Institut Teknologi Nasional Malang Repository
Not a member yet
13381 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN NILAI INDEKS VEGETASI UNTUK PEMETAAN STOK KARBON DI KAWASAN PERKOTAAN MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2A (Studi Kasus: Kota Malang)
Indeks vegetasi adalah metode yang digunakan pada citra untuk menekankan elemen tertentu, kerapatan vegetasi ataupun hal-hal yang terkait dengan kerapatan, seperti biomassa. Selain itu indeks vegetasi dapat digunakan utnuk menetapkan penyimpanan karbon. Penelitian ini memiliki tujuan untuk: (1) mengetahui, menghitung dan memetakan stok karbon berdasarkan nilai indeks vegetasi NDVI, EVI, SAVI dan ARVI di wilayah Kota Malang menggunakan citra Sentinel-2A (2) mengetahui nilai indeks vegetasi mana yang paling akurat dalam memperkirakan stok karbon di wilayah Kota Malang. Citra yang digunakan yaitu Citra Sentinel-2A dengan analisis indeks vegetetasi seperti NDVI, EVI, SAVI, dan ARVI untuk menetapkan stok karbon pada vegetasi tegakan, serta analisis regresi eksponensial untuk menyusun model penetapan stok karbon. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada setiap indeks vegetasi, ditemukan adanya korelasi. NDVI, EVI, SAVI, dan ARVI. Indeks vegetasi yang paling baik dalam memetakan stok karbon di Kota Malang adalah NDVI dengan nilai R2 = 0.53 dan nilai korelasi 0.69 dengan nilai interval dari indeks vegetasi karbon NDVI nilai maximum berada pada kisaran 25.630 ton/pixel dan untuk nilai minimum berada pada kisaran 0,018 ton/pixel
FORMULASI MIE KERING DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG UMBI TALAS (Colocasia esculenta L.) DAN PENAMBAHAN SPIRULINA (Arthospira plantesis) SEBAGAI INOVASI PENCEGAHAN STUNTING
Penelitian ini bertujuan merumuskan formulasi mie kering berbahan tepung talas (Colocasia esculenta L.) dan spirulina (Arthospira platensis) sebagai inovasi pencegahan stunting. Tepung talas digunakan sebagai sumber karbohidrat lokal, sedangkan spirulina meningkatkan kandungan protein dan mikronutrien. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan variasi perbandingan tepung terigu, tepung talas, dan spirulina. Uji organoleptik mencakup warna, rasa, tekstur, aroma, dan keseluruhan, sedangkan analisis fisikokimia mengukur kadar protein, air, dan karbohidrat. Komposisi terbaik adalah 60% tepung terigu, 40% tepung talas, dan 1% spirulina, menghasilkan mie kering dengan protein 11,6%, karbohidrat 68%, dan kadar air 5,4%, sesuai standar SNI 8217-2015
PENGGUNAAN BIOFILTER MEDIA BIOBALL DAN FITOREMEDIASI KAYU APU UNTUK MENGOLAH LIMBAH CAIR LAUNDRY
PENGGUNAAN BIOFILTER MEDIA BIOBALL DAN FITOREMEDIASI KAYU APU UNTUK MENGOLAH LIMBAH CAIR LAUNDRY
Nama : Dechsan mardianto
Nim : 2026002
Dosen pembimbing I : Dr. Ir. Hery Setyobudiarso, M. Sc.
