Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Pelatihan Pemberdayaan Kualitas Tampilan Majalah Dinding Sekolah Menengah Atas Polombangkeng Utara
Makalah ini membahas tentang konsep dasar dan pengorganisasi serta pengatakan majalah dinding sekolah. Konsep dasar majalah dinding terkait dengan penulisan berita, dan artikel. Pengorganisasian dan pengatakan majalah dinding terkait dengan organisasi, tata letak, dan model tata letak majalah dinding, Proses kreatif pengorganisasian, tata letak, dan model tata letak majalah dinding tidak terlepas dengan pengahaman konsep dasar majalah dinding. Majalah dinding adalah lembaran-lembaran yang berupa tulisan, foto, atau gambar yang ditempelkan pada dinding yang disiapkan oleh pihak sekolah. Majalah dinding disusun oleh siswa yang berisi tulisan-tulisan dari para siswa, dari majalah, surat kabar, internet atau sumber lain. Majalah dinding sekolah adalah majalah dinding yang dikelola oleh suatu sekolah tertentu baik siswa maupun guru dan biasanya disajikan agar dapat dibaca oleh warga sekolah. Majalah dinding sekolah selain berfungsi sebagai media untuk menyampaikan informasi akademik dan nonakademik juga dapat dijadikan sarana pengembangan minat dan bakat baik siswa maupun guru dalam bidang tulis menulis. Majalah dinding sangat berperan dalam mengasah kreasi dan kompetensi siswa untuk belajar berorganisasi secara baik, melatih kedisiplinan karena harus bekerja sesuai jadwal, belajar untuk lebih kreatif dalam mencari ide-ide baru untuk tema dan tampilan majalah dinding, dan melatih siswa untuk bisa lebih bertanggung jawab terhadap tugas yang harus dikerjakannya. Majalah dinding sekolah memiliki arti yang penting baik bagi siswa maupun guru, sehingga mading sekolah harus dikelola dengan baik dan berkesinambungan
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dividend Payout Ratio Pada Saham - Saham Indeks LQ45 Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2017
Kegiatan para investor memiliki harapan dari investasi yang dilakukannya di pasar modal, yaitu dividen dan capital gain. Investor lebih menyukai dividen daripada capital gain karena dividen memberikan harapan sesuatu yang lebih
pasti daripada mengandalkan pada perubahan harga saham. Informasi yang akurat untuk menilai kesehatan keuangan dan kinerja perusahaan adalah dari sisi likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan
melakukan analisis faktor-faktor yang memengaruhi Dividend Payout Ratio Pada Saham-Saham Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 - 2017. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Likuiditas (Current
Ratio), Solvabilitas (Debt to Equity Ratio), dan Profitabilitas (Return on Asset),sedangkan variabel dependen adalah Dividen {Dividend Payout Ratio). Populasi
penelitian adalah 87 emiten dan 14 sampel. Hasil uji hipotesis menunjukkan terhadap Dividen (Dividend Payout Ratio), bahwa Likuiditas (Current Ratio)
secara parsial tidak berpengaruh, Solvabilitas (Debt to Equity Ratio} secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan, dan Profitabilitas (Return on Asset) secara
parsial berpengaruh positif dan signifikan
Potensi Tepung Empulur Batang Pisang (Musa Acuminata Colla) Pada Pembuatan Food Bar Anti Dislipidemia Berbahan Pati Ganyong (Canna edulis Ker.)
