Institut Teknologi Nasional Malang Repository
Not a member yet
13381 research outputs found
Sort by
RANCANG BANGUN MESIN PENGERING KEMIRI MENGGUNAKAN KOIL PEMANAS DARI ENERGI LISTRIK TENAGA SURYA
Pengeringan kemiri secara tradisional sangat dipengaruhi oleh cuaca dan memerlukan waktu lama, sekitar 6–9 hari. Ketika cuaca mendung atau hujan, pengeringan menjadi tidak maksimal dan berisiko menyebabkan pembusukan. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi berupa alat pengering yang efisien dan ramah lingkungan untuk membantu petani mengeringkan kemiri secara optimal, terutama saat sinar matahari terbatas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perancangan dan pengujian mesin pengering kemiri berbasis tenaga listrik dari panel surya. Energi matahari diserap oleh panel surya, disimpan dalam baterai, dan digunakan untuk mengoperasikan kipas DC serta koil pemanas. Pengujian dilakukan selama tiga hari dengan variasi temperatur 50°C, 60°C, dan 70°C, serta pengamatan terhadap kadar air, laju pengeringan, kualitas hasil pengeringan dan perubahan berat pada kemiri.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa temperatur 60°C merupakan yang paling optimal. Kadar air akhir mencapai 10,5%, dengan laju pengeringan rata- rata 1,04% per jam tetapi untuk penyimpanan harus di tempat yang benar-benar kering karena rawan berjamur. Temperatur 70°C dengan kadar air 9,2% dengan laju pengeringan rata-rata 1,3%, menghasilkan pengeringan lebih cepat namun berisiko menurunkan kualitas kemiri jika tidak dikontrol dengan baik, hasil ini bisa di gunakan untuk pengeringan pasca panen untuk di simpan lebih lama.
Sistem konveksi paksa yang digunakan terbukti mampu menyebarkan panas secara merata ke seluruh ruang pengering.
Kesimpulannya, mesin pengering kemiri berbasis panel surya ini efektif digunakan sebagai solusi alternatif pengeringan tambahan di malam hari. Rancangannya mampu bekerja secara efisien dengan pengaturan temperatur yang baik dan distribusi panas merata. Alat ini juga berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk pengeringan komoditas lainnya secara hemat energi dan ramah lingkungan.
PERANCANGAN MESIN PENGADUK PAKAN TERNAK DENGAN SIRIP PENGADUK MODEL CAKAR UNTUK HASIL PENGADUKAN YANG MERATA
Masalah utama dalam pencampuran pakan ternak adalah ketidakmerataan distribusi nutrisi akibat proses pengadukan yang kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bentuk sirip model cakar terhadap efisiensi dan kualitas homogenitas campuran pada mesin mixer pakan ternak. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimental dengan pengujian waktu pencampuran selama 3, 4, dan 5 menit menggunakan bahan pakan berupa jagung, dedak, dan konsentrat. Proses perancangan dan pembuatan alat dilakukan dengan bantuan software SolidWorks, dan hasil pengujian diamati secara visual serta dianalisis berdasarkan tingkat keseragaman campuran setelah proses pencampuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pencampuran optimal terjadi pada menit ke-3, di mana campuran menunjukkan hasil paling merata dan waktu proses yang efisien tanpa terjadi segregasi ulang bahan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa bentuk sirip model cakar efektif meningkatkan efisiensi pencampuran dan menghasilkan kualitas campuran pakan yang lebih baik dalam waktu yang lebih singka
sport center di kota malang
Sport Center merupakan fasilitas olahraga terpadu yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana olahraga yang aman, nyaman, dan modern. Tujuan utama pembangunan Sport Center ini adalah untuk mendorong gaya hidup sehat, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan fisik, menjadi pusat pembinaan atlet potensial serta menjadikan tempat olaharaga yang mampu meningkatkan kemampuan dan kesenangan hati para pemain. Fasilitas yang disediakan mencakup lapangan futsal, lapangan basket,lapangan volly,lapangan bulu tangkis dan kolam renang, gym, ruang serbaguna, serta area komersial pendukung seperti kafe dan toko perlengkapan olahraga.
Arsitektur modern dirancang sebagai fasilitas olahraga multifungsi yang mengintegrasikan estetika kontemporer, efisiensi ruang, dan kenyamanan pengguna.Arsitektur modern diterapkan melalui penggunaan bentuk geometris yang tegas, material bangunan yang inovatif seperti kaca, baja, dan beton ekspos, serta pemanfaatan pencahayaan alami secara optimal. Konsep terbuka dan fleksibel menjadi landasan utama dalam perencanaan ruang, sehingga mampu menampung berbagai aktivitas olahraga.
