Universitas Terbuka Repository
Not a member yet
9681 research outputs found
Sort by
Quality Assurance in Open and Distance Education: Experience from Universitas Terbuka
Purpose: This article discusses quality assurance in the teaching process with open and distance methods that are offered by Universitas Terbuka.
Approach: This article is the result of a study with a qualitative approach conducted at Universitas Terbuka. Primary data is obtained from the results of interviews with
several heads of study programs, heads of UT branches in the region area, auditors of quality management, and observations in the field. Secondary data includes UT policy
documents, related research, and other literature studies.
Findings: The conclusion of this study were: 1). UT develops quality through the development of distance learning management standards implemented in 39 UT branches (Distance Learning Program Unit / Unit Program Belajar Jarak Jauh/UPBJJ) with reference to ISO 9001: 2015 standards; and the development of the academic management standards of the Study Program with reference to the Higher Education
National Standards set by the Ministry of Research, Technology and Higher Education. 2). The application of quality assurance opens opportunities for continuous
improvement, which drives innovation in distance education, according to the needs of the community.
Implications of this study are: 1). UT needs to further examine the effectiveness of quality assurance in teaching innovation and the implementation of open and distance
education; 2). UT needs to conduct a comparative study on the implementation of quality assurance and continuous improvement of face-to-face universities in
Indonesia and other countries that apply open and distance educatio
Pengaruh Strategi Pembelajaran Problem Solving (Media dan Ceramah) dan Self Concept Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh interaksi strategi pembelajaran problem solving berbantuan media dan self-concept terhadap hasil belajar matematika siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan di SDS Islam Miftahul Jannah, Cikupa, Tangerang, pada siswa kelas V dengan populasi terjangkau sebanyak 90 siswa. Sedangkan jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 60 siswa yang terdiri dari kelas V-A (kelas eksperimen 1) sebanyak 30 siswa dari kelas V-B (kelas eksperimen 2) sebanyak 30 siswa. Subjek penelitian diambil berdasarkan kelas yang telah terbentuk dan diyakini bahwa kelas itu ekivalen.Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan teknik uji hipotesis penelitian yang digunakan adalah ANA VA dua jalur dengan faktorial 2 x 2.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran problem solving berbantuan media dengan strategi pembelajaran problem solving dengan ceramah terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil ini dapat dilihat dari uji anova dua jalur, dimana nilai Fhitung > Ftabel 8,867 > 5,45 artinya bahwa HO ditolak Ha. diterima. (2) Terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa yang memiliki self-concept positif dan self-concept negatif yang diajarkan dengan strategi pembelajaran problem solving berbantu media dan problem solving ceramah artinya HO ditolak dan Ha. Diterima Hal ini sesuai dengan nilai tabel 5,762 > 5,45. (3) Tidak terdapat interaksi antara penggunaan strategi pembelajaran problem solving berbantu media dan selfconcept terhadap hasilbelajar siswa Berdasarkan hasil penelitian ini, diupayakan agar guru dalam pembelajaran matematika menerapkan metode pembelajaran problem solving berbantuan media dan berupaya meningkatkan self-concept siswa
Studi Eksperimen Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Treasure Hunt dan Kebiasaan Belajar Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VI Sekolah Dasar
Strategi pembelajaran kooperatif tipe treasure hunt adalah strategi pembelajaran yang menerapkan permainan berburu harta karun dimana siswa dilatih untuk saling bekerjasama dalam satu kelompok guna mencari jawaban (clue) dan menghasilkan karya. Kebisaan belajar merupakan prosedur pembentukan aktivitas belajar siswa guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam waktu yang relatif lama sehingga muncul pola tingkah laku baru yang menetap. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh strategi pembelajaran kooperatif tipe treasure hunt dan kebiasaan belajar terhadap hasil belajar IPS. Penelitian ini dilakukan pada siswa Sekolah Dasar kelas VI di Gugus IV Adam Malik Kecamatan Larangan Kota Tangerang selama empat bulan yaitu Agustus sampai November pada semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan eksperimen dengan desain treatment by level dengan jumlah sampel sebesar 64 sampel yang diambil dengan teknik sampling acak sederhana. Stastitika pengujian yang digunakan adalah Anova Dua Arah. Dari hasil analisis diperoleh bahwa : (1) terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang diajarkan dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe treasure hunt dengan strategi pembelajaran konvensional, hal ini dibuktikan dengan nilai Sig =0,000 < 0,05 dan nilai Fhitung = 43,679; (2) hasil belajar IPS dari siswa yang mempunyai kebiasaan belajar tinggi yang diajarkan dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe treasure hunt lebih tinggi dibanding dengan basil belajar IPS dari siswa yang mempunyai kebiasaan belajar tinggi yang diajarkan dengan strategi pembelajaran konvensional, hal ini dibuktikan dengan nilai Sig ~ 0,000 < 0,05 dan
