Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Tingkat Pemahaman Mahasiswa Baru UPBJJ UT Pontianak Tentang Layanan UT Online Pasca Pelaksanaan OSMB Dan PKBJJ Semester 2022.1
Universitas terbuka (UT) merupakan perguruan tinggi yang menyediakan sistem belajar terbuka dan jarak jauh. Kegiatan pembelajaran sebagian besar dilaksanakan menggunakan media. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat belajar secara mandiri dengan menggunakan fasilitas yang telah disediakan oleh UT. OSMB merupakan kegiatan pengenalan mengenai proses belajar di perguruan tinggi. Khusus di UT yang menerapkan sistem belajar jarak jauh, maka OSMB di UT ditekankan pada proses belajar mandiri. Berdasarkan hasil pengamatan saat proses kegiatan OSMB, banyak dari mahasiswa yang merasa awam dengan layanan online UT. Mahasiswa masih beranggapan bahwa sistem layanan di UT memiliki kesamaan dengan perguruan tinggi lain yang berbasis tatap muka. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa baru tentang layanan UT online pasca pelaksanaan OSMB dan PKBJJ. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan deskripsi dan evaluasi tentang keberhasilan pelaksanaan kegiatan OSMB dan PKBJJ. Subjek penelitian adalah mahasiswa baru UPBJJ-UT Pontianak yang terdiri dari 30 mahasiswa diambil secara random. Sedangkan objek penelitian adalah tingkat pemahaman layanan UT online yang terdiri dari registrasi online, layanan belajar/tutorial online, sumber belajar online, latihan mandiri online, dan ujian online. Berdasarkan hasil observasi dan kuesioner pada penelitian ini, ditemukan bahwa tingkat pemahaman tertinggi mahasiswa baru tentang aspek-aspek layanan UT online setelah pelaksanaan OSMB dan PKBJJ adalah tentang layanan registrasi online. Selanjutnya tingkat pemahaman kedua yaitu sumber belajar online, kemudian ujian online, latihan mandiri online dan tingkat pemahaman terendah yaitu pemahaman tentang layanan belajar/tutorial online
Engaging Online Discussion Using the Community of Inquiry Framework on ICE-Institute’s Massive Open Online Course”
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu model Massive open online course (MOOCs) agar lebih mudah diakses dan terjangkau untuk siapa saja. Hasil penelitian terkini menunjukkan bahwa MOOCs memiliki banyak tantangan. Salah satu diantaranya adalah besarnya angka dropout dan rendahnya capaian hasil belajar ((Ferguson & Clow, 2015; Jordan, 2014; Kizilcec, Piech, & Schneider, 2013). Menurut Potter, 2004 kunci keberhasilan belajar daring adalah interaksi. Menjawab permsalahan ini, penelitian ini melihat dari sisi penerapan online collaborative learning (OCL) dengan menerapkan framework community of inquiry (COI). Karena OCL memiliki potensi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis (Junus, 2021). MOOCs telah menjadi salah satu pendekatan pembelajaran daring yang semakin berkembang dan banyak diteliti dewasa ini. ICE-institute sebagai konsorsium penyelanggara credential learning melalui MOOCs, mendorong adanya temuan-temuan dan pengembangan model pembelajaran baru yang dapat meningkatkan pengelaman belajar dalam pembelajaran daring