Dislipidemia merupakan kelainan profil lipid darah yang ditandai oleh meningkatnya kolesterol total, LDL, trigliserida, dan menurunnya kolesterol HDL. Alternatif penanganan dislipidemia adalah mengkonsumsi produk panganan sehat antidislipidemia yang kaya akan komponen bioaktif seperti serat pangan, pati resisten, dan antioksidan. Salah satu bahan pangan lokal yang potensial dikembangkan sebagai sumber serat pangan, pati resisten, dan antioksidan adalah empulur batang pisang Cavendish Jepara 30 (EBP). Bahan ini berpotensi diolah menjadi tepung yang kaya akan serat pangan, pati resisten, dan antioksidan, serta dapat ditingkatkan manfaatnya dengan cara diolah menjadi food bar tinggi serat pangan, pati resisten, dan antioksidan yang mempunyai manfaat kesehatan, seperti antidislipidemia. Untuk membuat food bar tersebut dapat dilakukan dengan melakukan formulasi yang tepat dengan pati ganyong yang juga merupakan produk lokal. Tujuan penelitian ini (i) memilih perlakuan yang dapat menghasilkan tepung EBP yang memiliki kadar serat pangan larut, pati resisten dan total fenolik yang tinggi dengan warna yang lebih putih dan karakteristiknya, (ii) mendapatkan formula food bar pati ganyong – EBP yang memiliki kadar serat pangan, pati resisten dan antioksidan yang tinggi serta diterima secara sensori dan karakteristiknya, (iii) mengevaluasi potensi tepung EBP dan food bar pati ganyong – EBP terhadap penurunan kolesterol dan pertahanan antioksidan plasma darah tikus Sprague Dawley dislipidemia dan kemungkinan mekanisme penurunan kolesterol oleh serat pangan/pati resisten Penelitian ini dibagi menjadi 3 (tiga) tahap, yaitu: (i) Preparasi tepung EBP dengan perlakuan water blanching selama 5, 10, 15, 20 menit dan perendaman dalam larutan natrium bisulfit 1% selama 30, 60, 90, dan 120 menit. Selanjutnya dipilih perlakuan terbaik dan ditentukan karakterisasinya. (ii) Pengolahan food bar pati ganyong - EBP tinggi serat dan antioksidan dengan proporsi pati ganyong : tepung EBP (100:0, 95:5, 90:10, 85:15, 80:20, dan 75:25). Selanjutnya dipilih formula terbaik berdasarkan uji kesukaan sensoris, kadar serat pangan larut, dan antioksidan, dan ditentukan karakteristiknya. (iii) Uji sifat gizi in vivo untuk mengetahui pengaruh tepung EBP dan food bar pati ganyong-EBP dalam menurunkan kolesterol dan meningkatkan antioksidan darah tikus hiperkolesterolemia. Sedangkan uji sifat gizi in vitro untuk mengetahui kapasitas pengikatan asam empedu. Hasil penelitian tahap 1 menunjukkan bahwa perlakuan water blanching selama 10 menit dapat meningkatkan serat pangan larut sebesar 3,55%, pati resisten sebesar 10,33%, total fenolik sebesar 11,19 mg/100, aktivitas antioksidan sebesar 6,15% RSA DPPH, kapasitas menahan air, kapasitas mengembang, kapasitas tukar kation. Hasil penelitian tahap II menunjukkan food bar yang diolah dengan proporsi pati ganyong : tepung EBP 85:15 (FBE) terpilih sebagai
food bar terbaik dengan skor kesukaan atribut warna 3,12 ± 0,08, aroma 3,00 ± 0,06, rasa 3,04 ± 0,18, tekstur 3,16 ± 0,12, kandungan serat pangan larut 0,83 ± 0,07 % d.b, pati resisten 6,54 ± 0,24% d.b, total fenolik 105,75 ± 0,64 mg/100g, aktivitas antioksidan 6,97 ± 0,77% RSA DPPH, warna dengan kecerahan (L*) 52,52 ± 0,60 dan daya patah 5,08 ± 1,95 N. Hasil penelitian tahap III uji secara in vivo menunjukkan intervensi diet tepung EB10 dan FBE dapat menurunkan kadar
kolesterol total, LDL, trigliserida, dan meningkatkan kadar kolesterol HDL, serta menurunkan Indeks Atherogenik Plasma, menurunkan kadar MDA, dan meningkatkan kapasitas antioksidan plasma tikus Sprague Dawley dislipidemia. Intervensi diet pakan FBE menghasilkan konsenterasi asam propionat yang paling tinggi yaitu 38,08 ± 15,31%. Sementara diet pakan tepung EB10 menghasilkan kolesterol digesta caecum tertinggi, yaitu 83,91 ± 2,07 mg/100gr. Hasil uji secara
in vitro menunjukkan diet tepung EB10 dan FBE dapat meningkatkan kemampuan pengikatan asam empedu. Berdasar kedua uji tersebut dapat disimpulkan bahwa penurunan kolesterol tepung EBP dan FBE diduga melalui mekanisme yaitu (1) peningkatan ekskresi empedu, (2) penghambatan absorpsi kolesterol, (3) peningkatan asam propionat dalam digesta atau gabungan dari ke tiga kemungkinan tersebut. Dengan demikian tepung EBP dapat diformulasikan menjadi pangan yang memberikan efek kesehatan
Pengaruh Komitmen Organisasi Dan Keterlibatan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai dengan Motivasi Sebagai Variabel Intervening (Studi pada Kantor Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima)
