Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Dampak Destination Image Melalui e-WOM Terhadap Keputusan Kunjungan Urban Millenial di Kota Potensial Wisata = The Impact of Destination Image Through e-WOM On the Decision to Visit Urban Millennial In Tourism Potential City
Tourism potential in Serang City is almost eliminated and forgotten along with the city’s continuous expansion. The role of the millennial generation in promoting tourism is now important. Therefore, researchers used urban millennials as respondent in this study. By using SEM analysis with the SmartPLS application, this research conducted to determine destination image preferences from millennial tourists in Serang City and their influence on e-WOM and the decision to visit. The results indicated support for affective image, price image, and travel motivation positively influence e-WOM. However, e-WOM does not appear to have a significant positive influence on the decision to visit. Additionally, cognitive image is the only factor that positively influences the decision to visit directly. The proposed mediating role of e-WOM in the relationship between destination image with the decision to visit is not supported. The findings of this study offer important factors for the destination marketers, policymakers, and businesses of a potential tourism city, in this case Serang City, to consider when developing a specific marketing strategy for this market segment (urban millennials). In addition, the results of this study provide a better understanding of the urban millennial perspective on their decision to visit cities with tourism potentia
Pengembangan Sikap Kerja pada Pembelajaran Daring dengan Pengukuran Langsung dan Tidak Langsung dan Refleksi Pembelajar
Riset sebelumnya, mengembangkan model pembelajaran yang mendukung sikap kerja (soft skill) dan pengembangan platform sistem elearning yang dapat merekam dan mengevaluasi variabel atau parameter aktivitas belajar mahasiswa secara daring yang ada kaitannya dengan penilaian soft skill tersebut. Kriteria soft skill yang dinilai terdiri dari motivasi dan positivity, responsibility, disiplin, kemampuan komunikasi, peduli, kreativitas dan inovasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil penilaian kemampuan soft skill mahasiswa pada kegiatan tutorial yang terdiri atas tutorial online (tuton) dan tutorial webinar (tuweb), serta hubungan kemampuan soft skill terhadap nilai tutorial pada Program Pascasarjana Universitas Terbuka. Aspek soft skill yang dikembangkan adalah: 1) kemampuan kerjasama tim dalam tuton; 2) penilaian komunikasi lewat forum diskusi; 3) komunikasi oral dalam tuweb; dan 4) kepemimpinan dalam tuton dan tuweb. Penelitian dilakukan terhadap 99 mahasiswa Program Pascasarjana UT melalui tuton dan tuweb pada Mata Kuliah MPDR5300 dan MPMT5302. Instrumen penelitian berupa angket survei online menggunakan Microsoft Form. Analisis data menggunakan statistik deskriptif serta analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian: 1) kemampuan soft skill mahasiswa pada tuton dan tuweb rata-rata sudah berkembang sesuai harapan; 2) kemampuan kerjasama dalam tim, kemampuan komunikasi memiliki korelasi terhadap kehadiran, diskusi, tapi tidak memiliki korelasi terhadap tugas; kemampuan komunikasi oral dan kepemimpinan tidak memiliki korelasi terhadap diskusi dan tugas; dan 3) kemampuan kerjasama tim dan komunikasi memiliki kontribusi terbesar terhadap nilai tutorial dibanding kemampuan komunikasi oral dan kepemimpinan. Keterbatasan penelitian ini adalah tidak seimbang sampel penelitian antara kelas tuton dan kelas tuweb. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan memperhatikan keseimbangan sampel antara kelas tuton dan tuweb. Selain itu, penelitian selanjutnya masih tetap mengembangkan kemampuan soft skill komunikasi dan kerjasama, namun dilakukan pada kegiatan tutorial online dan tutorial webinar
Pembaruan User Experience dan Evaluasi Aplikasi Augmented Reality Fonetik Bahasa Inggris
Tujuan pembaruan dan evaluasi aplikasi Augmented reality adalah membuat panduan tutorial dalaam aplikasi yang mudah dimengerti user, evaluasi penggunaan aplikasi, dan perilaku
pengguna dalam belajar menggunakan aplikasi AR. Metode yang digunakan adalah Research and Development yang telah dikembangkan selama dua tahun. Penelitian ini adalah penelitian tahap tiga yang bermaksud menguji coba dan memuktahirkan aplikasi dengan melengkapi unsur video, gambar 2D dan voiceover. Sedangkan eksperimen akan diadakan kepada user untuk ujicoba dengan lokasi Jakarta, Bandung, dan Bali dimana mahasiswa sastra inggris memiliki populasi yang banyak. Untuk mengukur ketercapaian kegunaan aplikasi, maka
