Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
    9681 research outputs found

    Engaging Learners Online: Use Interaction Gamification To Increase The Quality Of Learning, Independent, Interactive, And Fun On Ice-I Institute Online Course : Laporan Hibah Penelitian Kolaborasi Pusat Riset Dan Inovasi Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh LPPM – Universitas Terbuka 2021

    Full text link
    Penelitian ini akan membahas engaging learners online: use interaction gamification. Agar tidak terjadi learning loss dalam pembelajaran online maka diperlukan desain pem-belajaran yang dapat melibatkan pebelajar secara aktif dalam online learning, dengan memperhatikan kualitas, kemandirian dan pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu yang dapat dikembangkan adalah pembelajaran interaktif gamification. Penelitian ini akan memfokuskan pada 3 hal, sebagai berikut: 1) Mengidentifikasi kesiapan mahasiswa dan dosen dalam mengikuti pembelajaran online dalam lingkungan MOOCs ICE-Insti-tute; 2) Mengembangkan gamifikasi interaktif dan menyenangkan dalam pembelajaran online ICE-Institute untuk meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa; dan 3) Men-gukur kelayakan dan keefektifan hasil pengembangan gamifikasi dalam pembelajaran online dalam lingkungan ICE-Institute. Penelitian ini menerapkan pendekatan penelitian yang Research and Development (R&D) sementara kontennya di fokuskan pada mata kuliah Keguruan sebagai mata kuliah yang wajib diprogramkan mahasiswa kependidikan. Adapun prosedur pengembangannya adalah analisis, desain (rancangan gamefication dan MOOCs), pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengembangan dapat digunakan dalam mengatasi masalah yang terjadi dalam pembelajaran online salah satunya kekhawatiran akan terjadinya learning loss

    Analisis Mutu Teh Celup Herbal Sebagai Minuman Fungsional

    Full text link
    Potensi diversifikasi minuman herbal semakin meningkat seiring dengan gaya hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan minuman herbal dalam bentuk teh celup yang praktis dan ekonomis dari segi proporsi dan harga jual. Tujuh sampel teh herbal diuji dengan proporsi rempah-rempah yaitu kulit manggis, jahe, serai, daun kersen, daun jeruk purut, dan daun salam. (P1= 1:1:1:1:1:1), (P2= 1:2:1:1:1:1), (P3= 1:1:2:1:1:1), (P4= 1:1:1:2:1:1), (P5= 1:1:1:1:2:1), (P6= 1:1:1:1:1:2), dan (P7= 2:1:1:1:1:1) Metode uji hedonik digunakan untuk mendapatkan hasil terbaik berdasarkan kualitas teh herbal dengan parameter warna, aroma, dan rasa. Sampel responden terdiri dari 100 orang pendamping UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil terbaik dengan komposisi P3 = 1:1:2:1:1:1 dari segi aroma dan rasa teh celup herbal. Sedangkan dari segi tingkat kepentingan teh celup herbal, panelis menilai aspek warna menjadi faktor yang paling penting, diikuti oleh rasa dan aroma teh celup herbal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teh celup herbal dapat diterima oleh masyarakat sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait pengujian kandungan kimia. Dan dari hasil analisis laboratorium teh celup herbal meliputi uji kandungan flavonoid, pholiphenol, antioksidan, kadar abu dan kadar air dengan dua perlakuan meliputi yang diseduh dan dalam keadaan kering (kemasan). Kandungan nutrisi terbaik secara umum adalah formula P7 (2 g kulit manggis, 1 gram jahe, 1 gram serai, 1 gram daun kersen, 1 gram daun jeruk, dan 1 gram daun salam

