Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Repository
Not a member yet
    294 research outputs found

    Tinjauan Etika Kristen Terhadap Homoseksualitas

    No full text
    Tujuan penulisan merupakan suatu upaya menemukan jawaban atas pokokmasalah penelitan. Oleh karena itu berdasarkan pokok masalah di atas, maka tujuanpenulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, supaya pembaca karya ilmiah dapatmengetahui dan mengerti tentang pandangan iman dan moral kristen tentanghomoseksual. Kedua, supaya pembaca karya ilmiah dapat memperoleh petunjukmengenai sikap yang benar dalam menyikapi masalah homoseksual yang sesuai dengankehendak Allah. Ketiga, supaya pembaca karya ilmiah dapat mengetahui bagaimanaupaya-upaya dalam mengatasi masalah homoseksual.Dalam penulian karya ilmiah ini teknik penelitian mengenai masalah aktual,dengan mengadakan refleksi teologis dengan memberikan dekarya ilmiah yang normatif.metode penelitian yang digunakan adalah penelitian literatur (Library research) yaitukajian biblika dan menggunakan buku-buku sesuai dengan judul karya ilmiah yangdibahas.Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan oleh penulis dalam karya tulis ini,maka penulis menarik beberapa kesimpulan: Pertama, Homoseksualitas merupakanpenyimpangan seksual yang semakin merebak terjadi dewasa ini, termasuk pelakunyaadalah orang Kristen. Kedua, Allah menciptakan seks yang pada dasarnya mulia dansuci dan bukan sebagai sesuatu yang jahat dan hina. Karena itu seks yang adalah kudushanya dipakai di dalam ikatan pernikahan yang dimaksudkan untuk memperkuatkesatuan suami istri, untuk mengungkapkan kasih sayang, untuk melanjutkan keturunandan untuk kenikmatan yang kudus. Ketiga, Secara teologis homoseksual merupakantindakan seksual yang menyimpang dari ketetapan Allah yang kudus. Dengan tegasAlkitab menyatakan bahwa homoseksual adalah hubungan seks yang tidak wajar,pengumbaran hawa nafsu yang memalukan, dan tidak mendapat bagian di dalamkerajaan Allah Keempat, Homoseksual merupakan perbuatan dosa dan kekejian bagiTuhan. Dan akan menimbulkan berbagai hal dalam aspek kehidupan dan akanmengalami penolakan dalam masyarakat dan juga rentan untuk terkena penyakit sepertipenyakit AIDS

    Peranan Gembala Sebagai Pemimpin Dalam Perspektif I Petrus 5:1-4 Dan Relevansinya Pada Masa Kini

    No full text
    Adapun tujuan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut: Pertama,untuk menemukan konsep peranan gembala sebagai pemimpin dalam I Petrus 5:1-4.Kedua, untuk merelevansikan konsep peranan gembala sebagai pemimpin denganpenggembalaan pada masa kini.Adapun metode yang digunakan oleh penulis adalah Library Reseach ataupenelitian perpustakaan, yaitu membaca buku-buku, menyelidiki kitab yang berkaitandengan pokok bahasan karya ilmiah ini.Berdasarkan semua uraian tentang peranan gembala sebagai pemimpin dalamperspektif I Petrus 5:1-4, maka dapat ditarik kesimpulan, konsep I Petrus 5:1-4 Tentangperanan gembala sebagai pemimpin bahwa seorang gembala harus mengerti peranannyasebagai pemimpin, yaitu: (1). Pemimpin yang memberi nasihat (I Petrus 5:1), seoranggembala sebagai pemimpin yang meberi nasihat harus mampu mengajarkan hal-hal yangbaik dan menganjurkan sesuatu yang berguna bagi bawahannya atau orang-orang yangdipimpinnya, (2). Pemimpin yang bertanggung jawab (I Petrus 5:2a), seorang pemimpinsejati adalah orang yang penuh dengan rasa tanggung jawab, pemimpin yang maumemikul, menerima dan mengambil tanggung jawab dengan penuh kesadaran untuktugas dan orang yang telah dipercayakan Tuhan kepadanya dan bukan orang yangmenghindar dari tanggung jawab, (3). Pemimpin yang sukarela (I Petrus 5:2), sebagaipemimpin harus mampu menerima dan menlayani bawahannya dengan hati yang terbuka,senang dan bukan bekerja karena paksaan tetapi dengan kemauannya sendiri, (4).Pemimpin yang memberi teladan (I Petrus 5:3), sebagai pemimpin ada tuntutan sikapteladan dalam seluruh aspek kehidupannya baik kehidupan rohani, hubungan denganorang lain, dalam pekerjaan, dan lewat sikap tegas

