Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pelatihan, Kompensasi, Dan Disiplin Terhadap Kinerja Penyuluh Keluarga Berencana Di Kabupaten Bima
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelatihan, kompensasi, dan disiplin terhadap kinerja penyuluh keluarga berencana. Subyek yang diteliti adalah seluruh
pegawai negeri sipil, mulai berpendidikan S-1 dan Diploma sampai S-2 dengan berbagai tingkatan masa kerja. Penelitian ini dilakukan di Kantor DP3AP2KB Kabupaten Bima.
Adapun jumlah keseluruhan populasi yaitu 96 responden, dan adapun yang diambil menjadi sampel yaitu 54 responden. V ariabel independen dalam penelitian ini yaitu
pelatihan, kompensasi, dan disiplin, sedangkan yang menjadi variabel dependen dalam penelitian ini yaitu kinerja penyuluh keluarga berencana. Pengukuran variabel digunakan
dengan pengukuran skala likert. Adapun analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, dan analisis regresi berganda dengan melakukan uji asumsi klasik
terlebih dahulu hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan, kompensasi, dan disiplin berpengaruh signifikan terhadap kinerja penyuluh keluarga berencana dengan nilai hasil
analisis korelasi ganda antara Xt, X2, dan X3 dengan Y sebesar 0,933. variabel independen secara simultan berpegaruh terhadap perubahan variabel dependen adalah 69,5%,sedangkan sisanya 30,5% dipengaruhi oleh variabellain selain variabel independen X1,X2, dan X3, dan disiplin merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan
terhadap kinerja penyuluh keluarga berencana dengan nilai perbandingan t-test untuk X1= 14.098 lebih besar nilainya daripada X2 6.081, dan XJ= 10.890
Pengembangan perangkat penguat pendidikan karakter terintegrasi program sekolah berbantuan permainan edukasi di sekolah dasar
Permainan edukasi merupakan salah satu media berbasis simulasi yang dirancang untuk menstimulasikan permasalah yang ada, sehingga diperoleh esensi ilmu pengetahuan dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah. Penelitian ini
bertujuan untuk menghasilkan perangkat Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)dalam bentuk silabus, buku pedoman guru, buku saku siswa berbantuan permainan edukasi, yang memiliki tingkat validitas dan kepraktisan produk.
Perangkat PPK yang dikembangkan berbeda dengan perangkat PPK yang sudah ada. Masing-masing perangkat memuat nilai karakter yang akan dikembangkan, kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai nilai karakter tersebut, permainan
yang digunakan dalam proses pencapaian nilai karakter tersebut. Berdasarkan prinsip bermain sambil belajar, Implementasi nilai-nilai karakter yang dulu membosankan, denganbantuan permainan akan membawa siswa ke situasi yang
menjadi lebih menyenangkan. Proses pengembangan produk dimulai dengan melakukan studi pendahuluan melalui studi literatur, observasi kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter, penciptaan produk, pengujian kepada validator, uji coba skala terbatas, revisi produk, uji coba skala besar, dan produk akhir.
Desain yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi perangkat Borg & Gall (1989). Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Wanareja 01, Cilacap. Program sekolah yang digunakan dalam penelitian ini adalah model
implementasi PPK (Penguatan Pendidikan Karakter):PPK berbasis kelas ,PPK berbasis Budaya Sekolah, dan PPK berbasis masyarakat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat Penguatan Pendidikan Karakter berbantuan
permainan edukasi yang dikembangkan valid. Hasil validasi perangkat PPK,yaitu silabus 86,53%, buku panduan guru 83,55%, dan buku siswa 82,05%. Data uji coba kepraktisan untuk respon siswa memperoleh nilai sebesar 83,70% dan
respon guru mencapai 86,90%. Hal ini berarti produk pengembangan termasuk ke dalam kriteria sangat valid dan sangat praktis serta layak digunakan
Pada Polri Di Bidang Pelayanan Publik (Studi Kasus Pungli Di Polda Metro Jaya)
Praktek Pungli dan Korupsi terjadi dikarenakan kurangnya penerapan pelayanan publik. Pelayanan publik merupakan cerminan pelayanan negara kepada rakyat.
Karenanya tujuan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada 1). Untuk menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan maraknya kasus pungli bidang pelayanan publik di
tubuh Polda Metro Jaya 2). Untuk mengetahui peranan sistem good governance dalam penanggulangan pungli bidang pelayanan publik di tubuh Polda Metro Jaya.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif ,yaitu suatu metode penelitian untuk mengungkapkan gambaran yang jelas mengenai keadaan praktik pungli dan praktik korupsi yang ada di tubuh kepolisian khususnya di Polda Metro Jaya. Metode pengolahan data dilakukan dengan tujuh a1ur yaitu : 1)Permasalahan dan masalah dalam penelitian ini, 2) Mengarahkan ke sumber data ( analisis dari literatur tertulis atau online), 3) Menentukan Teknik pengumpulan data, 4)Merangkum dan memberikan analisis pada data informasi yang diperoleh, 5) Memastikan data dan informasi yang diperoleh, 6) Mengolah, menafsirkan dan menguji keabsahan data, 7) Menyajikan dan menganalisis.