    Potret Tabrani Rab dalam Bingkai Wacana dan Gerakan Riau Merdeka

    Full text link
    Abstrak : In the Reform era, Tabrani Rab, known as a doctor and a lecturer who was concerned for the poor (low-level people)—to whom people complained—and the domineering center appeared with his discourse of freedom among federalism and regional autonomy discourse. With his supporters, he crystallized his thoughts in a battle for the so-called Freedom of Riau. This article aimed to describe Tabrani Rab‘s contribution to the discourse and movement of Riau‘s freedom. Then, it observed the position of both discourse and movement in a political contest of Riau. This study may be categorized in a description and the applied approach was inductive. The result of the study was that both discourse and movement sank below the discourse of regional autonomy in the local political contest of Riau. In the context of the internal movement, it didn‘t have such group solidarity, high idealism, a clear point of view and mission and a credible and competent opinion leader. Riau‘s freedom was still no longer in incubation. The political mission of Tabrani with his movement of Riau‘s freedom could be shown in his political act. His political act showed that the true mission of Tabrani Rab was to the prosperity and justice to Riau

    Hermeneutika dan Semiotika dalam Puisi

    Full text link

    Orasi ilmiah Gubernur Bali

    Full text link

    Pengembangan Karakter Melalui Penggunaan Augmented Reality Dan Big Book Untuk Pendidikan Anak Usia Dini

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi penyelenggaraan PAUD di Indonesia masih menggunakan media pembelajaran yang terbatas dan ada yang belum menggunakan teknologi. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan mengembangkan Pendidikan karakter anak usia dini menggunakan media Augmented Reality (AR) dan big book. Penelitian ini akan menggunakan Metode Penelitian dan Pengembangan (R & D) selama 2 (dua) tahun. Produk dari 2 tahun penelitian diharapkan adalah 1 augmented reality (AR) dan 8 big book. Di tahun pertama, penelitian ini telah dihasilkan prototype augmented reality (AR) dan 4 rancangan big book. Di tahun kedua, penelitian ini direncanakan akan mengembangkan produk dan validasi untuk menghasilkan 1 augmented realityyang telah final dan 8 judul big book yang valid ( 4 big book di tahun 1 dan 4 big book juga ditahun 2). Dari dua tahun penelitian akan dihasilkan HKI 1 augmented reality dan 8 judul big book.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R & D) dari Borg and Gall (1983) yaitu sebuah metode yang betujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi model yang dilakukan dalam beberapa tahapan dimulai dari dirumuskannya model, pengetesan model (uji coba), dan direvisi sesuai hasil tes lapangan. Secara rinci langkah-langkah pelaksanaan penelitian pengembangan model ini dilakukan dalam 10 tahap yaitu (1) Identify Instruction Goal(s), (2) Conduct Instructional analysis, (3Analyze learner and context, (4Write Performance objectives, (5) Develop assessment instruments, (6) Develop instructional strategy, (7) Develop and select instructional materials, (8) Design and conduct formative evaluation of instruction, (9) Revices Instruction and, (10) Design and conduct summative evaluation. Kesepuluh tahapan tersebut secara umum dibagi menjadi 2 tahun penyelenggaraan, yaitu Tahun pertama tahap satu hingga tujuh, Tahun kedua tahap delapan, sembilan dan tahap sepuluh. Proposal ini akan dimulai dengan melaksanakan tahapan tahun pertama

    Analisis Kebutuhan Bahan Pengembangan Instrumen Tes Membaca Pada Pemelajar BIPA Di Bali : Laporan Penelitian Skema Kompetitif Penelitian Dasar Kategori Penelitian Keilmuan

