Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Studi Kasus Implementasi Pemberian Tunjangan Kinerja Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil Di Balai Teknik Penerbangan
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis hubungan tunjangan kinerja dalam mengoptimalisasi kinerja Pegawai Negeri Sipil Balai Teknik Penerbangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Pengambilan sampel atau sumber data
pada penelitian ini dilakukan secara puposive dan untuk ukuran sampel tersebut ditentukan secara snowball, taknik pengumpulan dengan triangulasi (gabungan), analisa data bersifat kualitatif dan hasil penelitian menekankan makna generalisasi. Dari pelaksanaan penelitian diperoleh
hasil bahwa setiap pegawai Balai Teknik Penerbangan memiliki beban kerja masing-masing. Behan kerja tersebut dibuat oleh masing-masing pegawai berdasarkan uraian tugas yang kemudian dituangkan dalam bentuk Sasaran Kerja Pegawai (SKP). Perkembangan capaian Sasaran Kerja Pegawai mempakan salah satu aspek dalam komponen Prestasi Kerja Pegawai yang menjadi acuan dalam pemberian tunjangan kinerja
pegawai, selain penilian terhadap komponen disiplin kerja pegawai. Pemberian tunjangan kinerja sudah memenuhi asas keadilan, layak dan wajar, kompetitif dan transparan. Dari beberapa motivasi yang diterima oleh pegawai, tunjangan kinerja dinilai paling efektif untuk diberikan
karena dengan pemberian tunjangan kinerja pegawai memiliki
kemampuan pemenuhan kebutuhan yang lebih, terbukti dengan adanya keinginan pegawai untuk bempaya melaksanakan kerja dengan maksimal melalui upaya pencapaian prestasi ketja dan disiplin kerja. Pegawai berusaha melaksanakan beban kerja yang tertuang dalam SKP dengan baik, melaksanakan sekurang-kurangnya 2 tugas tambahan dan membuat laporan tepat waktu. Selain itu pegawai berusaha untuk selalu masuk
kerja dan tepat waktu masuk serta tepat waktu pulang ketja. Disamping itu pegawai juga berusaha untuk tidak melakukan pelanggaran disiplin.
Dengan capaian prestasi kerja dan disiplin kerja yang tinggi, pegawai akan menjadi pegawai dengan kategori pegawai berprestasi dan berhak mendapatkan reward kesempatan pengembangan karier berupa kenaikan pangkat, mengikuti pendidikan dan latihan serta promosi jabatan.
Pemberian tunjangan kinerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dan secara tidak langsung berpengaruh juga terhadap kinerja organisasi.
Syarat agar pegawai menerima tunjangan kinerja yang maksimal adalah mendapat nilai prestasi kinerja dan disiplin kerja yang maksimal, maka untuk mendapat maksimal kedua komponen penilaian kinerja, pegawai akan berusaha kerja dengan maksimal dan secara tidak sadar pegawai telah termotivasi menjadi pegawai dengan kinerja tinggi. Dengan
peningkatan kinerja pegawai secara tidak langsung akan meningkatkan kinerja organisasi
Pengembangan Kreativitas Guru Melalui Media Interactive Whiteboard Pada Anak Usia Dini Menuju Merdeka Belajar
Pendidikan merupakan alat untuk mencapai kebahagiaan, dengan mendidik anak yang merdeka itu merupakan keleluasaan kita dalam memilih bakat yang dimiliki. Sekolah memberikan beberapa fasilitas yang dapat menunjang kreativitas anak usia dini. Dengan adanya kegiatan aktivitas sekolah bagi anak usia dini diharapkan dapat mengembangakan bakat dan minat sesuai dengan karakter anak usia dini. Guru dapat membimbing dan mengarahkan aktivitas belajar bagi anak usia dini. Pengembangan kreativitas guru PAUD dalam mengimplementasikan merdeka belajar sangat diperlukan. Salah satu media yang dapat digunakan dalam pengembangan kreativitas guru yaitu melalui media interactive whiteboard. Pengelolaan media yang maksimal dapat menjadi salah satu kunci dalam keberhasilan guru dalam pembelajaran. Kegiatan anak di PAUD bersama guru dan teman sebaya dapat di maksimalkan dengan menggunakan media. Media interactive whiteboard dapat menumbuhkan kreativitas anak sehingga anak lebih mudah menangkap materi yang disampaikan oleh guru. Dengan media interactive whiteboard anak dapat bereksplorasi secara mandiri dan belajar secara langsung menggunakan papan tulis interaktif yang telah dipersiapkan oleh guru
Pengaruh Kepemimpinan Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Variabel Motivasi Sebagai Mediasi (Studi Pada Pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kaur)
Penelitian ini tentang Kinerja (performance) yang merupakan faktor kunci bagi setiap individu dan organisasi dalam pencapaian produktivitas. Tujuan penelitian ini dilakukan analisis pengaruh kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kaur serta analisis peran motivasi sebagai mediasi Pada pengaruh kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kaur.
