Institut Teknologi Nasional Malang Repository
Not a member yet
    13381 research outputs found

    PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA MULTIBEAM SYSTEM MENJADI PETA BATIMETRI MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK QIMERA (STUDI KASUS:TANJUNG BENOA, PROVINSI BALI)

    Full text link
    Survei batimetri memainkan peran kunci dalam hidrografi untuk memperoleh informasi detail morfologi dasar laut guna mendukung keselamatan navigasi, infrastruktur kelautan, dan penelitian oseanografi. Penelitian ini berfokus pada pengolahan dan analisis data Multibeam Echosounder (MBES) menggunakan perangkat lunak Qimera untuk menghasilkan peta batimetri di perairan Tanjung Benoa, Bali, yang memiliki topografi kompleks. Alur kerja yang diterapkan meliputi pembuatan dynamic surface, penerapan koreksi pasang surut dan kecepatan suara, serta proses filtering dan cleaning untuk menghilangkan noise dan outlier. Evaluasi kualitas data dilakukan dengan perangkat lunak Crosscheck FMGT berdasarkan Standar IHO S-44 Edisi 6.2 Tahun 2024. Hasilnya memperlihatkan permukaan batimetri yang dihasilkan oleh algoritma CUBE dalam Qimera berhasil merepresentasikan kondisi dasar laut dengan variasi kedalaman antara –0,23 m hingga –19,77 m pada area seluas 68,54 hektar. Analisis akurasi menunjukkan bahwa 96,74% data survei memenuhi kriteria Orde Spesial menurut standar IHO. Dengan demikian, pengolahan data MBES menggunakan Qimera menghasilkan peta batimetri yang akurat, yang dapat diaplikasikan untuk keselamatan pelayaran, pengelolaan sumber daya laut, serta perencanaan tata ruang pesisir

    Rancang Bangun Sistem Monitoring Lingkungan Dan Penyiraman Tanaman Otomatis Berbasis Iot Di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang

    Full text link
    Perkembangan teknologi mendorong inovasi dalam berbagai bidang, termasuk pertanian. Salah satu bentuk penerapannya adalah otomatisasi penyiraman tanaman untuk menjaga ketersediaan air secara efisien. Penelitian ini merancang dan membangun sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dengan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor kelembapan tanah kapasitif, sensor suhu dan kelembapan udara (DHT22), serta sensor intensitas cahaya (BH1750). Sistem dirancang untuk melakukan penyiraman otomatis pada pukul 08.00 dan 16.00 WIB apabila terdapat kondisi tanah yang terdeteksi kering oleh salah satu sensor. Data dari sensor dikirim secara berkala setiap lima menit ke server dan disimpan dalam database MySQL. Informasi tersebut divisualisasikan secara real-time melalui halaman web monitoring yang responsif dan dapat diakses melalui perangkat laptop maupun smartphone. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja dengan akurat, stabil, dan efisien dalam mengatur penyiraman, serta mempermudah pemantauan kondisi lingkungan tanaman dari jarak jauh. Sistem ini diharapkan dapat diterapkan di lingkungan pesantren atau tempat lain yang membutuhkan penyiraman tanaman berbasis otomatis dan hemat air

    PENERAPAN REKAYASA NILAI (VALUE ENGINEERING) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG ICU RSUD NGUDI WALUYO WLINGI-BLITAR

    Full text link
    Industri konstruksi global yang berkembang pesat berdampak besar pada perekonomian Indonesia, sehingga diperlukan pengawasan kualitas, efisiensi biaya, dan pengendalian waktu dalam prosesnya. Hal ini disebabkan oleh masih seringnya terjadi pemborosan waktu serta adanya biaya yang tidak perlu (unnecessary cost). Kondisi ini menjadi hambatan dalam upaya penghematan. Berdasarkan masalah tersebut, diperlukan analisis mengenai penerapan value engineering sebagai strategi perencanaan yang lebih efisien serta ekonomis. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif untuk memperoleh informasi dan data melalui analisis terhadap suatu objek atau subjek. Tahapan penelitian meliputi tahap pengumpulan informasi, tahap kreatif/spekulasi, tahap analisis biaya menggunakan metode Life Cycle Cost, pengambilan keputusan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) yang dibantu perangkat lunak Expert Choice, tahap rekomendasi, serta tahap penyajian dan tindak lanjut. Hasil penelitian pada proyek pembangunan Gedung ICU RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Kabupaten Blitar, menunjukkan adanya penerapan rekayasa nilai pada pekerjaan pintu, jendela, dan partisi. Penerapan ini menghasilkan penghematan biaya sebesar Rp 145.565.947,77 dari biaya awal Rp 678.227.531,00 menjadi Rp 532.661.583,23 atau setara dengan penghematan biaya sebesar 21,46%