    Teologi Biblika Perjanjian Baru Tentang Hakim Yang Akan Datang: Kajian Tentang Eskatologi Dalam Perjanjian Baru Dan Implementasinya Dalam Pendidikan Agama Kristen Di Sekolah

    No full text
    Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah: Untuk mengetahuisejauh mana topik eskatologi telah mendapat perhatian yang cukup dalam pembelajaranPAK di sekolah khususnya di SD dan SMP. Menjelaskan bagaimana seharusnyapengimplementasian topik eskatologi dalam pembelajaran PAK di sekolah khususnya diSD dan SMP.Metode penelitian yang digunakan dalam rangka penulisan ini adalah penelitianpustaka (Library Research) yakni pengumpulan data dari buku-buku seperti yangtercantum dalam Daftar Pustaka.Berdasarkan pemaparan singkat di atas, maka penulis menyimpulan bahwa:Pertama, Pengajaran tentang eskatologi dalam PAK di sekolah khususnya di SD danSMP sangat penting tetapi masih sangat kurang mendapat perhatian. Hal itu jelas bilakita memerhatikan kurikulum PAK yang tidak mencantumkan topik eskatologi sebagaisalah satu materi pokok. Kedua, Dalam rangka pengimplementasian topik eskatologidalam pengajaran PAK di sekolah, maka hal-hal yang harus ditekankan adalah nasihatuntuk berjaga-jaga, bekerja dengan setia, pelita kita harus tetap menyala danmengembangkan talenta yang diberikan oleh Tuhan

    Tinjauan Etika Kristen Terhadap Operasi Transeksual

    No full text
    Adapun tujuan penulisan dari pokok masalah diatas adalah: Untuk mengetahuipandangan etika Kristen tentang operasi transeksual.Mengingat begitu luasnya pembahasan tentang transeksual secara umum makapenulis membatasi karya ilmiah ini hanya berfokus pada operasi transeksual.Pembahasan operasi disini juga dibatasi hanya operasi alat kelamin ditinjau dari etikaKristen. Etika yang digunakan dalam penulisan ini dibatasi hanya etika yang bersifatdeontologis.Berdasarkan pembahasan yang telah dikemukakan oleh penulis dalam karyailmiah ini maka penulis menyimpulkan. Pertama, tubuh, seks, jenis kelamin, dan kepuasanseksual, pada dasarnya diciptakan Allah sangat baik, mulia dan suci dan dengan tujuanyang baik, dan ini juga merupakan gambar Allah. Akibat kejatuhan manusia pertamakedalam dosa maka gambar Allah menjadi rusak, sehingga Tubuh, seks, jenis kelamin,kepuasan seksual kehilangan peranannya. Banyak penyimpangan seksual yangberkembangan saat ini, dan sudah sangat meresahkan di dalam masyarakat. Kedua,transeksual adalah salah satu bentuk kelainan seksualitas yang abnormal dimanaseorang penderita mengalami ganguan identitas gender, yaitu seseorang merasa terjebakdalam tubuh yang berbeda. Ketiga, secara etika Kristen menjadi seorang transeksualatau waria tidak menjadi masalah. Karena secara Alkitabiah ada orang yang terlahirdengan keadaan abnormal. Perilaku homoseksual bagi seorang transeksual secaraAlkitabiah dilarang karena melanggar prinsip Alkitab. Keempat, segala bentuk tindakanoperasi transeksual yang mementingkan keegoisan dan kenikmatan belaka dari segi etikaKristen adalah salah dan melanggar kaidah Tuhan yang sudah ditetapkan. Seorang yangmelakukan operasi transeksual sudah menghina dan tidak menghargai dan juga tidakmengucap syukur atas apa yang sudah diberikan Tuhan yaitu kodrat sejak lahir sebagailaki-laki maupun perempuan. Seorang yang melakukan operasi transeksual akanmempunyai prilaku homoseksual. Kelima, orang kristiani harus dapat menampung danmenerima mereka sebagai bagian dari tubuh Kristus, mungkin Tuhan punya rencana bagikaum transeksual yang rohani untuk menjadi penginjil kaum transeksual