Dosen Pembimbing II : Dr. Hardianto, ST., MT
ABSTRAK
Usaha jasa laundry merupakan salah satu usaha kecil berkembanng cukup pesat terutama di daerah perkotaan. Kegiatan ini memberi andil terhadap pencemaran air karena usaha laundry skala kecil tidak memiliki unit IPAL. Limbah cair laundry yang dihasilkan mengandung bahan kimia dengan konsentrasi yang tinggi antara lain fosfat, surfaktan, amoniak, nitrogen serta kadar padatan tersuspensi (total suspended solid, TSS) maupun terlarut (total dissolved solid, TDS), kekeruhan, TSS, dan COD. Selain itu dampak negatif dari limbah cair laundry bagi lingkungan, jika langsung dibuang ke badan air tanpa adanya pengelolaan adalah dapat merangsang pertumbuhan alga atau tanaman air secara keseluruhan. Lebih lanjut limbah detergen yang dibuang langsung ke tanah dapat mengganggu struktur tanah sebagai media penerima air limbah
Penelitian ini menggunakan biofilter anaerob media bioball dan fitoremediasi menggunakan kayu apu (Pistia stratiotes) sebagai fitoremediator . dengan waktu pengolahan menggunakan biofilter selama 2 hari dan 5 hari untuk pengolahan pada fitoremediasi, selama proses fitoremediasi dilakukan jga pengamanatan morfologi tanaman kayu apu seperti warna daun, ukuran daun, serta akar tanaman kayu apu (Pistia stratiotes)
Hasil penelitian menunjukan waktu tinggal berpengaruh terhadap pengolahan air limbah, menggunakan biofilter-fitoremediasi dengan hasil akhir presentase penyisihan COD dan TSS secara berturut-turut sebesar 84,46% dan 76,28%, menggunakan media bioball dan tanaman kayu apu (Pistia stratiotes) dengan nilai konsentrasi COD sebesar 92,80 mg/L dan konsentrasi TSS sebesar 48 mg/L, berdasarkan baku mutu yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 kelas 3, nilai TSS sudah memenuhi nilai baku mutu yang berlaku sedangkan untuk parameter COD masih belum memenuhi baku mutu.
Kata Kunci : Biofilter, Fitoremediasi, Kayu Apu, COD, TS
Analisis Penerapan 5R dan Green Productivity Untuk Meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Studi Kasus : PT. XYZ)
PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di industri tekstil dengan fokus produksi pada benang. Perusahaan ini menjalankan proses produksi secara kontinu, sehingga diperlukan pengelolaan lingkungan kerja yang efisien dan aman. Dalam operasionalnya, ditemukan beberapa kondisi yang belum optimal seperti penataan area kerja yang kurang tertib dan beberapa jenis limbah di area produksi yang dapat berpengaruh terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi area kerja yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja di PT. XYZ dan memberikan usulan perbaikan dalam upaya meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode 5R dan Green Productivity. Analisis dilakukan dengan membandingkan waktu kerja pada area tertata dan tidak tertata, serta meninjau kondisi pengelolaan limbah dan keteraturan di area produksi berdasarkan prinsip 5R dan Green Productivity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode 5R mampu meningkatkan efisiensi kerja sebesar 57,14% dan menciptakan area kerja yang lebih teratur. Penerapan Green Productivity mendukung pengurangan timbulan limbah sebesar 38% serta membentuk lingkungan kerja yang lebih berkelanjutan. Kombinasi kedua pendekatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan
KEMAMPUAN MEDIA KARBON AKTIF PELEPAH PISANG SEBAGAI ADSORBEN PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI ELEKTROPLATING
Pencemaran lingkungan akibat limbah cair dari proses elektroplating menjadi salah satu
masalah yang serius. Hal ini disebabkan oleh kandungan logam berat berbahaya seperti Tembaga (Cu)
dan Nikel (Ni) yang ada pada limbah cair indutri elektroplating. Salah satu metode yang efisien dalam
mendegradasi logam berat adalah adsorpsi dengan memanfaatkan karbon aktif pelepah pisang sebagai
adsorben. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan karbon aktif pelepah pisang sebagai
adsorben dalam menurunkan konsentrasi Total Suspended Solid (TSS),Tembaga (Cu), dan Nikel (Ni)