Kinerja pegawai didalam suatu organisasi merupakan hal yang strategis karena berpengaruh terhadap pelayanan pada pengguna khususnya dalam penelitian ini terkait kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Pengaruh komitmen organisasi terhadap Kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. (2) Pengaruh keterlibatan kerja terhadap kinetja pegawai pada Kantor Kecamatan Rasanae Barat kota Bima (3) pengaruh komitmen organisasi terhadap motivasi pada Kantor kecamatan asanae Barat Kota Bima. (4) Pengaruh keterlibatan kerja terhadap motivasi pada Kantor kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. (5) Pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima.
Penelitian ini bersifat kuanitatif, dengan populasi 112 pegawai di Kantor Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Renentuan 88 orang sampel dengan rumus Slovin. Pengujian instrument meliputi: uji validitas dan uji realibilitas. Model yang digunakan adalah model kausalitas atau hubungan atau pengaruh dan untuk menguji hipotesis yang diajukan diguna analisis kuantitatif dengan pendekatan Analisis jalur (path analysis).
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat-pengaruh yang significant dan positif komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. {2) Terdapat pcngaruh yang significant dan positi (keterlibatan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. (3) Terdapat pengaruh yang significant dan positif komitmen organisasi terhadap motivasi pada Kantor Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. (4) Tidak terdapat pengaruh yang signifikant keterlibatan kerja terhadap motivasi pada Kantor Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. (5) Terdapat pengaruh yang signifikant dan positif motivasi terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Rasanae Barat Kota Birna
Pengaruh Strategi Pembelajaran Discovery Learning Disertai Diskusi Dan Self Efficacy Terhadap Hasil Belajar IPA
Rendahnya hasil belajar IPA pada siswa kelas VI SD di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat merupakan masalah utama yang melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini. Hasil belajar IPA dapat ditingkatkan melalui strategi pembelajaran yang mendorong siswa aktif menemukan dan menganalisa informasi materi yang dipelajari. Salah satu strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan hasil belajar IPA di SD adalah strategi pembelajaran discovery learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh strategi pembelajaran discovery learning disertai diskusi dan self efficacy terhadap hasil belajar IPA Kelas VI SD di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Kelas eksperimen mendapat perlakuan dengan strategi pembelajaran discovery learning dengan diskusi sementara kelas kontrol menggunakan strategi pembelajaran discovery learning dengan ceramah. Berdasarkan perhitungan, data hasil penelitian menunjukan: 1) terdapat perbedaan pengaruh strategi pembelajaran discovery learning dengan diskusi dan discovery learning dengan ceramah terhadap hasil belajar IPA, 2) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA pada siswa yang memiliki self efficacy tinggi dan rendah, 3) Siswa yang mendapatkan strategi pembelajaran discovery learning dengan diskusi dan memiliki self efficacytinggi memiliki hasil belajar yang lebih baik. Kata Kunci: strategi pembelajaran discovery learning, self efficacy, hasil belajar IP
Bureaucratic Corruptive Culture in Indonesia
Corruption in the government bureaucracy in Indonesia is an acute and difficult problem to eradicate where corruption is seen as a culture that is inherent in society. However, whether corruption as a culture or corruption is actually just a practice that violates the rules in the bureaucracy is an interesting problem to learn. The purpose of this study is to analyze corrupt practices in the government bureaucracy in Indonesia from a cultural perspective. The method used to analyze this research is descriptive qualitative by studying various relevant literature. The analysis shows that there is no relevant evidence that corruption in the government bureaucracy in Indonesia is considered a culture. Corruption is not a culture but a deviant behavior or practice by government bureaucratic apparatus. The author recommends that to eradicate corruption it is necessary to conduct anti-corruption socialization through early education, especially in elementary schools, so that the younger generation understands that corruption is an act of violation of the law that can be punished with severe penalties
Pengaruh Model Discovery Learning Dan Problem Based Learning Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau Dari Kemampuan Awal Matematika Siswa