Hasil dari perencanaan sport Center di kota malang ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan olahraga, tetapi juga landmark arsitektural yang mencerminkan dinamika dan semangat zaman, serta mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat urban masa kini
Analisis Dampak Integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Cirata Terhadapp Stabilitas Frekuensi Pada Sistem Transmisi 500 kV Jawa-Bali
Pertumbuhan kebutuhan energi bersih mendorong pemanfaatan energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS Terapung Cirata yang berkapasitas 192 MWp dan terhubung ke jaringan 500 kV Jawa-Bali merupakan salah satu proyek strategis nasional yang mendukung pencapaian target bauran energi nasional. Namun, integrasi pembangkit berbasis energi terbarukan seperti PLTS memiliki tantangan terhadap kestabilan frekuensi sistem tenaga, terutama karena tidak menyumbang inersia ke sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak integrasi PLTS Terapung Cirata terhadap stabilitas frekuensi sistem kelistrikan 500 kV Jawa-Bali. Metode yang digunakan adalah simulasi berbasis perangkat lunak DigSILENT PowerFactory dengan pendekatan load flow dan dynamic simulation dalam tiga skenario: kondisi dasar, penambahan beban sebesar 598 MW 4,5 MVar (50% dari nominal beban awal), dan pelepasan satu unit pembangkit konvensional (Generator Saguling 692 MW). Parameter utama yang dianalisis adalah frekuensi nadir dan Rate of Change of Frequency (RoCoF). Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem dengan integrasi PLTS mengalami penurunan performa kestabilan frekuensi karena penurunan inersia sistem. Namun, dalam skenario Pelepasan Beban, PLTS memberikan efek peredaman frekuensi yang positif. Dengan demikian, diperlukan strategi mitigasi tambahan seperti penggunaan energy storage system atau peningkatan cadangan putar untuk menjaga kestabilan sistem tenaga listrik
SISTEM REKOMENDASI PEMBELIAN PAKET PRODUK PADA TOKO FLAMING TOBACCO MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI
Meningkatnya minat konsumen terhadap rokok linting sendiri (RYO) yang
personal menciptakan tantangan akibat banyaknya pilihan tembakau, filter, dan
kertas yang membingungkan pembeli. Kondisi ini diperparah dengan kesulitan
penjual dalam memberikan rekomendasi produk yang objektif dan berbasis data,
sehingga berisiko menurunkan kepuasan serta loyalitas pelanggan. Solusi yang
diajukan adalah pengembangan sistem rekomendasi menggunakan algoritma
Apriori untuk menganalisis data historis pembelian dan mengidentifikasi pola
hubungan antar produk tembakau, filter, dan kertas. Algoritma ini dipilih karena
keunggulannya dalam menemukan aturan asosiasi dari dataset besar secara efisien,
kesederhanaan implementasi, serta kemampuannya menghasilkan rekomendasi
yang relevan berdasarkan kebiasaan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa algoritma Apriori berhasil mengidentifikasi sejumlah aturan asosiasi produk
yang signifikan dan valid (nilai lift > 1), dengan implementasi metode pada sistem
yang terbukti 100% akurat. Sistem rekomendasi yang dikembangkan berfungsi baik
lintas browser dan mendapatkan penerimaan pengguna sebesar 53% terkait
antarmuka serta pengalaman pengguna, menandakan potensinya dalam membantu
konsumen menentukan kombinasi produk
Studi Penelitian Faktor Air Cementitious (W/C) Pada Beton Geopolimer Berbasis Fly Ash terhadap Kuat Tekan (Aktivator: Kalium Hidroksida + Natrium Silikat)
Beton geopolimer adalah beton yang tidak menggunakan semen portland dalam produksinya, namun menggunakan bahan mengandung silika (SiO2) dan alumina (AI2O3) yang dapat bereaksi dengan cairan alkali kalium hidroksida (KOH) dan Natrium silikat (Na2SiO3) untuk membentuk bahan pengikat pengganti semen. Penelitian tentang beton geopolimer telah banyak dilakukan, namun sebagian masih menggunakan faktor air cementitious (W/C) beton normal. Padahal beton geopolimer sebenarnya tidak bisa menggunakan faktor air cementitious (W/C) beton normal karena jumlah faktor air yang ditentukan dalam perncangan mix design sangat berpengaruh terhadap mutu beton yang dihasilkan. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan informasi mengenai faktor air cementitious (W/C) beton geopolimer. Nilai faktor air cementitious (W/C) yang digunakan adalah 0,70; 0,75; 0,80; 0,85; 0,90; 0,95; 1 dengan pengujian yang dilakukan berupa uji kuat tekan pada umur 3 dan 7 hari. Hasil pengujian kuat tekan pada umur 3 hari yaitu W/C 0,70 sebesar 17,88 MPa, W/C 0,75 sebesar 16,42 MPa, W/C 0,80 sebesar 14,66 MPa, W/C 0,85 sebesar 9,90 MPa, W/C 0,90 sebesar 7,68 MPa, W/C 0,95 sebesar 6,43 MPa, W/C 1 sebesar 5,54 MPa, dan pada umur 7 hari yaitu W/C 0,70 sebesar 23,74 MPa, W/C 0,75 sebesar 21,36 MPa, W/C 0,80 sebesar 18,21 MPa, W/C 0,85 sebesar 16,34 MPa, W/C 0,90 sebesar 13,21 MPa, W/C 0,95 sebesar 10,67 MPa, W/C 1 sebesar 9,42 MPa. Berdasarkan hal tersebut menunjukkan bahwa hasil uji kuat tekan beton geopolimer terjadi penurunan dengan meningkatnya W/C dan hasil uji kuat tekan naik seiring dengan umur beton geopolimer.