pada limbah cair elektroplating. Metode pengaliran menggunakan system batch dengan variasi massa
adsorben (2,5 gr dan 5 gr) serta waktu kontak (30, 60, dan 120 menit). Hasil menunjukkan efisiensi
penyisihan tertinggi dicapai pada massa adsorben 5 gr dan waktu kontak 120 menit. Efisiensi TSS
sebesar 80%, Cu sebesar 90,1%, dan Ni sebesar 71%. Adsorben diuji penggunaannya hingga tiga kali
siklus, dan tetap menunjukkan efektivitas yang relatif stabil. Karbon aktif pelepah pisang dapat
digunakan sebagai alternatif adsorben yang efisien dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah
cair industri elektroplating
IMPLEMENTASI METODE DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING UNTUK PREDIKSI STOK MINYAK JELANTAH BERBASIS WEB (STUDI KASUS PADA CV. ARTHA METRO OIL)
Minyak jelantah adalah sisa penggunaan minyak goreng yang tetap mengandung potensi ekonomi serta bisa diproses ulang menjadi produk bermanfaat seperti sabun dan biodiesel. Namun, pengelolaan pergudangan minyak jelantah menghadapi tantangan seperti kelebihan kapasitas penyimpanan (overload) yang dapat menimbulkan kerugian lingkungan serta penurunan kualitas minyak. Penelitian ini difokuskan pada pengembangan sistem berbasis web yang mampu meramalkan stok minyak jelantah menggunakan metode peramalan Double Exponential Smoothing (DES), sehingga membantu pengelolaan kapasitas gudang secara efisien dan terstruktur. Metode yang digunakan adalah DES dengan input data stok mingguan dari CV. Artha Metro Oil pada periode Agustus 2021 hingga Februari 2023. Sistem yang dibangun memungkinkan pengguna untuk melakukan peramalan stok secara periodik, baik mingguan maupun bulanan, dengan pengaturan nilai alpha (α) yang fleksibel. Berdasarkan hasil pengujian, metode DES dengan nilai parameter α sebesar 0,5 dan β sebesar 0,3 menghasilkan tingkat MAPE yang dihasilkan mencapai 33,49%, yang menunjukkan tingkat akurasi sedang dan masih layak digunakan dalam konteks pengambilan keputusan gudang. Nilai α = 0,5 terbukti paling optimal, sementara nilai alpha yang terlalu rendah atau terlalu tinggi cenderung meningkatkan tingkat kesalahan prediksi secara signifikan
ANALISIS HOMOGENITAS DARI PENGUJIAN BATANG SORGUM DAN BAHAN SEKAM PADI SERTA SERBUK KAYU DENGAN VARIASI RPM DAN DIAMETER PERSENTIL PADA MESIN MIXER TIPE HORIZONTAL
Penelitian ini dirancang untuk menganalisis homogenitas dari hasil campuran cacahan batang sorgum, serbuk kayu dan sekam padi yang menggunakan mesin mixer jenis horizontal dengan variasi kecepatan putar (RPM) dan diameter persentil partikel (D10, D50, D90). Formula yang digunakan dalam produksi biopelet yaitu cacahan batang sorgum dan sekam dan cacahan batang sorgum dengan serbuk kayu untuk komposisi yang digunakan pengujian yaitu 6 : 6 kg dan total keseluruhan 12 kg, serta menggunakan particle size analyzer (PSA) sebagai alat ukur distribusi partikel campuran. Hasil dari penelitian menggunakan variasi RPM dan waktu pencampuran sangat mempengaruhi tingkat homogenitas campuran, yang bisa dilihat dari nilai diameter persentil. Penggunaan mesin mixer jenis horizontal terbukti sangat efektif dalam meningkatkan keseragaman campuran bahan baku biopelet berbasis limbah sorgum, sehingga dapat mendukung efisiensi dan produktivitas industri bioenergi
PENGARUH DAYA DAN KECEPATAN PADA PROSES FIBER LASER CUTTING TERHADAP KEKERASAN MENGGUNAKAN BAJA A36 DENGAN KETEBALAN 6 MM
UPAYA MENINGKATKAN PENJUALAN MELALUI PENGOPTIMALAN MARKETPLCE DENGAN METODE SAW DAN AHP DI TOKO KOPI ATMA
Perubahan signifikan dalam pola konsumsi masyarakat dan berkembangnya teknologi digital telah menjadikan marketplace sebagai salah satu saluran distribusi utama dalam dunia bisnis modern. Berdasarkan analisis kondisi pendapatan dalam enam bulan terakhir yang belum konsisten mencapai target, maka penelitian ini dilakukan untuk merumuskan strategi pemilihan marketplace terbaik yang dapat dioptimalkan dalam menunjang peningkatan penjualan secara digital.