Analisis Prestasi Belajar Mahasiswa Melalui Tutorial Online Mata Kuliah PDGK 4406 Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar UPBJJ-UT Makassar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya dan pengaruh dan kontribusi Tutorial Online (Tunton) terhadap prestasi belajar mahasiswa Mata Kuliah PDGK 4406 Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar UPBJJ-UT Makassar. Data dianalisis dengan metode korelasional dan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian Ex-Post Facto dengan mengkaji korelasi antara tutorial online dan prestasi belajar mahasiswa Mata Kuliah PDGK 4406 Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar UPBJJ-UT Makassar. Untuk memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan dilakukan tes, mengumpulkan data melalui kuesioner, dokumentasi dan observasi. Untuk kepentingan pengelolaan data dalam penelitian ini maka di gunakan analisis korelasional dan regresi linear sederhana, dengan populasi seluruh mahasiswa PGSD UPBJJ-UT yang berjumlah 136 orang orang dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling, sehingga terpilih sampel sebanyak 30% dari 136 orang populasi yakni sebanyak 40 orang mahasiswa yang menjadi sampel mengikuti pembelajaran matematika Sekolah Dasar UPBJJ-UT Makassar. Hasil analisis dari pengolahan data penelitian diperoleh nilai signifikansi 0,039<0,05 yang berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan sedangkan hasil analisis korelasi product moment diperoleh besarnya nilai korelasi sebesar 0,579 berada pada interval 0,40-0,599 yang berarti termasuk pada kategori sedang. Hal ini berarti bahwa tutotial online memiliki kontribusi kepada prestasi belajar mahasiswa sebesar 8,4 persen sedangkan sisanya sebesar 91,6 persen dipengaruhi oleh faktor lain
Representasi Maksim Tutur dalam Wacana Komunikasi Politik
Dalam komunikasi politik eksistensi bahasa
sangat menarik untuk dikaji. Makna bahasa tidak lagi dilihat secara netral. Makna kata,frasa, klausa, kalimat, dan paragraf harus dimengerti dan dipahami lebih dari makna literal,makna harfiah, ataupun makna gramatikal. Dalam praktik komunikasi politik bahasa digunakan sangat dinamis dan lentur sesuai dengan konteks, situasi, dan tujuan komunikator. Bahasa di satu pihak mempunyai
makna kesepakatan yang terjadi secara sosial dan bebas dari intervensi kekuasaan. Di lain pihak, bahasa mampu menghadirkan diri dan memberi ruang dan sebagai arena untuk berbagai kepentingan dan kekuasaan itu sendiri. Oleh karena itu penelitian yang akan dilakukan memfokuskan pada hal tersebut. Bahasa yang digunakan elite politik seperti permintaan, perintah, larangan yang sering digunakan oleh anggota legeslatif dalam komunikasi politik berpeluang menciptakan konflik individu dan sosial. Selain itu elit politik kadang menebarkan kebohongan dan memutarbalikan
fakta sehingga dapat menimbulkan keresahan masyarakat yang bisa menyebabkan terjadinya konflik. Kata-kata memiliki kekuatan yang dahsyat untuk mempengaruhi. Politisi diharapkan mampu berkomunikasi secara lancar kepada berbagai pihak di masyarakat luas. Mereka diharapkan dapat mengkomunikasikan gagasan dan pemikiran mereka secara jelas. Untuk menyatakan secara tepat apa yang dimaksud oleh penuturnya (politisi), maka digunakan prinsip
kerjasama, yakni setiap pembicara harus mematuhi empat maksim kerjasama dalam percakapan tersebut. Keempat maksim percakapan itu adalah: (1) maksim kuantitas; (2)
maksim kualitas; (3) maksim relevansi; dan (4) maksim cara. Maksim adalah prinsip yang harus ditaati oleh peserta pertuturan dalam berinteraksi, baik secara tekstual maupun interpersonal dalam upaya melancarkan jalannya proses komunikasi. Penelitian ini akan mendeskripsikan
seberapa besar bentuk-bentuk maksim yang digunakan oleh para elite politik ketika berkomunikasi, akankah terjadi pelanggaran atau pematuhan terhadap maksim yang
terkandung dalan tuturan komunikasi tersebut.