Analisis hasil penelitian menunjukan tingginya kasus pungutan liar pada bidang pelayanan publik di tubuh Polda Metro Jaya karena disebabkan beberapa faktor yaitu
penyalahgunaan wewenang, faktor mental, faktor ekonomi, faktor kultural dan budaya organisasi, terbatasnya SDM, lemahnya sistem kontrol dan pengawasan atasan. Bahwa
keseluruhan implementasi program yang dijalankan oleh Polda Metro Jaya masih belum efektif, dan kurang sejalan dengan penerapan prinsip-prinsip good governance, sehingga
pelayanan publik harus lebih mengimplementasikan konsep good governance yang merupakan proses transparan, akuntabel, dan responsif.
Sebagai kesimpulan, membuktikan bahwa penerapan prinsip-prinsip good governance perlu ditingkatkan lagi dikarenakan peranan dari konsep good governance mampu menigkatkan pelayanan publik di Kepolisian jika bisa diterapkan dengan baik dan Perlu adanya pengawasan internal dan eksternal yang lebih ketat serta sanksi yang tegas kepada pihak Polri supaya tetap me1aksanakan implementasi dari konsep good
governance agar efektif dan efisien
Pengembangan LKS Dengan Model SQ3R (Survey, Question,Read, Recite, And Review) Perubahan Benda Untuk Mengembangkan Keterampilan Metakognitif Dan Penguasaan Konsep Siswa SD
Penyelenggaraan pendidikan sangat penting untuk diperhatikan Adanya daya saing yang semakm ketat maka guru perlu melakukan suatu upaya dalam merancang kegiatan pembelajaran yang dapat menyelaraskan antara tuntutan masyarakat dengan kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan prosedur
pengembangan model 4-D bertujuan umuk menghasifkan produk LKS sesuai dengan langkah-langkah SQ3R (survey, Question, Read, recite. and Review) dalam mengembangkan keterampilan metakognitif dan penguasaan konsep siswa pada pembelajaran perubahan benda. Ujicoba lapangan LKS dengan SQ3R yaitu
siswa kelas 5 Saturnus di SDN 1 Mimbaan sebanyak 28 siswa dan tahap penyebaran di SDN 2 Mimbaan sebanyak: 30 siswa
Pengukuran keterampilan metakognitif menggunakan angket MAI
(Metacognitive awareness Inventory). Penilaian penguasaan konsep siswa,dapat melalui nilai pre-test dan post-test Kualitas LKS yang dikembangkan terhadap keterampilan metakognif siswa SDN I Mimbaan memperoleh nilai Normalized
gain (g) 0,43 dan SDN 2 Mimbaan nilai Normalized gum (g) 0,53 dengan kategori sedang. Kemudian, penguasaan konsep siswa SDN I Mimbaan memperoleh nilai Normalized gain (g) 0,48 dan SDN 2 Mimbaan nilai Normalized gain (g) 0,59
dengan kategori sedang.
Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa LKS dengan SQ3R yang dikembangkan telah layak digunakan dalam mendukung berlangsungnya proses pembelajaran di kelas. LKS telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif sesuai dengan tujuan penelitian dalam memberdayakan keterampilan metakognitif dan penguasaan konsep Siswa SD
Buku Perangkat Model Pelatihan Berbasis Initiaton (I), Case (C), Assigment (A), Strengthening (S) untuk Meningkatkan Kinerja Pegawai
Instrumen Perangkat Model Pelatihan Berbasis ICAS diharapkan dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan kinerja pegawai Inspektorat Kabupaten Kepulauan Yapen. Setiap tahap pada Model Pelatihan Berbasis ICAS mempunyai aktivitas baik itu aktivitas peserta pelatihan maupun aktivitas instruktur. Perangkat Model Pelatihan Berbasis ICAS ini terdiri atas rancangan aktivitas pelatihan (RAP), Bahan Pelatihan (materi dan soal berbasis masalah serta lembar kerja), soal pre tes dan pos tes, instrumen penilaian soal pre dan pos tes, lembar observasi aktivitas peserta pelatihan, lembar observasi pelaksanaan pelatihan oleh instruktur, lembar hambatan pelatihan, lembar angket respons instruktur dan peserta pelatihan, lembar instrumen validasi
Pengaruh Model Cooperative Script (Berbasis Masalah Dan Ceramah) Dan Kecerdasan Interpersonal Terhadap Hasil Belajar IPA Kelas IV SDN Kampung Bayur ( Penelitian Eksperimen pada mata pelajaran IPA SDN Kampung Bayur )
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model cooperativescript (berbasis masalab dan berbasis ceramah) dan kecerdasan Interpersonal terhadap basil belajar IPA kelas IV Sekolah Dasar.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain factorial 2x2.
Populasi dalam penelitian ini adalah selurub sisswa kelas IV SDN Kampung Bayur tabun pelajaran 2018/2019 yang beljumlah 60 orang, sampel diambil dengan menggunakan teknik random yang berjumlah 30 orang teknik pengumpulan data
menggunakan angket kecerdasan interpersonal dan tes berupa soal piliban ganda. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik dengan teknik anova duajalur.
