Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Peran Pemimpin dalam Upaya Optimalisasi Pelayanan Guna Peningkatan Penerimaan Pajak di KPP Pratama Denpasar Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran pemimpin dalam upaya optimalisasi pelayanan guna peningkatan penerimaan pajak. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peran pemimpin dalam upaya optimalisasi
pelayanan untuk peningkatan penerimaan pajak di KPP Pratama Denpasar Barat, (2) menganalisis faktor-faktor pendorong upaya optimalisasi pelayanan guna peningkatan
penerimaan pajak, dan (3) menganalisis faktor-faktor penghambat upaya optimalisasi pelayanan guna peningkatan penerimaan pajak dan menyusun strategi yang seharusnya diterapkan untuk menurunkan faktor penghambat tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan adalah dengan menerapkan triangulasi sumber. Dalam rangka
pembentukan sampel pada penelitian ini, dipergunakan non probability sampling Sehubungan dalam non probability sampling terdiri dari beberapa teknik atau pendekatan, maka dalam pembentukan sampel pada penelitian ini dipilih teknik purposive sampling Penelitian ini mengambillokasi di KPP Pratama Denpasar Barat.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran pemimpin dalam upaya optimalisasi pelayanan guna peningkatan penerimaan pajak di KPP Pratama Denpasar Barat adalah pemain sebagai pemimpin sebagai ( 1) lnovator, (2) Inisiator, (2) Mediator dan (4) Fasilitator. Sementara itu, faktor-faktor pendorong dan penghambat dalam upaya optimalisasi pelayanan guna peningkatan penerimaan pajak di KPP Pratama Denpasar Barat terbagi menjadi faktor ekstemal dan faktor internal.
Untuk itu, kemudian dirumuskan strategi untuk menurunkan faktor-faktor penghambat tersebut
Pengaruh Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer Sekolah dan Kinerja Guru Terhadap Hasil Belajar Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Menganalisis peran kepala sekolah sebagai manajer sekolah, kinerja guru dan hasil belajar siswa SD di Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. (2) Menganalisis pengaruh antara peran kepala sekolah sebagai manajer sekolah dengan hasil belajar
siswa SD di Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. (3)
Menganalisis pengaruh antara kinerja guru dengan hasil belajar siswa. (4)Menganalisis peran kepala sekolah sebagai manajer sekolah dan kinerja guru berpengaruh terhadap hasil belajar siswa SD di Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah guru Sekolah Dasar Negeri se- Kecamatan Dayeuhkolot yang berjumlah 200 guru. Penentuan anggota sampel dari populasi diambil seluruh kelompok strata dari golongan IV/a. Besar sampel penelitian ini adalah 50 orang yang diambil secara proporsional. Pemilihan subjek sebanyak 50 orang dilakukan
dengan cara acak pada masing-masing kelompok populasi yang sudah ditetapkan. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified proporsional random sampling. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik. regresi dan korelasi. Berdasarkan hasil analisis maka
dapat disimpulkan bahwa peran kepala sekolah sebagai manajer sekolah menurut responden penelitian termasuk pada kategori baik. kinerja guru menurut responden penelitian termasuk pada kategori sangat baik hasil belajar siswa menurut responden penelitian termasuk pada kategori cukup
baik. Hasil uji korelasi memperlihatkan bahwa terdapat hubungan secara signifikan antara peran kepala sekolah sebagai manajer sekolah dan hasil belajar dengan kategori kuat. terdapat hubungan secara signifikan antara
kinerja guru dan hasil belajar dengan kategori kuat. Terdapat hubungan secara signifikan antara peran kepala sekolah sebagai manjer sekolah dan kinerja guru secara bersama-sama dengan hasil belajar dengan kategori kuat
Implementation of Distance Education in Digital Era To Golden Generation
Generasi emas adalah suatu pencapaian gemilang bangsa Indonesia yang akan dinikmati generasi kita tahun 2045 yang akan menikmati kesejahteraan dan kemandirian dalam berbagai aspek atau merupakan kado ulang tahun hari kemerdekaan Indonesia ke 100 tahun. Apakah ini suatu mimpi (visi) yang masuk akal?, “Iya”, visi yang akan terwujud dengan kerjakeras dan melakukan langkah-langkah yang konsiten dan berkelanjutan
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Dan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write (TTW) (Studi Eksperimen di SMP Negeri 1 Kuningan)
Salah satu tujuan pembelajaran matematika di sekolah adalah. agar siswa memiliki kemampuan matematika yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari dan mengkomunikasikan gagasan untuk memperjelas masalah. Oleh karena itu, sangat penting bagi siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi. Upaya yang dapat dilakukan
untuk meningkatkan kedua kemampuan matematis tersebut adalah dengan model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW). Penelitian ini mendeskripsikan peningkatan kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematis siswa melalui strategi TTW. Subjek populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP
Negeri 1 Kuningan sedangkan sampel penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kuningan yang terdiri dari siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol. Instrumen penelitian menggunakan soal tes dan skala sikap siswa dengan
metode analisis data berupa uji t. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah rnatematis siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe think-talkwrile
dan secara konvensional mengalami peningkatan dibandingkan kemampuan awal. Kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe think-talk write
lebih baik dari pada siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional. Siswa yang menjadi subjek pada penelitian ini secara umum mempunyai sikap positif pembelajaran matematika dengan model pembelajaran
kooperatif tipe TTW
Pengaruh Strategi Pembelajaran Problem Posing Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Kelas Iv Sdn Sertajaya 05 Cikarang Timur (Penelitian Eksperimen Pada Mata Pelajaran Matematika SDN Sertajaya 05)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan strategi problem posing dan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuasi
eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Sertajaya 05 tahun pelajaran 20 18/20 19 yang berjumlah 164 orang, sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling yang berjumlah 30 orang.
Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar dan tes berupa soal pilihan ganda. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik dengan teknik anova dua jalur. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan hasil penelitian sebagai berikut : (1) Terdapat perbedaan basil belajar matematika antara siswa yang diajar dengan menggunakan strategi problem posing dan yang diajar dengan
strategi pembelajaran konvensional. Hal ini didasarkan dari uji statistik anova dua jalur yang menyatakan bahwa signifikasi untuk kategori strategi problem posing
adalah 0,000 yang artinya < dari 0,05. (2) Terdapat pengaruh interaksi antara penggunaan strategi problem posing dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar matematika. Hal ini didasarkan dari uji statistik anova dua jalur yang
menyatakan bahwa signifikasi untuk kategori strategi problem posing dan motivasi belajar adalah 0,037 yang artinya < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah menyatakan bahwa ada pengaruh penggunaan strategi problem posing dan
motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika kelas IV sekolah dasar
Pengaruh Model Pembelajaran Close Reading Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Literasi Membaca Siswa Sekolah Dasar Di Kecamatan Ujungberung
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa dalam memahami bacaan disebabkan karena adanya model membaca yang kurang tepat,dan motivasi belajar yang kurang sehingga mempengaruhi kemampuan literasi membaca siswa khususnya Sekolah Dasar di Kecamatan Ujungberung. Tujuan
penelitian ini untuk menganalisis (1) Perbedaan kemampuan literasi membaca antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran close reading dan model pembelajaran SQ3R pada sekolah dasar di Kecamatan Ujungberung, (2) Perbedaan
kemampuan literasi membaca antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan rendah pada sekolah dasar di Kecamatan Ujungberung, (3) Interaksi antara motivasi belajar dan model pembelajaran close reading terhadap kemampuan
literasi membaca siswa pada sekolah dasar di Kecamatan Ujungberung (4)Ketuntasan pembelajaran membaca dengan menggunakan model pembelajaran close reading. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasi
Eksperimental. Tempat penelitian adalah di SD Kecamatan Ujungberung. Teknik pengambilan data yang digunakan berupa tes dan non tes sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif dan verifikatif Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan literasi membaca pada siswa yang mendapatkan model pembelajaran close reading dan SQ3R pada sekolah dasar di Kecamatan Ujungberung, hal ini
didasarkan pada hasil perhitungan besaran nilai Sig. (2 tailed) adalah 0,428. Temyata nilai Sig. (2 tailed) lebih besar dibanding taraf signifikasi (alfa) 0,05.