Responden penelitian adalah pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kaur berjumlah 55 orang. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sensus. Metode analisis data yang dipergunakan adalah analisis
partial least square (PLS). Dari basil penelitian diketahui bahwa: Pertama Motivasi pegawai dipengaruhi kepemimpinan. Kedua, Motivasi pegawai dipengaruhi Kompensasi. Ketiga, Motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja
pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kaur. Keempat,Motivasi memiliki peran mediasi pada pengaruh kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan TransmigrasiKabupaten Kaur
Pengaruh Kemampuan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat
Setiap organisasi mengharapkan setiap anggotanya memiliki kinerja yang baik dalam bekerja. Salah satunya adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB. Salah satu tugas pokoknya adalah melaksanakan urusan pendidikan dan
kebudayaan dengan menyelenggarakan fungsi perumusan kebijakan,melaksanaan kebijakan, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan. Kemampuan pegawai yang tergambarkan melalui kualifikasi pendidikan dari pekerjaanya memperlihatkan bahwa spesifikasi mereka masih belum sesuai dengan bidang
pekerjaan. Selain itu, tingkat absensi pegawai masih tinggi karena masih banyak beberapa pegawai yang sering tidak masuk kerja dengan berbagai alasan.
Termasuk yang tidak masuk kerja tanpa keterangan. Tujuan penelitian ini adalah :
(I) Untuk mengukur dan menganalisis signifikansi pengaruh dari Kemampuan terhadap Kinerja Pegawai. (2) Untuk mengukur dan menganalisis signifikansi pengaruh dari Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai. (3) Untuk mengukur dan
menganalisis dominasi pengaruh di antara variabel Kemampuan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai. Desain penelitian adalah penelitian asosiatif kausal dengan populasi adalah pegawai tata usaha yang bekerja di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 128 orang.
Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner. Untuk mengetahui Persepsi responden terhadap variabel yang dinilai, digunakan alat analisis Skala Likert. Analisa data menggunakan analisis regresi linier berganda, uji hipotesis
menggunakan Uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kemampuan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. (2) Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. (3) Kemampuan berpengaruh dominan terhadap Kinerja Pegawai. Apabila manajemen berkeinginan untuk meningkatkan
Kinerja, maka manajemen harus mengooptimalkan aspek kemampuan dan motivasi kerja pegawai
The Impact Of Covid-19 On Smes' Access To Financial Institutions In Aceh Province, Indonesia
The outbreak of Covid 19 that occurred worldwide in almost every part of the world at the beginning of 2020, including in Indonesia, has created negative sentiment against different business lines , especially the MSME business [1][2][3]. The negative impact of the outbreak of Covid-19 has hindered the growth of the MSME industry, where physical distancing and the movement of large-scale social constraints (PSBB) are considered to impede the movement of MSME companies involving showrooms or promotions[4][5][6]
MSMEs are facing difficulties in repaying loans to financial institutions because, due to the effects of Covid-19, the profits earned often decrease because of the decrease in the amount of income received[7][8][9]. As a result, many MSMEs tend to fund their own business models that are restricted to carrying out business operations, making it impossible for their companies to grow and expand [10][11].
Multiple solutions can be provided to challenges and capital problems for any company belonging to micro and small enterprises (MSEs)[12], one of the efforts that can be done is to add a number of organizations or parties that become sources of funding [13][14][15]. Financing sources may come from the own resources of the entrepreneur (internal) or from other parties (external)[16][17].
Furthermore, in the loan application process, the degree of group awareness about the actual procedures is still very limited [18]. In comparison to rural populations that still use traditional transaction practices, urban communities may be more likely to access loans to financial institutions. This is compounded by the fact that market actors still feel that the protocols adopted are difficult to execute[19][20].
