Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Bangkit dan Maju Bersama: Dalam Tatanan Baru UT PTN BH
Bertepatan dengan usianya yang ke-38, UT akan bertransformasi dari perguruan tinggi negeri badan layanan umum (PTN BLU) menjadi perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN BH). Transformasi ini akan mengubah tatanan Universitas Terbuka (UT) dalam bidang akademik, organisasi dan tata kelola, keuangan, sumber daya manusia, fasilitas dan aset institusi, serta mahasiswa.
Perubahan tatanan ini akan memberikan peluang dan tantangan bagi UT dalam mewujudkan visi dan misinya sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTJJ) yang berkualitas dunia.Buku berjudul Bangkit dan Maju Bersama dalam Tatanan Baru UT PTN BH ini diluncurkan pada acara puncak Dies Natalis ke-38 UT. Melalui buku ini, kami berharap dapat memberikan deskripsi dan dokumentasi secara umum mengenai persiapan dan kesiapan UT dalam perubahan desain tatanan baru PTN BH
Pengelolaan Universitas Terbuka Sebagai Pendidikan Tinggi Jarak Jauh Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19
Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang terjadi secaratiba-tiba pada April tahun 2020 di dunia, juga di Indonesia, telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Universitas Terbuka tidak luput dari dampak pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19). Pembelajaran secara jarak jauh atau pembelajaran secara daring sebagai alternatif segera menginspirasi agar proses pembelajaran tetap dapat berjalan. Agar tidak mengurangi kualitas layanan UT di masa pandemi Covid-19, UT mengeluarkan kebijakan-kebijakan terkait layanan akademik dan operasional bagi mahasiswa. Kebijakan-kebijakan dijelaskan secara sederhana dalam book chapter ini, semoga dapat menginspirasi pembaca dalam pengalaman layanan pembelajaran pada masa Covid-19
Efektivitas Model Problem Based Learning Bemuansa Budaya Lokal Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas III SD
Kemampuan memahami bacaan siswa memengaruhi prestasi
akademiknya. Rendahnya kemampuan siswa dalam memahami bacaan, salah satunya disebabkan penerapan metode pembelajaran konvensional. Upaya meningkatkan kemampuan siswa memahami bacaan, dengan menerapkam model
problem based learning. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kemampuan membaca pemahaman dan menganalisis keefektivan model problem based learning bernuansa budaya lokal terhadap peningkatan kemampuan
membaca pemahaman siswa kelas III SD Negeri Gugus Sultan Nuku Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal.
Metode penelitian ini adalah metode eksperimen, jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Penelitian ini mengambil populasi siswa SD kelas III Gugus Sultan Nuku
Kecamatan Sukorejo. Sampel dipilih secara acak dengan Teknik Cluster Random Sampling. 17 siswa SDN Trimulyo sebagai kelas eksperimen dan 18 siswa SDN Mulyosari sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara,observasi, dan tes. Pengolahan data menggunakan SPSS versi 23. Data di analisis menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test (uji-t).
Hasil analisis menggunakan paired sample t-test ( uji-t) menghasilkan nilai signiflkansi sebesar 0,000 (0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning bemuansa budaya lokal dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III SD Negeri Gugus Sultan Nuku Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal. Hasil analisis menggunakan independent
sample t-test (uji-t) menghasilkan nilai signiflkansi sebesar 0,004 (0,004 < 0,05),maka dapat disimpulkan bahwa model problem based learning bemuansa budaya lokal efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas
III SD Negeri Gugus Sultan Nuku Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal
Implementasi Kebijakan Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB): Studi Di Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Natuna
The Natuna Regency Government obtained a score below the norm for adopting good governance principles. The Government of Natuna Regency's attempts to enhance the quality of public services, one of which is the issue of Building Permits. The purpose of this study is to examine government collaboration related to the issue of Building Permits policy at the Office of Investment and One Stop Services in Natuna Regency. This study used a qualitative technique with a descriptive approach, using both primary and secondary data. The study's findings indicate that the Building Permits policy has been implemented at the Natuna Regency's Office of Investment and One-Stop Services since 2017. According to the study findings, properly implementing the Building Permits policy requires the following components: communication, resources, disposition, and bureaucracy. Recommendation for the research is focusing on maximize the communication and resource to service related to the issue of building permit
The Pattern of Learner-Content Interaction Using Interactive Digital Materials in An Online Learning-Based
Interaction between learners and learning content is one of the most important aspects in the learning process. The study was designed to facilitate learners-content interactions by developing interactive digital content termed as Interactive Digital Materials (IDM). This study aims at exploring the learnercontent interaction in the context of online learning environment, to see how students use the IDM, and whether there is any pattern in how students interact with the content within the IDM. The digital learning material that was used in the study was defined as self-contained and interactive learning material that consists of text-based materials enriched with illustrations and videos. The study used one Universitas Terbuka’s graduate course (Design and Model of Innovative and Interactive Instructions or MPDR 5203). The observation of the learner-content interaction was done through two approaches: (1) the IDM was provided through a web-based Learning Management System (LMS) and students were expected to read the IDM online and (2) the IDM was provided also through an application based LMS that was preinstalled in a computer tablet lent to the student, and students were expected to read the IDM either online or offline. Interaction data was collected electronically through the LMS data analytic
