Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Pengembangan Model Pembelajaran Multikeaksaraan berbasis Proyek Dalam Meningkatkan Kemampuan Keberaksaraan Dengan Ragam Kemahiran Lokal
Pengembangan model ini dilator belakangi oleh adanya kesenjangan antara tujuan ideal pendidikan multikeasaraan dengan kondisi empiris di tingkat satuan PNF yang masih cenderung konvensional. Pendekatan penelitian secara kuantitatif melalui prosedur penelitian dan pengembangan dengan metode quasi experiment dan teknik rancangan one group pretest-posttest only design. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses pengembangan model dilakukan melalui tujuh tahapan yaitu studi pendahuluan, penyusunan konseptual model, ujicoba konseptual, ujicoba operasional, validasi model, pembakuan model, dan sosialisasi model hasil pembakuan. Hasil penelitian diperoleh tingkat kemenarikan naskah model dan panduan model sebesar 63,3% sangat menarik, keterlaksanaan model 81,7% sangat baik, dan efektivitas model diperoleh hasil dari pretest tidak signifikan perbedaannya antara kelompok kontrol dengan eksperimen dari tiga lokasi yaitu PKBM Hati Nurani (4%), PKBM Bina Remaja (2%) dan PKBM Mandiri (2%). Sedangkan hasil postest antara kelompok kontrol dan perlakuan diperoleh hasil yang signifikan dengan t-hitung di PKBM Hati Nurani (3,08), PKBM Bina Remaja (3,77) dan PKBM Mandiri (3,85). Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran pendidikan multikeaksaraan berbasis proyek efektif untuk meningkatkan kemampuan keberaksaraan dengan ragam kemahiran loka
Model Business Plan Kebijakan Ketahanan Pangan: Studi Kasus Jaringan Implementasi Kebijakan Ketahanan Pangan di Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah memiliki peran dan tanggungjawab terhadap public goods, dalam hal ini tanggung jawab untuk masalah pangan di Indonesia. Masalah pangan adalah masalah yang kompleks
sehinga pemerintah tidak memungkinkan lagi bekerja sendirian, pemerintah perlu berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan yang terlibat penyediaan pangan. Kontribusi diharapkan dari pihak-pihak luar terutama organisasi swasta dan lembaga swadaya masyarakat.
Keterlibatan dan kontribusi berbagai pemangku kepentingan menunjukkan adanya networking yang memungkinkan implementasi kebijakan ketahanan pangan berjalan dengan efektif dan
efisien.
Indonesia adalah negara agraris, beberapa wilayah di Indonesia merupakan lumbung pangan,namun berdasarkan indeks ketahanan global berdasarkan data pada tahun 2019 Indonesia
masih berada di peringkat 71 dari 113 negara yang diobservasi dan di tahun 2020 alami peningkatan ke peringkat 62. Pada FSV menyebutkan jumlah kabupaten/kota yang rentan
rawan pangan pada tahun 2019 menjadi 70 Kabupaten/Kota tahun 2020. Hal ini menunjukkan dengan kebijakan anggaran yang dikeluarkan untuk menyelesaikan masalah pangan tidak
signifikan dengan tujuan kebijakan pangan. Hal yang sama Provinsi Sulawesi selatan dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional, tetapi tingkat kemiskinan masih cukup tinggi yaitu 8,99 persen (BPS 2020).
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pangan menghadapi masalah yang kompleks yang berpengaruh terhadap kinerja kebijakan dan tingkat kemiskinan
masyarakat, sehingga pemerintah tidak bisa lagi menjadi aktor tunggal untuk menyelesaikan masalah tersebut, pemerintah perlu membangun networking, sinergitas kepada para pemangku kepentingan, baik secara lembaga, individu maupun organisasi. Menciptakan networking,
sinergitas antara para aktor kebijakan untuk menyelesaikan masalah-masalah publik yang kompleks disebut dengan governance network dalam teori public governance.
