Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Repository
Not a member yet
294 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pemberian Persepuluhan Atas Kerohanian Gereja Sidang Jemaat Allah Jemaat Victorius Worship Family Makassar
Yang menjadi pokok masalah dalam penulisan karya ilmiah ini adalah sejauh mana sikap jemaatdalam hal perpuluhan berpengaruh atas perkembangan rohani, dan sejauh mana sikap jemaat dalamperpuluhan berpengaruh atas perkembangan USAha. Tujuan penulisan ini ialah untuk mencari tahu faktorfaktorapa yang menyebabkan jemaat tidak setia dalam memberi persepuluhan kepada Tuhan, dan untukmencari tahu mengapa jemaat tidak memahami dengan benar tentang persepuluhan. Penelitian akanmengambil sample yang terdiri dari 50 anggota jemaat yang sudah berpenghasilan. Teknik pengumpulandata melalui angket dan teknik analisis data yaitu penggunaan analisis statistic dengan program SPSS 15.Adapu hasiul penelitian bahwa tingkat pendidikan jemaat GSJA Victorious Worship FamilyMakassar sangat berpengaruh terhadap perkembangan rohani jemaat, di mana apabila terjadi peningkatanpada tingkat pendidikan jemaat maka perkembangan rohaninya mengalami penurunan. Kedua, bahwatingkat pendidikan jemaat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan USAha jemaat, di mana apabila terjadipeningkatan pada tingkat pendidikan jemaat maka keberhasilan USAha jemaat mengalami peningkatan.Ketiga, bahwa tingkat pendidikan jemaat sangat berpengaruh terhadap sikap memberi persepuluhan kepadaTuhan, di mana apabila terjadi peningkatan pada tingkat pendidikan maka tingkat sikap memberipersepuluhan kepada Tuhan mengalami perkembangan
Kepemimpinan Gembala: Suatu Kajian Filosofis Tentang Proses Integrasi Kepemimpinan Rohani Dan Sekuler
Tugas gembala jemaat untuk memelihara umat Allah, merupakan tugas yang sangat strategis. Pada satu sisimanusia diperhadapkan kepada kompleksitas permasalahan yang semakin lama semakin rumit. Gereja melalui fungsipenggembalaannya bisa menjadi tempat bagi orang-orang untuk mendapatkan jawaban dan pertolongan dalamhidupnya. Pada sisi yang lain dengan tingkat perkembangan sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan yang semakinmaju, gereja sebenarnya bisa memanfaatkannya untuk pelayanan secara maksimal. Realitanya, sekarang orang lebihmencari jawaban melalui apa yang ditawarkan para pofesional dunia. Gereja dianggap ketinggalan jaman dalamupaya menjalankan tugas dan fungsinya. Melalui berbagai pandangan dan survei yang ada, diperoleh kesimpulanbahwa salah satu penyebab kemunduran gereja adalah tidakberfungsinya kepemimpinan gembala dengan baik.Mengingat kondisi seperti ini kepemimpinan gembala mesti digali, dikaji , dan dikembangkan, salah satu diantaranyamelalui pendekatan dengan bidang lain, dalam hal ini integrasi kepemimpinan rohani dan sekuler. Melalui tehnikpengumpulan data literatur (Library Research), yaitu melakukan penyelidikan terhadap buku-buku dan tulisantulisanyang berkaitan dengan karya ilmiah, berdasarkan pendekatan : hermeneutik, komparatif, evaluasi dan induksidan diduksi. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh pengertian kepemimpinan gembala sebagai proses integrasikepemimpinan rohani dan sekuler serta kontribusinya bagi pelayanan gereja, sehingga gembala dan gereja dapatmenjalankan pelayanannya dengan baik
Prinsip-Prinsip Kepemimpinan Yusuf Dalam Menghadapi Perubahan Berdasarkan Kitab Kejadian 37-50
Pertama, Prinsip-prinsip kepemimpinan Yusuf dalam menghadapi Perubahan adalahsebagai berikut, (1) Berpegang teguh pada visi yang berasal dari Allah yang ditunjangdengan karakter yang baik, (2) Membaca peluang yang ada, (3) Menyadari Perubahanyang akan terjadi, (4) Mempersiapkan diri dalam menghadapi Perubahan, (5) Tahumemanfaatkan Perubahan yang terjadi, (6) Bisa menjadi pengendali Perubahan.Kedua, Implementasi prinsip-prinsip kepemimpinan Yusuf dalam kepemimpinangereja masa kini dalam menghadapi Perubahan adalah sebagai berikut, (1) Fokus pada visi,(2) Membaca tren Perubahan, (3) Mempersiapkan diri, (4) Mengendalikan Perubahandengan cara (a) Mencari indikator Perubahan, (b) Mencari dampak positif, (c) Mencaridampak negative, (d) mempersiapkan sarana (5) Menciptakan Perubahan
Analisis Faktor Penyebab Utama Kecenderungan Bunuh Diri Di Kalangan Remaja Yang Berusia 15-17 Tahun Di Makassar
Pokok masalah penelitian ini ialah apa yang menjadi penyebab utama terjadinya kasus bunuh diri dikalangan remaja yang berusia 15 sampai 17 tahun? Adapun tujuan penulisan ini adalah sebagi berikut:memberitahukan kepada pembaca bahwa yang menjadi penyebab utama terjadinya kasus bunuh diri adalahmasalah yang dihadapi oleh remaja yang berusai 15-17 tahun dengan keluarga mereka. Penyebab lainnya adalahdepresi dan konsep diri yang keliru. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa berusia 15 sampai16 tahun (kelas X) di SMU Kristen Diakui Makassar, dan siswa berusia 15-17 tahun (kelas X dan XI) di SMAGamaliel Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMU Kristen Diakui Makassar, dansiswa kelas XI PIA 2 dan kelas XI PIS, kelas X-5 di SMU Gamaliel Makassar. Dalam penelitian ini, penulismenggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara , angket, dan observasi. Teknik analisis data ialahanalisis statitik dengan program SPSS 15. Hasil penelitian ini ialah ada tiga masalah yang dihadapi oleh remajayang berniat melakukan bunuh diri, yaitu: Depresi. Depresi yang mereka alami adalah puncak dari semuaperasaan bersalah, marah, tidak berarti dan tidak diinginkan. Depresi yang berat menjadi salah satu penyebabterjadinya bunuh diri. Konsep diri. Masalah konsep diri banyak dialami oleh remaja. Konsep diri yang kelirumembuat mereka merasa tidak diinginkan, tidak berharga dan tidak seorang pun mengasihi mereka. Konsep diriyang salah ini juga dipengaruhi oleh teman sebaya mereka. Remaja berusaha untuk menjadi eperti yangdiinginkan oleh teman sebaya agar mereka bias diterima dan diakui oleh kelompok teman sebaya mereka.Hubungan dalam keluarga. Hubungan dalam keluarga menyangkut perceraian orang tua mereka danpenerimaan dari orang tua. Perceraian orang tua melukai anak remaja dan membuat mereka merasa tidakdikasihi dan menyalahkan diri atas perceraian itu. Orang tua yang tidak menerima anak remajanya sebagai dirimereka sendiri memuat remaja berusaha untuk menjadi orang lain dan merasa orang tua mereka baru akanmengasihi mereka saat mereka menjadi remaja yang orang tua mereka inginkan bukannya menjadi merekasendiri
Pergulatan Filosofis Tentang Theisme Dan Atheisme
Theisme merupakan salah satu bagian dari kajian Teologi (harafiah: Theos =Tuhan, Logos = ilmu, pemikiran). Theisme sendiri merupakan suatu paham yangmeyakini Tuhan itu ada.Argumen-argumen yang dibangun untuk membuktikanbahwa Tuhan itu ada, merupakan bagian dari upaya yang dilakukan oleh Teologinarural. Teologi natural merupakan sebuah USAha unruk memperoleh kesimpulan kesimpulanyang bermakna tentang eksistensi Tuhan yang didasarkan hanya padapikiran manusia saja. Teologi natural bersandar pada kemampuan-kemamplankognitif manusia seperti: pengalaman, ingatan, instropeksi, penalaran deduktif,penalaran induktif, dan inferensi, unruk mendapatkan eksplanasi yang paling baikini berbeda dengan Teologi pewahyuan (revealed theolog) yang mendasarkanarumentasinya pada pernyataan-pernyataan yang dinyatakan telah difirmankan olehTuhan atau atas dasar kejadian-kejadian yang dianggap sualu ungkapan dari Tuha
Siklus Identitas Sosial Sebagai Adaptasi Identitas Diri Dari Peran Yang Dipandang Sebagai Penyimpangan
Keberhasilan pencapaian identitas diri yang dilebel sebagai penyimpanganternyata melibatkan beberapa tahap dan beberapa faktor. Menurut teori siklusidentitas sosial ada beberapa tahap dan setiap tahap mengandung beberap faktoryang terlibat dalam menentukan pencapaian identitas diri. Tahap prasosialisasiterdapat faktor self deprecation dan self confidence. Tahap penemuan atau diskoverimengandung faktor evaluasi, komitmen implisit atau eksplisit, kontak denganorang lain yang memiliki identitas peran sama, memiliki konsep peran yangdimainkan. Tahap konstruksi mengandung faktor tahap pertandingan,pengetahuan dan penggunaan produk arau barang kepemilikan yang mendukungperan yang dimainkan. Tahap latensi terdapat faktor penghentian akrivitas. Tahapdisposisi atau penyusunan mengandung faktor nostalgia, atau kenangan lama, rasamalu, kesedihan, pengunduran diri, penyesalan, frustrasi, memandang identitastersebut sebagai tidak realistik. Tahap pemantapan (maintenance) terdapatfaktor akumulasi keterampilan dan kepemilikan yang sesuai dengan identitas
Apakah Hanya Ada Satu Jalan Keselamatan?
