Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Pengaruh Metode Pembelajaran Number Head Together (NHT) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Ditinjau Dari Minat Belajar Peserta Didik Kelas IV Pada Mata Pelajaran Matematika di SD Kecamatan Bandar Sribhawono
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) apakah peserta didik yang mendapatkan metode pembelajaran Number Heads Together (NHT) memiliki kemampuan berfikir kritis matematis lebih baik dari peserta didik yang memperoleh pembelajaran ekspositori. (2) apakah ada perbedaan kemampuan berfikir kritis matematis peserta didik antara kelompok minat tinggi, kelompok minat sedang dan kelompok minat rendah pada peserta didik yang memperoleh metode pembelajaran Number Heads Together (NHT) dengan peserta didik yang mendapatkan metode pembelajaran ekspositori. (3) apakah terdapat interaksi antara faktor metode pembelajaran yang diberikan dengan kategori minat peserta didik terkait dengan kemampuan berfikir kritis matematis. Penelitian ini adalah penelitian quasy eksperiment dengan desain faktorial 2x3. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV SD Kecamatan Bandar Sribhawono. Dengan teknik random sampling diperoleh SDN 3 Bandar Agung sebagai sampel yang terdiri dari 43 orang peserta didik, 22 peserta didik sebagai kelas eksperimen dikelas IV .a mendapatkan pembelajaran dengan metode NHT dan 21 orang peserta didik di kelas IV.b sebagai kelas kontrol memperoleh pembelajaran dengan metode ekspositori. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil kemampuan berpikir kritis dam angket minat belajar peserta didik. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji analisa varians dua jalur dengan bantuan software SPSS 22.0. Dari hasil analisis data ditemukan, pertarna: kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik yang memperoleh rnetode pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) lebih baik dari pada peserta didikyang memperoleh pembelajaran dengan metode ekpositori. kedua kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik dengan kategori minat belajar tinggi lebih baik dari pada peserta didik dengan kategori minat sedang dan rendah. Ketiga terdapat interaksi antara penggunaan metode pembelajaran dan minat belajar dengan kategori tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik
Implementasi Kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Lebong
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis proses implementasi kebijakan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 di Kabupaten Lebong, Bengkulu, serta aspek-aspek pendukung dan penghambatnya Penelitian
dilakukan dengan metode kualitatif dan menggunakan model implementasi yang dikenalkan Van Meter dan Van Horn (1975) serta Grindle (1980). Penelitian menemukan bahwa Implementasi kebijakan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Lebong memiliki kinerja yang buruk atau mengalami kegagalan. Dari 6 variabel proses implementasi, hanya 2 variabel yaitu sumberdaya dan komunikasi antar organisasi yang memenuhi standar keberhasilan implementasi. Sumberdaya yang masih minim serta standar dan sasaran kebijakan yang tidak selaras menjadi sebab awal kebijakan ini belum berhasil diimplementasikan. Belum diturunkannya kebijakan ke Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan peraturan yang lebih rinci membuat mekanisme penegakan hukum terhadap pelaku alihfungsi lahan sawah belum bisa dilaksanakan. Aspek pendukung implementasi UU/41 2009 di Kabupaten Lebong adalah: (1) Pertanian tanaman pangan pangan adalah andalan masyarakat Kabupaten Lebong, sehingga sumbangsih pertanian pangan terhadap pendapatan domestik regional bruto (PDRB) tertinggi dibandingkan sektor lainnya; (2) Adanya infrastruktur irigasi yang mayoritas masih berfungsi dengan baik; (3) Tradisi masyarakat yang masih agraris sehingga masyarakat berusaha sebisa mungkin mengenai kebutuhan beras tidak perlu membeli. Sedangkan aspek-apek penghambatnya adalah: (1) lsi kebijakan UU/41 2009 dan turunannya belum menyentuh masalah fundamental terkait tanah atau lahannya. Lahan terus beralih fungsi mengikuti mekanisme pasar, namun kebijakan mencegah alih fungsi lahan justeru bias dengan kegiatan peningkatan produktivitas pertanian; (2) Prosedur penetapannya cenderung rumit, tidak menyebut implementor dengan rinci dan mengabaikan lahan pertanian yang telah ada; (3) Permukiman penduduk mengelompok di wilayah dataran yang notabene adalah wilayah persawahan; ( 4) Adanya mitos tentang tikus yang membuat musim tanam sawah hanya bisa dilakukan sekali dalam setahun
Strategi Pengawasan SDKP Pasca Berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Pada Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur
Pemberlakuan Undang-Undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan kewenangan pengawasan perairan 0 - 12 mill menjadi kewenangan Daerah Provinsi. Pasca Pemberlakuan Undang-Undang tersebut menimbulkan
beberapa kendala dalam Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Pengawasan SDKP) seperti kurangnya Personil pengawasan, terbatasnya Pendanaan,dan minimnya Sarana Prasarana. Adanya falior-faktor Internal dan ekstemal yang
mempengaruhi pengalihan kewenangan Pengawasan SDKP tersebut, tentunya harus dianalisis untuk mendapatkan strategi prioritas.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi internal dan eksternal dalam menangani pengalihan kewenangan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pasca Berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Pada Dinas
Kelautan Dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah Studi kasus. Penentuan sampel (responden) dipilih dengan cara Purposive Sampling dan dipilih sebanyak 100 (seratus) orang dari yang bergerak dalam Bidang Pengawasan SDKP dan Pelaku Usaha Perikanan yang menjadi sentra kegiatan perikanan. Analisis data menggunakan metode Analisis SWOT yaitu
membandingkan antara faktor internal, yaitu kekuatan (stregth ), dan kelemahan (weakness). Dengan faktor ekstemal yaitu peluang (opportunity), dan ancaman (threats). Setelah menghasilkan beberapa altematif strategi dari analisis SWOT
kemudian menentukan strategi prioritas untuk menghasilkan rencana strategis dengan menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).
Hasil penelitian memberikan 6 (enam) Strategi Prioritas I berupa Strategi Strength - Opportunity (SO) menghasilkan sasaran strategi yang harus dilaksanakan oleh Dinas
Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT dalam melaksanakan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pasca Pemberlakuan Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014
Pengaruh Lingkungan Kerja, Pelatihan dan Penempatan Terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung
Aset terpenting organisasi adalah swnber daya manusia karena perananya sebagai pelaksana kebijakan dan kegiatan operasional. Organisasi membutuhkan sumber daya manusia yang mempunyai kinerja baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Lingkungan Kerja, Pelatihan dan Penempatan Kinerja Pegawai di Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Variabel independen (variabel bebas) dalam penelitian ini adalah lingkungan kerja (XI), pelatihan (X2), dan penempatan (X3). Sedangkan, variabel dependen (variable terikat) adalah kinerja pegawai (Y). 75 pegawai Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung disurvei sebagai responden dalam penelitian ini. Metode analisis yang digm1akan adalah Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Normalitas, dan Pengujian Hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja, pelatihan dan penempatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa bahwa kinerja pegawai Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung secara positif dan signifikan dipengaruhi oleh lingkungan kerja yang nyaman dan memadai, pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dan keperluan jabatan serta penempatan yang sesuai dengan latarbelakang pendidikan, kompetensi, keterampilan dan kemampuan pegawai
Pengaruh Model Pembelajaran Time Assisted Individualization (TAI) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Ditinjau dari Minat Belajar Peserta Didik Kelas V pada Mata Pelajaran IPA di SDN 2 Sadar Sriwijaya Kecamatan Bandar Sribhawono
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kemampuan pemecahan masalah IPA peserta didik dalam pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI lebih baik dibandingkan kemampuan pemecahan masalah IPA peserta didik dalam pembelajaran dengan model pembelajaran Mekanistik, (2) kemampuan pemecahan masalah IP A peserta didik dengan minat belajar tinggi dibandingkan dengan minat belajar sedang, kemampuan pemecahan masalah IPA peserta didik dengan minat belajar tinggi dengan minat belajar rendah dan kemampuan pemecahan masalah IPA peserta didik dengan minat belajar sedang dengan minat belajar rendah, (3) apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe TAI dengan mekanistik terhadap minat belajar peserta didik. Jenis penelitian ini yaitu quasy eksperiment dengan desain faktorial 2 x 3. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas V SDN 2 Sadar Sriwijaya Kecamatan Bandar Sribhawono, dengan teknik simple random sampling terpilih kelas VA sebagai kelas eksperimen dan VB sebagai kelas kontrol. Data hasil angket dan tes kemampuan pemecahan;. masalah dianalisis menggunakan uji analisa varians dua jalur berbantuan sofrniare SPSS 17.0. Berdasarkan analisis data ditemukan hasil-hasil sebagai benkut. Pertama, kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan menggunakan metode pembelajaran TAI lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan menggunakan metode pembelajaran mekanistik pada pokok bahasan gerak hewan. Kedua, kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan kategori minat belajar tinggi, sedang, dan rendah sama baiknya. Ketiga, tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan minat belajar tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Terhadap Peningkatan Keterampilan Berkomunikasi Peserta Didik