Kata kunci: Beton geopolimer, fly ash, faktor air cementitious (W/C
PERENCANAAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR ATAS PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN PT. SAWIT LAMANDAU RAYA KABUPATEN LAMANDAU KALIMANTAN TENGAH
Pelaksanaan suatu proyek memerlukan perencanaan, penjadwalan, dan pengelolaan yang tepat, termasuk sumber daya, ketersediaan bahan, peralatan, kondisi alam, kondisi cuaca dan faktor lain yang mempengaruhi kemajuan proyek. Perencanaan proyek menggambarkan keterkaitan antar kegiatan dan keseluruhan proyek, serta membantu menentukan prioritas hubungan antar kegiatan.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis total perencanaan biaya dan waktu pada pekerjaan struktur atas pembangunan jembatan PT. Sawit Lamandau Raya, dan (2) menganalisis besar selisih dari waktu dan biaya setelah dilakukan analisis ulang pada pekerjaan struktur atas pembangunan jembatan PT. Sawit Lamandau. Penelitian ini menggunakan metode CPM. Metode ini menganalisis waktu pelaksanaan pekerjaan struktur atas pembangunan jembatan PT. Sawit Lamandau Raya Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah menggunakan jalur kritis dan didapatkan 13 item pekerjaan yang berada dalam jalur kritis. Pekerjaan tersebut yaitu: Pekerjaan Pengadaan material baja, Pekerjaan Fabricasi gelagar melintang (GMT/GMU), Pekerjaan Transportasi komponen ke lokasi, Pekerjaan Pemasangan gelagar memanjang (GMM), Pekerjaan Pemasangan gelagar melintang (GMT/GMU), Pekerjaan Pemasangan balok utama (BU), Pekerjaan Pemasangan balok ikatan (BIA/BIR), Pekerjaan Pemasangan komponen struktur lainnya, Pekerjaan Penyambungan komponen (baut/las), Pekerjaan Pemasangan bekisting pelat lantai, Pekerjaan Pemasangan tulangan pelat lantai, Pekerjaan Pengecoran beton mutu K350, dan Pekerjaan Pengecatan
Berdasarkan hasil analisis didapat bahwa total perencanaan biaya dan waktu pelaksanaannya Rp 11.678.893.800,00 dan 106 hari. Setelah dianalisis menggunakan metode CPM didapat bahwa adanya penambahan biaya perencanaan sebesar Rp 540.000,00 sehingga total biaya perencanaannya menjadi Rp 11.698.541.800,00 dan waktu pelaksanaannya mengalami percepatan selama 13 hari, sehingga waktu pelaksanaan pekerjaan struktur atas proyek pembambangunan jembatan tersebut menjadi 93 hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penjadwalan yang sistematis dapat mempercepat proses pembangunan proyek jembatan tersebut
“Evaluasi Kinerja Simpang Empat Bersinyal Dan Dampaknya Terhadap Kualitas Udara Di Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar Bali (Studi Kasus Simpang Ruas Jalan Imam Bonjol - Jalan Raya Kuta - Jalan Sunset Road).”