Berdasarkan basil penghitungan didapatkan basil penelitian sebagai berikut: (1)Terdapat perbedaan basil belajar IP A antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran cooperative script berbasis masalah dan yang
dibelajarkandengan model pembelajaran cooperative script ceramab. Hal ini di dasarkan dari uji coba statistik anova dua jalur ynag menyatakan bahwa signipikansi untuk kategori pembelajaran cooperative script berbasis masalah adalah (9, 1321) yang artinya < (0,05). (2) Terdapat perbedaan basil belajar IPA antara siswa yang memiliki kecerdasan interpersonal tinggi dan siswa yang memiliki kecerdasan interpersonal rendah. Hal ini didasarkan dari uji statistik anova dua jalur yang menyatakan bahwa signipikansi untuk kategori kecerdasan interpersonal adalah (11,4843) yang artinya < (0,05). (3) terdapat pengaruh interaksi antara penggunan modei pembelajaran cooperative script dengan
kecerdasan interpersonal terbadap hasil bela jar IP A hal ini didasarkan dari uji statistik dua jalur yang menyatakan bahwa signipikansi untuk kategori model pembelajaran cooperative script dan kecerdasan interpersonal adalab (0,05) yang artinya < (0,384). Kesimpulan dari penelitian ini adalah menyatakan bahwa ada pengarub penggunan model cooperative script berbasis masalab dengan
cooperative script ceramahdan kecerdasan interpersonal tinggi dengan rendah terhadap hasil belajar IPA kelas IV Sekolab Dasar
Pengaruh Pengawasan Dan Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Guru Di SD Negeri Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan
Tujuan dari penelitian adalah untuk rnengetahui dan rnenganalisis pengaruh: l) pengawasan terhadap Organizational Citizenship Behavior guru, 2)
keterarnpilan manajerial kepala sekolah terhadap OCB guru serta 3) pengawasan dan keterarnpilan rnanajerial kepala sekolah secara simultan terhadap OCB guru di SD Negeri Kecarnatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan. Jenis
penelitian ini ex post facto dengan variabel bebasnya adalah pengawasan dan keterarnpilan manajerial kepala sekolah, sedangkan variabel terikat adalah OCB guru. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah guru-guru SD Negeri di Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan yang berjumlah 110 orang yang tersebar di 27 SD Negeri. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan teknik angket, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik korelasional
dan regresi baik secara sederhana maupun ganda, yang sebelumnya telah dilakukan uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian: 1) terdapat pengaruh yang signitikan antara pengawasan terhadap OCB guru, rnengandung arti bahwa
semakin tinggi tingkat pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah, maka sernakin baik pula OCB gurunya, 2) terdapat pengaruh yang signifikan antara keterampilan manajerial kepala sekolah terhadap OCB guru mengandung arti
bahwa semakin baik persepsi seorang guru terhadap keterampilan manajerial kepala sekolahnya, maka semakin baik pula OCB gurunya, 3) terdapat pengaruh yang signifikan antara pengawasan dan keterampilan manajerial kepala sekolah
secara bersama-sama terhadap OCB guru. Mengandung arti bahwa semakin tinggi tingkat pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah dan semakin baik persepsi guru mengenai keterampilan manajerial kepala sekolah, maka semakin baik pula OCB guru
Panduan Praktik Mata Kuliah TPEN4314/Produksi Media Video/Televisi
Panduan ini berisi langkah-langkah dan uraian materi serta penilaian untuk mahasiswa dalam melakukan praktik online pada mata kuliah Produksi Media Video/Televis
Increasing the Potential of Student Science Process Skills Through Project Based Laboratory
The Project Based Laboratory Learning (PBLL) model is
designed to improve the process skills of physics teacher candidates who meet practical and effective criteria. The model was developed using the Plomp design through the preliminary study, prototype stage, and assessment phase. The study design used one-group pretest-posttest design. The research subjects were 32 grade B and 32 grade C physics students who were programmers in Unesa's laboratory. Data is collected through assessment of observation, tests, interviews, and questionnaires. Data is analysed using qualitative and quantitative descriptive statistics, N-gain and paired t-test. The results of the study show that: (1) the PBLL model developed is included in practical category because the component model can be implemented in learning activities well, without significant constraints. (2) The PBLL model developed is included in the effective category because the student’s process skills are improving in the medium criteria and students respond positively to the device and learning process. The implementation of the PBLL model needs to be expanded to provide greater support for the practicality and effectiveness of the model. Based on the above, it can be concluded that the PBLL model developed is practical and effective to improve the process skills of physics teacher candidate
Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (Rkpdes) Sebagai Input Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa Bobawae, Kecamatan Makian Barat, Kabupaten Halmahera Selatan
Kegiatan PkM ini dilakukan di desa Bobawae Kecamatan Makian Barat, Kabupaten Halmahera Selatan dan bertujuan agar pemerintah desa dapat menyusun RKPDes sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah peserta pelatihan memahami proses penyusunan RKPDes sebagai input penyusunan APBDe