Dari fenomena diatas yang menjadi fokus penelitian adalah proses governance network pada level pemerintahan lokal. Hal ini penting karena pemerintah lokal menjadi ujung tombak dalam mengimplementasikan kebijakan pangan. Oleh karena itu tujuan utama penelitian ini adalah membangun business plan local food governance dalam peningkatan kinerja kebijakan
ketahanan pangan di Provensi Sulawesi Selatan, meliputi tujuan khusus: (1) Kelayakan industry pada aspek pertanian berkelanjutan food governance network dalam jaringan
implementasi kebijakan ketahanan pangan di Provinsi Sulawesi Selatan (tujuan khusus tahun pertama); (2) Feasibility Study pemerintah membangun networking atau sinergitas dengan para
aktor kebijakan dalam food governance network di Provinsi Sulawesi Selatan (tujuan tahun ke 2); dan 3) membangun model business plan pemerintahan lokal dalam food governance
network dalam jaringan implementasi kebijakan pangan di Provinsi Sulawesi Selatan (tujuan tahun ke 3)
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka penelitian ini menggunakan desain kualitatif dan strategi studi kasus. penelitian tahun pertama (2021) dan tahun kedua (2022) menggunakan proses pengolahan data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi dan analisis datanya menggunakan analisis deskriptif kasus dan
settingnya. Pada penelitian tahun ketiga (2023), menggunakan proses pengolahan data, yaitu 2 reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi dan analisis datanya menggunakan teknik penjodohan pola dan analisis deret waktu.
TKT penelitian tahun pertama (2021) adalah TKT 7, untuk menetapkan prinsip dasar riset tentang eksplorasi kelayakan industry proses local food governance network. Tahun kedua
(2022) menggunakan TKT 8, telah tersusunnya feasibility study tentang peran pemerintah membangun networking atau sinergitas dengan para aktor kebijakan dalam food governance
network. Tahun ketiga (2023) telah menetapkan rancangan dan metodologi penelitian untuk merancang model business plan local food governance network.
Berdasarkan hasil penelitian tahun pertama menunjukkan proses food governance network meliputi: 1) Aktor-aktor yang terlibat dalam Dewan Ketahanan Pangan. Keterlibatan mereka
tidak efektif karena masing-masing menjalankan perannya berdasarkan Tupoksinya. 2)Komunikasi antar aktor. Komunikasi ini masih tetap berjalan berdasarkan khirarki. 3)
Kepercayaan antar aktor. Para aktor belum memiliki kepercayaan kolektif sehingga belum terbangun program ketahanan pangan kolektif. 4) Pemahaman aktor terhadap isu pangan.
Mereka memahami isu ini cenderung berdasarkan aktor itu sendiri, bukan pemahaman kolektif.
Sehinga dengan masalah-masalah yang diidentifikasi dalam penelitian ini makan Model Aplikasi untuk Kelayakan Industri yang didesain peneliti mampu menjembatani gap yang
muncul pada aspek pertanian berkelanjutan food governance network dalam jaringan implementasi kebijakan ketahanan pangan di Provinsi Sulawesi Selata
Determinants Of Investment, Labor Market On Economic Growth In Medan City
One of the indicators of economic growth in a country is that the income in a country has increased. Economic growth can be calculated from real national income. Economic Growth Medan City is one of the cities that has a fairly high level of economic growth. So this study aims to analyze the determinants of investment, interest rates, labor on economic growth in the city of Medan. The results obtained from this study are (1) the Gross Regional Domestic Product of Medan City is positively related to all explanatory variables, namely the Medan City workforce and Medan City's Gross Regional Domestic Product last year (PDRBt-1). All signs of the alleged parameters are in line with expectations, the variable that has a significant effect is the Regional Domestic Product of Medan City last year. The estimation results show that an increase in the number of Medan City workers by 10 units will encourage an increase in Gross Regional Domestic Product by 99 units per year, (2) Medan City Household Consumption is positively related to all explanatory variables namely Consumer Price Index, Gross Regional Domestic Product Medan City, Export Value and Household Consumption of Medan City last year (PRKTt-1). All signs of the estimated parameters are in line with expectations, the variables that have a significant effect are the Consumer Price Index and the Regional Domestic Product of Medan City. The estimation results show that if the Medan City Consumer Price Index is increased by 10 units, it will encourage Medan City Household Consumption by 10 units