Terdapat perbedaan kemampuan literasi membaca antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan rendah pada sekolah dasar di Kecamatan Ujungberung.,hal ini didasarkan pada hasil perhitungan besaran nilai besaran nilai
Sig. (2 tailed) adalah 0,000. Temyata nilai Sig. (2 tailed) lebih kecil dibanding taraf signifikasi (alfa) 0,005. Tidak terdapat interaksi antara motivasi belajar dan model
pembelajaran close reading terhadap kemampuan literasi membaca siswa pada sekolah dasar di Kecamatan Ujungberung, hal ini didasarkan pada hasil perhitungan besaran nilai Sig. (2 tailed) adalah 0,554. Temyata nilai Sig. (2 tailed) lebih besar dibanding taraf signifikasi (alfa) 0,005. Terdapat ketuntasan pembelajaran membaca dengan menggunakan model pembelajaran close reading, hal ini didasarkan pada hasil perhitungan nilai rata-rata 84,4 temyata nilai rata-rata lebih besar dibanding dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sebesar 75,0
Analisis Sistem Tunjangan Profesi berbasis Kompetensi di PT. Angkasa Pura II Bandara Sultan Iskandar Muda
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis penerapan tunjangan profesi (license dan rating) berbasis kompetensi di PT. Angkasa Pura II Bandara SultanIskandar Muda. Rumusan masalah dalam peneleitian ini adalah ( 1) mengetahui apakah memang sistem tunjangan profesi berbasis kompetensi diterapkan pada PT. Angkasa Pura II Sultan Iskandar Muda (2) Apakah terdapat hubungan antara indikator tunjangan profesi dengan kompetensi kerja di PT Angkasa Pura II Bandara Sultan Iskandar Muda (3) Apakah terdapat pengaruh antara sistem tunjangan profesi dengan peningkatan kompetensi kerja di PT Angkasa Pura II Bandara Sultan Iskandar Muda. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan indikator dalam sistem tunjangan profesi yang diterapkan di PT angkasa Pura II Bandara Sultan Iskandar Muda serta menjelaskan dan menganalisis pengaruh tunjangan tersebut terhadap kompetensi kerja karyawan yang menerima tunjangan profesi berbasis kompetensi. Penelitian dilakukan dengan metode analisis kualitatif yang bertujuan untuk mengungkap makna dari data penelitian dengan cara mengumpulkan data sesuai dengan klasifikasi tertentu lewat wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa sistem tunjangan profesi berbasis kompetensi di PT Angkasa Pura II telah ada sejak lama dan sistemnya tidakbanyak mengalami perubahan dari tahun ke tahun, efek dari penerimaan tunjangan ini tidak banyak memberikan dampak yang dirasakan kepada karyawan yang menerima baik dari segi jabatan maupun promosi. Kelas bandara, tingkatan lisensi, dan jumlah lisensi serta rating yang dimiliki merupakan indikator dalam pemberian tunjangan profesi
Gejala-Gejala Geografi Dalam Kehidupan Untuk Pembelajaran Jarak Jauh : BP - GERU
Gejala-gejala Geografi dalam kehidupan untuk Pembelajaran Jarak Jauh
Dra. Sri Sumiyati S., M.Si.
setelah Anda selesai membahas Modul 4 tentang perkembangan pemikiran dalam geografi, selanjutnya Anda diajak untuk membahas Modul 5 tentang gejala-gejala geografi dalam kehidupan. Pada pembahasan modul-modul sebelumnya, Anda telah
memiliki kemampuan untuk menjelaskan konsep dan hakekat geografi dalam pembelajaran IPS, menjelaskan struktur ilmu geografi, dan menjelaskan peta sebagai media pembelajaran geografi, serta dapat menjelaskan bagaimana perkembangan pemikiran dalam geografi.
Dalam setiap pembahasan modul, Anda diharapkan memiliki kemampuan untuk mencapai kompetensi tertentu. Oleh karena itu, kompetensi yang diharapkan setelah mempelajari Modul 5 ini Mahasiswa akan dapat menunjukkan fenomena/ Gejala geografi di permukaan bumi, dengan diberikan contoh kasus gejala kehidupan sehari-hari dipermukaanan bumi.