    Analisis Waktu dan Biaya Menggunakan Metode Precedence Diagram Method (PDM) (Studi Kasus: Jalan Simpang Batu-Laburan)

    Full text link
    Penjadwalan proyek konstruksi memegang peranan penting dalam memastikan efektivitas pelaksanaan pekerjaan di lapangan baik dari segi waktu maupun biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu dan biaya pelaksanaan proyek Peningkatan Jalan Simpang Batu-Laburan dengan membandingkan antara penjadwalan konvensional (existing) dan metode Precedence Diagram Method (PDM). Analisis dilakukan dengan menghitung total durassi dan biaya pelaksanaan pada masing-masing metode, kemudian menilai efisiensinya. Hasil analisis menunjukkan bahwa penjadwalan existing memiliki durasi 150 hari kerja, sedangkan penjadwalan ulang menggunakan metode PDM menghasilkan durasi 88 hari kerja. Hal ini menunjukkan efisiensi waktu sebesar 62 hari kerja. Namun, biaya langsung proyek mengalami kenaikan dari Rp17.702.184.000,00 menjadi Rp17.975.324.000,00 akibat penyesuaian pada koefisien alat berat dan strategi peningkatan produktivitas kerja. Meskipun terdapat sedikit peningkatan biaya, penerapan metode PDM terbukti mampu memberikan efisiensi waktu yang signifikan serta mendukung pelaksanaan proyek yang lebih optimal. Oleh karena itu, metode ini direkomendasikan untuk diterapkan sejak tahap perencanaan, terutama pada proyek dengan kompleksitas tinggi

    ANALISIS PERUBAHAN INDEKS KEKRITISAN LINGKUNGAN DENGAN ALGORITMA ENVIRONMENTAL CRITICALLY INDEX MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT (Studi Kasus : Kabupaten Lumajang)

    Full text link
    Perubahan alih fungsi lahan akibat peningkatan populasi dan pembangunan menjadi penyebab utama penurunan kualitas lingkungan di Kabupaten Lumajang, yang berpotensi memicu timbulnya lahan kritis. Untuk menganalisis fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan indeks kekritisan lingkungan secara spasial dan temporal menggunakan algoritma Environmental Criticality Index (ECI) dengan memanfaatkan data citra Landsat tahun 2019 dan 2025. Metode ini mengintegrasikan empat parameter utama, yaitu Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-Up Index (NDBI), Modified Normalized Diffeence Water Index (MNDWI), dan Land Surface Temperature (LST) untuk mengevaluasi tingkat kekritisan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada lahan non-terbangun seluas 115,87 km² dan lahan vegetasi kerapatan sedang seluas 72,40 km², yang disertai dengan peningkatan lahan terbangun dengan kerapatan rendah sebesar 11,96 km². Analisis LST mengindikasikan pergeseran suhu, dimana area panas dan sangat panas mengalami penurunan akibat perbedaan musim pengambilan citra, sementara kategori suhu sejuk hingga hangat meluas secara signifikan. Uji akurasi untuk setiap parameter menunjukkan hasil yang valid dengan nilai akurasi kappa di atas 86% untuk NDVI, NDBI, dan MNDWI, serta nilai NMAE sebesar 3,655% dan R² 0,7102 untuk LST, yang menguatkan temuan penelitian ini. Secara keseluruhan, terjadi peningkatan luas area kritis dari 347,46 km² pada tahun 2019 menjadi 484,36 km² pada tahun 2025, yang menandakan adanya penurunan kualitas lingkungan di sebagian wilayah Kabupaten Lumajang. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah dan masyarakat terkait penanganan kekritisan lingkungan di Kabupaten Lumajang serta memberikan kontribusi dalam pemahaman terhadap fenomena kekritisan lingkungan secara spasial