    Peran Orang Tua Tunggal Dalam Membimbing Anak Remaja Mencapai Kualitas Hidup Di Gereja Kibaid Klasis Makassar

    No full text
    Berdasarkan pokok masalah di atas, maka yang menjadi tujuan penulis sebagaisasaran dalam penulisan karya ilmiah ini, yaitu:Pertama, agar setiap orang tua tunggalmemahami peranan mereka dalam membimbing anak remaja.Kedua, agar anak-anakremaja dari orang tua tunggal termotivasi untuk mencapai kualitas hidup.Dalam karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode penelitian sebagaiberikut:Pertama, metode kepustakaan yaitu penulis mencari dan mengumpulkaninformasi melalui buku-buku yang berkaitan dengan karya ilmiah ini. Menurut asalkatanya kepustakaan berasal dari kata dasar “pustaka”, yang berarti (1) buku-bukukesusastraan; (2) daftar kitab yang dipakai sebagai sumber acuan untuk mengarang, dansebagainya; atau (3) semua buku atau karangan dan tulisan mengenai suatu bidang ilmu,topik, gejala atau kejadian.1 Kedua, penulis menggunakan wawancara kepada orangorangyang dapat melengkapi data yang diperlukan dalam karya ilmiah ini. Wawancaraialah (1) tanya jawab dengan seseorang (pejabat dsb) yang diperlukan untuk dimintaiketerangan atau pendapatnya mengenai suatu hal, untuk dimuat dalam surat kabar,disiarkan melalui radio, atau ditayangkan pada layar televisi atau untuk kepentinganpenulisan karya ilmiah; (2) tanya jawab direksi (kepala personalia, kepala humas)Perusahaan dengan pelamar pekerjaan; (3) tanya jawab peneliti dengan narasumber.2Berdasarkan pembahasan penulis di atas, maka dapat dibuat kesimpulan sebagaiberikut: orang tua tunggal atau single parent Persekutuan Kaum Wanita KIBAID KlasisMakassar adalah mereka yang menyadari sepenuhnya tugas mereka sebagai orang tuayang berperan sebagai ayah dan juga ibu yang mengatur segala sesuatunya di rumah danbertanggung jawab sepenuhnya kepada anak-anak mereka. Orang Tua tunggal atausingle parent Persekutuan Kaum Wanita KIBAID Klasis Makassar sudah sangat baikdalam menjalankan fungsinya sebagai orang tua tunggal bagi anak-anaknya. Sehinggaanak-anak bertumbuh dengan baik dalam mencapai kualitas hidup merek

    Kedaulatan Allah Atas Iblis Berdasarkan Kitab Ayub Pasal 1 Dan 2 Serta Relevansinya Dalam Kehidupan Orang Percaya

    No full text
    Sesuai dengan permasalahan yang timbul, maka tujuan penulisan karya ilmiah iniadalah: Pertama, untuk menjelaskan tentang kedaulatan Allah atas iblis berdasarkankitab Ayub pasal 1 dan 2.Kedua, untuk mengetahui relevansi dari kedaulatan Allahterhadap iblis bagi kehidupan orang percaya.Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode penelitianliteratur (Library research) yaitu menggunakan Alkitab, kamus, tafsiran dan buku-bukuserta berbagai tulisan-tulisan yang terdapat di media on-line, yang berhubungan denganpembahasan dalam karya ilmiah penulis.Berdasarkan hasil uraian penulis dalam karya ilmiah tentang kedaulatan Allahterhadap Iblis berdasarkan Ayub 1 dan 2 dan implikasinya dalam kekristenan masa kini,maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: Iblis adalah makhluk yangdiciptakan oleh Allah yang memiliki kepandaian dan kekuasaan yang melebihi manusia.Sehingga dengan kuasa yang dimilikinya, Iblis dapat mendatangkan bencana alam, sakitpenyakit, merampas berkat, bahkan sampai mengambil nyawa manusia