nilai Fhitung = 43,679; (3) hasil belajar IPS dari siswa yang mempunyai kebiasaan belajar rendah yang diajarkan dengan strategi pembelajaran konvensional lebih rendah dibandingkan siswa yang mempunyai kebiasaan belajar rendah yang diajarkan dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe treasure hunt, hal ini dibuktikan dengan nilai Sig = 0,000 < 0,05 dan nilai Fhitung = 36,642; dan (4) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan penggunaan strategi pembelajaran dan kebiasaan belajar siswa terhadap hasil belajar IPS, hal ini dibuktikan dengan nilai Sig = 0,011 < 0,05 dan nilai Fhitung = 6,968, adapun bentuk interkasinya adalah : (1) pada kelompok responden dengan kebiasaan belajar tinggi, hasil belajar IPS yang diajarkan dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe treasure hunt lebih tinggi dibanding yang diajarkan dengan strategi pembelajaran konvensional; (2) pada kelompok responden dengan kebiasaan belajar rendah, hasil belajar IPS yang diajarkan dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe treasure hunt lebih tinggi dibanding yang diajarkan dengan strategi pembelajaran konvensional
Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Kepuasan Kerja Guru Terhadap Produktivitas Kerja Guru SD Negeri di Kecamatan Sekampung Udik Lampung Timur
Terwujudnya pendidikan yang berkualitas merupakan harapan banyak pihak, baik pemerintah, sekolah, maupun masyarakat pengguna pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara supervisi kepala sekolah dan kepuasan kerja guru terhadap produktivitas kerja guru SD Negeri di Kecamatan Sekampung Udik Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan variabel bebasnya berupa supervisi kepala sekolah dan kepuasan kerja guru, juga variabel terikat yang berupa produktivitas kerja guru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara
supervisi kepala sekolah dan kepuasan kerja guru secara simultan terhadap produktivitas kerja guru SD di Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur dengan nilai koefisien korelasi ganda sebesar (r) = 0,701 dan koefisien determinasi (r) = 0,640. Kemudian kontribusi supervisi kepala sekolah dan kepuasan kerja guru terhadap produktivitas kerja guru sebesar 64% dan selebihnya 36% dipengaruhi oleh faktor lain. Sehingga, kolaborasi dari semua pihak secara aktif sangat dibutuhkan dalam meningkatkan atau mewujudkan pendidikan yang berkualiatas khususnya pada pendidikan dasar di Indonesia
Implementasi Kebijakan Sistem Pelayanan Kesehatan Rujukan Berbasis Komitmen Pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kabupaten Sintang
Masalah umum dalam penelitian ini adalah Apakah implementasi kebijakan sistem pelayanan kesehatan rujukan berbasis komitmen pada fasilitas pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kab. Sintang telah dilaksanakan sesuai indikator yang ada? Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kebijakan sistem pelayanan rujukan berbasis komitmen di tingkat fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama berdasarkan indikator yang ditetapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif. Pendekatan metode kualitatif dipilih karena pada metode ini menghasilkan data deskriptif berupa kata- kata tertulis atau lisan serta perilaku orang-orang yang dapat diamati. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Alat pengumpul data yang digunakan yaitu ; wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Responden dipilih menggunakan ''key person''. Yaitu tiga orang Kepala Puskesmas, tiga petugas medis, dan 3 orang para medis. Uji keabsahan data dilakukan dengan cara
trianggulasi. Yaitu pada Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sintang. Kegiatan penelitian pada 3 Puskesmas di Kec. Sintang yaitu Puskesmas Sungai Durian, Tanjung Puri, dan Dara Juanti. Hasil penelitian adalah dari ke tiga indikator sudah dilaksanakan dengan baik oleh Puskesmas, walaupun indikator sistim rujukan non spesialistik dan prolanis hasilnya belum optimal dikarenakan faktor komunikasi untuk sosialisasi tentang kebijakan sistim rujukan dengan hirarkhi yang Panjang dan regulasi tidak konsisten. Sistim rujukan on line juga belum optimal. Sumber daya manusia sudah terpenuhi. Sarana dan prasarana yang minim untuk menunjang tenaga medis menegakkan diagnosa. Kerjasama dengan sektor terkait misalnya apotik juga mengalami hambatan dalam ketersediaan obat. Sehingga sulit menekan angka rujukan non spesialistik walaupun Puskesmas sudah menerapkan SOP dan struktur untuk program tersebut. Saran dalam penelitian ini
; tim khusus yang mengawasi implementasi kebijakan
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Two Stay Two Stray (TSTS) Berbasis Kontekstual Bermuatan Karakter Kerja Sama untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Materi Operasi Bilangan Bulat Kelas VI
Penelitian ini bertujuan untuk menghiasilkan perangkat pembelajaran matematika yang valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian ini adalah pengembangan dengan model Plomp, yang terdiri dari 5 langkah utama yaitu: tahap studi pendahuluan, tahap desain, tahap realisasi/kontruksi (prototip), tahap penilaian, dan tahap implementasi. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan Buku ajar peserta Didik. Subyek pada.pehelitian ini adalah peserta didik kelas VI SDN Cempereng, Kabupaten Batang.