    Taman Haul Portabel Di Gresik

    Full text link
    Desa Sukorejo menghadapi tantangan berupa rendahnya kenyamanan lingkungan yang diperparah oleh minimnya pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH). Perayaan haul sesepuh desa yang memiliki nilai budaya dan religius penting sering terkendala keterbatasan fasilitas. Untuk menjawab permasalahan tersebut, diusulkan perancangan Taman Haul Portabel sebagai RTH multifungsi yang tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga memfasilitasi kegiatan perayaan haul. Konsep perancangan berlandaskan Kawistara Giri, yang mengadaptasi filosofi jaringan kelor serta mengintegrasikan nilai-nilai Giri Kedaton melalui pendekatan arsitektur neo-vernakular, sehingga menghadirkan identitas lokal dengan sentuhan modern. Pendekatan desain mengutamakan fleksibilitas tata ruang dengan sistem portabel yang memungkinkan taman mudah diadaptasi sesuai kebutuhan. Metode perancangan menggunakan pendekatan concept-based melalui analisis kontekstual dan filosofis. Bangunan dirancang agar dapat dialihfungsikan menjadi taman haul saat perayaan, sekaligus bertransformasi menjadi pusat pelatihan berbasis Islam di luar kegiatan haul. Fleksibilitas fungsi ini didukung oleh penggunaan dinding lipat sebagai pengubah ruang, serta penerapan ornamen arabesque untuk mempertegas identitas Kesultanan Giri. Dengan demikian, Taman Haul Portabel diharapkan menjadi ruang publik yang harmonis, fungsional, adaptif, serta memperkuat identitas budaya dan lingkungan Desa Sukorejo

    PERBANDINGAN KALIBRASI KAMERA STEREO IMX 477 DAN KAMERA CANON DSLR 600D MENGGUNAKAN METODE ZHANG UNTUK APLIKASI FOTOGRAMETRI BERBASIS RASPBERRY PI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil kalibrasi kamera stereo antara Raspberry Pi IMX477 dan Canon DSLR 600D menggunakan metode Zhang untuk aplikasi fotogrametri berbasis Raspberry Pi. Kalibrasi dilakukan untuk memperoleh parameter intrinsik (panjang fokus, titik pusat proyeksi, dan koefisien distorsi) serta parameter ekstrinsik (rotasi dan translasi antar kamera). Data diperoleh melalui pengambilan citra checkerboard 8×6 menggunakan perangkat keras seperti Raspberry Pi 4B, Canon DSLR 600D, tripod, serta perangkat lunak Python dengan pustaka OpenCV, Picamera2, gPhoto2, dan WxPython. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kamera Canon DSLR 600D memiliki tingkat akurasi kalibrasi yang lebih tinggi dibandingkan Raspberry Pi IMX477, dengan rata-rata reprojection error 0,212 piksel pada DSLR dan 0,386 piksel pada IMX477. Nilai panjang fokus DSLR mencapai sekitar 4300 piksel, sedangkan pada IMX477 sekitar 1600 piksel. Selain itu, DSLR memiliki baseline stereo sebesar 96,15 mm, sementara IMX477 hanya 13,94 mm. Baseline yang lebih panjang pada DSLR memberikan akurasi kedalaman yang lebih baik, dengan ketelitian hingga 1 mm pada jarak 1 meter, sedangkan IMX477 mengalami deviasi sekitar 3 mm. Perbedaan ini dipengaruhi oleh ukuran sensor, sistem optik, serta presisi fokus yang lebih tinggi pada DSLR. Dengan demikian, kamera Canon DSLR 600D dinilai lebih unggul untuk aplikasi fotogrametri yang menuntut ketelitian tinggi, sedangkan Raspberry Pi IMX477 lebih cocok untuk sistem fotogrametri ringan dan efisien berbasis komputasi tertanam. Kata kunci : kalibrasi kamera, metode Zhang, stereo kamera, Raspberry Pi IMX477, Canon DSLR 600D, fotogrametri