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) pengaruh penggunaan model Discovery Learning terhadap pretasi belajar matematika ditinjau dari kemampuan awal matematika (2) pengaruh penggunaan rnodel Problem Based Learning terhadap prestasi belajar matematika (3) pengaruh penggunaan model konvensional terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kemampuan awal matematika
(4) manakah yang lebih baik pengaruhnya jika dipergunakan model Discovery Learning, Problem Based Leaming dan model Konvensional terhadap prestasi belajar di tinjau dari kemampuan awal matematika (5) mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh penggunaan model Discovery Leaming dan model Problem Based Leaming dengan model Konvensional terbadap prestasi belajar di tinjau dati kemampuan awal
Exploration of Learner-Content Interaction Using Interactive Digital Materials
Interaction is believed to be the most important aspect in learning. Moore (1989) proposed that there are three types of interaction in learning context, which are learner-content, learner-instructor, or learner-learner interactions. Many researches have been conducted in relation to the learnerinstructors and learner-peer interactions. However, that is not the case with learner-content interaction. In accordance with this, a project was designed to explore the learner-content interaction in Universitas Terbuka (Indonesia Open University). The study data was based on the use of interactive digital materials (IDM) of two (Module 5 and 6) out of nine course modules of a master level course titled Design and Model of Innovative and Interactive Instructions. The findings of the study revealed that most students interact with the content not in the sequence suggested by the content designer, and students seemed to interact with the content in no ‘particular’ pattern. Further information from students confirmed that they read randomly based on the page/s that could easily be opened when they accessed the IDM. Data also reveals that the frequency and duration on students interacting with content in the IDM was low. This low use was due to the slow internet connection that made it difficult for students to navigate the content within the IDM. The influence of internet connection quality to the learner-content interaction confirms the importance of learner-interface interaction argued by Mutalib et al. (2016)
The Role Of Duality Managerial Ownership And Boards On IPO Value (An Empirical Evidence Of Indonesian Firms)
The research aims to find the impact of ownership retention, managerial ownership, and boards on value IPO premium and underpricing. We investigate by using hand collect data 202 IPO prospectuses during 2008-2017 and using Warp PLS 5.0 to compute the data. Our finding suggests that may use to guide the investor in making informed decisions to see the level of the proportion of sharehold by old ownership and management. When the high level of ownership retention and managerial ownership, make the value IPO premium and underpricing will be high. On the other hand duality of the managerial role in firms making the value will be achieved. This paper contributes to the value of IPO premium and underpricing literature when influence by ownership share on initial public offerings context of emerging markets
Analysis of the Long Needs of Container Dock in the Port of Sorong, Indonesia
The limited facilities and infrastructure, as well as the natural geographical conditions that do not supportat the Port, will likely reduce the performance of the Port so thatthe services provided are not optimal. This study examines how to improve loading and unloading services, especially the need for container loading and unloading equipment needed to support container loading and unloading activities at this time and predictions for the next five years, besides also calculating how wide the stacking yard needed to accommodate the number of containers container coming in Sorong Port in the next five years. This type of research is quantitative with data analysis techniques that are linear regression and calculation of the length of the container dock. From the research results obtained (1) Fulfillment of loading and unloading equipment needs include: a) Quay container crane 1 unit (capacity 20-25 boxes/hour), b) Rubber tired 1 unit (capacity 18-23 boxes/hour), c) Head unit and chassis 4 units, d) Forklift 2 units (capacity of 4 tons and capacity of 2 tons); (2) Construction of a wharf specifically for containerships with a length of 226 meters; (3) Rearrangement of space utilization in the area of the stacking field and the process of flow in and out of container