Analisis data untuk menilai kevalidan perangkat pembelajaran dilakukan oleh 5 validator menggunakan instrumen lembar validasi. Kepraktisan perangkat dinilai menggunakan lembar pengamatan kemampuan guru mengelola kelas dan lembar angket respon perta didik. Keefektifan dinilai berdasarkan hasil uji ketuntasan, uji banding t- tes, uji regresi linier, dan uji gain.
Hasil validasi perangkat pembelajaran dan instrument penelitian yang dihitung dengan nilai maksimum 5,00 adalah sebagai berikut: 1) perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid yaitu silabus dengan skor rata-rata 4,18 (sangat baik), RPP dengan skor 4,03 (baik), buku peset! didik dengan skor 4,04 (baik), LKPD dengan skor 3,96 (baik) 2) perangkat pembelajaran dinyatakan praktis, yaitu: a) hasil pengamatan guru mengelola kelas mempunyai rata-rata 4.06 dengan kriteria sangat baik b) respon peserta didik baik dengan rata-rata 4,06 (sangat baik), c) hasil pengamatan kemampuan komunikasi matematis dengan skor rata-rata 4,06 (sangat baik) 3) Pembelajaran materi dinyatakan efektif, yaitu: a) tercapainya ketuntasan invidual secara klasikal dengan ketuntasan lebih dari 75%, b) kemampuan komunikasi matematis peserta didik dengan model TSTS lebih baik dibanding model pembelajaran konvensional c) adanya peningkatan karakter kerjasam
Efektifitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan Pendekatan Quantum Learning Terhadap Prestasi Belajar Matematika pada Materi Persamaan Garis Lurus Ditinjau dari Kecerdasan Matematis Logis Siswa SMP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) efektifitas pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together dengan quantum learning ditinjau dari prestasi belajar matematika, (2) mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa yang mengikuti pembelajaran model NHT dengan Quantum learning dan siswa yang mengikuti pembelajaran model NHT tanpa Quantum learning, (3) mengetahui prestasi belajar matematika siswa yang memiliki kecerdasan matematis logis tinggi, sedang, dan rendah, dan (4) mengetahui perbedaan prestasi belajar model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan Quantum learning dan model pembelajaraan kooperatif tipe NHT tanpa Quantum learning pada masing-masing tingkat kecerdasan matematis logis. Penelitian ini merupakan Quasi exsperimental. Populasi penelitian seluruh siswa kelas VITI S'MP Negeri 1 Parakan tahun pelajaran 2017/2018 yang terdiri dari 7 kelas. Sampel yang digunakan adalah 2 kelas, yaitu kelas VIllA dan VTIIC, masing-masing sebanyak 36 siswa. Pengambilan sampel dengan cluster random sampling. Metode pengumpulan data dengan dokumentasi dan tes. Teknik analisis dengan t-test dan Anava dua jalan sel tidak sama, dilanjutkan metode Scheffe. Hasil penelitian dengan taraf signifikansi 0,05 menunjukkan: 1) Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together dengan Quantum learning efektif ditinjau dari prestasi belajar matematika; (2) prestasi belajar matematika siswa yang dikenal model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan pendekatan Quantum learning lebih baik daripada prestasi belajar maternatika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NIIT) tanpa pendekatan Quantum learning; (3) prestasi belajar matematika siswa yang memiliki kecerdasan matematis logis tinggi lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika siswa yang memiliki kecerdasan matematika logis sedang dan renda serta restasi belajar matematika siswa yang memiliki kecerdasan matematis logis sedang tidak lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar matematika siswa yang memiliki kecerdasan matematis logis rendah; 4a) pada kelompok siswa yang memiliki kecerdasan matematis logis tinggi, prestasi belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan pendekatan Quantum learning lebih baik daripada prestasi belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) tanpa pendekatan Quantum learning. (4b) pada kelompok siswa yang memiliki kecerdasan matematis logis sedang, prestasi belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pendekatan Quantum learning lebih baik daripada prestasi belajar siswa, yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan pendekatan Quantum learning; dan (4c) pada kelompok siswa yang memilikikecerdasan ,matematika logis rendah, prestasi belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan pendekatan Quantum learning lebih baik dari pada prestasi belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) tanpa pendekatan Quantum learning
Evaluasi Perencanaan Pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Yalimo (Studi Kasus Perencanaan Pembangunan Tahunan)
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis proses evaluasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Yalimo serta menjelaskan dan menganalisis faktor keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan rencana pembangunan daerah di Kabupaten Yalimo. Desain penelitian ini adalah bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara (intervtew), observasi pengamatan dan studi dokumentasi.
