Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Penyuluhan Dan Pemanfaatan Lahan Perkarangan Sempit Dengan Tekhnologi Hidroponik Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk membantu guru dalam pemanfaatan lahan sempit perkotaan untuk menambah pendapatan dan mengurangi biaya pengeluaran untuk keluarga khususnya bagi para guru yang berada di perkotaan. Mitra PkM yang terlibat adalah 25 orang peserta pelatihan. Hasil PkM menunjukkan bahwa para peserta mendapatkan kepuasan dalam segi materi dan strategi pembelajaran dalam pelaksanaan penyuluhan dan pemanfaatan lahan perkarangan sempit dengan tekhnologi Hidroponik yang di berikan pada oleh tim dari PkM memberikan implikasi baik itu dari segi keterampilan para guru dalam menjadikan sekolah Adiwiyata dan juga bisa menjadi penambahan pendapatan serta dapat dijadikan makanan sehat untuk kebutuhan keluarga sekolah
Mengatasi Stunting Bagi Balita Dan Pengembangan Edukasi Wirausaha Home Industri Bagi Ibu Rumah Tangga Di Gerumbul Gunung Tugel Desa Kedungrandu Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas
Permasalahan yang dihadapi mitra pada PkM Nasional tahun ke-2 ini adalah balita dan kelompok ibu-ibu rumah tangga pemulung . Balita yang kondisi kesehatannya di bawah standar kesehatan lebih dari 50% berdasarkan data yang ada di Posyandu bahwa tingkat perkembangan berat badan dan tinggi badan masih banyak yang berada di garis kuning dari kartu KMS yang menunjukkan tentang perkembangan yang normal. Sedangkan permasalahan mitra yang kedua yaitu kelompok ibu-ibu rumah tangga pemulung/para orang tua balita yang tidak mempunyai kegiatan yang produktif dan tidak memiliki pengetahuan cara pemasaran produk. Berangkat dari permasalah tersebut, kami mengadakan kegiatan pemberian makanan bergizi dan pelatihan wirausaha bagi para ibu rumah tangga. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah 1. Pemberian makanan bergizi yang berupa susu dan telur bagi balita berjumlah + 85 anak dari 2 Posyandu secara 3 bulan berturut-turut dari bulan Agustus, September, Oktober 2019. Untuk mitra kedua adalah pelatihan dan pendampingan wirausaha pembuatan olahan ikan asin siap saji, cilok telor, tahu bakso dan rempeyek umpyek. Hasil dari kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan orang tua dalam pengetahuan makanan bergizi bagi balita, dan yang kedua adalah keterampilan mitra dalam menunjang kemandirian ekonomi rumah tangga melalui produk-produk yang dihasilkan dan laku jual
Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Berbasis Youtube Bagi Guru- Guru SD Di Kabupaten Sidoarjo
Salah satu kemampuan yang perlu dimiliki guru di era revolusi industri adalah mengoperasikan komputer dan teknologi informasi termasuk didalamnya penggunaan smartphone dan internet. Salah satu caranya adalah guru belajar menggunakan teknologi tersebut, misalnya pemanfaatan video pembelajaran yang diakses di youtube. Abdimas ini bertujuan melatih guru-guru SD di Sidoarjo agar memiliki kemampuan mengembangkan video pembelajaran berbasis youtube dan mengintegrasikan video tersebut dalam pembelajaran. Metode pelatihan meliputi: pemberian informasi, demonstrasi, pemberian tugas dan demonstrasi hasil pelatihan. Luaran yang diharapkan adalah: 1) Meningkatnya kemampuan dan keterampilan guru-guru SD di Kabupaten Sidoarjo dalam mengembangkan video pembelajaran berbasis youtube dan mengintegrasikan video tersebut dalam pembelajaran; 2) Modul pelatihan mengembangkan video pembelajaran berbasis youtube; 3) Artikel pengabdian masyarakat yang diseminarkan di seminar nasional dan 4) Artikel pengabdian masyarakat yang dipublikasikan di prosiding
Accounting And Handling Of Bad Credit Training In KBMT Al Munawwarah