Analisis Dampak User Experience Pelaksanaan Tutorial Web (TUWEB), Konsep Diri ,Adversity Qutient (AQ) dengan Kemandirian Belajar pada Mahasiswa UPBJJ-UT Semarang
Keberhasilan kualitas pembelajaran mahasiswa tentunya tidak terlepas dari peningkatkan layanan dalam proses pembelajaran yang di berikan. Kemandirian belajar dan resiliensi merupakan aspek pendorong mahasiswa dalam melakukan pembelajaran daring seperti saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran atau informaasi mengenai hubungan Konsep diri, kemandirian belajar dan resiliensi mahasiswa Program Pendidikan Dasar Universitas Terbuka Semarang selama pembelajaran dengan modus tutorial webinar (tuweb). Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan yaitu skala likert untuk menjaring data konsep diri, kemandirian, dan resiliensi. Jumlah sampel dalam riset ini merupakan sejumlah 98 orang responden, yakni mahasiswa yang berada di semester 3 Program S-1 PGSD dan PGPAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori konsep diri mahasiswa UPBJJ Universitas Terbuka Semarang dalam kategori sedang, kategori kemandirian belajar dalam kategori tinggi, dan kategori kemampuan resiliensi dalam kategori sedang. Adapun hubungan konsep diri dan kemandirian belajar terhadap kemampuan resiliensi menunjukkan hubungan yang signifikan dengan nilai signifikansi 0.000 dalam kategori sedang yang dibuktikan dengan koefisien korelasi 0.442. Hasil penelitian ini merekomendasikan bahwa perlu adanya pengembangan teknik konseling bagi mahasiswa yang memiliki konsep diri, kemandirian, dan resiliensi rendah dan pelatihan kemandirian
Pengaruh Strategi Pembelajaran (Make A Match Vs Konvensional) Dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar IPS Di SDN Wilayah Binaan V Gugus X Kecamatan Koja Jakarta Utara
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Make A Match vs konvensional terhadap hasil belajar IPS ditinjau dari minat belajar siswa Sekolah Dasar kelas V. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif studi Ex Post Facto, dengan rancangan desain faktorial 2x2 atau treatment by level. Penelitian ini dilakukan di dua Sekolah Dasar, dengan dibagi menjadi dua kelas. Kelas pertama adalah kelas eksperimen yang diberi
perlakuan dengan menggunakan strategi pembelajaran Make A Match sementara kelas kedua yang merupakan kelas kontrol diberi perlakukan dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Terdapat perbedaan hasil belajar IPS siswa yang
menggunakan strategi pembelajaran Make A Match lebih tinggi dibanding dengan yang belajar menggunakan strategi pembelajaran konvensional. 2). Terdapat perbedaan hasil belajar IPS siswa yang memiliki minat belajar tinggi yang belajar dengan strategi pembelajaran Make A Match lebih tinggi dari siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran konvensional. 3). Terdapat perbedaan hasil belajar
IPS siswa yang memiliki minat belajar rendah yang belajar dengan menggunakan strategi pembelajaran Make A Match lebih tinggi dari siswa yang belajar dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensionali. 4). Terdapat interaksi antara
strategi pembelajaran Make A Match dengan strategi pembelajaran konvensional ditinjau dari minat belajar terhadap hasil belajar IPS siswa
Pelatihan Penulisan Laporan Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru SD Gugus 10 Kec. Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mitra KKG SD Gugus 10 Kec. Sungai Raya Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru dalam merancang penelitian tindakan kelas guna pengembangan keprofesionalitasan guru dalam mengatasi permasalahan kelas, meningkatkan kualitas pembelajaran, menumbuhkembangkan kebiasan dan budaya meneliti, dan mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang, dan menyenangkan sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan siswa. Berdasarkan survei dan wawancara ditemukan bahwa banyak guru yang belum memahami konsep dan pentingnya penelitian tindakan kelas bagi peningkatan mutu pembelajaran. Oleh karena itu, banyak guru yang belum memahami bagaimana melaksanakan dan menulis penelitian tindakan kelas. Hal ini dapat berpengaruh kinerja guru dan hasil belajar siswa. Guru diharapkan sebagai problem solver dapat berupaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan siswa. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat bermanfaat bagi guru dan siswa guna peningkatan kualitas dan profesionalitas pembelajaran dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas
Peningkatan higher order thinking skills dengan pembelajaran berbasis masalah
Higher Order Thinking Skills atau kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan tuntutan dari kurikulum saat ini. Akan tetapi, fakta di SMPN 2 Kapuas Tengah Satu Atap menunjukkan bahwa siswa-siswa di sekolah tersebut belum memiliki kemampuan tersebut. Penelitian ini dimaksudkan untuk
mendeskripsikan pcngaruh pcmbelajaran berbasis masalah tcrhadap HOTS.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ekperimental semu. Populasinya adalah siswa-siswa SMP Negeri di Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas. Sampelnya adalah kelas VII A dan VIII A sebagai kelas
eksperimen, dan kelas VII B dan VIII B sebagai kelas kontrol. Intrumennya adalah pre-tes dan pos-tes yang memuat soal HOTS. Data dianalisis menggunakan N-gain dan analisis kovariat. Kesimpulannya menunjukkan peningkatan HOTS
siswa dari nilai pre-tes ke pos-tes yang diukur menggunakan N-gain pada siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Lebih lanjut, pembelajaran berbasis masa!ah berpengaruh terhadap
HOTS yang ditunjukkan dengan HOTS siswa (nilai post-tes) di kelas dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih dari siswa di kelas dengan model pembelajaran konvensional