Students’ Perception Of Blended Online Learning Design Based Collaborative Learning Model And Its Impact On Learning Outcomes
Collaborative learning is an important learning strategy applied to both face-to-face and distance education to build collaboration skills of students. Although collaborative activities in online learning are more complex, with a proper instructional design it would work well. One way to maximize the use of online collaborative learning is by implementing a combination of asynchronous and synchronous online learning which allows for better interaction and communication amongst students and between students and tutors. The research on collaborative learning models based on a combination of asynchronous and synchronous online learning called Blended Online Learning Design based Collaborative Learning Model (BOLD-CLM) aimed to analyze the role of the model (i) to analyze student perceptions in developing cooperation, improving communication, and satisfaction; and (ii) to analyze the effect of the model on student learning outcomes. This quasi-experimental research included an experimental group and a control group in the online tutorial for the Marketing Management Course in Universitas Terbuka Indonesia. A questionnaire using a Likert scale from strongly agree to strongly disagree is distributed to respondents to extract information related to the role and perceptions of respondents towards the BOLD-CLM. Respondents' perceptions of the BOLD-CLM in the aspects of communication and teamwork and student satisfaction showed positive results. The results of the Mann-Whitney test showed that the score of the assignments between students who took the tutorial with the BOLD-CLM (Experiment Group) and students who took online tutorials with standard online learning (Control Group) differed significantly (.000). It can be concluded that collaborative learning in the BOLD-CLM has a significant effect on students' abilities in achieving learning competencies. The results of the Mann-Whitney test showed that the final scores of the courses between students who took the tutorial with the BOLD-CLM (Experiment Group) and students who took the tutorial with standard online learning (Control Group) differed significantly (.026). Thus, it can be concluded that BOLD-CLM has a significant effect on the learning outcome
Evaluasi Program Belajar Dari Rumah Menggunakan Media Zoom Dan E-Learning Berdasarkan Model CIPP
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan program Belajar dari Rumah (BDR) saat pandemik Covid-19 di SDIT ATTAUFIQ Kota Bogor dengan CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh D. L. Stufflebeam, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah pedoman wawancara. pedoman observasi, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan melalui display data. rcduksi data. penarikan
kesimpulan, dan verifikasi data. Dari sejumlah 14 (empat helas) aspek evaluasi yang termasuk dalam komponen konteks, input, proses, dan produk menunjukkan bahwa pelaksanaan Belajar dari Rumah di sekolah dasar belum ideal. Terdapat 5 aspek yang perlu diperbaiki : yaitu: kesiapan peserta didik, kesiapan guru, sarana dan prasarana,pembekalan /pedoman dan pelaksanaan program. Kondisi sempa ditemukanjuga di
sekolah lainnya di luar negeri, sepe1ii : Jepang, Tiongkok, Australia dan Korea Selatan. Pelaksanaan Belajar dari Rumah berupa pembelajaran daring di sekolah dasar memiliki kendala yang cukup tinggi di bandingkan pada jenjang perguruan
tinggi (mahasiswa). Implementasi BDR yang sukses membutuhkan kurikulum yang fleksibel, kesiapan teknologi, dan kolaborasi guru-sekolah-siswa. Profil ideal pelaksanaan belajar dari rumah mengacu PJJ di perguruan tinggi
The Effect of Guiding Services on Ship visits Queues at PT. Pelabuhan Indonesia II (PERSERO) Tanjung Priok Branch