KBMT Al Munawwarah merupakan Koperasi Serba Usaha (KSU) yang berstatus badan hukum. Sampai saat ini, Kantor KBMT Al Munawwarah terdiri dari 1 Kantor Pusat dan 4 Kantor Cabang. Dalam perkembangannya, jumlah anggotanya cukup banyak yaitu sebanyak 121 orang yang tersebar di Banten, Jawa Barat dan Jakarta. Sedangkan untuk jumlah karyawan yang mengelola KBMT ini berjumlah 34 orang. Namun, sayangnya hanya 1 orang yang mengerti tentang akuntansi yaitu Manajer Akuntansi saja, Ibu Sumirah Almisanni. Sangat disayangkan KBMT yang tergolong menengah ini dikelola oleh orang-orang yang minim pengetahuan tentang pembukuan (akuntansi) sederhana. Sehingga, dalam hal penyusunan Laporan Keuangan hanya bergantung pada satu orang saja, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pembukuan. Sehingga terjadi pembagian kerja yang tidak merata. Hal inilah yang mungkin saja dapat menyebabkan kesalahan pencatatan, kekurangtelitian, dan kekurangoptimalan. Permasalahan-permasalahan ini yang diduga menyebabkan tren kredit macet pada tiap tahunnya semakin meningkat. Beranjak dari kondisi tersebut, Tim Pengabdian pada Masyarakat Jurusan Akuntansi Universitas Terbuka tergerak hati untuk ikut berpartisipasi dan berperan langsung dalam menangani permasalahan yang dihadapi oleh anggota KBMT Al Munawwarah. Adapun bentuk bantuan yang dilakukan Tim pengabdian pada masyarakat UT berupa kegiatan pelatihan akuntansi dan penanganan kredit macet pada karyawan, pengurus dan mitra KBMT Al Munawwara
Pelatihan Analisis Data Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Bagi Guru-Guru SMPN 7 Bondowoso
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk “Pelatihan Analisis Data Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi guru-guru SMPN 7 Bondowoso” bertujuan untuk mengajarkan teknik analisa data PTK serta mendeskripsikan makna dari hasil analisis yang diperoleh, kepada guru-guru SMPN 7 Bondowoso. Materi pelatihan terdiri dari: 1) Teori konsep dasar PTK; 2) Analisis data PTK menggunakan Microsoft Excel yang meliputi: (a) Menghitung nilai rata-rata, median, modus, maksimum dan minimum; (b) Menggambar grafik Histogram; 3) Analisis kualitatif terhadap data PTK dan 4) Pembahasan analisis data PTK. Pelatihan dimulai pada bulan September sampai dengan November 2016 yang diikuti oleh seluruh guru termasuk Kepala SMPN 7 Bondowoso dengan jumlah peserta 28 orang. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai PTK pada guru-guru SMPN 7 Bondowoso, dimana hal tersebut juga diikuti dengan meningkatnya kemampuan analisis data dan pembahasan PTK yang diwujudkan melalui hasil karya kelompok berdasarkan bidang studi dalam mendeskripsikan makna hasil analisis data PTK yang diperoleh
Buku Model Pelatihan Berbasis Initiaton (I), Case (C), Assigment (A), Strengthening (S) untuk Meningkatkan Kinerja Pegawai
Model Pelatihan Berbasis Initiation, Case, Assignment, Stengthening (ICAS) disusun dengan terlebih dahulu melakukan kajian terhadap teori dan empiris yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja pegawai Inspektorat Kabupaten Kepulauan Yapen. Setiap tahapan pada Model Pelatihan Berbasis ICAS mempunyai aktivitas yaitu aktivitas peserta pelatihan dan aktivitas instruktur. Model Pelatihan Berbasis ICAS ini berbeda dengan pelatihan yang telah dilakukan sebelumnya yang bersifat teacher centre, di mana instruktur lebih aktif (dominan) dibandingkan dengan peserta pelatihan. Sedangkan pada pelatihan berbasis ICAS ini, peserta pelatihan akan diberikan materi berbasis praktik (kasus) sehingga peserta pelatihan dituntut untuk lebih aktif. Selain itu, instruktur juga berperan lebih aktif sebagai fasilitator dan motivator bagi peserta pelatihan ini. Model pelatihan berbasis model ICAS terdiri atas 4 (empat) tahapan yang meliputi Tahap I adalah Initiation, yaitu memberikan motivasi kepada seluruh peserta pelatihan dengan menjelaskan tujuan pelatihan dan uraian singkat materi pelatihan; Tahap II adalah Case, yaitu pemberian kasus berbasis masalah sehingga para peserta pelatihan dituntut untuk memiliki keterampilan tertentu sehingga dapat langsung menyelesaikan permasalahan yang ada; Tahap III adalah Assignment, yaitu memberikan tugas lanjutan kepada peserta pelatihan untuk diselesaikan dan didiskusikan bersama dalam kelompoknya masing-masing; dan Tahap IV adalah Strengthening, yaitu pemberian penguatan dan kesimpulan terhadap hal yang ditemukan dalam pelatihan. Penulisan Model Pelatihan Berbasis ICAS ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan banyak terima kasih. Namun, penulis menyadari bahwa Model Pelatihan Berbasis ICAS ini masih belum sempurna sehingga diharapkan kritik dan saran dari semua pihak. Semoga Model Pelatihan Berbasis ICAS dapat menjadi alternatif dalam peningkatan kinerja pegawai serta dapat menjadi acuan kepada peneliti lainnya dalam melaksanakan kegiatan penelitian yang berkaitan dengan peningkatan kinerja pegawai melalui pelatihan.