Pendekatan teori yang digunakan dalam evaluasi dan tahapannya berdasarkan konsep yang dikemukan oleh Sjafritzal dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa proses evaluasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Yalimo dilakukan dengan dua pendekatan evaluasi, yaitu evaluasi makro dan evaluasi proses, dimana hasil evaluasi makro dipoleh keberhasilan atau dengan kata lain tercapai, akan tetapi hilang dibandingkan dengan nilai rata-rata Provinsi Papua, tingkat capaian indikator pembangunan daerah di Kabupaten Yalimo belum berhasil. Sedangkan evaluasi proses penyusunannya telah dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Faktor keberhasilan dalam pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Yalimo, yaitu: 1). dukungan stakeholder/elite politik, 2). data statistik yang valid/akurat dan 3). Stabilitas keamanan daerah. Faktor kegagalan dalam pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Yalimo adalah: 1). Tidak konsistensinya perencanaan dan penganggaran, 2). kurangnya tenaga perencana, dan 3), kurangnya partisipasi masyarakat
Pengaruh Strategi Pembelajaran The Power of Two dan Numbered Heads Together Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Kecerdasan Emosional pada Siswa SMP
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2. Populasi penelitian adalah siswa SMP Negeri 4 Kedung banteng di Banyumas pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018 sebanyak 166 siswa. Sampel pada penelitian ini berjumlah 50 siswa dengan rincian 25 siswa kelompok the power of two dan 25 siswa kelompok numbered heads together. Pengujian hipotesis menggunakan analisis of varians (Anova) dua arah dan analisis of varians (Anova) satu arah dengan taraf signifakan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan pengaruh antara siswa yang menggunakan strategi pembelajaran the power of two dan numbered heads together terhadap hasil belajar Matematika, dimana strategi pembelajaran numbered heads together lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran strategi pembelajaran the power of two; (2) tidak terdapat interaksi pengaruh antara siswa yang menggunakan strategi pembelajaran the poyyer of two, numbered heads together dan kecerdasan emosional terhadap has belajar Matematika Jadi pembelajaran dengan strategi pembelajaran the power of two maupun numbered heads together dan siswa kelompok kecerdasan emosional rendah maupun tinggi memberikan hasil belajar Matematika yang sama; (3) tidakn terdapat pengaruh siswa dengan kecerdasan emosional tinggi yang menggunakan the power of two dan numbered heads together terhad basil belajar Mate atika; dan (4) terdapat pengaruh siswa dengan kecerdasan emosional rendah yang menggunakan the power of two dan numbered heads together terhadap belajar Matematika Berdasarkan dari perolehan mean, diperoleh bahwa mean (l hasil belajar Matematika lebih tinggi pada strategi pembelajaran numbered heads to ether dibandingkan pada strategi pembelajaran the power of two
Implementation of Traditional Games in Early Childhood Education Learning in Indonesia
Indonesia is an archipelago consisting of 17,504 people spread in 34 provinces. One of them is West Nusa Tenggara Province. Besides that, Indonesia to a country rich in traditional games because Indonesia has more than 300 ethnic groups and has 1,340 ethnic groups. If it is assumed that one ethnic group has only two traditional games, then in Indonesia there will be around 2,680 types of traditional games. Traditional games can stimulate aspects of child development such as physical-motoric, cognitive, language, social-emotional, creativity and character. The purpose of the research in this article is to find out the implementation and utilization of traditional games in the learning process at ECED. The research method uses descriptive qualitative with interview and observation techniques. The research subjects of the interview were 100 kindergarten teachers in West Nusa Tenggara Province. Observer were carried out during traditional game trials in 10 kindergartens representing ten regions in West Nusa Tenggara. Research time July - October 2018. The results of the study show that the use of traditional games in ECED learning can stimulate aspects of child development as a whole and the game can help teachers stimulate all aspects of early childhood development. The suggestion that can be conveyed is that the traditional game should be included in the educational curriculum for early childhood education teachers and is used as an alternative learning strategy in kindergartens, especially in Indonesi