Temuan penelitian akan didesiminasikan pada seminar nasional atau pada jurnal nasional (Sinta 4,5,6) sebagai luaran wajib dan jurnal internasional yang bereputasi atau terindeks
Scopus buku yang ber ISBN sebagai luaran tambahan. Dengan metode ini sangat diharapkan adanya temuan berupa Prinsip dasar yang terukur pada level TKT 1-
The Mediating Role of Task Commitments on The Influence of Leaders' Integrity on Job Performance: Study at Tax Office in South Tangerang City
This study aims to analyze the contribution of leader integrity and task commitment in influencing employee performance. The study used a quantitative approach involving 93 employees of the tax office in South Tangerang City. Collecting data using a Likert scale questionnaire and analyzed using path analysis. The research findings indicate that the leader integrity and task commitment factors have a positive and significant influence on employee performance. Leader integrity is also known to have a significant influence on task commitment. Another finding shows that task commitment plays a role in mediating the influence of leader integrity on job performance. Based on these results, it is necessary to improve the integrity of the leadership and strengthen the task commitment to optimize job performance
Impact of the Covid-19 Pandemic on the Elementary School Student’s Learning Media: A Relationship Between Facilities and Teacher’s Perception
This study aimed to examine the relationship between facilities and instructors' perceptions of their ability to develop instructional media during a pandemic. This study employed a quantitative approach through the use of a survey. The sample size for this study was 154 elementary school teachers drawn through a purposive sampling technique from Pelalawan and Rengat districts. The data were gathered via a survey administered over WhatsApp and analyzed descriptively and inferentially using SPSS version 26. The findings indicated that all fundamental support facilities for online learning were met 100 % of the time, interactive learning media facilities were met 48.7 % of the time, and assistive devices for students were met 58.4 % of the time. Additionally, 60.4 % of teachers frequently create learning media on their own, 45.5 % frequently generate media independently, and 42.9 % frequently use online learning media. The Pearson Product Moment Correlation Coefficient calculated between facilities and teachers' abilities indicated a significant value of 0.000<0.05. As a result, it is possible to conclude that there is a positive and significant association between facilities and the teacher's opinion of their ability to produce instructional media
Social Capital Analysis in Small and Micro Enterprises (SMEs) Management during the Covid-19 Pandemic
Small and Micro Enterprises (SMEs) in Indonesia play an important role as a vital source of employment, contribute significantly to of the country’s Gross Domestic Product (GDP ) and a crucial source of economic security for the lower middle class. However, during Covid-19 pandemic, SMEs have faced serious challenges that have had adverse impact on business operations. Government policies that were aimed at controlling the spread of Covid-19, that included Large-scale Social Restrictions (PSBB) policy and social distancing rules, have had adverse impact on SME economic activities. This study analyzes social capital in the management of SMEs in Bengkulu city. The research was based on primary data and secondary data sources. Meanwhile, data analysis involved frequency distribution statistics. The empirical results showed that social capital in the management of SMEs as manifested in mutual trust, business networks, and solidarity had positive impact on SMEs management in Bengkulu city
Management of Default Risk and Reserve Requirement
This study aims to empirically examine the effect of credit risk on bank performance through capital adequacy (CAR) as a mediator. Where capital adequacy (CAR) is a new concept developed from the synthesis of monetary theory, financial intermediation theory, agency theory and bank risk management, as an effort to mediate the research gap between the influence of credit risk on bank performance. This study uses panel data with 35 companies as samples and uses a research period from 2013 to 2020. The analytical tool used in this research is PLS-SEM with WarpPLS 7.0 application. The results of the study explain the two rejected hypotheses, namely the effect of NPL on ROA and the effect of GWM on CAR, but the role of CAR as a mediator of the research gap in this study is the relationship between the effect of NPL on ROA and CAR as a partial mediator
The Encouragement Of Ergo-Iconic Service Values Toward Agile Government To Improve The Government Service Performance
This study aims to prove that government services that regulate the value of ergo-iconic services are
expected to improve services, think about existence, become the entrepreneurial government, build,
and create innovative ideas. This study uses an electronic questionnaire that is distributed using the
snowball sampling technique. The number of respondents collected was 202 people in one month,
20 days from February to March 2020. Questionnaires distributed through online media can limit the
number of answers. If they are under 20 years of age or the same as those who have graduated from
college, it can be assumed that they often perform transaction services provided by the government.
The Ergo-iconic service value proposed in this study is used as an independent variable. This has
proven to be a positive contribution and encourage the government to make improvements and
accept the values of the community. In addition, the ergo-iconic value can monitor and provide a
comfortable function that has succeeded in improving the performance of government services. The
indicator of originality in this study is the value of ergo-iconic services developed from previous
studies. The implication of the results of this study is that the ergo-iconic service value model can
create public service performance and create agile governance