Ketika Kekristenan hendak mempercakapkan keberbedaan di atas makapercakapan itu akan didasarkan pada apa yang dipandang sebagai hakikat dari imanKristen. Dan menurut Paul F, Knitter, jika hendak menggunakan hakikat Kekristenanmaka pengungkapan itu senantiasa berkaitan dengan, dan mempunyai dasar sertaberpusat pada Yesus Kristus. Ini berarti bahrva bagaimana percakapan tentangkeberbedaan di atas bergantung pada Kristologi yang ada di Balik percakapan tersebut.Persoalannya hingga saat ini ada begitu banyak pemahaman tentang YesusKristus dalam komunitas Kristen. Bahkan dari awal mulainya sejarah Kekrisrenantercatat bahwa pengikut-Nya telah merumuskan beragam pemahaman tentangdiri-Nya. Bakan pada penulis Injil pun menggambarkan Yesus Kristus denganberagam pemahaman. Kenyataan ini menunjukkan bahwa konteks sangatberpengaruh dalam merumuskan Kristus yang diimani oleh pada pengikut-Nya.Hal inilah yang mendorong penulis mencoba unruk memberikan gambaran ringkas(sketsa) satu tema dalam kristologis yang seringkali menjadi persoalan dalam kontekskemajemukan agama
Teori Individuasi Carl Gustav Jung
Masyarakat pada masa kini adalah masyarakat yang telah beralih dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Masyarakat modern punya ciri khas tersendiri begitu pula dengan masyarakat pasca modern. C. G. Jung membahas tentang masyarakat yang berindividuasi. Apakah masyarakat yang berindividuasi itu adalah termasuk dalam salah satu ciri dari masyarakat modern.Individu yang mampu mengatasi persoalan masyarakat moderen ialah individu yang mencapai tahap-tahap proses individuasi ini atau yang disebut pula sebagai individu yang berindividuasi
Kepemimpinan Model Gembala
Tren kepemimpinan teiah berkembang sangat pesat dan dapat dengan mudah dipelajari secara mandiri. Bahkan nirai dan prinsip biblika teiahmewarnai semua lini prinsip iJmu kepemimpinan. Namun dalam lini praktika, kita diperhadapkan dengan kompleksitas kulrural, masalah sosial, dari konteks yang sangat beragam. saat ini kita tidak boleh berhenti dengan penerapan kepemimpinan dalam kehidupan kita. Ada banyak keunikanyang akan kita temukan di lapangan. Seperti kata Robert Clinton, kita sedang memasuki"universitas kehidupan" ("university of life"), di mana penerapan nilai kepemimpinan tidak pernah berhenti. Niiai-nilai itu harus terus digali dandiaplikasikan
Peranan Kaum Awam Dalam Pertumbuhan Gereja KIBAID Jemaat Latimojong
Dalam menindaklanjuti amanat Agung Yesus Kristus yang yang rerdapatdalam Matius 28 :1, 20 Yaitu menjadikan sekalian bangsa murid-Nya maka kaumawam harus diberi pelatihan dan peran agar terlibat dalam berbagai bentukkehidupannya menjadi saksi Kristus sehingga Gereja dapat bertumbuh. GerejaKIBAID Latimojong berkembang dengan berdirinya beberapaJemaat di Makassar,karena kaum Awam diberi pelatihan dan peran dalam bersaksi. Dalam tulisan iniakan dipaparkan tentang dasar Alkitab mengenai peran atau keterlibatan kaumAwam dan strategi Pertumbuhan Gereja.Bagian ini merupakan rinjauan pustaka yang dianggap sangat penting sebagailandasan untuk melangkah pada pembahasan inti yairu peranan kaum awam sebagaistrategi pertumbuhan gereja KIBAIDJemaat Latimojong. Landasan tersebut adalahpemahaman dasar tentang peranan kaum awam dalam pertumbuhan gereja