kemampuan berkomunikasi dalam proses pembelajaran merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, dengan cara pemilihan model pembelajaran yang tepat. Model pembelajaran yang digunakan di Indonesia selama ini berpusat pada guru. Salah satunya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat digunakan untuk melatih kemampuan kerjasama peserta didik dan menyelesaikan tugas-tugas akademik serta dapat meningkatkan kemampuan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas model pembelajaran kooperatifjigsaw terhadap peningkatan keterampilan berkomunikasi peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Aspek-aspek (indikator) keterampilan berkomunikasi peserta didik yang diteliti meliputi: aspek pemahaman, ketegasan yang konstruktif, respons yang empati, dan aspek pemecahan masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain Non Equivalent Control Group Design. Analisis penelitian menggunakan uji independen t-test dan uji sampel berpasangan. Hasil pengujian hipotesis diperoleh bahwa pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif jigsaw memberikan peningkatan yang signifikan terhadap keterampilan peserta didik dalam berkomunikasi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (JPS). Berdasarkan hasil perhitungan dapat diketahui pula bahwa kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif jigsaw yang diterapkan pada kelas eksperimen memperoleh nilai N-gain yang tinggi (0,73 dan 0,81), sedangkan pada kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional memberikan nilai N-gain yang sedang (0,49 dan 0,51 ). Hasil penelitian ini merekomendasikan model pembelajaran kooperatif jigsaw sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi peserta didik pada mata pelajaran JPS
Prosiding Seminar Nasional Matematika,Sains,dan Teknologi: Fakultas Sains dan Teknologi (Peran Matematika,sains,dan Teknologi dalam Kebencanaan)
Seminar Nasional Tahunan Matematika, Sains dan Teknologi Tahun 2019 FST Universitas Terbuka dengan tema “Peran Sains Dan Teknologi Dalam Kebencanaan” telah dilaksanakan
pada tanggal 03 Oktober 2019 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Seminar Nasional dengan bidang kajian (1) Peran
matematika dalam penanganan bencana; (2) Statistik kebencanaan; (3) Early warning dan sistem informasi kebencanaan; (4) Peran pangan pascabencana; (5) Peran agribisnis dan penyuluhan pertanian dalam kebencanaan; (6) Bencana dan keanekaragaman hayati; (7)Penataan ruang dan lingkungan berbasis mitigasi bencana diikuti oleh para akademisi dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta serta balai penelitian dan lembaga lainnya.
Seminar Nasional Tahunan Matematika, Sains, dan Teknologi Tahun 2019 merupakan tempat untuk berbagi ilmu dan informasi antar para akademisi, praktisi, masyarakat dan pemerintah daerah terkait dengan optimalisasi peran sains dan teknologi dalam kebencanaan. Pada kegiatan seminar ini juga didesiminasikan hasil-hasil riset kolaborasi antara para akademisi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis dalam
mengembangkan program-program inovatif, sejalan dengan perkembangan teknologi terbaru, serta dapat mendukung mitigasi dan pascabencana. Prosiding ini disusun dan
dikelompokkan sesuai dengan bidang kajian dan dipublikasikan secara online. Penerbitan prosiding Seminar Nasional ini diharapkan dapat memberikan sumbangan peran sains dan
teknologi dalam kebencanaan
Peningkatan Produktivitas Pegawai Dalam Pelayanan Jasa Perijinan Pada Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Kelas V Pegatan Mendawai
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 36 Tahun 2012 tentang
Organisasi dan Tata kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, dalam pelaksanaan fungsi pelayanan kepada masyarakat menuntut suatu pelayanan prima,dengan sendi-sendi pelayanan meliputi kesederhanaan, kejelasan, kepastian hukum
efesien, keterbukaan dan ketepatan waktu, sehingga keprimaan dalam pemberian pelayanan menjadi realita dan untuk mendapat pengakuan atas kualitas pelayanan yang memuaskan masyarakat. Berdasarkan studi pendahuluan, sumber daya manusia Pegawai Kantor KSOP Kelas V Pegatan Mendawai terdapat sebanyak 7
orang. Penelitian ini jenis deskriptif kualitatif dari sumber primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data berupa: wawancara, observasi dan dokumentasi.