    Full text link
    Tingginya minat mempelajari Bahasa Indonesia pada penutur asing saat ini semakin meningkat. Hal tersebut salah satunya didorong oleh aspek pariwisata yang semakin berkembang pesat di Indonesia. Pemelajar BIPA datang dengan berbagai tujuan yang bervariasi, salah satunya adalah tujuan komunikasi. Pemelajar BIPA dengan tujuan komunikasi misalnya banyak ditemukan di daerah pariwisata seperti di Bali atau Lombok di Indonesia. Penelitian ini bertujuan memaparkan profil kebutuhan materi, bahan, dan kompetensi yang diperlukan dalam pengembangan instrumen tes membaca bagi pemelajar BIPA di Bali dengan tujuan komunikasi. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara langsung dan menyebarkan kuesioner pada pengajar dan pemelajar BIPA di dua lembaga penyelenggara BIPA yang ada di Bali. Desain penelitian ini yaitu kualitatif dengan mendeskripsikan data hasil penelitian. Analisis data menggunakan model interaktif Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibutuhkan sebuah pengembangan teks bacaan sebagai bahan evaluasi yang diharapkan dapat digunakan dalam kegiatan evaluasi keterampilan membaca pemelajar BIPA dengan tujuan komunikasi. Muatan nilai budaya Indonesia secara utama dipilih oleh pemelajar BIPA dapat diintegrasikan maupun ditambahkan dalam bentuk paparan yang tersturktur sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan budaya pemelajar BIPA. Berbagai macam bentuk teks, khususnya pesan singkat yang faktual diharapkan mampu menjadi inovasi dalam penyusunan teks bacaan sebagai bahan evaluasi. Ilustrasi bermuatan kebudayaan juga dapat digunakan sebagai pendukung teks. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan untuk proses penelitian yang selanjutnya. Oleh karena itu, penelitian ini masih harus dilanjutkan dengan implementasi penyusunan atau pembuatan teks bacaan sebagai bahan evaluasi pemelajar BIPA dengan tujuan komunikasi. Setelah prototipe bahan bacaan sebagai instrumen tes membaca bagi pemelajar BIPA telah terbentuk, selanjutnya terdapat tahapan penilaian pakar, dan uji coba terbatas. Pada akhirnya, instrumen tes membaca ini kemudian dapat disebarluaskan secara masif untuk mendukung program BIPA di berbagai lembaga, baik di dalam maupun di luar negeri

    Studi Keterkaitan Antara Ketahanan, Mutu dan Keberlanjutan Pangan: Keseluruhan Sudut Pandang Tentang Hidup Berkelanjutan

    Full text link
    Ketahanan pangan merupakan jaminan akses pangan bermutu dan bergizi untuk seluruh kelompok masyarakat. Ketahanan pangan meliputi empat aspek, yaitu keberadaan, akses, utilitas dan stabilitas pangan. Ketahanan pangan berkaitan langsung dengan kualitas produk pangan dan praktek keberlanjutan dalam kegiatan produksi pangan. Artikel ini menganalisis hubungan antara kualitas, ketahanan dan keberlanjutan pangan dari segi aksesibilitas, kebutuhan gizi dan dampak produksi pangan terhadap lingkungan. Pendekatan berkelanjutan sangat penting dilakukan untuk mencapai sasaran di tahun 2030 yang ditetapkan PBB. Artikel ini melihat secara keseluruhan tentang kebutuhan produksi pangan yang berkualitas untuk mendukung sistem pangan dengan pertimbangan dampak lingkungan, sosial dan Ketahanan pangan merupakan jaminan akses pangan bermutu dan bergizi untuk seluruh kelompok masyarakat. Ketahanan pangan meliputi empat aspek, yaitu keberadaan, akses, utilitas dan stabilitas pangan. Ketahanan pangan berkaitan langsung dengan kualitas produk pangan dan praktek keberlanjutan dalam kegiatan produksi pangan. Artikel ini menganalisis hubungan antara kualitas, ketahanan dan keberlanjutan pangan dari segi aksesibilitas, kebutuhan gizi dan dampak produksi pangan terhadap lingkungan. Pendekatan berkelanjutan sangat penting dilakukan untuk mencapai sasaran di tahun 2030 yang ditetapkan PBB. Artikel ini melihat secara keseluruhan tentang kebutuhan produksi pangan yang berkualitas untuk mendukung sistem pangan dengan pertimbangan dampak lingkungan, sosia

    Ancaman Perubahan Lahan Kawasan Hutan di Taman Nasional Lore Lindu Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia

    Full text link
    Pertumbuhan penduduk dapat menyebabkan terjadinya perubahan penggunaan lahan secara drastis, terutama di sekitar daerah-daerah flora dan fauna di kawasan taman nasional. Tujuan penelitian ini menganalisis perubahan lahan hutan dan dampak yang mempengaruhi perubahan lahan hutan. Metode yang digunakan meliputi analisis Spasial Citra Satelit Landsat 7/8 dan analisis regresi logistik binner. Perubahan lahan secara keseluruhan pada wilayah Kawasan Taman Nasional Lore Lindu yang berada pada Kabupaten Sigi dan Donggala dianalisis dari data satelit Landsat tahun 1997, 2002, 2013, dan 2018. Hasil penelitian analisa interpretasi citra landsat diketahui bahwa kawasan hutan merupakan areal yang sangat signifikan mengalami perubahan menjadi areal penggunaan lahan lain; dengan perubahan luasan hutan 1997-2002 sebesar 218.362 ha, 2002-2013 sebesar 214.098 ha, dan 2013-2018 sebesar 210.830 ha. Masing-masing periode perubahan mempunyai rata-rata penurunan luasan kawasan hutan sebesar ±4.000 Ha. Dampak yang mempengaruhi peluang perubahan lahan hutan di kawasan Taman Nasional Lore Lindu berdasarkan hasil analisis regresi logistik biner adalah kepadatan penduduk (X5), jarak dari pemukiman (X3), jarak dari jalan raya (X2), jarak dari ibu kota (X4) dan kondisi topografi (X1). Dari kelima variabel tersebut, variabel kepadatan penduduk memiliki koefisien regresi negatif tertinggi yaitu sebesar -0,068. Persamaan regresi Y = -0,094X1 − 0,157X2 - 0,176X3 - 0,083X4 - 0,068X5, dengan tingkat signifikansi 0,001 kurang dari 0,05 yang menunjukkan bahwa kelima faktor tersebut sangat mempengaruhi tingginya perubahan lahan di Taman Nasional Lore Lindu. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa peningkatan kepadatan penduduk di Taman Nasional Lore Lindu sangat berpengaruh signifikan pada penurunan luasan kawasan hutan sehingga diperlukan kebijakan pengelolaan kawasan Taman Nasional untuk membatasi laju peningkatan penduduk di sekitar Taman Nasional Lore Lindu

    Analisis Spasial Perubahan Penggunaan Lahan di Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor Tahun 2000-2021

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor dengan menggunakan citra satelit landsat dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2021. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan citra satelit landsat tahun 2000-2021 yang diunduh dari USGS Explorer dan dilakukan analisis classification supervised serta dilakukan ground check lapangan untuk memastikan terkait kebenaran hasil interpretasi yang telah dilakukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan lahan terbesar pada tahun 2000-2021 terjadi pada penggunaan lahan permukiman pedesaan dan perkotaan sebesar 979 ha. Pada tahun 2000 penggunaan lahan tertinggi pada penggunaan lahan campuran vegetasi yaitu 4.517,64 ha, namun pada tahun 2010 penggunaan lahan bervegetasi campuran mengalami penurunan menjadi 3.685,63 ha dan penggunaan lahan permukiman meningkat menjadi 1.123,69 ha. Pada tahun 2021 penggunaan lahan vegetasi campuran kembali berkurang menjadi 1.858,75 ha, dan penggunaan lahan permukiman meningkat signifikan menjadi 1.760,94 ha. Berdasarkan hasil observasi lapangan terlihat bahwa di Kecamatan Parung Panjang telah banyak terjadi alih fungsi lahan dari lahan pertanian dan vegetasi campuran menjadi lahan permukiman pedesaan dan perkotaan, selain itu beberapa kawasan telah dialihfungsikan menjadi kawasan industri khususnya industri pertambangan pasir dan batu

    9,422

    full texts

    9,681

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Terbuka Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