Signalized intersections are one of the critical points in the road network system that often experience congestion, especially in urban areas with high mobility levels. One such intersection facing serious traffic issues is the Four-Legged Intersection of Jalan Imam Bonjol – Jalan Raya Kuta – Jalan Sunset Road in Denpasar City, Bali. This area serves as a connector between the city center, the Kuta tourist area, and commercial zones filled with shopping centers, hotels, and restaurants. These conditions lead to high traffic volumes, resulting in increased vehicle delay times, queue lengths, and exhaust emissions, which potentially degrade the surrounding air quality. Therefore, this research aims to evaluate the existing traffic performance of the intersection, analyze the relationship between traffic delay and air quality, and formulate improvement strategies to reduce vehicular emissions.
This study employs a descriptive quantitative method based on the Indonesian Highway Capacity Guidelines (PKJI 2023). Primary data were collected through field surveys, including vehicle volume, signal cycle time, queue length, number of stopped vehicles, and delay time during peak hours. Meanwhile, air quality data—specifically carbon monoxide (CO) and nitrogen dioxide (NO₂) concentrations—were obtained through direct measurements using portable monitoring equipment. Additionally, modeling and simulation were conducted using VISSIM 2024 software to develop alternative signal phase scenarios and evaluate their impact on traffic performance indicators. The analysis was carried out by comparing the existing conditions with those after the implementation of the new signal phase scenario.
The analysis results indicate that the existing condition of the intersection operates at Level of Service F, with a peak degree of saturation (DS) of 1.77 and an average delay of 112.2 seconds/pcu during the evening peak hours. This performance level reflects severe traffic congestion and poor operational quality. Furthermore, exhaust emissions increased, with NO₂ concentrations reaching 79 µg/m³, which falls under the “Moderate” category based on the Air Quality Index (ISPU). After modifying the signal phase from four phases to two and adjusting the cycle time, the intersection's performance significantly improved. The DS decreased to 0.76, and the average delay dropped to 35.30 seconds/pcu, which corresponds to Level of Service D and is considered acceptable. This improvement also contributed to reducing vehicular emissions, as reflected by the lower concentrations of air pollutants.
The conclusion of this study is that changing the signal phase configuration and optimizing cycle times can significantly improve the performance of signalized intersections and reduce vehicle exhaust emissions. This strategy is proven effective for intersections in high-activity areas such as Kuta, Denpasar. The study recommends the implementation of adaptive signal systems, regular air quality monitoring, and the integration of environmentally friendly public transportation as follow-up measures to support sustainable transportation and improve the quality of the urban environment. Keywords: Intersection performance, Vehicle emissions, Air quality
PERENCANAAN TRANSMISI BECAK LISTRIK BERBASIS PANEL SURYA
Keterbatasan energi fosil dan meningkatnya polusi mendorong
pengembangan transportasi ramah lingkungan. Becak sebagai moda tradisional
dipilih untuk dikembangkan menjadi becak listrik berbasis panel surya.
Penelitian ini menggunakan motor BLDC 3000 W, baterai LiFePO₄ 48V 44Ah,
dua panel surya 275 Wp, serta MPPT Solar Charge Controller dengan sistem
transmisi direct drive.
Landasan teori meliputi prinsip kerja motor BLDC, karakteristik baterai
LiFePO₄, kinerja panel surya, serta konsep transmisi direct drive yang
mendukung perhitungan kebutuhan energi dan pemilihan komponen.
Hasil menunjukkan efisiensi sistem 83–85%, torsi motor 6,36 Nm, serta
baterai 2,1 kWh yang mampu menempuh jarak 40–55 km dengan kecepatan
rata-rata 25–30 km/jam. Uji lapangan menghasilkan kecepatan maksimum 42
km/jam tanpa beban dan 30–35 km/jam dengan beban penuh
ANALISI DAERAH RAWAN BANJIR BERBASIS PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus: Kecamatan Long Bagun,Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan banjir di Kecamatan Long Bagun dengan memanfaatkan data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Parameter yang digunakan meliputi ketinggian tempat, kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, tutupan lahan, dan kedekatan dengan sungai. Metode analisis dilakukan melalui teknik overlay berbobot (weighted overlay) untuk menghasilkan peta kerawanan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah penelitian terbagi menjadi tiga kelas kerawanan, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Kelas kerawanan tinggi umumnya berada pada dataran rendah dengan ketinggian 0–25 mdpl, jarak dekat dengan sungai, serta didominasi oleh tutupan lahan berupa badan air. Sementara itu, wilayah dengan kerawanan rendah berada pada area perbukitan dengan ketinggian lebih dari 200 mdpl. Peta kerawanan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam perencanaan tata ruang serta mitigasi bencana banjir di Kecamatan Long Bagun