The success of the Port can be seen fiom the visits of incoming and outgoing ships due to good service to service users. Then PT. Pelabuhan Indonesia II (PERSERO ) should make improvements on the basic facilities owned by PT. Pelabuhan Indonesia II (PERSERO) and also plavs a very important role in the service of ships is the guidance of ships under the coordination of Scouting Division of PT. Pelabuhan Indonesia II (PERSERO). The success of the service process by PT. Pelabuhan Indonesia II (PERSERO) in supporting the number of ship visits is the faster the ship scouting service, the faster the boat u ill lean on the dock so that service users benefit from time and costs u hile the company benefits from the increasing number of vessels served. The pilot operating system and also the addition of guided facilities and infrastructure can allow for a reduction in delays in guide ships to guide ships that have been embanked. The author seeks a solution to the problems that arise in increasing the timeliness of scouting services in reducing delays in guide ships when guiding ships at PT. Pelabuhan Indonesia II (PERSERO). The purpose of conducting this research is to find the relationship and influence of guide services in guiding ships in and out of the port to the number of ship visits at PT. Pelabuhan Indonesia II f PERSER
Impact of The Covid-19 Pandemic on The Elementary School Student’s Learning Media: A Relationship Between Facilities and Teacher’s Ability
This study aimed to see the relationship between facilities and the teacher’s perception of classroom teachers to produce learning media during the pandemic. This study used a survey method with a quantitative approach. The sample size in this study was 154 elementary school teachers in Pelalawan and Rengat districts taken using a purposive sampling technique. The data was collected through a survey using Google forms distributed via WhatsApp and the data were analyzed descriptively and inferentially using SPSS version 26. The findings showed that the basic support facilities in supporting online learning were fulfilled 100%, interactive learning media facilities of 48.7%, and assistive devices for students of 58.4%. Furthermore, 60.4% of teachers frequently design learning media independently; 45.5% of teachers frequently produce media independently and 42.9% of teachers frequently use online learning media. From the calculation results of the Pearson Product Moment Correlation Coefficient between facilities and the teachers’ ability, the significance value was 0.000 < 0.05. Thus, it can conclude that there is a positive and significant relationship between facilities and the teacher’s perception to produce learning media
Jaringan Pengembangan Kapasitas Pemerintah Daerah
Peran Pemerintah Daerah telah bergeser sebagai akibat perubahan
lingkungan strategis terutama tuntutan pelanggan yang menginginkan
pelayanan yang memuaskan. Pemerintah Daerah sebagai
organisasi publik harus berubah menyesuaikan tuntutan tersebut.
Perubahan drastis terjadi pada saat terjadi krisis ekonomi yang melanda
dunia di era 1980 an, sehingga organisasi publik harus menyelenggarakan
pelayanan publik sebagaimana tuntutan pelanggan dengan sumber
sumber daya yang minim (do more with less). Beban yang selama
ini dipikul oleh Pemerintah harus diberikan sebagian kepada pihak
lain yang lebih kompeten dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
Salah satu bentuk dari hal tersebut di atas adalah desentralisasi
Digitalisasi Arsip Di Kantor Kelurahan Pamulang Timur
Digitalisasi arsip dapat dilakukan dengan cara mengalihmediakan arsip dari manual menjadi arsip digital. Digitalisasi arsip dapat menjadi solusi atas kelemahan arsip manual. Manfaat digitalisasi arsip diantaranya untuk menghindari kerusakan arsip atau kehilangan arsip akibat bencana alam. Mitra pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh Program Studi D-IV Kearsipan Jurusan Ilmu Komunikasi dan Informasi Fakultas Ilmu Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka adalah Kelurahan Pamulang Timur Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia. Pada saat PkM dilakukan, Kelurahan Pamulang Timur belum menerapkan digitalisasi arsip. Pengelolaan arsip masih dilakukan secara manual sehingga memerlukan edukasi mengenai proses digitalisasi. Metode yang digunakan pada kegiatan PkM adalah pelatihan dan pendampingan dengan tujuan agar pengelola arsip dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan digitalisasi arsip di Kelurahan Pamulang Timur.
Volume. 27 No. 3, Juli-September 2021
p-ISSN: 0852-2715- e-ISSN: 2502-722