Penelitian ini menggunakan dua metode pengambilan keputusan multikriteria, yaitu Simple Additive Weighting (SAW) dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Sebanyak 34 responden, terdiri dari konsumen dan calon konsumen Toko Kopi Atma, dilibatkan melalui kuesioner berbasis skala Likert untuk mengevaluasi tiga alternatif marketplace populer di Indonesia: ShopeeFood, GoFood, dan GrabFood. Enam kriteria penilaian utama digunakan: harga, keamanan transaksi, kecepatan pengiriman, kemudahan penggunaan aplikasi, promosi, dan pilihan pembayaran.
Hasil perhitungan menggunakan metode SAW menunjukkan bahwa ShopeeFood memperoleh skor tertinggi yaitu 0,971, diikuti oleh Gojek (GoFood) dengan 0,915, dan GrabFood dengan skor 0,892. Perhitungan didasarkan pada normalisasi rata-rata penilaian responden dan bobot kriteria yang telah ditentukan sebelumnya (harga sebagai prioritas tertinggi dengan bobot 0,20, disusul dan kecepatan pengiriman masing-masing 0,175).
Sementara itu, hasil analisis menggunakan metode AHP menghasilkan struktur hierarki yang mengkonfirmasi hasil SAW. Melalui perbandingan berpasangan antar kriteria dan alternatif menggunakan Expert Choice, ShopeeFood kembali menempati posisi pertama dengan bobot prioritas akhir 38,9%, diikuti oleh GoFood 33,6%, dan GrabFood 27,5%. Konsistensi rasio (CR) dalam proses pembobotan AHP menunjukkan nilai < 0,1, yang menandakan bahwa hasil perbandingan valid dan konsisten.Berdasarkan kedua metode tersebut, dapat disimpulkan bahwa ShopeeFood adalah marketplace yang paling optimal untuk diadopsi Toko Kopi Atma dalam strategi digitalisasi penjualan
ANALISIS PENGARUH RPM PADA 600, 1000 DAN 1490 MESIN PEMECAH BATOK KELAPA SISTEM TEKANAN HORIZONTAL DUA SISI
Proses pemecahan hatok kelapa manual memakan waktu dan tenaga besar, sehingga dikembangkan mesin pemecah batok kelapa sistem tekanan horizontal dua sisi sebagai solusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi RPM (600, 1000, dan 1490) pada mesin pemecah batok kelapa sistem tekanan horizontal dua sisi terhadap daya yang dibutuhkan, gaya tekan yang dihasilkan dan efisiensi kerja mesin. Pengujian dilakukan secara eksperimental menggunakan kelapa tua dengan sudut mata pisau tetap 15° dan waktu 30 detik, kemudian data digunakan untuk menghitung gaya tekan dan daya yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan RPM berpengaruh terhadap daya dan gaya yang dihasilkan. Pada RPM 600 diperoleh daya 228,9 W dengan gaya tekan 324,97 Ν. pada RPM 1000 daya meningkat menjadi 399,9 W dengan gaya tekan 902,64 Ν, sedangkan pada RPM 1490 daya mencapai 515 W dengan gaya tekan 2004,02 Ν. Peningkatan RPM juga berbanding lurus dengan produktivitas yaitu jumlah kelapa yang terpecah naik dari 6 menjadi 12 buah dalam 30 detik sehingga semakin tinggi RPM semakin besar daya dan gaya tekan yang dihasilkan serta kualitas pemecahan yang lebih baik