kuisioner akan diberikan pada pengguna
Penentuan Tarif Kursus Daring
Pandemi global telah memicu perubahan signifikan dalam paradigma pendidikan, mendorong lembaga-lembaga seperti ICE Institute untuk meninjau strategi penentuan tarif kursus daring mereka. Penelitian ini mengungkapkan beberapa temuan kunci terkait kebijakan tarif, kesediaan mahasiswa membayar, dan persepsi terhadap pembelajaran daring. Melibatkan analisis mendalam terhadap faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, pendapatan, dan respon mahasiswa terhadap kuliah daring, penelitian ini memberikan pandangan mendalam untuk membantu lembaga dalam mengambil keputusan yang terinformasi terkait tarif dan strategi pembelajaran masa depan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa bersedia membayar antara Rp 64.294 hingga Rp 140.413 per sks untuk kuliah daring berkualitas baik, dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pendapatan, dan biaya kuliah; mahasiswa yang bekerja merespons lebih positif terhadap kuliah daring; umumnya, mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap kuliah online selama pandemi; penetapan biaya kuliah perlu disesuaikan dengan level pendidikan, pendapatan, dan biaya kuliah di perguruan tinggi; komponen pembayaran melibatkan Annual Consortium Fee, Credit Degree Platform transaction Fees, dan Non-Credit Course Transaction Fees; ICE Institute akan menyediakan berbagai layanan seperti kurasi kursus online dan transkripsi bahasa; Model Konsorsium dianggap efektif dengan persiapan yang cermat oleh ICE Institute dan mitra; dan ICE Institute menyediakan Pricing Calculator App untuk membantu pengelola PT menentukan harga mata kuliah daring
Ulat Sagu
Pemanfaatan komoditas lokal sebagai sumber pangan saat ini mulai berkembang dengan aneka inovasi proses pengolahan, baik dengan cara tradisional hingga menggunakan teknologi modern. Namun, sosialisasi pengenalan sumber bahan pangan lokal kepada masyarakat masih perlu terus dilakukan. Dengan demikian, terdapat kesinambungan informasi dari generasi ke generasi yang didukung oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui buku ini diharapkan dapat membantu menyebarluaskan informasi mengenai potensi dan pemanfaatan komoditas pangan lokal sebagai sumber pangan alternatif. Beberapa sumber pangan alternatif yang dibahas pada buku ini diantaranya adalah porang, ganyong, gembili, kentang hitam, alkesa, parijoto, labu kuning, bekatul, jangkrik, belalang, dan ulat sagu. Komoditas-komoditas ini hanya sebagian kecil dari sumber pangan alternatif yang ada di Indonesia. Masih banyak potensi komoditas lokal lainnya di Indonesia ini yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif di masa depan
RANCANG BANGUN ROBOT PENDETEKSI HAMA DI LAHAN PERTANIAN MENGGUNAKAN PENGKLASIFIKASI FUZZY REAL TIME
Pada tahun sebelumnya, kami telah berhasil membuat sebuah alat yang berfungsi untuk mendeteksi gulma pada tanaman wortel menggunakan analisis pencitraan menggunakan perangkat kamera dan Arduino. Arduino mengambil gambar lapangan dari kamera yang terhubung melalui koneksi USB dan dikirim ke server IoT. Metode yang digunakan dalam analisis adalah dengan menggabungkan metode proyeksi vertikal dan metode pemindaian linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kami buat sangat efektif dalam mendeteksi tepi tanaman wortel. Namun, pendeteksi gulma ini hanya terbatas pada objek yang terdeteksi oleh kamera saja, tidak menjangkau semua wilayah pertanian. Sehingga, penyempurnaan perlu dilakukan dengan menambahkan robot sebagai media survey wilayah pertanian. Deteksi hama otomatis menjadi tugas penting untuk mengurangi kegagalan panen dan efisiensi proses pertanian. Pendeteksian gulma dengan model robotik menggunakan sistem kendali berbasis Arduino Uno ditempatkan pada robot yang bergerak. Prototipe robot pendeteksi hama dirancang dan dikembangkan menggunakan Raspberry Pi pengendali mikro dan subsistem keluaran masukan yang sesuai seperti kamera, sumber cahaya kecil dan motor dengan sistem tenaga. Hasil riset ini diharapkan dapat bermanfaat untuk ketahanan pangan dan akan dipublikasikan pada jurnal Engineering Letter. Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) penelitian ini adalah demonstrasi model atau prototipe sistem vision dalam ruang lingkup pertanian
Ethnopharmacology and Potential ff Bioactive Compounds in Butterfly Pea (Clitoria ternatea Linn.) as Antibacterial – A Review