    Formasi Rohani Seorang Pelayan Anak Dalam Menunjang Efektivitas Pelayanan

    No full text
    Sesuai dengan pokok masalah yang ada, maka yang menjadi tujuan dalampenulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, Para pelayan anak mengerti tentangtantangan dan peperangan yang dihadapinya dalam pelayanan anak. Kedua, Parapelayan anak memiliki formasi kehidupan rohani yang benar agar siap menghadapitantangan dan peperangan dalam pelayanan anak sehingga pelayanannya menjadiefektif. Ketiga, Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Teologi diSekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar.Adapun metode penulisan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini untukmendapatkan data yang diperlukan adalah: Pertama, Metode pengambilan danpengumpulan data melalui buku-buku yang berkaitan dengan judul yang dibahas dalamkarya ilmiah ini. Kedua, Dengan mengadakan wawancara dan kuisioner denganbeberappelayan anak dari jenis pelayanan anak yang berbeda.Setelah melihat semua hasil pembahasan dari setiap bab sebelumnya, maka penulismenarik beberapa kesimpulan. Formasi rohani seorang pelayan anak mencakuphubungan yang benar dengan Tuhan, hubungan yang benar dengan sesama danpengalaman Perubahan dalam mengatasi dosa dan bertumbuh dalam kekudusan.Hubungan yang benar dengan Tuhan didasarkan pada pertobatan yang sejati danpengalaman perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan, yang selanjutnya akan membawapertumbuhan yang benar, melalui waktu teduh, kehidupan doa dan puasa, sertapersekutuan dan ibadah. Hubungan yang benar dengan Allah akan menghasilkanhubungan yang benar pula dengan sesama. Hubungan yang benar dengan Allah juga akanmembuat seorang pelayan anak bersandar penuh pada kuasa Roh Kudus sehinggamengalami Perubahan dan bertumbuh dalam kekudusan

    Tinjauan Teologis Tentang Iblis Dalam Injil Sinoptik

    No full text
    Adapun tujuan karya ilmiah ini adalah: Pertama, mempelajari pandangan ataukonsep Alkitab tentang iblis/setan dan roh-roh jahat dalam Injil Matius. Kedua,mempelajari pandangan atau konsep Alkitab tentang iblis/setan dan roh-roh jahat dalamInjil Markus. Ketiga, mempelajari pandangan atau konsep Alkitab tentang iblis/setandan roh-roh jahat dalam Injil Lukas.Untuk memperoleh data yang memadai dalam karya ilmiah ini, penulismengadakan penelitian kepustakaan (Library research) dan media internet mengenaiiblis, yang mana penelitian ini akan berpusat pada ungkapan-ungkapan ke tiga InjilSinoptik Matius, Markus, dan Lukas dan cerita-cerita di dalamnya meyangkut kuasajahat itu. Studi kata dan Latar Belakang ke tiga Injil Sinoptik tentang iblis, dan kuasajahat itu akan menjadi fokus penelitian karya ilmiah ini.Berdasarkan penguraian penulis dalam tulisan ini maka dapat ditarik kesimpulansebagai berikut: Pertama, Dalam bagian pemahaman tentang Injil Sinoptik dijelaskansecara latar belakang tentang penulis ke tiga Injil tersebut. Kedua, Dalam bagianpemahaman Injil Sinoptik dijelaskan secara latar belakang masing-masing ketiga Injiltentang maksud dan tujuan penulis. Ketiga, Dalam bahagian pemahaman Injil Sinoptikdijelaskan tentang pengertian Injil dan Injil Sinoptik. Keempat, Dengan tegas InjilSinoptik menjelaskan tentang Iblis. Walupun ada orang Kristen yang tidak menerimakebenaran ini. Namun tidak dapat diragukan lagi bahwa kitab Injil Sinoptik sangat jelasmembicarakan Iblis dan roh-roh jahat. Kelima, Khususnya dalam konsep Injil Sinoptiksangat nyata bagaimana pekerjaan Iblis diuraikan dengan, mencobai, melalui fikiranmanusia, merasuki tubuh manusia, membuat penyakit, menggunakan posisi,menggunakan waktu yang baik, serta menawarkan kemegahan dunia

    Makna Kata Ekklesia Berdasarkan Matius 16:18 Dan Implementasinya Dalam Kehidupan Orang Percaya Masa Kini

    No full text
    Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka tujuan penulisan karya ilmiah iniadalah: Pertama, untuk menganalisis dan menafsirkan makna dari kata ekklesiaberdasarkan konsep kitab Matius 16:18. Kedua, untuk membahas bagaimanamengimplementasikan kata ekklesia dalam kekristenan masa kini.Metode penelitian yang digunakan penulis di antaranya adalah: Pertama, Metodeanalisis kitab dalam hal ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang mencakupteologi eksegesis dan kajian Alkitab untuk memahami teks yang sesuai dengan konsep yangada di dalam Matius 16:18. Penulis tidak melakukan penelitian lapangan, tetapi hanyamenggunakan metode penelitian literatur (library research). Kedua, Komparasi, yaitumengadakan perbandingan-perbandingan untuk melihat kesamaan atau perbedaan teks yangberkaitan dengan objek penelitian (kata ekklesia).Berdasarkan hasil uraian penulis dalam karya ilmiah tentang makna kata ekklesiaberdasarkan Matius 16:18 dan implementasinya dalam kehidupan orang percaya masa kini,maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: Pertama, gereja adalahpersekutuan orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus yang adalah Mesias. Olehsebab itu gereja harus hidup berdasarkan firman Tuhan dan pengakuan iman yang benar.Kedua, masih banyak orang percaya yang belum menyadari bahwa dirinya adalah anggotaekklesia dan memilih untuk menjalani pertumbuhannya secara pribadi dan terpisah dariorang-orang percaya lainnya. Ketiga, gereja juga merupakan sidang yang dipimpin olehKristus yang mempedulikan kepentingan kotanya, tidak hanya dalam aspek rohani tetapijuga gereja dapat berperan dalam aspek sosial, ekonomi dan kesehatan. Gereja akanmembawa dampak positif dan kehadirannya akan dirasakan dan diterima bai

    Penerapan Metode Mengajar Yesus Menurut Injil Sinoptik Dalam Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen Di SMA Gamaliel Makassar

    No full text
    Adapun yang menjadi tujuan penulisan ini ialah untuk memberikan suatupenjelasan mengenai metode mengajar yang Yesus gunakan dalam pengajaran-Nya yangtertuang dalam Injil Sinoptik. Selain itu penulisan ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana penerapan metode mengajar Yesus dalam pelaksanaan PAK di SMA GamalielMakassar.Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penulisan ini adalahsebagai berikut: Pertama, metode kepustakaan atau literatur, yaitu penggalian datamelalui penyelidikan terhadap buku-buku yang ada, baik di perpustakaan Sekolah TinggiTheologia Jaffray Makassar, maupun kumpulan buku pribadi penulis yang berhubungandengan pokok masalah yang dibahas. Kedua, penulis juga melakukan penelitian lapanganuntuk mendapatkan data-data yang berhubungan dengan penulisan ini. Teknik yangdigunakan penulis ialah penyebaran angket kepada siswa-siswi di SMA GamalielMakassar dan wawancara terhadap guru PAK yang ada di sekolah tersebut. Angkettersebut disebarkan untuk membuktikan penerapan metode mengajar Yesus dalam prosesbelajar mengajar di SMA Gamaliel Makassar sebagaimana yang diungkapkan gurumelalui wawancara dengan penulis.Dalam pelayanan-Nya sebagai pengajar, Yesus menggunakan beberapa metode.Metode, metode yang Yesus gunakan antara lain, metode pertanyaan, metode cerita(Perumpamaan/ilustrasi), metode ceramah (khotbah), menggunakan benda atau objeksebagai alat peraga dan juga menggunakan metode diskusi. Dapat dikatakan bahwaYesus adalah guru yang kreatif, karena dalam setiap pengajaran-Nya Yesusmenggunakan metode-metode yang bervariasi, bergantung kepada tujuan, bahan, situasipendengar, serta lingkungan-Nya

    73

    full texts

    294

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