    PEMBUATAN BIOBRIKET DARI SEKAM PADI MENGGUNAKAN PEREKAT MOLASE DAN PUTIH TELUR DENGAN VARIASI KONSENTRASI JUMLAH PEREKAT

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembuatan biobriket dari sekam padi dengan menggunakan perekat molase dan putih telur, serta mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi perekat terhadap kualitas biobriket yang dilatar belakangi leh kelangkaan fosil. Variasi konsentrasi perekat yang digunakan adalah 12%, 13%, 14%, 15%, 16%, 17%, 18%, dan 19%. Proses pembuatan melibatkan karbonisasi sekam padi pada suhu 300°C selama 1 jam, diikuti dengan pencetakan dan pengujian terhadap karakteristik fisik dan pembakaran biobriket. Parameter yang diuji meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon terikat, nilai kalor, dan laju pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perekat putih telur menghasilkan nilai kalor yang lebih tinggi dibandingkan dengan molase, dengan hasil terbaik pada konsentrasi 15%, yang menghasilkan nilai kalor sebesar 4194,03 kal/gram, kadar air 8%, kadar abu 7%, dan kadar karbon terikat 83,5%. Pengaruh variasi konsentrasi perekat juga terlihat pada peningkatan kadar air dan abu pada konsentrasi yang lebih tinggi, yang mempengaruhi efisiensi pembakaran. Meskipun nilai kalor pada sebagian besar sampel belum memenuhi standar SNI 01-6235-2000 (min. 5000 kal/gram)

    "PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TALI BERBAHAN SYNTHETIC FIBER TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN ASPAL POROUS"

    Full text link
    ABSTRAK "PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TALI BERBAHAN SYNTHETIC FIBER TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN ASPAL POROUS" Oleh: Iswahyudi (21.21.016) Pembimbing I: Mohammad Erfan, ST.,MT. Pembimbing II: Annur Ma’ruf, ST., MT. Progam Studi Teknik Sipil S-1, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat tali berbahan synthetic fiber terhadap karakteristik Marshall pada campuran aspal porous. Aspal porous dikenal memiliki keunggulan dalam kemampuan drainase yang baik, namun kelemahannya terletak pada kekuatan struktural yang relatif rendah akibat tingginya rongga udara dalam campuran. Untuk mengatasi kelemahan ini, dilakukan inovasi dengan menambahkan serat sintetis ke dalam campuran, yang diharapkan mampu meningkatkan stabilitas serta kinerja mekanis tanpa mengurangi sifat drainase aspal porous. Dalam penelitian ini, kadar aspal optimum (KAO) ditetapkan berdasarkan hasil penelitian sebelumnya sebagai acuan utama. Campuran aspal porous kemudian dibuat dengan variasi kadar serat tali tampar sebesar 0%, 0,10%, 0,20%, 0,25%, 0,30%, 0,35%, dan 0,40%. Pengujian dilakukan menggunakan metode Marshall untuk mengukur parameter stabilitas, flow, VIM (Void in Mix), VMA (Void in Mineral Aggregate), VFA (Void Filled with Asphalt), Marshall Quotient, dan density, serta uji permeabilitas metode constant head untuk menilai kemampuan drainase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat tali pada kadar tertentu memberikan peningkatan signifikan pada nilai stabilitas Marshall dan memperbaiki parameter lain seperti VIM, VMA, VFA, dan Marshall Quotient, dengan tetap mempertahankan kemampuan drainase campuran. Peningkatan ini disebabkan oleh peran serat dalam mengikat agregat dan aspal sehingga mengurangi pergeseran partikel dan memperkuat struktur campuran. Kadar optimum serat tali tampar yang memberikan performa terbaik ditentukan melalui analisis hasil pengujian dan uji statistik, yang menunjukkan titik keseimbangan antara kekuatan mekanis dan kemampuan drainase. Kata Kunci : porous, serat synthetic fiber, karakteristik Marshall, permeabilitas, Kadar Aspal Optimum

    Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Biaya Pada Proyek Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya

    Full text link
    Peningkatan biaya (cost overrun) merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada proyek konstruksi, termasuk pada pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan biaya, menganalisis tingkat pengaruhnya, serta merumuskan strategi pencegahan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan pengolahan data menggunakan perangkat lunak Expert Choice. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang dipilih secara purposive sampling pada level manajerial proyek, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen proyek seperti RAB, jadwal, dan laporan pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor dominan yang mempengaruhi peningkatan biaya meliputi keterlambatan pengadaan material, kualitas dan produktivitas tenaga kerja, serta biaya pemeliharaan peralatan yang tinggi. Strategi pencegahan yang direkomendasikan antara lain peningkatan manajemen pengadaan, pengawasan mutu dan produktivitas tenaga kerja, serta perawatan peralatan secara berkala. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelaksana proyek dalam mengendalikan biaya dan meminimalkan risiko cost overrun pada proyek konstruksi sejenis

    9,921

    full texts

    13,381

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Teknologi Nasional Malang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