Analisis data menggunakan analisis data interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi.
Hasil penelitian: (1) peningkatan produktivitas pegawai dalam melakukan pelayanan jasa perijinan KSOP Kelas V Pegatan Mendawai yaitu: melakukan efesiensi waktu, bahan, tenaga, terstruktur dan menghindari proses berbelit dengan
pembagian tugas, insentif, berprestasi, keterampilan komputer pelayanan. (2)Faktor penghambat peningkatan produktivitas pegawai dalam pelayanan jasa
perijinan KSOP Kelas V Pegatan Mendawai, yaitu: jumlah pegawai terbatas,pengguna jasa selalu mengabaikan jadwal pelayanan sehingga pelayanan tidak dapat dilakukan secara maksimal, kurangnya SDM yang berkuaJifikasi pelaut,
pendidikan belum memadai, kurang kesempatan mengikuti diklat, kualitas pegawai,sarana dan prasarana kurang optimal. Faktor penunjang peningkatan produktivitas
pegawai mengusahakan efesiensi (waktu, bahan, tenaga), sistem kerja cepat, dan menambah pendidikan lebih tinggi secara mandiri
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Motivasi Kerja Guru Terhadap Kinerja Guru PNS Sekolah Dasar Negeri Di Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur
Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru, pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru dan pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja
guru PNS Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode penelitian survey.
Reponden adalah guru guru PNS Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur sebanyak 118 orang. Tipe penelitian ini adalah penelitian penjelasan (explanatory research), karena penelitian ini
bermaksud menjelaskan pengaruh antar variabel kepemimpinan kepala sekolah dan variabel motivasi kerja guru terhadap kinerja guru. Pcngumpulan data di lakukan melalui kuesioner dan dokumen sekolah. Analisis data menggunakan
analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan : l) Terdapat pengaruh yang kuat kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru PNS.Koefesien detenninasi yang terbentuk yaitury12 = 0,7674. Hal ini menunjukkan bahwa
konstribusi kepemimpinan kepaJa sekolah terhadap kinerja guru. sebesar 76,7%.
2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan motivasi kerja guru terhadap kinerja guru PNS. Kekuatan tersebut dijelaskan melalui koefisien korelasi ry2 =0,876 dan koefesien ryi2 = 0,7674. Hal ini menunjukkan bahwa konstribusi motivasi kerja guru terbadap kinerja guru sebesar 76,74%. 3). Terdapat pengaruh yang sangat signifikan kepemimpinan kepaJa sekolah (XI) dan motivasi kerja
guru (X2) secara bersama-sama terhadap kinerja guru (Y). Tingkat kekuatan pengaruh tesebut dijelaskan melalui koefesien ry2 = 0,876. Analisis determinan telah
menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru mampu menjelaskan variabel kinerja guru PNS Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur
Semangat Kerja, Gaya Kepemjmpinan Dan Etos Kerja Terhadap Efektivitas Pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Di Provinsi Sulawesi Barat
Penelitian ini bertujuan untuk: ( 1) menganalisis pengaruh setnangat kerja terhadap efektivitas pegawai di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi
Barat; (2) menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap efektivitas pegawai di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Barat dan (3) menganalisis pengaruh etos kerja terhadap efektivitas pegawai di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Jumlah responden
sebanyak 76 orang. Data yang dikumpulkan dengan 1netodc kuesioner yang dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (I) Semangat kerja berpengaruh terhadap efektivitas pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Provinsi Sulawesi
Barat; (2) Gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap efektivitas pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Provinsi Sulawesi Barat; (3) Etos kerja berpengaruh terhadap efektivitas pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah di
Provinsi Sulawesi Bara