Dengan memiliki pemahaman tentang Gejala-gejala Geografi dalam Kehidupan mahasiswa akan dapat menunjukkan gejala geografi dalam kehidupan dan menerapkannya dalam Perencanaan Pengembangan Wilayah. Pada studi dan analisis geografi, gejala-gejala yang dimaksud adalah suatu bentuk fenomena alam ataupun fenomena buatan, termasuk analisis interaksi, interelasi, dan pola penyebaran dalam ruang (Bintarto, 1981). Fenomena yang terjadi di permukaan bumi, baik gejala/fenomena alami maupun gejala/fenomena buatan, serta proses yang terjadi merupakan hasil aktivitas yang disebabkan oleh adanya interaksi, interelasi, serta interdependensi antara manusia dan alam. Fenomena-fenomena itu tersebar di permukaan bumi.\ud
Pada hakikatnya, geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena/gejala geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan (Hasil Seminar dan Lokakarya Geografi, 1988). Oleh karena itu, untuk dapat menunjukkan gejala-gejala geografi dalam kehidupan di permukaan bumi, diperlukan pemahaman tentang pengertian gejala atau fenomena geografi, bagaimana hubungan manusia dengan lingkungan, hubungan aspek keruangan dengan kehidupan, serta bagaimana peran geografi dalam perencanaan pengembangan wilaya
Dinamika Proses Pendidikan Karakter Dalam Mata Pelajaran Pkn
Masa globalisasi saat ini kita sering menemui sejumlah tindakan menjauh dari nilai-nilai luhur implementasi tujuan pendidikan. Misalnya pertengkaran antar siswa, kemabukan bahwa sebagian besar pelaku siswa, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, dan lainnya, bahkan lebih buruk, tidak hanya siswa SMP dan SMA yang menjadi biang keladinya, tetapi juga siswa sekolah dasar yang melakukan ini. Itu karena pendidikan masih menjadi rutinitas isian materi kepada siswa atau alih pengetahuan. Karena itu penting untuk menerapkan konsep pendidikan baru, konsep pendidikan swasta yang menekankan keseimbangan siswa dengan kognitif, psikomotor, dan afektif. Konsep ini kemudian banyak disebut sebagai konsep pendidikan karakter. Pendidikan karakter harus diberikan kepada anak pribadi sedini mungkin, terutama ketika anak-anak berada dalam lingkaran keluarga. Peran orang tua sangat besar dalam membentuk moral dan sikap siswa. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Penyusunan rancangan pembelajaran guru PKn dalam silabus belum aplikabel. (2) Implementasi pembelajaran nilai-nilai pendidikan karakter belum optimal karena metode yang digunakan kurang sesuai dengan karakteristik siswa, juga masih ada siswa yang tidak mengerjakan tugas, dan pengelolaan kelas kurang berhasil; (3) Dinamika pendidikan karakter terhadap siswa belum efektif
Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 Untuk Pelayanan Publik Di Badan Karantina Pertanian Pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan
Kepuasan pengguna jasa karantina pertanian sebelum dan sesudah penerapan SMM ISO 9001:2008 di Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan adalah SANGAT BAIK. Hal ini dibuktikan dari hasil survei Indeks Kepuasan
Masyarakat (IKM) sebelum (2012 dengan nilai 79,254 kategori Baik) dan sesudah (2017 dengan nilai 91,590 kategori Sangat Baik) penerapan SMM ISO 9001 :2008.
Sistem Manajemen Mutu sebelum penerapan ISO 9001:2008 yaitu tidak memiliki dokumen sebagai standar acuan kerja, dan tidak semua personil mau menyiapkan perangkat pelayanan. Sedangkan setelah penerapan ISO 9001 :2008,
kini memiliki dokumen sebagai standar acuan kerja, semua personil memiliki perangkat pelayanan sesuai standar yang ditetapkan pimpinan, pada saat penggantian SDM semua dokumen sebagai acuan kerja tersedia dan terkendali,serta ada peningkatan dalam kedisiplinan.
Tanggung Jawab Manajemen sebelum penerapan ISO 9001 :2008 yaitu ada tanggung jawab tapi tidak terinci. Sedangkan setelah penerapan ISO 9001 :2008, kini penetapan tanggung jawab tertulis dan disosialisasikan, setiap personil
memahami dan melaksanakan ketetapan, serta ada sasaran mutu yang jelas dan terukur.
Pengelolaan Smnber Daya sebelum penerapan ISO 9001 :2008 yaitu ada pengelolaan sumber daya tapi tidak terinci. Sedangkan setelah penerapan ISO 9001 :2008, kini memiliki rincian matrix kompetensi SDM, analisis kebutuhan dan
program pengembangan SDM, ada standar minimal kebutuban sarana prasarana dan aturan penggunanya, kejelasan tanggung jawab yang dilaksanakan, pekerjaan tidak menumpuk pada satu bagian. serta memudahkan dalam pemantauan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi SMM ISO 9001:2008 berdasarkan Teori George Edward III adalah Komunikasi, Sumber Daya,Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Pengaruh komunikasi, yaitu rencana atau
prosedur kerja menjadi jelas, adanya media komunikasi yang jelas, serta jelasnya informasi yang disarnpaikan. Pengarub sumber daya, yaitu rekrutmen Tenaga Harian Lepas (THL), serta tidak terjadi rangkap jabatan. Pengarub disposisi, yaitu adanya tujuan dan sasaran mutu yang akan dicapai, serta komitmen yang tinggi dalarn menjalankan tugas. Pengarub struktur birokrasi, yaitu adanya Standar
Operasional Prosedur (SOP) yang menjadi pedoman bagi setiap implementator,serta alur birokrasi yang panjang disederhanakan demi peningkatan kualitas mutu