa semua peserta dari 30 orang sebahagian besar terampil dan berhasil merajut 2 pasang sepatu plastk. Presentasi capaian sebesar > 80%
Peningkatan Kapasitas Manajemen Dan Keuangan Desa (Manajemen Dan Keuangan) Togasa, Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara
Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan manajemen dan keuangan aparatur desa dalam menyusun APBDesa sesuai Permendagri Nomor 113 tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab dan praktek. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah perangkat desa dapat menyusun dan menyajikan APBDes Togasa
Penerapan Jiwa Kewirausahaan Untuk Menambah Pendapatan Ekonomi Masyarakat Kota Ternate Tengah
Tujuan dari kegiatan ini agar generasi muda dan ibu rumah tangga dapat memahami pentingnya wirausaha dan strategi wirausaha dalam menambah pendapatan ekonomi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab dan praktik. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah generasi muda dan ibu rumah tangga khususnya Kelurahan Maliaro Kota Ternate dapat membuat sirup dan selai dari pala
Pemberdayaan Taman Bacaan Masyarakat (Tbm) Untuk Berkontribusi Dalam Mitigasi Kebencanaan Melalui Media Story Telling
Indonesia sebagai negara yang berpotensi rawan bencana perlu menyiapkan masyarakatnya tanggap dalam menghadapi berbagai bencana. Diantara bencana yang berpotensi dialami Indonesia berupa gempa tektonik dan vulkanik, tsunami, banjir, tanah longsor, kebakaran juga kekeringan. Menutup kemungkinan terjadinya bencana merupakan hal yang sulit dilakukan. Masyarakat harus paham dalam menghadapi berbagai bencana tersebut. Program pengabdian pada masyarakat (abdimas) dengan tema kegiatan Pemberdayaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Untuk Mitigasi Kebencanaan Melalui Media Story Telling bertujuan memberdayakan masyarakat untuk turut berkontribusi dalam program mitigasi kebencanaan serta memberikan pendampingan dalam pelatihan mitigasi kebencanaan melalui media story telling.
Metode pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pendampingan pelatihan mitigasi kebencanaan melalui media story telling adalah mengidentifikasi taman bacaan di lingkup Tangerang Selatan (Tangsel). Memilih sejumlah 30 pengelola taman bacaan yang secara aktif melakukan kegiatan –kegiatan di lingkup lingkungannya. Tahap selanjutnya memberikan pelatihan berupa pembekalan mitigasi kebencanaan melalui media story telling pada pengelola taman bacaan masyarakat yang terpilih tersebut. Dengan memberikan pembekalan materi mitigasi kebencanaan ini pengelola taman bacaan masyarakat (TBM) dapat langsung mengimplementasikan materi pembekalan mitigasi kebencanaan melalui media story telling pada masyarakat di lingkungannya khususnya untuk usia anak-anak. Dengan pemberdayaan masyarakat untuk mitigasi kebencanaan berarti menyiapkan masyarakat khususnya untuk usia anak-anak untuk memahami makna mitigasi kebencanaan dan tindakan yang harus dilakukan sesuai usianya melalui media story telling
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Menjadi Benda Yang Memiliki Fungsi Baru Sebagai Elemen Dekorasi Ruangan
Mendaur ulang adalah pengolahan limbah menjadi produk baru yang layak pakai dan bertujuan untuk melestarikan lingkungan. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang saya lakukan adalah pengolahan obyek limbah rumah tangga dari toples bekas kemasan kue kering, botol air mineral dan kain perca. Benda tersebut banyak ditemukan dilingkungan perumahan. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang cara mengolah sampah, menjadikan semua barang bekas hanya dibuang atau dibakar. Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat umum, khususnya para ibu dan remaja putri agar dapat memiliki ketrampilan mengolah limbah rumah tangga menjadi barang baru yang bermanfaat. Penelitian ini dilakukan melalui pengamatan langsung dilapangan pada saat persiapan program. Sistem pelaksanaan pelatihan ini dilaksanakan dengan cara eksperimentatif yaitu memberikan pelatihan langsung kepada peserta menggunakan barang bekas yang sudah disiapkan dan memberikan pemahaman serta pengarahan berbagai aspek desain pendukung dalam proses mendaur ulang tersebut, seperti aspek : komposisi bentuk, proporsi ukuran, teknik yang dipakai dan komposisi warna. Metoda pelatihan yang dilakukan adalah kualitatif bersifat deskriptif yaitu menghimpun, memilih, menganalisis dan mengevaluasi data informasi yang diperoleh. Melalui pelatihan ini diperoleh hasil bahwa sampah rumah tangga berupa toples bekas, botol plastik bekas dan kain perca dapat menjadi produk baru yang memiliki nilai estetis, fungsional dan memiliki nilai jual. Kegiatan pelatihan dapat dilakukan berkelanjutan agar dapat meningkatkan hubungan intitusi dengan masyarakat sekitar, sehingga perguruan tinggi sebagai lembaga ilmiah dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasainya untuk menjawab masalah yang ada di masyarakat & meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Membangun Kesadaran Kritis Petani Dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan Melalui Penggunaan Pupuk Organik Di Desa Karya Mukti, Sulawesi Tengah
Pertanian di Desa Karya Mukti menggunakan pupuk kimia terus menerus, karena belum adanya pengetahuan masyarakat tentang dampak penggunaan pupuk kimia dan manfaat pupuk organik bagi tanaman. Program pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan memberikan informasi mengenai pentingnya pupuk organik dan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan pupuk organik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat mengembangkan Kelompok Tani Subak Anyar yang ada di Desa Karya Mukti sebagai desa yang mampu menyediakan pupuk organik secara mandiri dan menjadi contoh bagi kelompok tani lain untuk mewujudkan pertanian ramah lingkungan dan meminimalkan biaya pembelian pupuk kimia
Pembelajaran Kimia di Era Revolusi 4.0 - Seminar Nasional II HKI Divisi Pendidikan Kimia
Seminar Nasional II
Himpunan Kimia Indonesia (HKI) Divisi Pendidikan Kimia
Topik :
"Pembelajaran Kimia di Era Revolusi 4.0"
Narasumber :
1. Prof. Dr. Anna Permanasari, M.Si.
2. Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D.
Moderator :
Prof. Udan Kusmawan, M.A., Ph.D. (Dekan FKIP UT)
Sabtu, 29 Februari 2020
Gedung Serbaguna UT
Universitas Terbuka
Pondok Cabe, Tangerang Selatan
15418
https://www.ut.ac.id
Buku pengembangan model ABT (assistance based training)
Dalam penyusunan buku model ABT terlebih dahulu penulis melakukan kajian terhadap teori-teori dan empiris dengan harapan dapat meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja pegawai. Penulisan buku Model ABT memiliki tahapan yang menggambarkan aktivitas, baik itu menggambarkan aktivitas peserta pelatihan maupun instruktur pelatihan. Yang menjadi pembeda model ABT dengan model pelatihan yang lain adalah adanya pendampingan langsung terhadap peserta pelatihan sehingga peserta pelatihan akan lebih termotivasi, aktif dan mampu menyelesaikan permasalahan bersama. Model ABT memiliki 4 tahapan penting dalam pelaksanaan pelatihan yaitu: (1)Belajar dan didampingi (Assistance Training), (2)Penyampaian materi (Presentation), (3)Tanya jawab interaktif (Dialog), (4)Evaluasi (Evaluation)
Tren Menuju Kurikulum Terbuka
Bab ini menguraikan tentang sejarah, landasan teori dan prospek dan tantangan penerapan kurikulum terbuka dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia