Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kepemimpinan Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di BKD Kabupaten Kota Waringin Timur
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan dan lingkungan kerja, baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja pegawai di BKD Kabupaten Kota waringin Timur. Dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data dengan jumlah responden sebanyak 53 orang. Dalam penelitian ini terdapat 2 (dua) variabel independen, yaitu variabel kepemimpinan (X1) dan lingkungan kerja (X2) serta kinerja pegawai (Y) sebagai variabel dependen. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda setelah melalui uji instrument (validitas dan reliabilitas) dan uji hipotesis menggunakan bantuan software SPSS versi 25.0 untuk Windows. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial, baik variabel kepemimpinan dan lingkungan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan secara simultan, baik baik variabel kepemimpinan dan lingkungan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Berarti bahwa ketiga hipotesis dalam penelitian ini seluruhnya diterima. Hasil koefisen determinasi menunjukkan bahwa sumbangan pengaruh variabel kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap variabel kinerja pegawai adalah 65,5% dan sisanya sebesar 34,5% dijelaskan oleh variabel lain diluar model
penelitian
Relevansi Nilai Pengungkapan Risiko Likuiditas BUMN di Indonesia
This study aims to examine the value relevance of risk liquidity disclosure of Indonesia listed state owned enterprises after Indonesia Statement of Financial Accounting Standard, Disclosure of Financial Instruments (Revised in 2010 and 2014). This study uses 20 Indonesia listed state owned enterprises during period of 2012-2017 or 115 firm years as final samples. Using panel data analysis, this study shows that risk liquidity disclosure is relevant information for investors in Indonesia stock exchange. Investors response differently on risk liquidity disclosure before and after the announcement windows period of financial reports. The main contribution of this is examining the value relevance of risk liquidity disclosure of Indonesia listed state owned enterprises
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Minat Belajar dan Rasa Belajar Matematika Di SDN Menang Kecamatan Pagu
Beragam model pembelajaran yang dikembangkan oleh setiap guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Guru mendapatkan kebebasan dalam mengembangkan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pedoman kurikulum 2006 yang telah disusun oleh lembaga pendidikan. Dengan beragamnya model
pembelajaran konvensional yang dilakukan oleh guru, maka berdampak pada hasil belajar siswa yang masih rendah. Oleh karena itu dalam penelitian ini mencoba untuk melaksanakan pembelajaran di kelas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif akan dikembangkan
adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dalam desain penelitian ini, menggunakan kuasi-eksperimen jenis rancangan kelompok-kontrol (pra-tes dan post-tes) nonekuivalen (nonequivalent [pre- test and post- test] control-group
design), kelompok eskperimen (A) dan kelompok kontrol (B) diseleksi tanpa prosedur penempatan acak. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel dengan teknik sampling jenuh. Analisis data diawali dengan pengujian
persyaratan analisis, yaitu uji normalitas dan homogenitas, kemudian dilanjutkan dengan pengujian hipotesis. Hasil analisis data statistik diperoleh rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas eksperimen sebesar 89,41 dengan standar deviasi 6,819 sedangkan untuk kelas kontrol didapatkan rata-rata sebesar 78,06 dengan standar deviasi 11,000. Sedangkan, hasil uji hipotesis minat belajar siswa pada mata pelajaran matematika terhadap hasil belajar matematika diperoleh nilai R (korelasi) sebesar 0,891. Sedangkan nilai R Square sebesar
0,794, nilai ini sama dengan 79,4%, artinya bahwa minat belajar matematika yang dimiliki oleh siswa mempengaruhi sebesar 79,4% pada hasil belajar dan 20,6 % dipengaruhi oleb faktor lain. Untuk menguji perbedaan rata-rata dua varians dilihat pada deret Equal variances assumed, didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000, artinya terdapat perbedaan antara rata-rata basil belajar siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan rata-rata hasil belajar matematika menggunakan model pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar kelas eksperimen sebesar 89,42 sedangkan kelas kontrol sebesar 78,06. Artinya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebib baik dari basil belajar siswa pada mata pelajaran matematika menggunakan model konvensional
Korelasi Penerapan Metode Demonstrasi dan Kecerdasan Anak dengan Prestasi Belaja Matematika Kelas IV Sekolah Dasar
Penelitian dalam tesis ini dilatar belakangi oleh dasar bahwa pembelajaran matematika yang sebenarnya dapat dimodifikasi dengan beragam metode pembelajaran, guru seringkali menggunakan metode yang itu-itu saja, padahal banyak metode yang dapat digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi matematika agar lebih menarik. Salah satu metode yang menarik adalah metode demonstrasi, karena pelajaran matematika akan lebih menarik jika siswa diajak langsung untuk mempraktekkan rnateri yang akan dan sedang dipelajari. Selain metode pembelajaran hal lain yang sering diabaikan adalah tingkat kecerdasan anak yang masing-masing individu mempunyai karakter yang berbeda, sehingga dalam pembelajaran guru juga harus memperhatikan aspek dari kecerdasan anak tersebut. Sedangkan Tujuannya adalah (1) Untuk. mengetahui adanya korelasi antara penerapan metode demonstrasi dengan prestasi belajar matematika kelas IV Sekolah Dasar (2) Untuk mengetahui adanya korelasi antara kecerdasan anak dengan prestasi belajar matematika kelas IV Sekolah Dasar (3) Untuk mengetahui adanya korelasi antara penerapan metode demonstrasi dan kecerdasan anak dengan 1 prestasi belajar matematika kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan non probability sampel dengan teknik purposive sampling. Kemudian teknik pegumpulan data dilakukan dengan observasi, angket, dan dokumentasi. Kemudian data di uji dengan uji prasarat reliabilitas, validitas, dan normalitas. Setelah itu data diuji hipotesis dengan menggunakan regresi tinier berganda melalui SPSS for Windows 21. Basil penelitian ini menyimpulkan: (1) Terdapat Korelasi yang signifikan antara penerapan metode demonstrasi dengan prestasi belajar matematika kelas IV Sekolah Dasar. Angka ini menunjukkan bahwa variable terikat dipengaruhi sebesar 26% oleh varibael bebas. Sedangkan sisanya sebesar 74 % dipengaruhi oleh variable lain di luar variabel metode demonstrasi dalam penelitian ini. (2) Terdapat korelasi yang signifikan antara kecerdasan anak dengan prestasi belajar matematika kelas IV Sekolah Dasar. Angka ini menunjukkan bahwa variable terikat dipengaruhi sebesar 28 % oleh variabel bebas. Sedangkan sisanya sebesar 72 % dipengaruhi oleh variable lain di luar varibael kecerdasan anak dalam penelitian ini. (3) Terdapat korelasi yang signifikan antara penerapan metode demonstrasi dan kecerdasan anak dengan prestasi belajar matematika kelas IV Sekolah Dasar. Angka ini menunjukkan bahwa variable terikat dipengaruhi sebesar 27% oleh variabel bebas. Sedangkan sisanya sebesar 73% dipengaruhi oleh variable lain di luar varibael metode demonstrasi dan kecerdasan anak dalam penelitian ini
Implementasi Kebijakan Pengembangan Wisata Seni dan Budaya Dayak Kenyah di kabupaten Bulungan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses implementasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Kebijakan pengembangan wisata seni dan budaya dayak kenyah di Kabupaten Bulungan terhadap enam faktor teori van meter dan van horn yaitu : (1). Standard dan Tujuan Kebijakan, (2). Sumber Daya, (3 Komunikasi antar Organisasi, (4). Karakteristik Agen Pelaksana, (5). Lingkungan ekonomi, sosialisasi dan politik, (6). Sikap para pelaksana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan purposive sampling melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi lapangan. Data dianalisa dengan menggunakan reduksi data penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan Hasil pembahasan dan penelitian ini menunjukan bahwa implementasi kebijakan pengembangan wisata seni dan budaya dayak kenyah di kabupaten bulungan yang di anlisis melalui enam faktor berdasarkan teori Van Meter dan Van Hurm pada umumnya sudah berjalan efektif narnun ada dua faktor yang masih kurang maksimal dikarenakan belum sepenuhnya pengajuan kegiatan mengacuh kepada visi misi daerah tentang pengembangan wisata, seni, budaya, sumber daya anggaran, sarana dan prasarana sangat kurang, namun ada empat faktor yang sudah berjalan dengan baik dan mendukung. Karena itu disarankan agar lebih banyak melakukan evaluasi dan revisi terhadap sasaran dan target program di sesuaikan
dengan visi misi daerah dan kondisi anggaran, mempertahankan faktor-faktor yang sudah beijalan dengan baik dan mengavaluasi mekanisme penganggaran yang lebih mengedepankan skala prioritas dan proposional dalam mengalokasikan belanja untuk mengoptimalkan implementasi kebijakan pengembangan wisata seni dan budaya dayak kenyah di Kabupaten Bulungan
Korelasi Pemberian Uang Saku dan Pola Asuh Orang Tua dengan Kemandirian Siswa Sekolah Dasar Kecamatan Tulungagung
Pemberian uang saku mengajarkan anak untuk mengelola uang. Pola asuh orangtua mempengaruhi perkembangan dan pembentukan karakteristik anak baik itu positif maupun negatif. Pola asuh keluarga merupakan suatu cara orangtua dalam mengasuh anak untuk melatih kemandirian dengan tipe pola asuh demokratis, otoriter, dan permissive. Sebagian anak kurang mandiri karena kadang masih tergantung bantuan dari orangtua dalam mengerjakan tugas, kurang aktifnya dalam berdiskusi kelompok, menyiapkan buku sekolah,dan menyiapkan pakaian ataupun sarapan pagi masih dibantu orangtuanya. Selain itu,kurangnya komunikasi antara anak dan orangtua karena kesibukan kedua orangtuanya. Pola asuh keluarga sangat berpengaruh terhadap pembenmkan karakter anak dan setiap keluarga memiliki pola asuh yang berbeda dan cara orangtua mendidik anak dapat mempengaruhi perkembangan kemandiriannya. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan korelasi pemberian uang saku dan pola asuh orangtua dengan kemandirian siswa Sekolah Dasar Kec. Tulungagung. Penelitian ini menggunakan penelitian Kuantitatif. Subyek penelitian adalah kelas 5 Gugus I. Metode penelitian menggunakan Multistage Random Sampling. Analisis data menggunakan SPSS 2l,uji coba validitas menggunakan Korelasi Product Moment Pearson, uji realibilitas menggunakan Alpa Cronbach dan pengujian parsial menggunakan uji Instrumen pengambilan data kuesioner I angket. Hasil penelitian secara parsial pemberian uang saku dan pola asuh orangtua berpengaruh signifikan dengan kemandirian siswa Sekolah Dasar Kecamatan Tulungagung dibuktikan berikut ini : (1) Ada hubungan yang positif signifikan pemberian uang saku dengan kemandirian siswa sekolah dasar di Kecamatan Tulungagung yang dibuktikan dari perolehan nilai 5,161 > 1,65. Nilai signifikansi t variabel pemberian uang saku adalah 0,000 1,65. Nilai signifikansi t variabel pola asuh orangtua adalah 0,002 < 0,05.(3) Terdapat salah satu variabel yang paling dominan antara pemberian uang saku dan pola asuh orangtua dengan kemandirian siswa Sekolah Dasar Kecamatan Tulungagung, yaitu 0, 344 pemberian uang saku
Analisis Tentang Kejenuhan Kerja Pegawai Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten lndragiri Hilir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejenuhan kerja dan faktor-faktor pendukung kejenuhan kerja pegawai Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif: adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan tahapan mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan data. Sebagai kesimpulan, penelitian ini mengungkapkan bahwa: Pertama Terdapat Kejenuhan Kerja pegawai Dinas Penunahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Indragiri Hilir. Kejenuhan kerja ini dapat dilihat dari kurang berminatnya melakukan apel pagi dan sore hari, informan merasa antara yang bekerja dan tidak bekerja hasil yang didapatkan sama saja. Perkerjaan yang ditanggung tidak sesuai dengan porsi dan kemampuan yang dimiliki, perlunya perpindahan atau rotasi pekerjaan. Merasa tidak peduli dengan konflik lingkungan kerja. Masih rendahnya kepuasan kesejahterahan dan pendapatan yang diterima.Kedua Faktor yang mendukung kejenuhan kerja adanya merasa ketidakpuasan antara yang bekerja namun hasil yang didapatkan sama saja dengan yang tidak bekerja. Kemampuan kerja yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang diberikan. Masih kurangnya kesejahterahan dan pendapatan yang didapatkan. Kurangnya sanksi terhadap yang tidak melakukan
apel pagi dan sore. Kurangnya pelatihan-pelatihan peningkatan kemampuan pegawai. Disarankan kepada: (1) pimpinan atau atasan dapat secara berkala memberikan motivasi dan inovasi dalam pekerjaan serta tidak lupa memberikan reward kepada bawahan yang berprestasi. (2) Pimpinan atau atasan untuk memperhatikan lingkungan kerja dan kesejal1terahan pegawai dilingkungan daerah yang dipimpinnya. (3) Para pegawai agar dapat meningkatkan kompetensi untuk meningkatkan kemampuan dalam upaya meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan yang diberikan
Penerapan Standar Pelayanan Minimal pada Pelaksanaan Program Keluarga Berencana Kabupaten Mamuju
Jenis Pelayanan Dasar Bidang KB dan KS adalah Komunikasi, Informasi dan Edukasi Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KIE-KB dan KS), penyediaan Alat dan Obat Kontrasepsi serta penyediaan Informasi Data Mikro. Tujuan dalam penelitian ini adalah 1). Didapatkan pelaksanaan Penerapan Standart Pelayanan Minimal Program KB di Kabupaten Mamuju, 2). Diketahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan Standar Pelayanan Minimal Program Keluarga Berencana di Kabupaten Mamuju, 3). Didapatkan penilaian Masyarakat terhadap Standart Pelayanan Minimal yang telah berlangsung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Tehnik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan informan, observasi lapangan dan dokumentasi kegiatan. Analisis data penelitian menggunakan pendekatan cross case analysis (analisis inter kasus). Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa: 1) Penerapan standar Pelayanan Minimal sudah berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan meskipun secara keseluruhan belum efektif karena masih adanya kendala namun dapat diatasi dengan pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan pengembangan. 2) terdapat Faktor pendukung dan penghambat Penerapan Standar Pelayanan Minimal ditinjau dari indikator faktor pelaku/actor, faktor eksternal dan faktor pelayanan. 3) Penilaian masyarakat yang diukur berdasarkan dimensi kualitas pelayanan yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Emphaty menyatakan puas dan sudah dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan
Aktivitas Pembelajaran guru dalam penerapan Pendekatan Saintifik dengan Model Pembelajaran Tematik Integratif di SDN 1 Ardirejo Panji Situbondo
Sejak tahun 2013 pemerintah daerah kabupaten Situbondo khususnya dinas pendidikan dan kebudayaan memberlakukan implementasi kurikulum 2013 secara serentak dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Tujuan diberlakukannya kurikulum 2013 untuk menyempurnakan kurikulum sebelunmya yaitu KTSP 2006. Yang dinilai belum mampu menjawab tantangan baik secara internal maupun eksternal. D ngan satu harapan bahwa kurikulum 2013 ini akan mampu mengubah mindset guru dalam menerapkan sistem pembelajaran di kelas. Guru dituntut harus mampu menerapkan sistem dan metode-pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif. Sehingga akan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didiknya. Pendekatan saintifik dan model pembelajaran tematik interaktif merupakan kerangka pembelajaran yang direkomendasikan oleh kurikulum 2013 untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas pembelajaran guru dalam penerapan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran tematik integratif di SDN 1 Atdirejo Kecamatan Panji kabupaten Situbondo. Jenis pendekatam yang digunakaan dalam penelitian yaitu deskriptif Kualitatif. Subyek dalam penelitian adalah guru kelas 1 sampai guru kelas 6. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian yaitu menggunakan metode observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. analisis data menggunakan model Miles dan Hubennan yaitu melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pengujian keabsahan data menggunakan tehnik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam orang guru kelas yang ada di SON 1 Ardirejo, empat orang guru telah mampu menerapkan pendekatan saintifik dan model pembelajaran tematik integratif dalam pembelajaran. Dua orang guru kelas belum mampu menerapkan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran tematik integratif dalam pembelajaran. Jika dipersentase pelaksanaan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran tematik integratif di SDN 1 Ardirejo 67 % telah di laksanakan dengan baik yaitu di kelas 2 , kelas 4, kelas 5 dan kelas 6. Sedangkan 33 % belum terlaksana dengan baik yaitu di kelas 1 dan kelas 3 hal tersebut terjadi karena guru kelas 1 dan kelas 3 belum mampu memahami konsep secara mendalam tentang pendekatan saintifik mulai dari kegiatan mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasikan dan membuat kesimpulan serta mengkomunikasikan. Faktor lain yang menyebabkan tidak terlaksananya penerapan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran tematik integratif di kelas 1 yaitu, 1. Guru belum pernah ikut pelatihan kurikuum 2013. 2. Guru tidak mampu mengoperasikan media pembelajaran berbasis TIK. Yang menjadi penyebab tidak terlaksananya penerapan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran tematik integratif di kelas 3 yaitu l. Guru tidak mampu mengoperasikan meuia pembelajaran berbasis TIK. 2. Usia sudah hampir pensiun. 3. Kondisi kesehatan yang sering sakit. Selain itu, sulitnya merangsang siswa untuk aktif bertanya, ketersediaan buku bahan ajar yang terbatas, serta sarana dan prasarana di sekolah yang kurang lengkap. Menjadi faktor penyebab terhambatnya penerapan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran tematik integratif di Sekolah Dasar Negeri 1 Ardirejo. Bagi Kepala sekolah hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai alat untuk mengukur tingkat kompetensi guru di sekolah dalam implementasi kurikulum 2013 khususnya dalam penerapan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran tematik integratif. Sehingga kepala sekolah dapat menentukan langkah kebijakan untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa. Bagi guru hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai alat untuk mengukur kemampuan diri sebagai instropeksi diri. sehingga guru dapat memahami kemampuan dirinya. Terutama pemahaman tentang penerapan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran tematik integratif. Dengan demikian guru harus berusaha untuk mampu mengatasi berbagai kekurangan yang ada dalam dirinya dengan meningkatkan kemampuan profesionalisemnya dalam kegiatan pembelajaran
Relevansi dan Kegunaan Materi PEBI4419 Praktikum Biologi 2 Terhadap Kompetensi Guru Biologi
Praktikum merupakan bagian dari pembelajaran untuk menguji dan menerapkan suatu konsep dalam bentuk kegiatan pembelajaran dengan tujuan dapat memantapkan pengetahuan mahasiswa terhadap materi matakuliah melalui aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi terhadap konsep pembelajaran, baik dalam laboratorum maupun di lapangan. Matakuliah PEBI4419 Praktikum Biologi 2 di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Terbuka merupakan suatu matakuliah yang berdiri sendiri, bukan merupakan bagian dari matakuliah. Materi Praktikum yang diterapkan sesuai dengan konsep dan kegiatan pembelajaran Biologi pada matakuliah yang ada di Program Studi Pendidikan Biologi. Tujuan Penelitian untuk melihat sejauh mana relevansi matakuliah Praktikum Biologi 2 dalam menunjang materi kegiatan pembelajaran di Sekolah, dan kebermaknaan materi terhadap peningkatan kompetensi guru dalam penyelenggaraan pembelajaran Biologi di Sekolah, baik di SMP maupun di SMA. Data diperoleh dari mahasiswa Pendidikan Biologi yang telah mengambil matakuliah PEBI4419 Praktikum Biologi 2, yakni dari UPBJJ-UT Jakarta, Bogor, Serang, dan Bandung. Hasil yang diperoleh terhadap relevansi percobaan untuk meningkatkan kompetensi penyelenggaraan praktikum di sekolah rata-rata sebanyak 44,21 % sangat setuju, sebanyak 42,41 % setuju, dan sebanyak 10,96 % tidak setuju. Kegunaan substansi percobaan dalam meningkatkan kompetensi penyelenggaraan praktikum di sekolah, rata-rata sebanyak 55,04% sangat setuju, dan sebanyak 43,84% setuju. Hasil pengalaman, usulan, dan saran guru yang diperoleh yakni perlu mencantumkan alternatif bahan lainnya untuk percobaan, mengingat tidak semua laboratorium di sekolah mempunyai alat dan bahan praktikum secara lengkap. Percobaan yang membutuhkan larutan tertentu agar diberi petunjuk cara pembuatan larutan, dan memberikan solusi terhadap bahan alternatif atau specimen awetan untuk percobaan di sekolah