Clitoria ternatea, also called the butterfly pea, has an extended tradition of usage in medicine. Worldwide, Clitoria ternatea is a popular ornamental flower and has long been used as a culinary colouring. In order to treat conditions including digestive issues, constipation, joint inflammation, skin ailments, and liver and intestinal problems, among others, the plant’s many sections are used. This plant shows many antimicrobials, gastrointestinal antiparasitic, and insecticidal effects on its flower parts. Therefore, Clitoria ternatea must be cultivated, preserved, and studied for its potential further because of its many benefits. This paper reviews the potential of Clitoria ternatea flowers in antibacterial activity and its bioactive compounds based on recent research reviews, chemical compounds such as tannins, phlobatannins, carbohydrates, saponins, triterpenoids, phenols, flavonoids, flavonol glycosides, proteins, alkaloids, anthraquinones, anthocyanins, glycosides, stigmast-4-ene-3,6-dione, essential oils, steroid kaempferol, quercetin, myricetin glycosides, and anthocyanins have been isolated from Clitoria ternatea flowers. These compounds are found to have an antimicrobial activity that benefits human health. Thus, Clitoria ternatea is a promising candidate for functional food applications due to its various pharmacotherapeutic properties, safety, and effectiveness
Revolutionizing Urban Society: Fulfillment of Animal and Vegetable Food Through Biofloc Technology as An Independent Food Source in Families
An expanding global population necessitates stable food availability, yet agriculture suffers from the consequences of climate change water and energy scarcity. Intensive food production techniques like aquaculture and greenhouse vegetable growth can be highly productive and negatively impact the environment. This system is more environmentally friendly due to various initiatives and significant scientific advancements. Wastewater is water recycled from domestic, commercial, or industrial sources. The use of biofloc technology in the aquaculture industry has gained significant acceptance among aquaculture farmers. This achievement is because biofloc technology is a cultivation approach that leverages microbial group growth in water as a source of nourishment for cultivating organisms. This system has several advantages, making it an attractive alternative for meeting sustainable food needs and increasing resource efficiency. This paper aims to demonstrate how employing biofloc technology as a type of home (family) size urban farming. The technology is to overcome the challenge of urban society's limited land to provide food independently by combining fish and vegetable production with the biofloc system. The continuity of micronutrients in biofloc ponds for the growth of plants and fish in ponds aligns with environmental sustainability and food security principles
Higher order thinking skills sebagai luaran model pembelajaran outcome-base education pada pembelajaran matematika
Naskah Akademik Program Studi S-1 Perpajakan
Program Studi S1 Perpajakan Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) UT ditawarkan atas dasar kebutuhan pasar. Ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang perpajakan yang dapat mendukung upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya masih
sangat kurang. Kebutuhan yang tinggi di bidang perpajakan, belum diimbangi dengan ketersediaan SDM bidang perpajakan. Jika di lihat jumlah perguruan tinggi yang menyelenggarakan program perpajakan, hanya sekitar 4 Perguruan Tinggi. Rata-rata mereka memiliki mahasiswa program perpajakan jenjang D-1 sampai D-4/S-1, kurang dari 1000 mahasiswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena peneliti ingin mengetahui potensi pasar bidang perpajakan secara menyeluruh dan komplek. Untuk mendapatkan data yang diperlukan, peneliti melakukan survai awal kepada 521 responden tentang minat masyarakat terhadap Prodi S1 Perpajakan UT, dilanjutkan dengan melakukan studi banding ke beberapa perguruan tinggi yang memiliki Program
Studi S1 atau D4 Perpajakan atau Fiskal, dan studi dokumentasi.
Hasilnya menunjukkan bahwa 53 persen dari responden mengatakan bahwa Prodi S1 Perpajakan dipilih karena sesuai dengan pekerjaannya saat ini. Kemudian 80,8 persen memilih kuliah di UT karena waktunya dapat fleksibel, sehingga tidak mengganggu mereka untuk tetap bekerja.
Sedangkan potensi pasar yang ada, dari Lembaga pemerintah, estimasinya sekitar 1.204 orang; dan dari Lembaga BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta lainya, estimasinya sekitar 59.848 orang