4 Desembe
Pengembangan Perangkat Model Problem Based Learning Bernuansa Etnomatematlka Untuk Meningkatkan Kerja Sama Dan Kemampuan Memecahkan Masalah Materi Volume Kubus Dan Balok Pada Siswa Kelas V
Penelitian mi rnerupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tcrsebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perangkat pembelajaran matematika yang valid, praktis dan efektif.
Jenis penelitian ini merupakan model Borg and Gall yang telah disederhanakan menjadi 6 langkah utama yaitu: penelitian dan pengumpulan data, perencanaan,pengembangan format produk awal, uji coba lapangan awal, merevisi hasil uji coba, dan uji pelaksanaan lapangan. Analisis data untuk menilai kevalidan perangkat pembelajaran dilakukan oleh 3 validator menggunakan instrumen lembar validasi. Kepraktisan perangkat dinilai menggunakan Jembar pengamatan kemampuan guru mengelola kelas dan lembar angket respon siswa. Keefektifan dinilai berdasarkan uji ketuntasan. uji banding t-test, uji regresi Jinicr, uji Gain dan uji peningkatan t-tcst. Hasil validitas perangkat pembelajaran dan instrumen
penelitian yang dihitung dengan nilai maksimum 5.00 adalah sebagai berikut: 1) Perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid yaitu silabus dengan skor rata rata 4.81 (sangat baik), RPP dengan skor rata-rata 4,87 (sangat baik), buku siswa dengan skor rata-rata 4,67 (sangat baik). LKS dengan skor rata-rata 4, 70 (sangat baik), 2) Perangkat pembelajaran dinyatakan praktis, yaitu a) hasil pengamatan
kemampuan guru mengelola pembelajaran mempunyai rata-rata 4,43 (sangat baik),b) respon siswa dengan rata-rata 3,85 atau 77% (baik), 3) Pembelajaran matematika dinyatakan efektif yaitu: a) KPMM mencapai ketuntasan individual,
KPMM mencapai ketuntasan klasikal dengan ketuntasan lebih dari 75 %, b)Perbedaan nilai rata-rata kelas yang diajar dengan model PBL beruansa etnomatematika 80, 9595 lebih baik dari kelas yang diajar dengan model konvensional 64,4167; c) adanya pengaruh positif karakter kerja sama dengan
kemampuan pemecahan masalah matematika sebesar 57,2 %, dan d) adanya peningkatan kerjasama dan kemampuan pemecahan masalah matematika
Manajemen Perubahan Layanan Penumpang PT Kereta Api Indonesia (Persero) : Analisis Dari Perspektif Pendekatan Individu = Change management on passenger service of PT Kereta Api Indonesia (Persero): an analysis of individual approach perspective
Keberhasilan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menciptakan keunggulan kempetitif berkelanjutan karena didukung oleh adanya manajemen perubahan layanan penumpang yang menitikbeberatkan kepada perubahan pola pikir individu yang ada di dalamnya. Bertolak dari keberhasilan tersebut, tujuan penulisan disertasi ini adalah untuk menganalisis bagaimana pola manajemen perubahan pelayanan penumpang yang diterapkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut sehingga mampu menciptakan keunggulan daya saing berkelanjutan seperti sekarang ini.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data primer penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap informan 12 informan kunci, yaitu karyawan dari divisi operasional yang telah bekerja dari periode sebelum perubahan sampai periode setelah perubahan seperti sekarang ini. Data primer juga diperoleh melalui wawancara terhadap pimpinan dan juga dengan para penumpang sebagai pengguna jasa, Adapun data sekunder diperoleh melalui obeseravsi, dan studi terhadap dokumen-dokumen pendukung penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program manajemen perubahan pelayanan penumpang yang dijalankan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) karena para karyawan telah memiliki rasa kemendesakan utuk berubah, keinginan menerima perubahan, kompetensi yang memadahi tentang perubahan, dan komitmen untuk mempertahankan perubahan
Supervising Tax Avoidance: A Message For Indonesian Directorate General of Taxes
Penelitian ini bertujuan untuk megnuji pengaruh profil eksekutif terhadap penghindaran pajak. Variabel profil eksekutif yang digunakan pada penelitian ini adalah preferensi risiko dan keberagaman gender. Penelitian ini menggunakan 89 perusahaan atau sebanyak 369 pengamatan dari empat industry yang menjadi target pengawasan Direktorat Jenderal Pajak Indonesia selama periode 2013-2017, yaitu: indrustri perkebunan, properti dan real-estate, pertambangan dan jasa keuangan. Dengan menggunakan analisis data panel, hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel profil eksekutif tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak, sedangakan profitabilitas berpengaruh positif terhadapat penghindaran pajak. Semakin besar profitabilitas, semakin tinggi penghindaran pajak perusahaan. Temuan ini memberikan pesan kepada Direktorat Jenderal Pakak Indonesia agar lebih memperhatikan profitabilitas perusahaan dibandingkan profil eksekutif perusahaan ketika melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang menjadi target pengawasan