Interest rates, supplies and credit procedures are the key factors for bank institutions that affect the capital structure of MSMEs [21] [22]. Most MSMEs in different countries , especially developing countries, find it difficult to get loans from banks based on empirical evidence from different studies [23]. Different credit procedures, interest rates and types of services decided by the bank give rise to this situation [24]. This restriction is compounded by the current laws and regulations requiring banks to[25
Pengaruh Disiplin Kerja Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening Pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bima
Penelitian ini bertujuan untuk mengana1isis pengaruh disiplin kerja dan kompensasi terhadap kinerja pegawai serta pengaruh motivasi sebagai variabel intervening. Populasi penelitian ini berjumlah 39 pegawai. Sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pegawai Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu kota Bima berjumlah 34 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, selanjutnya diuji dengan menggunakan analisis jalur (path analysis). Dari hasil analisis data. Menghasilkan beberapa temuan penelitian sebagai berikut: Disiplin kerja berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja pegawai, Kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai, Motivasi tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai, Motivasi
tidak dapat memediasi pengaruh disiplin kerja dengan kinerja pegawai, serta Motivasi tidak dapat memediasi pengaruh kompensasi dengan kinerja pegawai
Pemerintah Desa Nagari Gampong Marga dan Sejenisnya: Pemerintahan Tidak Langsung Warisan Kolonial yang Inkonstitusional (BNBB)
Arsitektur Monitoring Kualitas Udara Berbasis Internet of Thing (IoT) di Tangerang Selatan
Peningkatan jumlah kendaraan di suatu daerah dapat menyebabkan polusi udara. Polusi merupakan faktor utama dalam menurunkan kualitas udara. Penurunan kualitas udara dapat menyebabkan berbagai masalah seperti perubahan iklim global, kerusakan lingkungan, penyakit asma dan kanker paru-paru. Dalam tulisan ini, disajikan sistem pemantauan kualitas udara berbasis Arduino Uno di Kota Tangerang. Polusi udara yang diukur adalah karbon monoksida (CO), butan (C4H10), partikulat (PM2.5) dan ozon (O3). Jenis sensor yang digunakan adalah MQ-131 untuk sensor ozon (O3), MQ-7 untuk karbon monoksida (CO), GP2Y1010AU0F untuk partikulat (PM2.5), dan MQ-2 untuk butana (C4H10). Alat ini dibuat dengan menggunakan Arduino Uno mikrokontroler dan data dari sensor dikirim ke Liquid Crystal Display (LCD) yang divisualisasikan dalam bentuk angka. Pengambilan data dilakukan di Jalan Cabe Raya Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa karbon monoksida (CO) memiliki konsentrasi rata-rata 2,79 ppm, untuk konsentrasi gas ozon (O3) sebesar 0,08 ppm, untuk konsentrasi bahan partikulat (PM2.5) sebesar 35,51 ppm dan untuk konsentrasi butana (C4H10) sebesar 35,05 ppm. Berdasarkan data yang diperoleh, Tangerang Selatan memiliki tingkat pencemaran bahan partikulat (PM2.5) yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pada penelitian lanjutan kami akan fokus pada kajian ini. Luaran yang dicapai pada tahun pertama adalah Hak Kekayaan Intelektual (HKI), artikel konferensi ilmiah ICSTEIR 2020, jurnal internasional IJESD dan produk berupa alat monitoring kualitas udara. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka penelitian lanjutan pada tahun kedua (2021) akan akan dilakukan pengembangan system monitoring kualitas udara berbasis IoT untuk partikulat (PM2.5). Tahun ketiga (2022) akan dikembangkan model untuk memprediksi kualitas udara untuk masa lampau, hari ini dan masa yang akan datang berbasis AI (Artificial Intellegent) pada konsentrasi partikulat
Modul Model-model Pembelajaran bagi Guru Jenjang MI, MTS, Dan MA
Modul model-model pembelajaran ini memfasilitasi untuk menjadi referensi pada pelatihan ini. Modul ini harapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memahami model-model pembelajaran yang meliputi analisis model-model pembelajaran, karakteristik model-model pembelajaran, tahapan stategi pembelajaran dan model-model pembelajaran yang digunakan pada abad 21 yaitu PBL, PJBL, DL. Kegiatan ini akan dilakukan melalui diskusi, curah pendapat (brainstorming), simulasi dan lain-lain. Modul ini memperhatikan aspek-aspek inklusi sosial, dapat dipergunakan dalam kondisi sosial budaya sekolah yang beragam, mempertimbangkan isu-isu suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin, status sosial ekonomi, diberlakukan bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik
Analisis Harga Pokok Produksi Usaha Budidaya Larva Black Soldier Fly (Hermetia Illucens) Skala Rumah Tangga
Larva Black Soldier Fly (BSF) memiliki kandungan protein yang tinggi, sehingga layak untuk dijadikan pakan tambahan bagi ternak dan juga sebagai pengganti tepung ikan sebagai sumber protein dalam pembuatan pakan ternak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung harga pokok produksi (HPP) budidaya larva BSF pada skala rumah tangga. Metode perhitungan HPP menggunakan metode full costing. Berdasarkan hasil analisis, biaya yang dikeluarkan untuk budidaya larva BSF adalah sebesar Rp 2.477/Kg. Sehingga larva BSF memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber protein dalam usaha budidaya peternakan dengan biaya yang lebih rendah. Dengan demikian para pelaku usaha budidaya ternak dapat menurunkan biaya pakan yang dikeluarkan untuk ternak yang dibudidayakan. Manfaat lain yang diperoleh dari hasil budidaya larva BSF adalah dihasilkannya pupuk kompos yang diperoleh dari sisa limbah organik yang tidak termakan oleh larva BSF. Selain itu, larva BSF merupakan solusi untuk permasalahan sampah organik yang dihasilkan oleh masyarakat, karena limbah organik merupakan pakan dari larva BSF